• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen PERBEDAAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SETE (Halaman 52-63)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian 4.1.1 Jurusan Keperawatan Tanjungkarang

Jurusan Keperawatan Tanjungkarang Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini beralamatkan pada Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Hajimena Bandar Lampung telp. (0721) 783852. Jurusan Keperawatan Memiliki beberapa fasilitas; diantaranya asrama, laboratorium klinik, perpustakaan dan gedung-gedung pendidikan, serta gedung yang digunakan sebagai dapur asrama dan gedung-gedung lainnya. Gedung-gedung tersebut digunakan untuk menunjang aktifitas pembelajaran para mahasiswa.

Kegiatan belajar yang harus diselesaikan oleh mahasiswa di Jurusan Keperawatan Tanjungkarang adalah 6 semester dan diberi kesempatan untuk memperbaiki mata ajar yang belum lulus sampai 10 semester. Mahasiswa tingkat 1 (semester 1 dan 2) dan mahasiswa tingkat 2 (semester 3 dan 4) beserta mahasiswa putri tingkat 3 (semester 5 dan 6) diwajibkan untuk tinggal di asrama. Jurusan keperawatan memiliki 2 buah asrama yaitu asrama putra dan asrama putri.

Asrama Jurusan Keperawatan Tanjungkarang dilengkapi oleh fasilitas dapur yang digunakan mahasiswa untuk makan. Jadwal makan mahasiswa adalah

38

pagi, siang dan malam hari. Menu makanan yang disajikan setiap harinya adalah menu yang telah dibuat khusus oleh ibu dapur yang sesuai dengan kebutuhan gizi yang seimbang. Semua mahasiswa yang tinggal di asrama diwajibkan untuk makan di dapur sehingga menu makanan yang dikonsumsi para mahasiswa rata-rata adalah sama.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa jurusan keperawatan selama diasrama adalah kegiatan-kegiatan positif yang telah dirancang oleh pengurus asrama. Pada pagi hari mahasiswa diwajibkan untuk bangun sebelum jam 5 pagi dan telah dibagi jadwal piket. Pada pukul 08.00-15.00 WIB adalah jam belajar, setelah itu mahasiswa dapat melakukan aktifitas seperti olah raga maupun mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada di Poltekkes Kementerian Kesehatan Tanjungkarang.

Tempat yang akan digunakan untuk tempat penelitian adalah gedung dapur. Dapur memiliki beberapa ruangan diantaranya ruang memasak, ruang makan, toilet serta kamar tidur ibu dapur. Ruang makan adalah ruangan yang paling besar diantara ruangan yang lain, oleh sebab itu peneliti menggunkan ruang makan untuk melakukan kegiatan penelitian ini.

39

4.2 Hasil Penelitian dan Analisa

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 17-24 Juli 2011 terhadap 121 responden didapatkan data sebagai berikut:

4.2.1 Analisa Univariat

Analisa univariat pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 6. Distribusi Frekuensi Nilai Mean Tekanan Darah Sistol dan

Diastol Pada Pagi, Siang dan Malam Hari Sebelum Diberi Minum Kopi

Variabel Sistol Diastol

N Valid 121 121 Missing 0 0 Mean 115.6171 73.5124 Std. Error of Mean .69940 .44412 Median 115.6667 73.6667 Mode 112.67a 75.33 Std. Deviation 7.69339 4.88536 Minimum 92.00 61.33 Maximum 135.00 85.00

Berdasarkan tabel 6 diketahui distribusi hasil pengukuran tekanan darah sebelum minum kopi. Data tersebut diambil dari rata-rata pengukuran terhadap 121 responden pada pagi, siang dan malam hari. Selanjutnya data tersebut diolah menggunakan distribusi frekuensi dan didapat nilai mean

sistol sebelum minum kopi 115,6171 mmHg sedangkan rata-rata nilai diastol 73,5124 mmHg.

40

Tabel 7. Distribusi Frekuensi Nilai Mean Tekanan Darah Sistol dan Diastol Pada Pagi, Siang dan Malam Hari Setelah Diberi minum Kopi

Variabel Sistol Diastol

N 121 121 121 0 0 0 Mean 121.5179 78.0220 Std. Error of Mean .70504 .57868 Median 121.6667 77.3333 Mode 113.67a 79.67 Std. Deviation 7.75540 6.36552 Minimum 103.67 61.33 Maximum 139.00 98.33

Berdasarkan tabel 7 diketahui distribusi hasil pengukuran tekanan darah setelah minum kopi. Data tersebut diambil dari rata-rata pengukuran terhadap 121 responden pada pagi, siang dan malam hari setelah 30 menit diberi minum kopi. Selanjutnya data tersebut diolah menggunakan distribusi frekuensi dan didapat nilai mean sistol setelah 30 menit minum kopi 121,5179 mmHg sedangkan rata-rata nilai diastol 78,0220 mmHg.

4.2.2 Analisis Bivariat

Analisa bivariat pada penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 8. Distribusi Frekuensi Perubahan Nilai Tekanan Darah Sistol sebelum dan Setelah Diberi minum Kopi

Tekanan Darah Mean Std. Error Mean Median Mode Std. deviatio n lower upper sig. (2-taille ) Sebelum 115.6171 . 69940 115.6667 112.67 a 7.69339 92.00 135.0 0 .0001 Setelah 121.517 9 . 70504 121.666 7 113.67a 7.75540 103.6 7 139.0 0

41

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 8, dapat diketahui perbedan nilai

mean tekanan darah sistol sebelum (115,6171 mmHg) dan setelah diberi minum kopi menjadi (121.5179 mmHg). Melalui uji T didapatkan p V=0,0001 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang siknifikan terhadap tekanan darah sistol sebelum dan setelah diberi minum kopi.

Tabel 9. Distribusi Frekuensi Perubahan Nilai Tekanan Darah Diastol sebelum dan Setelah Diberi minum Kopi

Tekanan Darah Mean Std. Error mean Media n Mode Std. deviatio n

lower upper sig. (2-taille)

Sebelum 73.5124 .44412 73.6667 75.33 4.88536 61.33 85.00

.0001

Setelah 78.0220 .57868 77.3333 79.67 6.36552 61.33 98.33

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 9, dapat diketahui perbedan nilai

mean tekanan darah diastol sebelum (73,5124 mmHg) dan setelah diberi minum kopi menjadi (78,0220 mmHg). Melalui uji T didapatkan p V=0,0001 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang siknifikan terhadap tekanan darah diastol sebelum dan setelah diberi minum kopi.

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 8 dan 9, dapat diketahui nilai p V=0,0001 dan α 0,05 dengan derajat kesalahan 5%. Untuk menjawab hipotesis dilakukan dengan membandingkan alpha (α) dengan p V yang didapat. Dapat disimpulkan bahwa p V < nilai alpha (α) berati hipotesis penelitian diterima yang artinya ada perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah diberi minum kopi di Asrama Jurusan Keperawatan Politeknik

42

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan univariat, dapat diketahui terdapat perbedaan nilai mean tekanan darah sistol dan diastol sebelum dan setelah responden diberi minum kopi. Nilai mean sistol 115.6171 mmHg sebelum minum kopi dan setelah diberi minum kopi berubah menjadi 121.5179 mmHg. Sedangkan nilai diastol sebelum minum kopi 73, 5124 mmHg dan berubah menjadi 78,0220 mmHg. Setelah dilakukan uji bivariat didapatkan nilai p V=0,0001 dan α 0,05 dengan derajat kesalahn 5%. Untuk menjawab hipotesis dilakukan dengan membandingkan alpha (α) dengan p V yang didapat. Nilai α dalam penelitian ini adalah 5% (0,05). Dapat disimpulkan bahwa p V < nilai alpha (α) berati hipotesi penelitian diterima yang artinya ada perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah diberi minum kopi di Asrama Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Kementerian Kesehatan Tanjungkarang.

Hal ini salah satunya disebabkan kandungan kafein di dalam kopi sehingga Kafein bekerja di dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin

dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin (epineprin)

dan menyebabkan peningkatan tekanan darah, dan aktifitas otot, serta perangsangan hati untuk melepaskan senyawa gula pada aliran darah untuk menghasilkan energi ekstra (Erlangga, 2010. http://www.fritz-erlangga.co.cc). Mekanisme norepinefrin-epinefrin ini menjadi aktif penuh dalam 30 menit sampai beberapa jam (Guyton, 1996).

43

Selain itu dosis kopi yang diberikan kepada responden merupakan dosis maksimal yang seharusnya dikonsumsi oleh setiap orang, yaitu 500 mg. Kopi akan mengganggu kesehatan apabila kandungan kafein yang dikonsumsi per hari lebih dari 500 miligram, atau sekitar 5 gelas kopi instan. Sebuah penelitian menyebut, konsumsi kafein 600 miligram per hari, atau setara lima sampai enam cangkir kopi, bisa menyebabkan kecanduan dan gangguan kesehatan (Aryafatta, 2008. http://aryafatta.wordpress.com).

Pada saat melakukan pengumpulan data, peneliti sekaligus melakukan observasi kepada para responden. Tidak nampak perubahan-perubahan patologis yang dialami oleh responden. Tidak nampak gejala pusing dan responden tidak ada yang mengeluh setelah dilakukan penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan bahwa perubahan tekanan darah yang meningkat paling banyak ditemukan pada siang hari. Menurut peneliti hasil yang didapat menggambarkan terdapat perubahan tekanan darah yang bermakna pada tekanan darah sistol maupun diastol namun tidak ditemukan tanda-tanda perubahan patologis yang dialami responden.

44

4.4 Keterbatasan penelitian

Dalam penelitian ini tentunya masih terdapat kekurangan ataupun keterbatasan. Peneliti tidak mampu mengukur tekanan darah tepat 30 menit setelah diberi minum kopi dikarenakan keterbatasan alat yang digunakan dan sulitnya mengumpulkan responden tepat waktu.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.1.1 Hasil penelitian ini didapat nilai mean sistol sebelum minum kopi 115,6171 mmHg, sedangkan nilai mean sistol setelah minum kopi 121,5179 mmHg.

5.1.2 Hasil penelitian ini didapat nilai mean diastol sebelum minum kopi 73,5124 mmHg, sedangkan nilai mean diastol setelah minum kopi 78,0220 mmHg.

5.1.3 Dapat disimpulkan bahwa p V (0,0001) < nilai α (0,05) berati hipotesis penelitian diterima yang artinya ada perbedaan tekanan darah sistol dan diastol sebelum dan setelah 30 menit diberi minum kopi.

46

5.2 Saran

5.2.1 Untuk Institusi Pendidikan

Diharapkan kepada institusi pendidikan khususnya Jurusan Keperawatan Tanjungkarang Poltekkes Kementerian Kesehatan Tanjungkarang dapat menyampaikan hasil penelitian ini kepada masyarakat melalui mahasiswa saat melakukan kegiatan praktek klinik, PKMD ataupun program-program lain yang berhubungan dengan masyarakat.

5.2.2 Untuk Objek Penelitian

Bagi para responden apabila meminum kopi sebaiknya diminum pada pagi hari, dikarenakan dapat meningkatkan tenaga dan bisa digunakan untuk aktifitas selanjutnya. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi kopi pada malam hari karena dapat membuat seseorang sulit tidur yang disebabkan aktifitas jantung yang meningkat yang ditandai oleh meningkatnya tekanan darah.

5.2.3 Untuk Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan sampel yang lebih kecil, supaya dapat mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh responden selama penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Aryafatta (2008). Kafein dalam Kopi. http://aryafatta.wordpress.com

AEKI (2011). Meskipun Harga Kopi Naik, Petani Kopi di Lampung yang Pesimis Bahwa Kondisi Cuaca Tidak Menguntungkan dan Perantara Kejam Akan Memotong Keuntungan Mereka untuk Tahun Kedua Berturut-turut.

http://www.thejakartapost.com/news

Arikunto, Suharsimi (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta; Rineka Cipta

Bangun (2006). Terapi Jus & Ramuan Tradisional untuk Hipertensi. Depok; Agro Media Pustaka

Bungin, Burhan (2009). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta; Kencana Prenada Media Grup

Erlangga, Fritz (2010). Efek Kafein pada Tubuh. http://www.fritz-erlangga.co.cc. Ganong (2003). Buku Ajar Fisologi Kedokteran. Diterjemahkan oleh Pendit. Jakarta; EGC

Gosselin, Mc (2011). The Cold Hard. http://news.dunkindonuts.com

Guyton (1996). Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Diterjemahkan oleh Andrianto. Jakarta; EGC

(1993). Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jilid 1, Edisi ke-7. Jakarta; EGC

Jegtvig, Shereen(2008). What Is The Safe Or Recommended Amount Of Caffeine

One Should Take In One Day. http://nutrition.about.com.

James dkk (2008). Prinsip-prinsip Sains untuk Keperawatan. Diterjemahkan Oleh

Wardhani. Jakarta; Erlangga

Hastono, Sutanto Priyo (2001). Analisis Data. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Jakarta

46

Muhammadun, AS (2010). Hidup Bersama Hipertensi. Jakarta; In Books

Najiyati, Sri & Danarti (2007). Kopi Budi Daya & Penanganan Pasca Panen. Jakarta; Peneber Swadaya

Nasution S & Thomas M (2010). Penuntun Membuat Tesis, Skripsi, Disertasi

Makalah. Jakarta; Bumi Aksara

NCAUSA (2009). National Coffee Drinking Trends 2009. http://www.ncausa.org

Notoatmojdo, Soekijdo (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta; PT Rineka Cipta

Price A, Sylvia & Wilson M, Lorraine (2005). Patofisiologi. Jakarta: EGC Smeltzer & Bare (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta; EGC Sugiyono (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung; Alfabeta

Suyanto dkk (2011). Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Mahasiswa

Jurusan Keperawatan. Bandar Lampung

Syaifudin, H (2006). Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta; EGC

Wijayakusuma, Hembing & Dalimartha, Setiawan (2004). Ramuan Tradisional

untuk Pengobatan Darah Tinggi. Jakarta; Penebar Swadaya

Winarsi, Hery (2007). Anti Oksidan Alami & Radikal Bebas. Yogyakarta; Kanisius Wong L, Donna (2003). Keperawatan Pediatrik. Diterjemahkan oleh Ester. Jakarta; EGC

Yusianto & Sri, Mulato (2009). Kandungan Zat-Zat Kimia Pada Biji Kopi.

Dalam dokumen PERBEDAAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SETE (Halaman 52-63)

Dokumen terkait