BAB IV PEMBAHASAN
4.3 Hasil Penelititan
4.3.2 Hasil Penelitian Majalah Sindo Weekly
Peneliti akan menganalisis teks berita yang dimuat oleh majalah Sindo Weekly terkait vonis Ahok atas kasus penodaan agama. Teks yang dianalisis berjumlah tiga berita.
Frame Berita 1 Sindo Weekly
Judul: Jakarta Setelah Vonis Ahok
Edisi: 15-21 Mei 2017
Tabel 4.6
Frame Berita 1 Sindo Weekly
Frame Utama
Vonis yang dijatuhkan hakim untuk Ahok dinilai cukup tepat.
Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Keputusan dan kinerja majelis hakim cukup independen dalam melaksanakan tugasnya.
Diagnose Causes
(Memperkirakan masalah atau sumber masalah)
Pasal yang digunakan hakim masih berlaku dalam hukum Indonesia.
Make Moral Judgement
(Membuat keputusan moral)
Kinerja para hakim dianggap sangat baik oleh Mahkamah Agung.
Treatment Recommendation
(Menekankan penyelesaian)
Define Problems ( Pendefinisian masalah )
Kinerja majelis hakim yang menyidang kasus Ahok dianggap cukup independen dalam proses persidangan. Hal tersebut terlihat pada paragraf 35. Pengamat hukum pidana menilai majelis hakim sudah cukup independen dalam proses persidangan.
Pengamat hukum pidana dari Unversitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai majelis hakim sudah cukup independen dalam proses persidangan. Putusan Hakim yang memilih menggunakan pasal 156 a tidak masalah karena pasal itu masih berlaku dalam hukum positif di Indonesia. Pasal itu juga tercantum dalam dakwaan. “Ini bukan ultrapetita atau melebihi gugatan,” terangnya kepada SINDO weekly, Rabu pekan lalu.
Peneliti melihat bahwa Sindo Weekly ingin menekankan bahwa kinerja majelis hakim cukup independen dalam sidang kasus penodaan agama oleh Ahok. Hakim tidak mengambil keputusan atas vonis dengan sewenang-wenang, akan tetapi berdasarkan dakwaan yang dituntut.
Diagnose Causes ( Memperkirakan masalah atau sumber masalah )
Perihal putusan hakim yang memvonis Ahok dengan pasal 156-a KUHP dianggap tidak masalah, karena pasal tersebut masih berlaku dalam hukum positif di Indonesia. Selain itu, pasal tersebut juga tercantum dalam dakwaan, jadi bukan merupakan ultrapetita atau melebihi gugatan. Seperti dikutip paragraf 35.
Pengamat hukum pidana dari Unversitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai majelis hakim sudah cukup independen dalam proses persidangan. Putusan Hakim yang memilih menggunakan pasal 156 a tidak masalah karena pasal itu masih berlaku dalam hukum positif di Indonesia. Pasal itu juga tercantum dalam dakwaan. “Ini bukan ultrapetita atau melebihi gugatan,” terangnya kepada SINDO weekly, Rabu pekan lalu.
Peneliti melihat bahwa Sindo Weekly ingin menekankan bahwa kinerja majelis hakim sudah independen dan vonis dengan pasal 156 a KUHP tidak menyalahi aturan dan tidak melebihi gugatan, karena pasal tersebut masih berlaku dalam hukum positif di Indonesia. Selain itu, pasal 156 a tercantum dalam dakwaan terhadap Ahok.
Make Moral Judgement ( Membuat keputusan moral )
Rupanya Mahkamah Agung menganggap kinerja majelis hakim dalam kasus Ahok sangat baik. Beberapa hari setelahnya, sejumlah hakim yang memimpin kasus tersebut mendapat promosi jabatan oleh Mahkamah Agung. Seperti dikutip paragraf 37.
Toh, rupanya kerja para hakim ini diaggap Mahkamah Agung lumayan ciamik. Buktinya, beberapa hari setelah mengetuk palu sidang Ahok, Dwiarso Budi Santiarto yang tadinya ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara mendapat promosi menjadi Hakim TInggi Pengadilan Tinggi Denpasar. Dua Anggota majelis hakim, Abdul Rosyad dan Jupriyadi, juga mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Palu dan Jupriyadi menjadi Ketua
Pengadilan Negeri Bandung, “Iya itu sudah sesuai proses seleksi,” ujar Ridwan Mansyur, Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung.
Peneliti melihat bahwa Sindo Weekly ingin menyampaikan kepuasan Mahkamah Agung terhadap kinerja majelis hakim yang memimpin sidang kasus penodaan agama oleh Ahok. Buktinya, sejumlah hakim mendapat promosi jabatan selang beberapa hari setelah vonis dijatuhkan. Proses kenaikan jabatan atau promosi itu juga sudah sesuai dengan proses seleksi Mahkamah Agung.
Treatment Recommendation ( menekankan penyelesaian )
Peneliti tidak menemukan treatment recommendation atau penekanan penyelesaian masalah pada artikel ini.
Frame Berita 2 Sindo Weekly
Judul: Hakim Antigertak Antisuap
Edisi: 15-21 Mei 2017
Tabel 4.7
Frame Berita 2 Sindo Weekly
Frame Utama
Hakim Dwiarso dianggap hakim yang lugas dan memiliki integritas.
Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Ketua majelis hakim menuai pujian setelah menjatuhkan vonis untuk Ahok.
Diagnose Causes
(Memperkirakan masalah atau sumber masalah)
Hakim Dwiarso dikenal memiliki integritas tinggi, anti gertak, dan anti suap.
Make Moral Judgement
(Membuat keputusan moral)
Setiap memutuskan perkara, Hakim Dwiarso selalu detail dan berani berbeda pendapat dengan jaksa.
Treatment Recommendation
(Menekankan penyelesaian)
Hakim menunjukkan integritasnya dengan mengambil keputusan untuk memvonis Ahok lebih berat dari tuntutan jaksa.
Define Problems ( Pendefinisian Masalah )
Pada paragraf 2, hakim Dwiarso menuai caci dan pujian karena putusannya memvonis Ahok dengan 2 tahun penjara. Namun lebih banyak puji daripada caci yang datang kepadanya.
Dialah Dwiarso Budi Santiarto, ketua majelis hakim yag menyidangkan kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Caci- maki juga Pujian dialamatkan kepada ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara itu pasca dirinya mengetuk palu vonis Ahok dua tahun penjara. Ini adalah sebuah putusan yang mungkin di luar dugaan banyak orang mengingat jaksa hanya menuntut satu tahun penjara dengan dua tahun percobaan. “Hakim berani dan merdeka dalam memutuskan,” sanjung Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah.
Peneliti melihat Sindo Weekly ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa hakim dianggap berani dan independen dalam mengambil keputusan, sehingga banyak pihak memuji dan menyanjung kinerja hakim Dwiarso yang independen dan berbeda dengan tuntutan jaksa. Padahal, banyak yang mengira hakim setidaknya akan memvonis Ahok sesuai dengan tuntutan jaksa, atau bahkan lebih ringan.
Diagnose Causes ( Memperkirakan masalah atau sumber masalah )
Hakim Dwiarso dikenal sebagai sosok yang sederhana, namun memiliki integritas tinggi, antigertak, dan antisuap, seperti dikutip dalam paragraf 3.
Ilham Bintang yang dikenal sebagai raja infotaintment di Indonesia dalam
catatannya menggambarkan Dwi sebagai sosok yang sederhana. Ia beserta istrinya tinggal di rumah dinas dan saban hari menggunakan angkutan umum untuk pergi ke kantor PN Jakarta Utara di jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Surabaya 55 tahun lalu itu dikenal punya integritas tinggi, antigertak, dan antisuap. Sehari selepas persidangan dugaan penodaan agama, Mahkamah Agung
mempromosikan lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar.
Peneliti melihat Sindo Weekly mengkonstruksikan hakim Dwiarso yang memiliki integritas tinggi, antigertak, dan antisuap, cukup baik saat memimpin sidang penodaan agama oleh Ahok. Hal itu terbukti dengan promosi yang diberikan Mahkamah Agung kepada Dwiarso untuk menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar setelah memimpin persidangan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok.
Make Moral Judgement ( Membuat keputusan moral )
Hakim Dwiarso merupakan sosok yang tegas dan berani mengambil keputusan vonis yang berbeda dari tuntutan jaksa. Entah lebih berat, maupun lebih
ringan dari tuntutan awal jaksa penuntut umum. Hal tersebut seperti dikutip pada paragraf 5.
Saat di Semarang, ia menangani kasus sengketa lahan seluas 237 hektare antara Pemprov Jawa Tengah dan PT Indo Perkasa Utama serta dugaan proyek pembangunan perumahan bersubsidi oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani. Setiap memutus perkara, ia selalu detail dan berani berbeda pendapat dengan jaksa. Seperti dalam perkara Rina, ia menolak tuntutan jaksa untuk mencabut hak politik terdakwa. “Pemidanaan bukan sarana balas dendam, melainkan pembelajaran,” terangnya saat menjatuhkan vonis, Februari 2015.
Peneliti melihat Sindo Weekly ingin menyampaikan bahwa hakim Dwiarso adalah sosok yang tegas dan berani dalam mengambil keputusan. Selain itu, Dwiarso juga digambarkan sebagai sosok yang bijak, melalui pernyataannya tersebut.
Treatment Recommendation ( Menekankan penyelesaian )
Hakim Dwiarso menunjukkan integritasnya dengan mengambil keputusan yang berbeda dan lebih berat dari tuntutan jaksa dengan memvonis Ahok dua tahun penjara.
Dosen favorit Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu Selasa pekan lalu membuktikan dirinya memang hakim yang berintegritas tinggi. Ia mengambil
keputusan melampaui tuntutan jaksa. Ahok dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum penjara dua tahun. Ahok langsung ditahan di LP Cipinang.
Peneliti melihat Sindo Weekly mengkonstruksi sosok hakim Dwiarso sebagai hakim yang memiliki integritas tinggi. Hal tersebut dikarenakan ia berani mengambil keputusan untuk memvonis Ahok lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni dua tahun penjara dan langsung memerintahkan penahanan Ahok
Frame Berita 3 Sindo Weekly
Judul: “Kapan Papa Pulang?”
Edisi: 15-21 Mei 2017
Tabel 4.8
Frame Berita 3 Sindo Weekly
Frame Utama
Ahok tidak menyesali vonis dua tahun penjara, ia menganggap dirinya sedang menegakkan NKRI dan UUD 1945.
Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Ahok menyebut dirinya sebagai korban politik.
Diagnose Causes
(Memperkirakan masalah atau sumber masalah)
Ahok menanamkan keyakinan bahwa dirinya tak bersalah kepada anaknya meski sudah dipenjara.
Make Moral Judgement
(Membuat keputusan moral)
Ahok berpesan kepada keluarganya agar tetap sabar meski ia dipenjara, karena itu merupakan pilihan hidup Ahok.
Treatment Recommendation
(Menekankan penyelesaian)
Ahok tidak menyesal dipenjara karena sedang menegakkan NKRI dan UUD 1945.
Define Problems ( Pendefinisian masalah )
Ahok meminta keluarganya untuk bersabar, karena ia menganggap dirinya merupakan korban politik. Hal tersebut seperti dikutip di paragraf 3.
Dalam pertemuan itu, Ahok meminta istri dan putra sulungnya itu sabar. Ahok, kepada anaknya, tetap menanamkan keyakinan bahwa dirinya tak bersalah atas kasus penistaan agama, meski sudah dipenjara. Dia menyebut sebagai korban politik “Kamu kuat menerima bapak dipenjara, bukan karena korupsi atau kriminal, tapi bapak dipenjara karena politik. Jadi, mestinya kalian bangga,” kata Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok, menirukan apa yang dikatakan Ahok kepada Sean.
Peneliti berpendapat pendefinisian masalah yang ingin dikonstruksi oleh Sindo Weekly antara lain adalah Ahok menyebut dirinya bukanlah seorang koruptor ataupun kriminal, melainkan korban politik, terutama kepada anak-anaknya.
Diagnose Causes ( Memperkirakan masalah atau sumber masalah )
Ahok menanamkan keyakinan kepada keluarganya bahwa dirinya tidak bersalah, meski sudah dipenjara. Seperti halnya dikutip di paragraf 3 dan 4.
Dalam pertemuan itu, Ahok meminta istri dan putra sulungnya itu sabar. Ahok, kepada anaknya, tetap menanamkan keyakinan bahwa dirinya tak bersalah atas kasus penistaan agama, meski sudah dipenjara. Dia menyebut sebagai korban politik “Kamu kuat menerima bapak dipenjara, bukan karena korupsi atau kriminal, tapi
bapak dipenjara karena politik. Jadi, mestinya kalian bangga,” kata Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok, menirukan apa yang dikatakan Ahok kepada Sean.
Nana turut mendampingi Ahok di Rutan Cipinang, Jakarta, maupun di Mako Brimob, Depok. “Saya dengar sendiri percakapan Ahok dan anaknya,” tuturnya.
Peneliti berpendapat bahwa Sindo Weekly ingin menyampaikan pesan dari sisi pribadi Ahok kepada keluarga, terutama anak-anaknya, bahwa dirinya tak bersalah, meski dipenjara dan berstatus sebagai tahanan.
Make Moral Judgement ( Membuat keputusan moral )
Ahok berpesan kepada keluarganya meski dirinya dipenjara, akan tetapi ia tidak menyesal, karena ini merupakan pilihan hidupnya, seperti dikutip dalam paragraf 8.
Nana menyampaikan pesan Ahok bahwa meski raganya ada di penjara, dia tetap bersama keluarga dan orang yang mendukungnya. Ahok tak menyesal dengan jalan hidupnya itu. “Tidak menyesal, karena ini pilihan hidupnya,” tuturnya.
Peneliti melihat Sindo Weekly ingin menyampaikan pesan bahwa Ahok tidak menyesali perbuatannya, dalam hal ini kasus vonis penodaan terhadap agama. Bahkan menyatakan hal tersebut merupakan pilihan hidupnya.
Ahok berpesan kepada anak-anaknya bahwa mereka harus bangga dirinya dipenjara bukan karena korupsi, tetapi sedang menegakkan NKRI dan UUD 1945. Seperti dkutip paragraf 13.
Saat masih tersangka, Ahok mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus bangga jika ada orang yang membicarakan Ahok menjadi tersangka. Ahok menekankan kepada anak-anaknya bahwa kasus yang menjeratnya bukan perkara korupsi. “Lalu saya bilang sama mereka bertiga. Saya bilang, kamu harus bangga. Kalau ada yang ngomongin papa tersangka, kamu harus bangga karena bukan koruptor. Papa kamu ini lagi menegakkan NKRI dan UUD 1945,” katanya.
Peneliti melihat Sindo Weekly ingin menyampaikan pesan kepada khalayak bahwa Ahok tidak menyesal, dan justru malah bangga dipenjara karena bukan kasus korupsi, tetapi karena menegakkan NKRI dan UUD 1945. Akan tetapi, tetap saja seorang Ahok merupakan seorang tersangka kasus penodaan terhadap agama.