• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 17-22)

Tabel 4.1 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel 4 1. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Berdasarkan tabel 4.5 hasil analisis regresi linear berganda, maka diperoleh persamaan sebagai berikut :

HARGA SAHAM = -19861,425+18,485.EPS-61,025.ROA+1092,047.PER+e Dari persamaan regresi tersebut maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Nilai Constant (a) = -19861,425

Nilai konstanta sebesar -19861.425 yang artinya apabila variabel EPS, ROA, dan PER bernilai nol maka harga saham sebesar -19861,425

b. Nilai koefisien EPS = 18,485

Nilai koefisien regresi EPS sebesar 18,485 dengan tanda koefisien positif. Hal ini menjelaskan bahwa setiap perubahan sebesar 1 satuan pada EPS sementara ROA, dan PER diasumsikan tetap, besarnya harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 18,485

c. Nilai koefisien ROA = -61,025

18

Nilai Koefisien regresi ROA sebesar -61,025 dengan tanda koefisien negatif.

Hal ini menjelaskan bahwa setiap perubahan sebesar 1 satuan pada ROA sementara EPS dan PER diasumsikan tetap, maka besarnya harga saham akan mengalami penurunan sebesar 61,025

d. Nilai Koefisien PER = 1092,047

Nilai koefisien regresi PER sebesar 1092,047 dengan tanda koefisien positif.

Hal ini menjelaskan bahwa setiap perubahan sebesar 1 satuan pada PER sementara EPS, dan ROA diasumsikan tetap, besarnya harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 1092,047

Uji Hipotesis

Uji Pengaruh Parsial (t – test)

Tabel 4.2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda dan Uji T Coefficients

Tabel 4 2. Hasil Uji Regresi Linear Berganda dan Uji T

Sumber : Data Diolah SPSS 24

Berdasarkan hasil pengujian dari tabel 4.5 diatas, menunjukkan hasil dari uji t bahwa variabel EPS, ROA, dan PER diketahui sebagai berikut :

1) EPS diperoleh angka t-hitung sebesar 10,153 > t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,00 dengan demikian artinya ada pengaruh yang signifikan dari EPS terhadap harga saham.

2) ROA diperoleh angka t-hitung sebesar -0,50 < t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,962 dengan demikian

artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari ROA terhadap harga saham.

3) PER diperoleh angka t-hitung sebesar 10,451 > t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,00 dengan demikian artinya ada pengaruh yang signifikan dari EPS terhadap harga saham

19

Uji Pengaruh Secara Simultan ( F – test )

Tabel 4.3 Hasil Uji Pengaruh Secara Simultan ( F – test) ANOVA

b. Predictors: (Constant), PER, ROA, EPS

Tabel 4 3. Hasil Uji Pengaruh Secara Simultan ( F – test)

Sumber : Data Diolah SPSS 24

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.6 diatas, menunjukkan hasil dari Fhitung sebesar 1036,788 dan F tabel sebesar 4,26 yang artinya nilai Fhitung > F tabel (1036,788 > 4,26) dengan nilai signifikansi sebesar 0,00, karena nilai sig Fhitung (0,00) lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terbukti bahwa variabel Earning Per Share, Return On Asset dan Price Earning Ratio secara bersama – sama berpengaruh secara simultan terhadap harga saham.

Koefisien Determinasi

Tabel 4.4 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary a. Predictors: (Constant), PER, ROA, EPS b. Dependent Variable: HS

Tabel 4 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber : Data Diolah SPSS 24

20

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.7 diatas, bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,997 menunjukkan bahwa variabel EPS, ROA, dan PER mampu menjelaskan 99,7% variabel dependen (Harga Saham), sedangkan sisanya yaitu sebesar 0,3% dijelaskan oleh variabel lain diluar EPS, ROA, dan PER. Nilai Koefisien Korelasi ( R) sebesar 0,999 menunjukkan bahwa hubungan kuat antara variabel independent terhadap variabel dependent sebesar 99,9%.

PEMBAHASAN

1. Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham

Hasil penelitian pengujian parsial (uji t) antara variabel EPS (X1) terhadap Harga Saham (Y) menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel EPS 10,153 > t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa EPS berpengaruh terhadap harga saham dan memiliki hubungan posistif dilihat dari Unstandardized Coefficients yang memiliki nilai B sebesar 18,485. maka pada uji hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya menunjukkan EPS berpengaruh secara signifikan dan memiliki hubungan yang positif secara parsial terhadap harga saham.

Jadi hipotesis menyatakan bahwa “Earning Per Share berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif terhadap harga saham”

Semakin tinggi nilai EPS, maka akan semakin banyak memberikan keuntungan bagi pemegang saham, karena laba yang disediakan perusahaan untuk pemegang saham semakin besar. Apabila EPS suatu perusahaan tinggi maka dividen yang diperoleh pemegang saham semakin tinggi. Perusahaan yang memberikan dividen tinggi akan diminati oleh para investor sehingga memengaruhi naiknya harga saham pada perusahaan. Pada laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan PT Bank Central Asia Tbk, terkait variabel EPS mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2010 – 2020, pada tahun 2020 EPS PT Bank Central Asia berada pada Rp 1.100 per lembar saham dan harga saham Rp 33.850 di penutupan kuarta IV. Meskipun berada dalam keadaaan pandemic COVID-19 PT Bank Central Asia mampu mempertahankan kenaikan EPS dari tahun ke tahun.

Yang artinya pada perusahaan BCA nilai EPS nya semain meningkat, hal ini mendorong para investor untuk menanamkan modalnya pada saham perusahaan.

Peningkatan jumlah permintaan terhadap harga saham mendorong harga saham akan naik. Dengan demikian jika EPS meningkat maka pasar saham akan merespon positif dengan diikuti kenaikan harga saham.

2. Pengaruh Return On Asset Terhadap Harga Saham

Hasil penelitian pengujian parsial (uji t) antara variabel ROA (X2) terhadap Harga Saham (Y) menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel ROA -0,50 < t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,962. hal

21

ini menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap harga saham. Maka pada uji hipotesis kedua dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya menunjukkan Return On Asset tidak berpengaruh secara parsial terhadap harga saham. Jadi hipotesis menyatakan bahwa “ Return On Asset tidak berpengaruh terhadap harga saham”.

Pada laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk rasio ROA pada tahun 2019 mencapai 4% dengan harga saham Rp 33,425 kemudian tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 3,3% dengan harga saham Rp 33,850. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan pada rasio ROA tidak memengaruhi harga saham perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan asetnya belum mampu menjadi acuan investor untuk menilai pengelolaan perusahaan. Dengan adanya ROA dapat diketahui efisiensi dalam perusahaan dalam memanfaatkan asetnya. Akan tetapi rasio ROA hanya menunjukkan kemampuan internal perusahaan, sedangkan harga saham dapat di pengaruhi faktor- faktor lain dari luar perusahaan. Dengan demikian ketika para investor menanamkan modalnya tidak melihat ROA sebagai indikator investasi, artinya perusahaan tidak dapat menghasilkan keuntungan dengan aset yang dimiliki yang dapat menguntungkan pemegang saham.

3. Pengaruh Price Earning Ratio Terhadap Harga saham

Hasil penelitian pengujian parsial (uji t) antara variabel PER (X3) terhadap Harga Saham (Y) menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel PER 10,451 > t-tabel sebesar 2,30600 dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa PER berpengaruh terhadap harga saham dan memiliki hubungan posistif dilihat dari Unstandardized Coefficients yang memiliki nilai B sebesar 1092,047 maka pada uji hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya menunjukkan PER berpengaruh secara signifikan dan memiliki hubungan yang positif secara parsial terhadap harga saham.

Jadi hipotesis menyatakan bahwa “Price Earning Ratio berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif terhadap harga saham”

PER merupakan rasio pasar yang merupakan perbandingan antara harga saham dengan laba per lembar saham. Perusahaan yang di harapkan akan tumbuh tinggi (mempunyai kinerja keuangan yang baik) mempunyai nilai PER yang tinggi. PER mengindikasikan besarnya dana yang dikeluarkan oleh investor untuk memperoleh laba. Semakin tinggi nilai PER, maka akan semakin tinggi minat para investor untuk menanamkan modal, sehingga harga saham akan ikut naik seiring dengan tingginya nilai PER. Pada laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan PT Bank Central Asia Tbk, terkait variabel PER mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2010 – 2020, pada tahun 2020 nilai rasio PER pada PT Bank Central Asia Tbk mendapatkan sebesar 30,7%, serta harga saham pada tahun 2020

22

berada pada Rp 33.850 di penutupan kuartal IV. Pandemic COVID-19 tidak menghalangi rasa keingian para investor untuk menginvestasikan dananya, dan percaya terhadap kinerja perusahaan di masa yang akan datang dan bahwa investor memperhatikan PER dalam memutuskan untuk berinvestasi. Dengan demikian rasio PER PT BCA semakin tinggi dari tahun ketahun, sehingga meciptakan teori ekspetasi investor memandang saham PT BCA dan membuat harga sahamnya menjadi naik.

4. Pengaruh Earning Per Share, Return On Asset, dan Price Earning Ratio terhadap harga saham

Hasil penelitian pengujian secara simultan antara variabel EPS (X1), ROA (X2), dan PER (X3) terhadap Harga saham (Y) menunjukkan bahwa nilai F-hitung untuk variabel EPS, ROA, dan PER sebesar 1036,788 dan F tabel sebesar 4,26 yang artinya nilai Fhitung > F tabel (1036,788 > 4,26) dengan nilai signifikansi sebesar 0,00, karena nilai sig Fhitung (0,00) lebih kecil dari 0,05 maka pada uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya menunjukkan bahwa variabel Earning Per Share, Return On Asset dan Price Earning Ratio berpengaruh secara simultan terhadap harga saham. Jadi hipotesis menyatakan bahwa “ Earning Per Share, Return On Asset dan Price Earning Ratio berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif secara bersama – sama terhadap harga saham”

Hal ini memberikan informasi untuk menilai saham yang tercermin dalam harga saham perusahaan, investor dapat menggunakan ketiga rasio ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, dan menanamkan modalnya pada PT Bank Central Asia Tbk.

Bab 5. KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 17-22)

Dokumen terkait