• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

C. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan pengumpulan data, yaitu menyebarkan angket kepada siswa- siswi kelas XI SMA Negeri 1 Malang dilakukan pada tanggal 18 dan 25 Februari sampai 3 dan 4 Maret 2008. Pada penelitian ini disebarkan angket sejumlah 75 eksemplar dan syukur alhamdulillah angket sebanyak 75 eksemplar kembali semua.

2. Analisis Data

Analisa data dilakukan guna menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan pada bab sebelumnya, sekaligus memenuhi tujuan dari penelitian ini. Maka sebelum melakukan analisa data harus mengetahui norma dan standart deviasinya.

a. Norma dan Standart Deviasi

Perhitungan norma dilakukan untuk melihat tingkat konsep diri, tingkat kontrol diri, dan tingkat perilaku seksual pranikah sehingga dapat diketahui tingkatannya apakah tinggi (T), sedang (S), atau rendah (R). Rumus penghitungan norma dapat dicari dengan menghitung terlebih dahulu nilai Mean dan Standart Deviasi dari masing-masing data.

Untuk mencari Mean menggunakan rumus:

N

fx

Mean = Σ

Keterangan:

N = Jumlah Total

X = Banyaknya nomor pada variabel X

Untuk mencari Standar Deviasi menggunakan rumus:

2 2 2

= Σ Σ

N

fx

N

fx

S

Keterangan: SD = Standar Deviasi X = Skor X N = Jumlah responden

1. Norma Konsep Diri

Setelah data diolah dengan menggunakan komputer program

SPSS 12.00 for windows. Maka dapat diketahui nilai Mean (M) dan

Standart Deviasi (SD), seperti tabel di bawah ini:

Tabel 4.6

Nilai Rata-rata dan Standart Deviasi Variabel Konsep Diri Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std.Deviation

Konsep Diri (X1) 75 160 238 203.09 18.777

Valid N (listwise) 75

Sumber: SPSS setelah diolah

Peneliti selanjutnya membagi data menjadi tiga kategori yaitu: tinggi (T), sedang (S) dan rendah (R). Untuk mengetahui tingkat konsep diri untuk menentukan jarak pada masing-masing kelompok

dengan pemberian skor standar, menurut Azwar142 pemberian skor standar dilakukan dengan mengubah skor kasar ke dalam bentuk penyimpangan dari Mean (M) dalam suatu Standar Deviasi (SD) variabel konsep diri (X1), dengan menggunakan norma-norma sebagai berikut:

Tabel 4.7

Kategori Tingkat Variabel Konsep Diri Norma Kategori

M + 1SD l X Tinggi

M – 1SD l X < M + 1SD Sedang

X < M – 1SD Rendah

Maka skor masing-masing kategori adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8 Proporsi Konsep Diri

No Kategori Interval Frek %

1 Tinggi m 221 16 21,3%

2 Sedang 185 - 220 47 62,7%

3 Rendah l 184 12 16%

Total 75 100%

Adapun untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang hasil diatas bisa dilihat dari diagram di bawah ini :

Gambar 4.1

Prosentasi Tingkat Konsep Diri

Berdasarkan skor standar diatas dapat diperoleh prosentase 16 siswa atau 21,3% berada dalam kategori tinggi, 47 siswa atau 62,7% berada dalam kategori sedang dan 12 siswa atau 16% berada dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dari 75 responden siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Malang yang mempunyai konsep diri yang tinggi ada pada kategori sedang, maka siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Malang rata-rata mempunyai konsep diri sedang. Hal ini ditunjukkan dengan skor 62,7% terbesar, dimana skor ini memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kategori lainnya yang mendapat 21,3% untuk kategori tinggi, dan 16% untuk kategori rendah.

2. Norma Kontrol Diri

Setelah data diolah dengan menggunakan komputer program SPSS

12.00 for windows. Maka dapat diketahui nilai Mean (M) dan Standart

Deviasi (SD), seperti tabel di bawah ini:

Prosentase Tingkat Konsep Diri

21.30% 62.70% 16% Tinggi Sedang Rendah

Tabel 4.9

Nilai Rata-rata dan Standart Deviasi Variabel Kontrol Diri Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Kontrol Diri (X2) 75 132 177 151.56 11.211

Valid N (listwise) 75

Sumber: SPSS setelah diolah

Peneliti selanjutnya membagi data menjadi tiga kategori yaitu: tinggi (T), sedang (S) dan rendah (R). Untuk mengetahui tingkat kontrol diri, untuk menentukan jarak pada masing-masing kelompok dengan pemberian skor standar, menurut Azwar143 pemberian skor standar dilakukan dengan mengubah skor kasar ke dalam bentuk penyimpangan dari Mean (M) dalam suatu Standar Deviasi (SD) variabel kontrol diri (X2), dengan menggunakan norma-norma sebagai berikut:

Tabel 4.10

Kategori Tingkat Variabel Kontrol Diri Norma Kategori

M + 1SD l X Tinggi

M – 1SD l X < M + 1SD Sedang

X < M – 1SD Rendah

Maka skor masing-masing kategori adalah sebagai berikut :

Tabel 4.11 Proporsi Kontrol Diri

No Kategori Interval Frek %

1 Tinggi m 162 17 22,7%

2 Sedang 140 - 161 48 64%

3 Rendah l 139 10 13,3%

Total 75 100%

Adapun untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang hasil diatas bisa dilihat dari diagram di bawah ini :

Gambar 4.2

Prosentasi Tingkat Kontrol Diri

Berdasarkan skor standar diatas dapat diperoleh prosentase 17 siswa atau 22,7% berada dalam kategori tinggi, 48 siswa atau 64% berada dalam kategori sedang dan 10 siswa atau 13,3% berada dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dari 75 responden siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Malang yang mempunyai kontrol diri yang tinggi ada pada kategori sedang, maka siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Malang rata-rata mempunyai kontrol diri sedang. Hal ini ditunjukkan dengan skor 64% terbesar, dimana skor ini memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kategori lainnya yang mendapat 22,7% untuk kategori tinggi, dan 13,3% untuk kategori rendah.

Prosentase Tingkat Kontrol Diri

22.70% 64% 13.30% Tinggi Sedang Rendah

3. Norma Perilaku Seksual Pra-Nikah

Setelah data diolah dengan menggunakan komputer program SPSS

12.00 for windows. Maka dapat diketahui nilai Mean (M) dan Standart

Deviasi (SD), seperti tabel di bawah ini:

Tabel 4.12

Nilai Rata-rata dan Standart Deviasi Variabel Perilaku Seksual Pra-Nikah

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Perilaku Seksual

Pra-Nikah (Y) 75 47 107 55.89 12.814

Valid N (listwise) 75

Sumber: SPSS setelah diolah

Peneliti selanjutnya membagi data menjadi tiga kategori yaitu: tinggi (T), sedang (S) dan rendah (R). Untuk mengetahui tingkat perilaku seksual pranikah, untuk menentukan jarak pada masing-masing kelompok dengan pemberian skor standar, menurut Azwar144 pemberian skor standar dilakukan dengan mengubah skor kasar ke dalam bentuk penyimpangan dari Mean (M) dalam suatu Standar Deviasi (SD) variabel perilaku seksual pranikah (Y), dengan menggunakan norma-norma sebagai berikut:

Tabel 4.13

Kategori Tingkat Variabel Perilaku Seksual Pra-Nikah Norma Kategori

M + 1SD l X Tinggi

M – 1SD l X < M + 1SD Sedang

X < M – 1SD Rendah

Maka skor masing-masing kategori adalah sebagai berikut :

Tabel 4.14

Proporsi Perilaku Seksual Pra-Nikah

No Kategori Interval Frek %

1 Tinggi m 68 8 10,7%

2 Sedang 43 - 67 67 89,3%

3 Rendah l 42 0 0%

Total 75 100%

Adapun untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang hasil diatas bisa dilihat dari diagram di bawah ini :

Gambar 4.3

Prosentase Tingkat Perilaku Seksual Pra-Nikah

Berdasarkan skor standar diatas dapat diperoleh prosentase 8 siswa atau 10,7% berada dalam kategori tinggi, 67 siswa atau 89,3% berada dalam kategori sedang dan untuk kategori rendah tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa dari 75 responden siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Malang yang melakukan perilaku seksual pranikah yang tinggi ada pada kategori sedang, maka siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Malang rata-rata

Prosentase Tingkat Perilaku Seksual Pra-Nikah

10.70%

89.30%

0% Tinggi

Sedang Rendah

pernah melakukan perilaku seksual pranikah yang mana hasil ini berdasarkan penelitian yang telah terlaksana. Hal ini ditunjukkan dengan skor 89,3% terbesar, dimana skor ini memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kategori lainnya yang mendapat 10,7% untuk kategori tinggi, dan untuk kategori rendah tidak ada.

Dokumen terkait