BAB III METODE PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap 6 (enam) subjek penelitian yakni informan remaja sebagai pemain online game point blank yang bertempat tinggal di lingkungan sekitar Warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Pembatasan jumlah informan sebanyak 6 orang ini dilakukan dengan pertimbangan jumlah proporsional tersebut dianggap cukup representatif mewakili dan mengakomodir seluruh kebutuhan penelitian sesuai dengan pedoman wawancara yang ditetapkan sehinggapenelitimemperoleh data yang cukup dari infornan.. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni menentukan jumlah sampel penelitian sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Alasan memilih remaja putra sebagai subjek penelitian adalah karena menurut kebiasaannya, para pemain online game point blank umumnya adalah laki-laki sebagaimana hasil observasi selama ini di Warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Alasan lainnya adalah karena peneliti ingin menganalis pembentukan dan perkembangan konsep diri para pemain online game point blank selama masa remaja yang merupakan masa pencarian jati diri dan masa transisi individu dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan baik dari aspek sikap, kognisi, pikiran, dan perilaku.
4.1.2. Karakter Point Blank dan Pentingnya Komunikasi Intra pribadi Hasil penelitian konsep diri pemain game online diperoleh dengan teknik wawancara secara mendalam dengan informan sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi langsung di lapangan. Selanjutnya, analisis data penelitian secara kualitatif terfokus kepada proses pembentukan konsep diri pemain game online
Point Blank, bagaimana kecocokan karakter game online Point Blank dengan
karakter pribadi pemain sehingga terbentuk konsep diri pemain game online
Point Blank secara individu dan bentuk komunikasi yang diaplikasikan saat
Game online Point Blank adalah sebuah permainan komputer ber-genreFPSyang dimainkan secaraonline. Permainan ini dikembangkan olehZepetto dariKorea Selatandan dipublikasikan oleh Zepetto. Selain di Korea Selatan, permainan ini mempunyaiserversendiri di beberapa negara seperti Thailand, Rusia, Indonesia, Brazil, Turki,Amerika Serikat, dan Peru. Di Indonesia, permainan ini dikelola olehGarena.
Point Blank berkisah tentang perseteruan antara Free Rebels dan aparat
pemerintah yang dalam hal ini adalah Counter Terrorist Force (CT-Force). Ada 7 (tujuh) model permainan Point Blank online yakni model death match (misi membunuh musuh), model bomb mission yakni missi meledakkan area musuh yang dalam hal ini adalah pihak pemerintah, model destroy mission yakni misi menghancurkan target, model eliminate yakni model menghabisi semua musuh, model al mode, yakni pemain harus melawan musuh berbasis komputer, model shotgun yakni keharusan menggunakan shotgun saja, serta model sniper mode yakni kewajiban penggunaan senjata sniper
Dengan demikian konsep diri yang akan dikaji lebih jauh dalam penelitian ini adalah sejauhmana karakter kekerasan yang terdapat dalam game Point Blank mempengaruhi kepribadian informan sebagai pemain online game Point Blank. Dengan kata lain, sejauh mana konsep diri pemain game Point Blank secara individu dibentuk oleh karakter kekerasan yang terdapat dalam game tersebut.
Selain karakter game Point Blank, aspek lain yang akan dikaji dalam penelitian tentang online game dan konsep diri pemain adalah bentuk komunikasi intra pribadi. Pentingnya kajian tentang komunikasi intra pribadi ini adalah karena permainan game Point Blank online dilakukan secara kolektif (tim) sehingga diperlukan komunikasi satu pemain dengan pemain lainnya
4.1.3. Gambaran Deskriptif Tentang Warnet A2 Net
Warnet A2 Net adalah salah satu warnet yang menspesialisasikan dalam online game sehingga setiap harinya ramai dikunjungi oleh kalangan anak sekolah dan umum yang tinggal di area sekitarnya. Salah satu game yang sekarang ini sedang diminati oleh kalangan anak sekolah SMP dan SMA adalah Point Blank.
4.1.4. Karakteristik Responden (Informan) Informan Pertama
Nama : M. Rifky Umur : 17 Tahun
Alamat : Jl. Pelajar, Medan
Informan pertama, Rifky, berusia 17 tahun, siswa SMA kelas 3, anak ke-3 dari 5 bersaudara. Pribadinya cukup komunikatif, bicara apa adanya, berkepribadian keras dan aktif bermain game sejak usia 12 tahun. Ia tinggal tidak jauh dari warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Setiap harinya, ia mendapatkan uang saku lebih dari Rp 25.000 sehingga sangat memungkinkan dirinya untuk mengunjungi warnet A2 Net setiap harinya. Biasanya, ia menghabiskan waktu sampai 2-5 jam bermain game sejak kembali dari sekolah dan sebelum azan ia kembali ke rumah. Salah satu jenis game yang ia senangi adalah permainan Point
Blank dengan alasan karena karakter pemain game Point Blank tersebut cocok
dengan karakter pribadinya yang keras.
Informan Kedua
Nama : M. Rifaldi Umur : 17 Tahun
Alamat : Jl. Amaliun Gg. Hasan Basri, Medan
Informan kedua, Rifaldi, berusia 17 tahun, siswa SMA kelas 3, anak ke-4 dari 4 bersaudara. Pribadinya terkesan lembut tapi tegas dan tidak banyak bicara, dan aktif bermain game sejak usia 13 tahun. Ia juga tinggal tidak jauh dari warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Setiap harinya, ia mendapatkan uang saku antara Rp 20.000-Rp 25.000 sehingga masih ada tersisa di kantongnya untuk bermain game di warnet A2 Net. Ia sering larut bermain sampai 3 jam bahkan lebih setiap kali main. Point Blank adalah jenis game yang paling ia gemari dengan alasan ada kecocokan karakter pribadinya yang keras dengan karakter pemain Point Blank yang keras dan tidak suka menyerah.
Informan Ketiga Nama : Rizki Umur : 16 Tahun Alamat : Jl. Puri, Medan
Informan ketiga, Rizki, berusia 16 tahun, siswa SMA kelas 1, anak tunggal. Ia memiliki kepribadian yang suka fight sehingga setiap game yang berkarakter fighting pasti ia gandrungi. Ia gemar bermain game sejak usia 12 tahun. Setiap harinya, ia mendapatkan uang saku lebih dari Rp 25.000 sehingga tidak ada kesulitan baginya untuk menghabiskan waktu setiap harinya bermain game di warnet A2 Net yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Bahkan jika sudah main, ia tidak pernah kembali ke rumah jika azan sore hari belum berkumandang. Sebelumnya, ia tidak menyukai game Point Blank ini, tetapi lama kelamaan menjadi suka karena sifat permaiannya yang menantang sehingga tidak menjenuhkan.
Informan Keempat
Nama : Vici Immanuel Umur : 17 Tahun
Alamat : Jl, Air Bersih, Medan
Informan keempat, Vici Immanuel, berusia 17 tahun, siswa SMA kelas 3, anak ketiga dari 3 bersaudara. Karakter pribadinya sebenarnya lembut tetapi ia sangat menggemari setiap game meskipun game ini berkarakter keras sehingga karena kegandrungannya, tidak heran kalau ia selalu bermain Point Blank setiap harinya sejak pulang sekolah sampai sore hari. Apalagi ibunya selalu memberi uang saku lebih dari Rp 25.000 sehingga sudah cukup baginya untuk bermain
game Point Blank sepanjang hari tanpa harus mencari dana ekstra. Bahkan
terkadang ia bermain sampai malam hari tanpa lebih dulu mengganti seragam sekolahnya. Sejak mengenal Point Blank, ia begitu menggemarinya bahkan selalu siap bertaruh dengan temannya yang lain untuk fight sampai puas.
Informan Kelima
Nama : Hafiz Hamdi Umur : 15 Tahun
Alamat : Jl. Bakti, Medan
Informan kelima, Hafiz, berusia 15 tahun, merupakan siswa SMA kelas 1, anak pertama dari 3 bersaudara. Ia memiliki kepribadian yang selalu ramah setiap kali diajak berkomunikasi. Ia tampak begitu respons bila diajak berbicara tentang Point Blank karena Point Blank merupakan salah satu primadona game pilihannya. Ia telah aktif bermain Point Blank sejak usia 13 tahun terutama di Warnet A2 Net Jl. Halat Medan yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Setiap harinya, ia mendapatkan uang saku lebih dari Rp 25.000 sehingga sangat memungkinkan baginya untuk bermain game selama beberapa jam setiap harinya.
Informan Keenam
Nama : Adesya Adiluhung Umur : 17 Tahun
Alamat : Jl. Bromo , Medan
Informan keenam, Adil, berusia 17 tahun, siswa SMA, anak ke-2 dari 2 bersaudara. Kepribadiannya keras dan suka berjuang fight sehingga setiap game yang berkarakter fight pasti ia gandrungi. Ia gemar bermain game sejak usia 13 tahun. Setiap harinya, ia mendapatkan uang saku lebih dari Rp 25.000 sehingga tidak ada kesulitan baginya untuk menghabiskan waktu setiap harinya bermain game di warnet A2 Net yang terletak tidak begitu jauh dari rumah tempat tinggalnya Jika sudah main, ia tidak pernah kembali ke rumah jika azan Maghrib belum berkumandang. Sesuai dengan karakter pribadinya, ia sangat menyukai
Point Blank karena karakter point blank sangat cocok dengan karakter
pribadinya yang suka berjuang.
4.1.5. Proses Penelitian
Mengingat penelitian ini dilakukan secara berulang kepada 6 infoman yang biasa mangkal di warnet A2 Net Jl. Halat Medan, peneliti terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik warnet untuk melakukan wawancara secara pribadi
kepada informan yang sudah menjadi pelanggan tetap. Penelitian dilakukan secara bertahap dan berulang jika dianggap masih diperlukan untuk melengkapi data dan informasi penelitian.
Pada hari pertama penelitian, wawancara dilakukan kepada informan pertama, yaitu M.Rifky pada Senin 2 November 2015 pukul 16.00 WIB yang berlangsung hampir 1 jam. Informan ini memberitahu bahwa biasanya ia datang ke warnet A2 Net langsung dari sekolah tanpa lebih dulu pulang ke rumah. Hal itu sudah lazim ia lakukan hampir setiap harinya sehingga orangtuanya sudah mengetahui dan tidak lagi kuatir jika ia belum sampai di rumah. Peneliti tidak membuat target harus melakukan sebanyak mungkin wawancara setiap harinya. Pada hari kedua penelitian, wawancara dilakukan terhadap Rifaldi, di warnet yang sama Jl. Halat Medan, Selasa, 3 November 2015 sore hari persisnya jam 15.30 WIB. Wawancara berlangsung agak cepat, yakni sekitar 1/2 jam karena informan kedua ini memiliki pribadi yang tidak banyak bicara, keras dan tegas. Peneliti harus memaklumi sifat informan yang tidak banyak bicara sehingga apa yang ditanyakan dapat dijawab secara pas. Terkadang informan kedua ini mengerutkan dahinya seakan memikirkan pertanyaan yang diajukan peneliti, tetapi semuanya berakhir dengan lancar meskipun kurang lengkap, karena informan kedua ini tidak suka banyak bicara sehingga peneliti sedikit mengalami kesulitan meyakinkannya.
Pada hari ketiga, Rabu 4 November 2015, peneliti kembali melakukan wawancara, kepada informan ketiga, Rizki. Wawancara tetap dilakukan di warnet yang sama, yakni Warnet A2 Net Jl. Halat pada jam 15.30 WIB, berlangsung lebih dari 1 jam. Wawancara ini agak lebih cair dan lancar berhubung karena informan ketiga ini sanggup mengkomunikasikan apa yang ditanyakan kepadanya dengan baik terutama terkait dengan konsep diri pemain game Point Blank.
Wawancara terhadap informan keempat dilakukan pada esok harinya, yakni Kamis 5 November 2015 tetap di sore hari yakni jam 16.00 pada warnet yang sama, Warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Hal ini dilakukan peneliti dengan pertimbangan sore hari lebih leluasa bagi pemain maupun bagi peneliti untuk melakukan komunikasi terkait dengan masalah konsep diri pemain game Point
jam dan peneliti memperoleh banyak informasi yang berhasil disampaikan oleh informan terutama terkait dengan masalah game Point Blank dan konsep diri pemain.
Wawancara kelima terhadap informan kelima dilakukan pada hari Jumat, 6 November 2015 pada jam 16.30 pada warnet yang sama, yakni Warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Informan kelima ini memiliki kepribadian keras tetapi ramah sehingga wawancara berlangsung lancar terutama karena informan begitu respons terhadap setiap point pertanyaan yang disampaikan oleh peneliti.
Wawancara terakhir terhadap informan keenam dilakukan pada hari Sabtu, 7 November 2015 pada sore hari di tempat yang sama, yakni warnet A2 Net Jl. Halat Medan. Wawancara berlangsung kurang dari 1 jam, dan tampak informan keenam ini begitu antusias memainkan game sehingga terkadang agak sukar diwawancarai. Menurut pengakuannya, ia sudah bermain game Point
Blank sejak usia 13 tahun. Ia memiliki karakter pribadi keras sehingga sesuai
dngan karakter pemain game Point Blank. Pada umumnya peneliti tidak mengalami kesulitan mendapatkan jawaban atas setiap point pertanyaan yang disampaikan kepada informan.
Secara keseluruhan, peneliti tidak mengalami kesulitan melakukan wawancara dari hari pertama sampai hari kedelapan, bahkan umumnya informan memberi respons yang cukup baik saat wawancara dilakukan. Hal ini terbukti dari sikap mereka yang bersedia menjawab pertanyaan meskipun hal ini tentunya sedikit mengganggu konsentrasi mereka bermain. Peneliti juga memaklumi jika ada beberapa informan yang kurang respons menjawab saat permainan Point
Blank sedang berlangsung karena permainan game Point Blank memerlukan
fokus dan konsentrasi tinggi terutama karena bermain secara tim. Untuk mengantisipasi informan yang kurang respons menjawab pertanyaan saat permainan game berlangsung, peneliti melakukan penelitian ulang pada hari hari berikutnya dan sengaja memilih waktu wawancara saat sudah selesai bermain
game. Hal ini sengaja dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada informan
agar dapat lebih fokus menjawab setiap pertanyaan yang disuguhkan peneliti selama wawancara.
4.1.6. Hasil Penelitian 4.1.6.1. Konsep Diri
Bagian ini akan menyajikan secara deskriptif tentang konsep diri pemain
game online Point Blank ditelusuri berdasarkan ke-11 item pertanyaan yang
menjadi pedoman wawancara meliputi ke-6 informan sebagaimana disajikan berikut ini:
Informan pertama
Kapan pertama kali mengenal game Point Blank?
Informan pertama bernama M.Rifky ini pertama kali mengenal point blank sejak usia 12 tahun. Saat wawancara dilakukan ia berusia 17 tahun, hal itu berarti ia mengenal Point Blank sejak tahun 2010 yang lalu. Biasanya ia bermain game sehabis pulang sekolah dan selesai sebelum azan magrib. Hampir setiap hari ia bermain game terutama point blank.
Kenapa tertarik dengan Point Blank?
Ketika ditanya mengapa tertarik dengan permainan game Point Blank, ia dengan jujur menjawab menyukai point game karena sifat permainannya yang menantang (fight), tidak cengeng dan menggambarkan karakter keras seperti yang ia miliki. Berikut adalah hasil wawancara dengan informan pertama tentang kenapa tertarik dengan game Point Blank.
”....gimana bang ya bilang nya, point blank itu kan sifatnya menantang,
karakternya keras, fight, gitu bang.... Makanya aku suka. Kalau udah kenal, bakalan sulit melupakannya... bang,.... pasti ketagih terus. ...
Berdasarkan hasil wawancara tersebut di atas dapat dipahami bahwa informan pertama tertarik dengan permainan Point Blank karena ada kecocokan atau kesesuaian antara karakter permainan game Point Blank tersebut dengan karakter pribadi informan.
Informan yang sudah duduk di kelas 3 SMA ini mengaku sudah hampir 5 tahun memainkan game Point Blank. Ia begitu gemar bermain game sampai menghabiskan waktu sampai 2-5 jam setiap harinya. Baginya hal itu tidak menjadi masalah sebab tempat tinggalnya tidak jauh dari warnet A2 Net tempat ia bermain game selama ini. Ia sanggup menghabiskan waktu 2-5 jam per hari karena ibunya memberi uang saku lebih dari Rp. 25.000 setiap harinya.
Pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ?
Bermain game Point Blank dapat memberi dampak positif maupun negatif, terutama karena karakter permainan game point blank yang terkenal begitu keras, mengasikkan sehingga dapat memberi dampak terhadap kehidupan sehari hari dari diri pemain terutama menjadi kecanduan yang dapat menghabiskan waktu setiap harinya. Ketika ditanya tentang pengaruh kebiasaan main game Point
Blank terhadap kehidupan sosial, informan pertama ini menjawab:
”.... itu pasti bang.... apalagi aku, kalau udah main, semuanya udah nggak
ingat. Ya... kalau udah sampai di rumah, palingan tidur bang, karena udah penat seharian main... Jadi udah nggak mungkin sempat sama kegiatan lainnya...
Berdasarkan hasil wawancara tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan bermain game point blank memberi pengaruh terhadap kegiatan sosial informan. Dengan kata lain, semakin lama bermain game point blank, semakin sedikit waktu yang tersedia bagi informan untuk melakukan kegiatan sosial seperti diskusi kelompok dengan teman, kunjungan saudara, dan kegiatan sosial lainnya.
Konsep diri sebelum dan sesudah mengenal point blank serta pengaruhnya? Ketika ditanya tentang konsep diri informan sebelum mengenal game point blank, informan meminta penjelasan tambahan karena kurang memahami apa maksudnya, sehingga peneliti memberi penjelasan secara sederhana dimana konsep diri adalah kemampuan mengenal diri sendiri yang dibentuk dari pengalaman pengalaman bukan dari faktor bawaan. Dengan kata lain, peneliti menekankan bahwa konsep diri adalah sejauhmana kita mengenal diri kita sendiri,
yang bisa dilakukan dengan melihat karakter atau watak pribadi, kesukaan atau ketidaksukaan, bakat, hobby, dan lain sebagainya.
Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada informan tentang konsep diri informan sebelum mdan sesudah mengenal game point blank:
”Ya...tadinya nggak tahu bang kalau aku itu gimana, aku nggak tahu
karakter pribadiku gimana...” Tapi setelah kenal game point blank, aku mulai nyadar, kayaknya aku cocok dengan karakter game itu.. keras.. gitu bang... Terus. kan gini bang, kalau main, kita harus komunikasi dengan teman. Tadinya aku pendiam, tapi sekarang aku jadi bisa komunikasi sama teman lain....
Berdasarkan penjelasan informan tersebut di atas, dapat dipahami bahwa ada perbedaan konsep diri informan sebelum dan sesudah mengenal game point
blank. Sebelum mengenal point blank, informan belum begitu mengenal karakter
pribadinya, apakah berwatak keras atau lembut, bagaimana ia harus berkomunikasi dengan orang lain tetapi setelah mengenal game point blank, ia mulai menyadari bahwa wataknya memiliki kesamaan dengan karakter pemain
point blank yakni keras. Selain itu, menurut informan sebelum mengenal dan
bermain point blank, ia terkesan pendiam, agak kurang berkomunikasi dengan orang lain, tetapi setelah mengenal point blank, ia jadi sering berkomunikasi dengan orang lain.
Dengan demikian jelas bahwa kebiasaan bermain game point blank berpengaruh terhadap konsep diri informan. Hanya saja pengaruhnya bisa positif dan juga bisa negatif. Pengaruh positif misalnya adalah, informan yang tadinya kurang aktif berkomunikasi dengan orang lain, kini semakin aktif berkomunikasi karena permainan game point blank itu sendiri dimainkan dalam bentuk tim sehingga menuntut komunikasi antar sesama anggota. Sedangkan pengaruh negatifnya adalah semakin larut dengan karakter yang disuguhkan oleh game
point blank itu sendiri.
Apakah orangtua tahu atau tidak dan bagaimana pendapat mereka?
Pada umumnya informan bermain game point blank langsung dari sekolah, tidak langsung ke rumah, dan jika dikaji dari jarak dekatnya warnet A2
Net ke tempat tinggal informan, dapat diketahui secara pasti bahwa pada umumnya orangtua informan mengetahui kalau anaknya sering bermain game internet. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara berikut tentang apakah orangtua tahu atau tidak bahwa informan sering bermain game point blank ?
”Ya, tahulah bang. itu sudah pasti. apalagi, aku bang, hampir tiap hari habis sekolah langsung main. Mana mungkin mereka nggak tahu.... Kalau pendapat mereka tentang aku, bisa aja mereka kesal bang.., karena aku terlalu sering, namanya orangtua, tapi mereka nggak kuatir lagi, karena aku selalu main di tempat yang sama bang...
Berdasarkan informasi tersebut di atas, dapat diketahui bahwa pada umumnya orangtua tahu bahwa informan sering bermain game point blank. Pada umumnya orangtua tidak bisa berbuat banyak, hanya melakukan pengawasan secara rutin agar anak tidak sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mencuri atau menjual barang perabotan rumah untuk mendapatkan uang agar bisa bermain game.
Bagaimana pendapat teman Yang Bermain dan yang tidak bermain?
Banyak teman sekitar yang memberi penilaian terhadap kebiasaan informan bermain game online, ada penilaian positif, ada negatif, dan ada juga yang apatis tanpa menilai. Dalam hal ini, ada perbedaan penilaian teman yang juga merupakan pemain dan penilaian teman yang bukan pemain. Hal ini juga diakui secara jujur oleh informan seperti hasil wawancara berikut:
”... Penilaian teman macam-macam bang, biasanya kalau dia juga
pemain, pasti dia maklum, tapi kalau dia bukan pemain, ya. gitulah bang, ada yang kesal, bilang keterlaluan, bodoh, entahlah bang,tapi ada juga yang menilai positif... mereka bilang, ya sudahlah. daripada narkoba... kan mending game ini...aja....”
Berdasarkan hasil wawancara tersebut di atas, dapat diketahui bahwa penilaian orang lain terhadap informan sebagai pemain game point blank beragam, ada penilaian positif dan ada juga negatif, tergantung kepada apakah dia pemain atau tidak karena pada umumnya pemain selalu maklum, berbeda dengan bukan pemain, selain cenderung memberi penilaian negatif.
Informan kedua
Kapan pertama kali mengenal game point blank?
Ketika ditanya tentang kapan pertama kali mengenal game point blank, informan kedua menjelaskan pertama kali mengenal point blank sejak usia 13 tahun. Remaja berusia 17 tahun ini sekarang duduk di kelas 3 SMA. Ia selalu bermain game selepas sekolah dan selalu menyinggahi warnet A2 Net sebelum pulang ke rumah.
Kenapa tertarik dengan point blank?
Informan kedua bernama Rifaldi ini mulai tertarik dengan permainan game
point blank karena permainan point blank kaya missi dan bervariasi, bahkan
sifatnya menantang. Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kedua tentang kenapa tertarik dengan game point blank.
”...dari .awalnya aku sih udah tertarik bang, karena permainannya keras,