• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peranan Guru dalam Proses Pembelajaran IPS

Peranan guru dalam mengelola proses pembelajaran IPS yang memanfaatkan lingkungan adalah sebagai narasumber, perencana, pembimbing dan evaluator. Guru sebagai narasumber karena memberikan pengetahuan dan wawasan berpikir anak agar dapat memperoleh gambaran tentang tugas yang akan dilaksanakan. Guru sebagai perencana karena gurulah yang menentukan jenis, waktu dan alat-alat kegiatan yang dilaksanakan para siswa. Guru sebagai pembimbing kegiatan siswa karena guru mendampingi sekaligus mengarahkan kegiatan siswa. Peran guru terkahir sebagai evaluator, karena guru yang menentukan keberhasilan siswa terhadap kegiatan yang dilaksanakannya dan tindak lanjut dari kegiatan tersebut.

Guru semakin berpengalaman dan banyak mengikuti penataran terutama yang berkaitan dengan proses belajar mengajar IPS akan lebih berperan dalam pengolahan proses pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Guru lebih kreatif dalam memilih lingkungan dan kegiatan sesuai dengan pokok bahasan yang dibahasnya. Hal ini terlihat pada guru yang sudah mengikuti penataran bidang studi IPS dapat mengelola proses pembelajaran dengan beberapa kelompok dan kegiatan.

Keberhasilan proses pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan ditentukan dengan mengamati keadaan siswa di kelas memperhatikan penjelasan guru. Guru melihat apabila siswa itu sudah jelas terhadap penjelasan guru, maka pada

tingkat awal proses pembelajaran itu berhasil. Kedua, keberhasilan proses pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dapat ditentukan dengan mengamati kegiatan dan keaktifan siswa di lapangan. Guru mengamati kegiatan siswa apabila kegiatan siswa itu sesuai dengan apa yang ditugaskan dan siswa aktif mengikuti kegiatan maka proses pembelajaran itu dinyatakan berhasil.

Ketiga, keberhasilan proses pembelajaran IPS yang memanfaatkan ingkungan dapat ditentukan dengan melihat hasil kerja siswa. Hasil kerja siswa berupa laporan tertulis dan tidak tertulis. Laporan hasil kerja siswa dapat dilihat kesungguhan dan kualitas dari laporan tersebut sehingga laporan ini dapat dilihat keberhasilan dari proses pembelajaran yang dilaksanakan bersama. Keberhasilan proses pembelajaran IPS yang memanfaatkan lingkungan tidak memungkinkan mengetahui keberhasilan dengan mengadakan tes, karena akan mengurangi jatah waktu yang disediakan dan tugas siswa tidak seragam.

Kesesuaian Antara Isi Materi dalam Proses Pembelajaran yang Memanfaatkan Lingkungan dengan GBPP

Kesesuaian isi kegiatan dengan pokok bahasan dalam GBPP dapat dianalisis dengan mengambil inti kegiatan siswa bersama pokok/ sub pokok bahasan yang dituliskan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Kesesuaian antara kegiatan siswa dengan pokok/ sub pokok bahasan dalam GBPP

No Pokok/ Sub Pokok Bahasan Kegiatan Siswa Keterangan

1 Desa/ Kelurahan Menyebutkan desa/

kelurahan dimana ia tinggal

Kel. Alalak Utara Kel. Alalak Tengah Kel. Alalak Selatan Kel. Kuin Utara Kel. Kuin Selatan Kel. Kuin Cerucuk Kel. Pangeran Kel. Sungai Miai Kel. Surgi mufti

Kel. Antasan Kecil Timur Kel. Sungai Jingah 2 Menggunakan peta/kelurahan

beserta symbol-simbol khusus untuk tempat-tempat penting

Menggambar kasar peta kelurahan dengan simbolnya

Simbol-simbol yang mudah dikenal dan diingat anak yakni: Sungai = Jalan darat = Jembatan = Masjid = Sekolah =

Pasar terapung = Kuburan = Batas desa = Batas kecamatan = Batas kabupaten = 3 Menemutunjukkan keadaan

desa/ kelurahan, nama, letak dan batasan-batasannya.

Siswa melakukan observasi tentang keadaan

desa/kelurahan dengan pengalaman anak kemudian

mengidentifikasinya

Nama desa, letak, batas-batasnya

4. Menceritakan kegiatan ekonomi penduduk, misalnya: bertani, berladang, berdagang.

Siswa mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungannya

- Pembuat perahu jukung - Pembuat kapal tongkang - Pembuat meubel - Sawmill/wantilan - Pedagang di pasar

terapung

- Pembuat tudung/ tanggui - Pembuat kerupuk ikan - Pembuat minyak kelapa - Dan lain-lain

5. Menceritakan kegiatan ekonomi penduduk, misalnya: bertani, berladang, berdagang.

Siswa ditugaskan untuk bertanya tentang aparat kelurahan beserta tugas-tugasnya.

- Tugas lurah - Tugas sek. Lurah - Tugas kepala urusan

umum

- Tugas kepala urusan pemerintahan - Tugas kepala urusan

kesra - Tugas PPL 6. Mencari keterangan jumlah

penduduk, dusun/ RT

Siswa mencatat jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan yang keseluruhannya dapat dilihat dari potensi

desa/kelurahan

Jumlah penduduk dilihat dari jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan.

7. Menceritakan cara memperoleh kartu penduduk (KTP)

Siswa mencatat prosedur pembuatan KTP

berdasarkan bagan alur yang ada dalam gambar

Surat pengantar dari ketua RT, kemudian mengisi formulir yang disediakan keurahan setelah diisi dan ditandatangani lurah kemudian dibawa ke kantor Camat untuk diproses setelah selesai baru membayar biaya administrasi 8. Menceritakan lembaga-lembaga

social yang ada di desa/ kelurahan, misalnya: Posyandu, koperasi, karang taruna

Siswa menyebutkan lembaga sosial tersebut sesuai dengan pengalaman yang dilihatnya sehari-hari

- Posyandu - Koperasi - Karang taruna - Dan lain-lain

Berdasarkan tabel tersebut di atas ternyata bahwa semua kegiatan siswa sesuai dengan pokok bahasan yang terdapat dalam garis-garis besar program pengajaran ilmu pengetahuan social yang berlaku. Hal ini berarti bahwa kegiatan

siswa itu dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran pendidikan ilmu pengetahuan social di sekolah dasar.

Kesesuaian isi kegiatan siswa dengan pokok bahasan ini sebagai usaha guru dalam memilih lingkungan yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Di samping itu juga peran guru dalam membimbing kegiatan siswa agar sesuai dengan pokok bahasan yang terdapat daam garis-garis besar program pengajaran yang berlaku.

Penentuan Keberhasilan Proses Pembelajaran

Keberhasilan proses pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan ditentukan dengan mengamati keadaan siswa di kelas dalam memperhatikan penjelasan guru. Guru melihat apabila siswa itu sudah jelas terhadap penjelasan guru makna pada tingkat awal proses pembelajaran itu berhasil.

Keberhasilan berikutnya dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dapat ditentukan dengan mengamati kegiatan dan keaktifan siswa di lapangan. Guru mengamati kegiatan siswa apabila kegiatan siswa itu sesuai dengan apa yang ditugaskan dan siswa aktif mengikuti maka proses pembelajaran itu dinyatakan berhasil.

Proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial yang memanfaatkan lingkungan tidak memungkinkan untuk mengetahui keberhasilannya dengan mengadakan tes karena akan mengurangi jatah waktu yang disediakan dan tugas siswa tidak seragam.

Kegiatan Siswa

Kegiatan siswa mulai dari langsung orientasi sampai langkah evaluasi adalah memperhatikan, mencatat, mengamati, bertanya, menggolongkan, membuat laporan dan melaporkan. Semua kegiatan siswa dilakukan sesuai dengan petunjuk dan pengarahan guru. Guru yang merencanakan dan merancang kegiatan siswa karena gurulah yang mengetahui arah dan tujuan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru yang merencanakan dan merancang kegiatan siswa karena gurulah yang mengetahui arah dan tujuan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Guru yang merancang kegiatan siswa agar terjadi berbagai kegiatan

sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dan mencapai tujuan yang telah ditentukan.kegiatan siswa bevariasi dan berbagai jenis tergantung pada guru pengasuhnya.

Di dalam kelas, siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda. Variasi kegiatan siswa ditentukan oleh pengalaman mengajar, latar belakang pendidikan dan penataran yang pernah diikutinya. Hal ini dapat dilihat pada pengelolaan proses belajar mengajar, siswa di kelas tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dan proses pembelajaran dilaksanakan dengan berbagai jenis kegiatan karena diasuh oleh guru yang pernah mengikuti penataran guru bidang studi IPS. Sedang pada kelas-kelas selain itu hanya melaksanakan satu kegiatan karena gurunya belum pernah mengikuti penataran guru bidang studi IPS tingkat apapun.

Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pemanfaatan lingkungan dalam proses pembelajaran pendidikan IPS di kelas III Sekolah Dasar dapat disimpulkan bahwa: 1) Pemanfaatan lingkungan dalam proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar dilakukan dengan membawa siswa ke luar kelas. 2) Lingkungan yang dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar adalah lingkungan sosial dan lingkungan fisik. 3) Kegiatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran IPS yang memanfaatkan lingkungan adalah mendengarkan, menulis, mengamati, bertanya, menggolongkan, menghitung, membuat laporan dan melaporkan. 4) Peranan guru dalam mengelola proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial sebagai narasumber, perencana, pembimbing, motivator dan evaluator. 5) Keberhasilan pemanfaatan lingkungan dalam proses pembelajaran IPS di Sekolah Dasar ditentukan dengan melihat tanggapan dan kejelasan siswa dalam menerima tugas. Keberhasilan proses pembelajaran juga dilihat dari laporan kerja siswa yang diserahkan kepada guru, apabila laporan siswa-siswa sesuai dengan pokok bahasan yang dibicarakan maka proses pembelajaran itu dinyataka berhasil. 6) Kesesuaian kegiatan siswa dengan garis-garis besar program pengajaran tidak lepas dari peranan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang dilaksanakan.

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka beberapa saran dapat dikemukakan di sini, yaitu : 1) dalam memanfaatka lingkungan agar dilakukan dengan cara yang bervariasi. 2) guru dalam memilih lingkungan agar berpegang teguh pada pokok bahasan yang akan dibahas dan jangan terpaku oleh salah satu jenis lingkungan, guru dapat memanfaatkan jenis lingkungan secara bersamaan. 3) guru disarankan untuk mengrahkan dan membimbing kegiatan siswa agar lebih terarah pada tujuan. 4) guru bidang studi IPS disarankan meningkatkan pengetahuan dan keterampian dengan memanfaatkan lingkungan dalam proses pembelajaran. 5) guru dalam melaksanakan proses pembelajaran IPS agar memanfaatkan lingkungan yang banyak terdapat di sekitar siswa.

DAFTAR RUJUKAN

Banks, James. 1990. Teaching Strategies for Social Studies. Longman, London.

Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori Belajar. P2LPTK. Jakarta.

Depdikbud. 1989/1990. UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Dwi Atmono. 1997. Pemanfaatan Lingkungan dalam Proses Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Pusat Kajian Pendidikan Dasar, LPM Universitas Lambung Mangkurat (Makalah tidak dipublikasikan).

Jarolimek. 1993. Social Studies in Elementary School Child. Nerril Company. Columbus, Ohio.

Toba. 1962. Curriculum Development Theory and Practice. Harcourt Brace and World New York.

MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PETA