Setelah penelitian ini dilakukan, diperoleh beberapa hasil yang akan dipaparkan melalui tabel-tabel berikut. Tabel pertama menunjukkan karakteristik subjek yang turut serta dalam penelitian intelegensi emosi dan manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.
Tabel 1. Deskripsi Subjek Pnelitian
Kategori Frekuensi Presentasi (%)
Usia 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24 Tahun Fakultas Fapsi 1 3 9 44 51 11 1 12 0.8 2.6 8.3 35 44.2 8.3 0.8 10
Hukum Feb Fk Fai Ft Fisip Fikes Fpp Fkip Jenis Kelamin perempuan Laki-laki 12 12 12 12 12 12 12 12 12 32 88 10 10 10 10 10 10 10 10 10 26,7 73,3 Jumlah 120 100%
Pada tabel 1menunjukkan bahwa subjek penelitian terdiri dari 120 subjek dengan 88 laki-laki (73,3%) dan 32 perempuan (26,7%). Sedangkan usia subjek terdapat 5 rentang usia. Pada usia 18 tahun terdapat 1 (0,8%), 19 tahun terdapat 3 (2.6%), usia 20 terdapat 10 (8,3%), usia 21 terdapat 42 subjek (35%), usia 22 tahun terdapat 53 subjek (44,2%), usia 23 tahun terdapat 10 subjek (8,3%) dan usia 24 tahun terdapat 1 subjek (0,8%).
Pada tabel ini menunjukkan bahwa penelitian dilakukan secara menyeluruh terhadap 10 fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil subjek secara merata dari masing-masing Badan Eksekutif Mahasiswa fakultas sejumlah 12 subjek (10%). Tabel 2. Deskripsi data penelitian
Kategori Frekuensi Kecerdasan emosi Manajemen konflik kompromi
Tinggi Rendah Tinggi Rendah
Usia 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24 Tahun 1 3 9 44 51 11 1 1 2 6 25 28 8 1 - 1 3 19 23 3 - - 2 4 17 33 5 1 1 1 5 27 18 6 - Total (%) 120 (100%) 71 (59,2%) 49 (40,8%) 62 (51,7%) 58 (48,3) Fakultas Fapsi Hukum Feb Fk Fai Ft Fisip Fikes 12 12 12 12 12 12 12 12 7 9 7 8 6 9 6 7 5 3 5 4 6 3 6 5 6 4 7 5 5 4 4 5 6 8 5 7 7 8 8 7
Fpp Fkip 12 12 6 6 6 6 6 9 6 3 Total (%) 120 (100%) 71 (59,2%) 49 (40,8%) 55 (45,8%) 65 (54,2%) Jenis Kelamin perempuan Laki-laki 32 88 17 52 11 40 19 44 17 40 Total 120 (100%) 69 (57,5%) 51 (42,5%) 63 (52,5%) 57 (47,5%)
Dari deskripsi data penelitian di atas menunjukkan bahwa subjek memiliki rentang usia yang bervariatif mulai dari 18 tahun sampai dengan 24 tahun. Dari total deskripsi data usia terlihat bahwa subjek secara keseluruhan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi hal ini juga diikuti oleh manajemen konflik kompromi yang juga tinggi dengan frekuensi kecerdasan emosi 71 subjek (59,2%) dan manajemen konflik kompromi 62 subjek (51,7%) sedangkan skor rendah kecerdasan emosi lebih kecil yaitu 49 subjek (40,8%) serta manajemen konflik kompromi 58 subjek (58,3%).
Dengan beragamnya Badan Eksekutif Mahasiswa yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang terlihat bahwa tingkat kecerdasan emosi dan manajemen konflik kompromi tidak selaras. Hal ini ditunjukkan dari jumlah subjek yang masuk kategori kecerdasan emosi tinggi sebanyak 71 subjek (59,2%) sedangkan yang masuk kategori tinggi pada manajemen konflik kompromi hanya 55 subjek (45,8%) dari total jumlah subjek.
Pada kategori jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan sama sama memiliki tingkat kecerdasan emosiyang tinggi dan manajemen konflik kompromi yang juga tinggi. Hal ini dapat dilihat dari total skor masing-masing skala dimana laki-laki dan perempuan pada skala kecerdasan emosi yang tinggi berjumlah 69 subjek (57,5%) sedangkan pada skala manajemen konflik kompromi yang tinggi laki-laki dan perempuan memiliki 63 subjek (52,5%) dari total jumlah subjek.
Tabel 3. Perhitungan t-score manajemen konflik kompromi
Kategori Interval Frekuensi Persentase (%)
Tinggi
Rendah T-Score>50 T-Score<50 62 58 51,7 48,3
Total 120 100
Berdasarkan hasil analisa tabel 3 menunjukkan bahwa subjek yang memiliki manajemen konflik kompromi tinggi lebh banyak dari pada subjek yang memiliki manajemen konflik kompromi yang renda. Hal tersebut ditandai dengan hasil yang diperoleh yaitu dari 120 subjek yang dijadikan sampel terdapat 62 subjek (51,7%) dikategorikan memiliki manajemen konflik kompromi yang tinggi. Sedangkan subjek yang dikategorikan memiliki manajemen konflik kompromi rendah hanya berjumlah 58 subjek (58,3%) dari jumlah total subjek. Berikut ini adalah hasil t-score skala kecerdasan emosi:
Tabel 4. Perhitungan t-score kecerdasan emosi
Kategori Interval Frekuensi Persentase (%)
Tinggi
Rendah T-Score>50 T-Score<50 71 49 59,2 40,8
Total 120 100
Berdasarkan hasil analisa tabel 4 menunjukkan bahwa subjek yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi lebih banyak dari pada subjek yang memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Hal tersebut ditandai dengan hasil yang diperoleh yaitu dari 120 subjek yang dijadikan sampel terdapat 71 subjek (59,2%) dikategorikan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Sedangkan subjek yang dikategorikan memiliki kecerdasan emosi yang rendah hanya berjumlah 49 subjek (40,8%) dari jumlah total subjek.
Untuk tahapan selanjutnya peneliti melakukan analisis korelasi product moment untuk mengetahui koefisien korelasi, koefisien determinasi dan nilai signifikansi dari data penelitian.
Tabel 5. Hasil Analisis Korelasi kecerdasan emosi dan manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.
Koefisien korelasi (r) Indeks analisis Koefisien korelasi (r)
Koefisien determinasi (R2) Taraf kemungkinan kesalahan
P (nilai signifikansi)
0,297 0,088 5% (0,05) 0,001
Pada tabel 2, menunjukkan skor koefisien korelasi yang dihasilkan dari perhitungan spss sebesar 0,297 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan manejemen konflik kompromi pada mahasiswa yangaktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang artinya Semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi manajemen konflik kompromi, atau sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin rendah manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Sementara nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 0,088 yang berarti variabel kerdasan emosi memberikan pengaruh efektif sebesar 8,8% terhadap variabel manajemen konflik kompromi.
DISKUSI
Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi dan manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang memiliki hubungan positif yang signifikan. Hal ini berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin tinggi manajemen konflik kompromi, atau sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin rendah manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Kecerdasan emosi memberikan pengaruh efektif terhadap manajemen konflik kompromi sebesar 8,8% sedangakan 91,8% dipengaruhi oleh faktor lain.
Dari pengertian manajemen konflik kompromi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan melibatkan bebarapa pihak untuk memcahkan masalah yang dihadapi dengan mengarahkan perselisihan kearah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik. Mahasiswa yang memiliki tingkat manajemen konflik kompromi yang tinggi dapat membantu mahasiswa memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kedewasaan, membina keterampilan diri dalam berorganisasi, membentuk jiwa kepemimpinan, mampu berkomunikasi dengan baik, terbuka, asertif dan menghargai orang lain. Dimana hal ini merupakan komponen dari gaya manajemen konflik.Hasil analisis tersebut sesuai dengan pendapat yang di kemukakan oleh Mar’at bahwa konflikkonflik yang terjadi dalam berkegiatan pecinta alam tidak selalu berakibat negatif, namun dapat menambah kedewasaan para anggota pecinta alam dan menantang mereka untuk mampu memecahkan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. adalah berani untuk menyampaikan pendapat, bertanya dan memberi ide-ide, melatih membagi waktu dengan baik, mempercepat proses pendewasaan diri, membina keterampilan berorganisasi, kepemimpinan, berkomunikasi, mengelola konflik dan masalah, bisa terbuka, asertif serta menghargai orang lain. Manfaat tersebut diatas cukup sulit diperoleh oleh mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi pecinta alam ataupun kegiatan ekstra kurikuler lain (Mardianto dkk, 2000).
Dalam berorganisasi terjadi hubungan yang erat dan mendalam, serta ada solidaritas yang tinggi di antara mereka. Hal ini disebabkan bukan hanya karena intensitas interaksi saja, namun juga dalam kegiatan di alam bebas mereka merasa senasib sepenanggungan karena mempunyai tujuan yang sama dan mempunyai resiko yang sama. Ketika konflik muncul di antara mereka, merekapun akan kompromi terhadap masalah yang terjadi, dan mencoba untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama. Menurut Sears, adanya penyelesaian konflik secara kelompok, seorang individu akan memperoleh banyak hal untuk mengembangkan diri. Hal ini akan berpengaruh terhadap individu dalam menyelesaikan konflik yang dihadapinya (Mardianto dkk, 2000).
Setiap konflik berpotensi memiliki hasil yang bersifat merusak atau membangun (Johnson & Johnson, 2005). Hasil konflik yang bersifat merusak dapat menciptakan kesedihan, kemarahan, permusuhan, sakit hati, kebencian yang berlanjut, kekerasan, perpisahan,perceraian, peperangan dan/atau harus berakhir pada penyelesaian jalur hukum. Konflik akan membawa hasil yang bersifat merusak atau membangun sangat tergantung bagaimana konflik tersebut dikelola bukan dikarenakan kehadiran konflik dalam kehidupan seseorang.Konflik yangbersifat merusak harus dicegah karena dapatmenimbulkan keretakan hubungan antar individu atau kelompok, menurunkan tingkat produktivitas dan kinerja seseorang, yang dapat menghambatpencapaian tujuan yang diharapkan seperti rasa aman. Konflik yang bersifat merusak dikarenakan adanya pengelolaan konflik yang buruk.Di sisi lain, konflik juga dapat membawa hasilakhir yangpositif. Adanya konflik dapat menjadikan seseorang menjalin hubungan yang lebih dekat baik dengan orang lain yang lebih peduli dan berkomitmen untuk menyelesaikan konflik. Keberadaan konflik sesungguhnya memiliki potensi untuk menunjang perkembangan diri maupun perkembangan relasi dengan orang lainyaitu dengan cara mampu menghadapi dan memecahkan konflik-konflik yang dialami secara konstruktif/ membangun bukan destruktif/merusak (Johnson & Johnson, 2005).
Sedangkan kecerdasan emosi itu sendiri merupakan kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri, untuk berempati terhadap perasaan orang lain dan untuk mengatur emosi, yang secara bersama berperan dalam peningkatan taraf hidup seseorang (Martin, 2003). Dengan kecerdasan emosi yang bagus dan efektif mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan
mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Schaps dkk dalam Goleman, 1999) yaitu pembelajaran keterampilan sosial dan emosional ternyata mampu meningkatkan keterampilan para siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah serta konflik antar pribadi secara efektif. Tinggi rendahnya manajemen konflik kompromi pada mahasiswa juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien determinasi kecerdasan emosi terhadap manajemen konflik kompromi sangat kecil yaitu sebesar 8,8% dan 91,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Hal ini sesuai yang dikemumakan oleh Wirawan 2010, bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan manajemen konflik kompromi adalah pengalaman menghadapi konflik, kecerdasan emosional, kepribadian, budaya dan sistem organisasi serta situasi konflik dan posisi konflik
SIMPULAN DAN IMPLIKASI
Berdasarkan hasil penelitian dari 120 mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan manajemen konflik kompromi pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan adanya hubungan yang positif antara kecerdasan emosi dengan manajemen konflik kompromi. Hal ini diperkuat dengan nilai korelasi sebesar 0,297 dengan signifikansi 0,001. Selain itu kontribusi efektif sangat kecil yaitu sebesar 8,8% yang artinya masih ada 91,8% manajemen konflik kompromi dipengaruhi oleh variabel lain.
Implikasi dari penelitian ini adalah
- Diharapkan mahasiswa mampu menghadapi konflik sebagai hal yang biasa sehingga dapat memikirkan tindakan yang tepat untuk menyelesaikan konflik
- Mahasiswa diharapkan mampu untuk menguatkan emosinya dengan cara meningkatkan empati dan respek terhadap orang lain.,.
- Untuk peneliti selanjutnya agar dapat memperbanyak referensi yang akan digunakan, sehingga penelitian dapat lebih komprehensif.
- Selain itu penelti selanjutnya juga dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengaitkan variabel manajemen konflik kompromi dengan variabel lain seperti pengalaman menghadapi konflik, kepribadian, budaya dan sistem organisasi serta situasi konflik dan posisi konflik.
REFRENSI
Adi, W.A. (2000). Analisis stress dan pengaruhnya terhadap kinerja pengusaha industri kecil (studi kasus pada sentra industri konveksi di kecamatan wedi kabupaten Klaten). KOGNISI Majalah Ilmiah Psikologi Vol 4 10-19.
Adriana, F & Nastiti, S. D. (2012). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan gaya manajemen konflik pada wanita dewasa awal yang telah menikah.
Agustias, A. G., & Mukri, R. (2008). ESQ for teens 1. Jakarta: arga
Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., & Hilgard, E. R. (1983). Pengantar psikologi, ed VIII jilid 1 (Agus Dharma & Michael Adryanto, terjemahan). Jakarta: Erlangga.
Brackett, M. A., & Salovery, P. (2006). Measuring emotional intellenge with the mayer-salovery-caruso emotional intellengence tes. Psicothema, 18, 34-41
Boyatzis, R,E, Ron, S. 2001. Unleashing the Power of Self Directed Learning, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, USA
Darling, J. R., Walker, W. E. (2001), Effective conflict management: use of the behavioral style model, Leadership & Organization Development Journal, 22 (5) : 230-242
Fitriastuti, T. (2013). Pengaruh kecerdasan emosional, komitmen organisasi dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja karyawan. Journal Dinamika Manajemen.
Goleman, D. (1999). Emotional intelligence untuk mencapai puncak prestasi. Alih Bahasa: Alex Tri K.W. PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
Goleman, D. (2002). Emotional intelligence. Jakarta: Gramedia
Heaton, Norma., Boyle, E.,Garvin, J.,& Kerr, R. (2005). Emotional intelligence and conflict resolution.
Ismail, A., Yao, A., Yeo, E., Kuan, K. L., & Yew, J. S. (2010). Occupational stress features, emotional intelligence and job satisfaction: an empirical study in private. Negotium, 6,(16), 5-33.
Johnson, David W. dan Frank P. Johnson. (2005). Dinamika kelompok . Edisi Kesembilan. Jakarta: PT. Indeks.
Mardianto, A., Koentjoro., & Purnamaningsih, E. H. (2000). Penggunaan manajemen konflikditinjau dari status keikut sertaan dalam mengikuti kegiatan pecinta alam di universitas gadjah mada yogyakarta. jurnal psikologi UGM ISSN 0215-8884, 2 (1), 111 – 119.
Martin, A. D. (2000). Emotional quality management, refleksi, revisi dan revi‐talisasi hidup melalui kekuatan emosi.jakarta: arga.
Meliana , K. (2015). Pengaruh kecerdasan emosial pada kinerja karyawan yang dimediasi oleh gaya manajemen konflik kolaborasi dan kompromi. (Studi pada Karyawan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah). Tesis. Universitas Negeri Semarang
Priyanto, D. (2011). Buku saku analisis data statistika data SPSS. Jakarta : PT. Buku seru. Rahayu, S. (2010). Mengelola konflik dalam organisasi. Surakarta
Ross, Marc Howard Ross. (1993) . The management of conflict: interpretations
Stephen P. Robbins, (1996). Perilaku organisasi konsep kontroversi dan aplikasi .alih bahasa : hadyana pujaatmaka. edisi kleenam. penerbit PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta. Sopiah, (2008). Perilaku organisasional. Penerbit CV ANDI OFFSET : Yogyakarta
Suparto, A.S. (2007). Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam manajemen konflik dengan pendekatan klecerdasan emosional pada satuan pendidikan dasar. didaktika, Vol.2 No.1 Maret 2007: 244—258
Sugiyono, (2005) , Memahami Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta.
Vokić, N.P., & Sontor, S. (2010). The relationship between individual characteristics and conflict handling styles – the case of croatia. Problems and Perspectives in Management, 8 (3).
Wahyuningsih, S. (2001) Meningkatkan kemauan berkomunikasi antar pribadi melalui layanan bimbingan kelompok siswa kelas X. 8 man 2 kudus. Skripsi. Universitas Muria Kudus
Winardi. (1994). Manajemen konflik (konflik perubahan dan pengembangan). Bandung: Mandar Maju.
Wirawan. (2010). Konflik dan manajemen konflik (teori, aplikasi, dan penelitian). Jakarta: Salemba Humanika.
West, Michael. (2002). Kerja sama yang efektif. cetakan kelima. penerjemah: srikandi waluyo. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Yosep, Iyus. (2005). Pentingya ESQ (Emotional Spiritual Quotion) bagi perawat dalam manajemen konflik. Universitas Padjajaran, Bandung
LAMPIRAN 1
BLUE PRINT, SKALA TRY OUT
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA
Tabel 1. Blue Print Skala Kecerdasan Emosional
No Faktor Indikator Nomor Item
Favorable Unfavorable 1. Mengenali
Emosi Diri a.Mengenali dan memahami emosi diri sendiri
1,12,25,28 2,11,19,24,26,29
2. Mengelola
Emosi a) Mengendalikan Emosi 20 4,10,21,22
3 Memotivasi
diri sendiri a. Optimis 5,6 14
4 Mengenali Emosi Orang lain
a. Peka terhadap perasaan
orang lain 7,9,16,23,27,30,31 3,8,13
5 Membina
Tabel 2. Blue Print Skala Manajemen Konflik Kompromi
Skala 1 : Kecerdasan Emosi
No Pertanyaan 1 2 3 4 5
1 Prestasi yang saya peroleh merupakan hasil kerja keras saya
2 Saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan saat sedang marah
3 Saya mengutarakan kekurangan teman meskipun menyakiti perasaannya
4 Saya sulit melupakan masalah yang tidak menyenangkan
5 Saya semakin giat berlatih ketika mengikuti perlombaan
6 Saya mampu mengaransemen lagu 7 Saya ikut berbahagia saat teman saya
mendapatkan prestasi yang lebih baik darisaya
8 Saya menghindari teman yang akan bercerita mengenai masalahnya pada saya
9 Saya menyemangati teman saya yang sedang menghadapi masalah
10 Saya keberatan apabila pendapat saya tidak diterima
No Faktor Indikator Nomor Item
Favorable Unfavorable 1. Kompromi a. PencapaianKesepa
katan Diri dan Orang Lain
1,4,8,10,15,16,20,
21,22 2,17,23
b. PembinaanHubun
11 Saya tidak sadar saat saya sedang marah 12 Saya tahu kelebihan dan kekurangan
saya
13 Saat teman saya menceritakan masalahnya, saya hanya berpura-pura mendengar saja
14 Saya malas mengikuti perlombaan 15 Saya suka mempelajari hal-hal baru 16 Saat teman menceritakan masalahnya,
saya dapat merasakannya juga
17 Ketika berdiskusi, saya cenderung diam 18 Saya terpaksa melibatkan diri dengan
organisasi di lingkungan saya
19 Saya merasa kemampuan saya dibawah teman-teman lainnya
20 Saya menghibur diri ketika sedang mengalami kesulitan
21 Saya merasa tidak percaya diri ketika menyaksikan musisi lain tampil
22 Saya jarang memberikan pendapat saat diskusi kelompok
23 Saya memahami perasaan teman saya dengan melihat wajahnya
24 Saat marah, saya merusak barang-barang disekitar saya
25 Saya mampu menentukan alat musik apa yang paling saya kuasai
26 Saya ragu akan kemampuan bermusik saya
28 Saya mengaransemen lagu agar terdengan lebih unik
29 Mempelajari lagu baru yang sulit membuat saya putus asa
30 Saya merasa sedih ketika orang yang saya benci mengalami kesulitan
31 Saya senang jika teman berbagi mengenai masalahnya dengan saya 32 Saya enggan mengawali interaksi
dengan orang yang belum saya kenal 33 Penyelesaian masalah saya lakukan
dengan meminta pendapat teman-teman lainnya
34 Bekerja sama dengan orang lain hanya merepotkan saya
Skala II : Manajemen konflik kompromi N
o Pertanyaan 1 2 3 4 5
1 Saya menggunakan cara bertukar ide sehingga kompromi bisa
dicapai.
2 Saya tidak berusaha menemukan jalan tengah untuk menyelesaikan
kebuntuan.
3 Saya mengalah pada keinginan-keinginan para rekan sejawat saya.
4 Jika orang berlakukasar/
curangpadadirisayamakasayaakanmelakukanhal yang samapada orang tersebut
5 Saya tidak pernah berbagi permasalahan dengan lawan konflik
sehingga dapat melaksanakannya
6 Daripada menegoisasikan hal-hal dimana kami tidak akan sepakat,
saya mencoba pada hal-hal dimana kami akan sepakat 7 Memberitahu lawan konflik tentang ide saya dan menanyakan
idenya
8 Saya tidak biasa mencari bantuan pada lawan konflik dalam
mencapai suatu solusi
9 Berupaya menciptakan suatu solusi kompromi
10 Mendapatkanbagiandariapa yang
diinginkanlebihbaikdaripadatidakmendapatkansamasekali 11 Mencoba untuk menemukan suatu posisi diantara posisinya dan
posisi saya
12 Mengusulkan jalan tengah dalam memecahkan konflik 13 Sayaberusaha menggabungkan ide-idesaya dengan ide-ide para rekan
sejawat saya untuk menghasilkan keputusanbersama. 14 Saya tidak pernah berusaha bekerja dengan rekan-rekan sejawat
saya untuk menemukan solusi permasalahan yang bisa memuaskan harapan kami.
15 Membiarkan lawan konflik mengambil tanggung jawab untuk
Menyelesaikanpermasalaha
16 Ketikakeduabelahpihakmenyerahditengahjalan,
makasejatinyapenyelesaiankonflikdapatdiraih 17 Saya tidak pernah mengorbankan keinginan saya untuk memenuhi keinginan lawan konflik saya 18 Mencoba untuk menenangkan perasaan lawan konflik dan memelihara hubungan 19 Saya tidak pernah mencoba untuk perhatian terhadap keinginan
lawan konflik dalammelakukan negoisasi 20 Jika posisi lawan konflik tampaknya sangat penting baginya, saya
tidak akanmencoba untuk memenuhi keinginannya 21 Lebihbaikadasetengahpotong roti daripadatidakadasamasekali 22 Jikasegalasesuatudilakukandenganadilmakatidakakanmembuatpers
elisihan
23 Gayungbersambutmerupakantindakan yang tidak
diinginkanolehsemua orang
24 Memberikanhadiahpadaseseorangdapatmembangunpersahabatanleb
LAMPIRAN 2
OUTPUT VALIDITAS DAN RELIABILITAS
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA
Analisis validitas & reliabilitas skala kecerdasan emosi (hasil try out)
r_tabel= 0,195 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 102,6400 98,637 ,126 ,673 VAR00002 102,9600 98,059 ,135 ,672 VAR00003 103,2300 96,401 ,251 ,663 VAR00004 103,4200 94,792 ,315 ,658 VAR00005 103,0800 96,438 ,295 ,661 VAR00006 103,4300 94,510 ,363 ,655 VAR00007 103,1700 100,708 ,043 ,677 VAR00008 103,4500 97,119 ,189 ,668 VAR00009 103,0300 95,666 ,396 ,656 VAR00010 103,4800 96,818 ,226 ,665 VAR00011 103,3700 96,619 ,194 ,668 VAR00012 102,9100 100,547 ,050 ,677 VAR00013 103,3900 95,513 ,255 ,663 VAR00014 103,4800 98,575 ,149 ,671 VAR00015 103,0200 96,727 ,242 ,664 VAR00016 103,3300 99,112 ,134 ,672 VAR00017 103,3100 98,256 ,113 ,675 VAR00018 103,4200 99,438 ,084 ,676 VAR00019 103,6100 99,473 ,091 ,675 VAR00020 102,9600 102,342 -,044 ,683 VAR00021 103,4500 99,179 ,118 ,673 VAR00022 103,6300 96,660 ,228 ,665 VAR00023 103,4300 99,884 ,083 ,675 VAR00024 103,8100 95,893 ,247 ,663 VAR00025 103,2400 95,699 ,285 ,661 VAR00026 103,4500 93,301 ,356 ,654 VAR00027 103,3300 97,254 ,207 ,667 VAR00028 103,2900 93,218 ,419 ,651 VAR00029 103,4700 94,999 ,310 ,659 VAR00030 103,4700 96,130 ,246 ,664 VAR00031 103,1600 97,712 ,203 ,667 VAR00032 103,5300 94,393 ,339 ,656 VAR00033 103,1400 99,132 ,091 ,676 VAR00034 103,7600 100,770 ,005 ,684
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,674 34 Reduksi I Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00003 58,5000 64,535 ,204 ,731 VAR00004 58,6900 61,590 ,372 ,717 VAR00005 58,3500 63,624 ,312 ,723 VAR00006 58,7000 61,848 ,392 ,716 VAR00008 58,7200 63,375 ,247 ,728 VAR00009 58,3000 63,667 ,364 ,720 VAR00010 58,7500 62,351 ,341 ,720 VAR00011 58,6400 62,899 ,251 ,728 VAR00013 58,6600 61,964 ,318 ,722 VAR00015 58,2900 66,410 ,091 ,740 VAR00022 58,9000 65,384 ,142 ,736 VAR00024 59,0800 62,337 ,308 ,723 VAR00025 58,5100 62,454 ,335 ,721 VAR00026 58,7200 60,224 ,418 ,713 VAR00027 58,6000 62,545 ,334 ,721 VAR00028 58,5600 61,279 ,416 ,714 VAR00029 58,7400 61,548 ,381 ,717 VAR00030 58,7400 63,386 ,257 ,727 VAR00031 58,4300 65,561 ,157 ,734 VAR00032 58,8000 62,424 ,322 ,722 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
Reduksi II Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00003 52,3900 58,402 ,167 ,737 VAR00004 52,5800 55,014 ,376 ,719 VAR00005 52,2400 56,952 ,317 ,724 VAR00006 52,5900 55,214 ,400 ,717 VAR00008 52,6100 56,624 ,255 ,730 VAR00009 52,1900 57,166 ,354 ,723 VAR00010 52,6400 55,707 ,347 ,721 VAR00011 52,5300 55,726 ,285 ,727 VAR00013 52,5500 54,917 ,350 ,721 VAR00015 52,1800 59,967 ,068 ,745 VAR00024 52,9700 55,928 ,298 ,726 VAR00025 52,4000 55,859 ,337 ,722 VAR00026 52,6100 53,513 ,435 ,713 VAR00027 52,4900 55,667 ,356 ,721 VAR00028 52,4500 54,513 ,435 ,714 VAR00029 52,6300 55,165 ,372 ,719 VAR00030 52,6300 57,205 ,228 ,732 VAR00032 52,6900 56,681 ,267 ,729 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,736 18 Reduksi III Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00003 48,9600 56,120 ,190 ,745 VAR00004 49,1500 52,977 ,386 ,728 VAR00005 48,8100 55,145 ,308 ,735 VAR00006 49,1600 53,267 ,404 ,726 VAR00008 49,1800 54,230 ,286 ,737
VAR00009 48,7600 55,720 ,312 ,735 VAR00010 49,2100 53,339 ,380 ,728 VAR00011 49,1000 53,424 ,310 ,735 VAR00013 49,1200 53,016 ,350 ,731 VAR00024 49,5400 53,120 ,357 ,730 VAR00025 48,9700 54,292 ,314 ,734 VAR00026 49,1800 51,987 ,412 ,725 VAR00027 49,0600 54,057 ,335 ,732 VAR00028 49,0200 53,010 ,408 ,726 VAR00029 49,2000 53,374 ,365 ,729 VAR00030 49,2000 55,374 ,222 ,742 VAR00032 49,2600 55,002 ,251 ,740 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,745 17 Reduksi IV Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00004 45,9300 49,682 ,361 ,730 VAR00005 45,5900 51,355 ,314 ,734 VAR00006 45,9400 49,714 ,397 ,727 VAR00008 45,9600 50,726 ,274 ,738 VAR00009 45,5400 52,089 ,303 ,735 VAR00010 45,9900 49,747 ,376 ,728 VAR00011 45,8800 49,662 ,316 ,735 VAR00013 45,9000 49,000 ,375 ,728 VAR00024 46,3200 49,937 ,325 ,733 VAR00025 45,7500 50,533 ,319 ,734 VAR00026 45,9600 47,978 ,439 ,721 VAR00027 45,8400 50,075 ,358 ,730 VAR00028 45,8000 49,434 ,403 ,726 VAR00029 45,9800 49,535 ,379 ,728 VAR00030 45,9800 51,697 ,219 ,743 VAR00032 46,0400 51,453 ,240 ,741
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
LAMPIRAN 3
HASIL TRY OUT
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA
Berdasarkan hasil try out yang telah dilakukan terhadap 100 subjek yaitu mahasiswa yang berada di wilayah Malang. Skala manajemen konflik kompromi menunjukkan bahwa komponen-komponen semula yang terdiri dari 24 item menghasilkan 17 item yang valid yaitu item 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14,18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, sedangkan 7 item lainnya yang terdiri dari item 3,4,10,11,15,16,17, dinyatakan tidak valid.
Sementara instrumen untuk mengukur kecedasan emosi diawali dengan menyusun item-item sebanyak 34 item. Setelah itu dilakukan uji coba pada instrumen tersebut, didapatkan hasil bahwa dari 34 item yang dinyatakan valid terdapat 16 item yaitu item 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, sedangkan 18 item yang lain terdiri dari item 1, 2, 3, 7, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 31, 33, 34, dinyatakan tidak valid.
LAMPIRAN 4
BLUE PRINT VALID PENELITIAN
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA
Blue Print Valid Manajemen Konflik Kompromi
Blue Print Valid Kecerdasan Emosi
No Faktor Indikator Nomor Item
Favorable Unfavorable 1. Mengenali
Emosi Diri a. Mengenali dan memahami emosi diri sendiri
10, 13 7, 9, 11, 14
2. Mengelola
Emosi a. Emosi Mengendalikan 1, 6
3 Memotivasi
diri sendiri a. Optimis 2, 3 4 Mengenali
Emosi Orang lain
a. Peka terhadap
perasaan orang lain 5, 12, 15 4, 8 5 Membina
Hubungan b. Dapat bekerja sama 16
No Faktor Indikator Nomor Item
Favorable Unfavorable 1. Kompromi a. Pencapaian
Kesepakatan Diri dan Orang Lain
1,8,20,21,22 2,23
b.Pembinaan Hubungan 6,7,9,12,13, 18,24
LAMPIRAN 5
SKALA PENELITIAN
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA YANG AKTIF DI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG”
Bagian I
Pernyataan pada bagian I merupakan pernyataan yang berhubungan dengan identitas