BAB 4 HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian Pengembangan
Pada bab ini dibahas beberapa hal megenai hasil penelitian yang meliputi langkah-langkah pengembangan maupun kualitas produk buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI.
4.1.1 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian pengembangan buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI berkaitan dengan proses pengembangan buku dan kualitas buku. Secara rinci setiap rumusan masalah dijelaskan sebagai berikut. 4.1.1.1 Proses Pengembangan Buku Siswa dan Buku Guru Dengan
Pendekatan PMRI
Proses pengembangan produk buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI menggunakan empat tahap hasil modifikasi sepuluh langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2008: 169) dan sepuluh langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2010). Empat tahap tersebut adalah pengumpulan data, mendesain produk, validasi desain, dan ujicoba terbatas. Alasan peneliti membuat modifikasi langkah-langkah adalah menyesuaikan kondisi di lapangan, yakni ketersediaan waktu terbatas yang diberikan oleh sekolah sehingga penelitian dilaksanakan sampai pada ujicoba terbatas. Selain itu, teori langkah-langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall maupun Sugiyono tidak terlalu berbeda.
57 Tahap pertama, yakni pengumpulan data dimulai dengan kegiatan analisis kebutuhan (need assessment) yang terdiri dari wawancara guru dan siswa di sekolah terkait materi yang sulit dipahami bagi siswa. Selain wawancara, pengumpulan data juga dilakukan melalui studi dokumen guna mengetahui jenis buku pelajaran yang biasa digunakan. Kegiatan analisis kebutuhan tersebut dilakukan tidak hanya untuk menganalisis kebutuhan siswa di sekolah, namun juga mencari tahu terlebih dahulu masalah maupun potensi yang dimiliki siswa.
Tahap kedua, yakni mendesain produk dimulai dengan menentukan jenis produk. Produk dalam penelitian ini adalah buku siswa dan buku guru. Untuk menyusun buku, peneliti memilih standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, maupun tujuan pembelajaran. Pada langkah ini peneliti merencanakan cakupan materi, kegiatan, dan langkah-langkah pembelajaran. Untuk mengatasi kesulitan siswa memahami materi garis bilangan yang dirasa abstrak bagi siswa, peneliti membaca literatur terkait pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas III sekolah dasar. Oleh sebab itu peneliti memilih pendekatan PMRI sebagai dasar penyusunan buku. Agar sesuai dengan kaidah penyusunan buku pada umumnya, peneliti mengikuti ketentuan penyusunan buku berdasarkan beberapa literatur yang terkait.
Tahap ketiga, yakni validasi desain meliputi penyusunan instrumen validasi produk berupa kuesioner. Stelah melakukan validasi instrumen, peneliti melakukan validasi buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI yang telah disusun kepada para ahli matematika. Data hasil validasi oleh satu dosen ahli pendekatan PMRI dan satu guru ahli pendekatan PMRI diolah untuk mengetahui
58 kualitas buku. Untuk lebih memperkuat data hasil kualitas, peneliti melakukan uji keterbacaan buku terhadap lima siswa sekolah dasar kelas III untuk mencari tahu adanya kelemahan bahasa yang membutuhkan perbaikan.
Tahap keempat, yakni ujicoba terbatas diawali ujicoba secara empiris soal tes pilihan ganda yang hendak digunakan sebagai pretest dan posttest ketika ujicoba produk. Data hasil uji empiris dianalisis untuk mendapatkan soal-soal yang valid dan reliabel. Soal yang valid dan reliabel tersebut kemudian digunakan sebagai pretest. Setelah pretest dilakukan, peneliti dan siswa melakukan proses belajar menggunakan produk penelitian, yakni buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI. Untuk mengukur dampak penggunaan produk, peneliti kembali memberikan tes sebagai posttest, kemudian menganalisis hasilnya.
4.1.1.2 Kualitas Buku Siswa dan Buku Guru Dengan Pendekatan PMRI Setelah buku disusun, buku divalidasi oleh dosen matematika dan guru matematika sekolah dasar sebagai ahli PMRI melalui pengisian kuesioner. Dosen matematika berperan sebagai ahli I, sedangkan guru matematika sekolah dasar sebagai ahli II. Tabulasi data kuesioner validasi dijabarkan melalui tabel berikut.
Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Validasi Buku Siswa
Berdasarkan hasil validasi produk buku siswa, dapat diketahui bahwa ahli I memberikan total nilai sebesar 93 dengan rata-rata 4,04 , sedangkan ahli II
No. Aspek Ahli I Ahli II
1 Cover 27 26 2 Isi 21 24 3 Konsistensi 16 17 4 Bahasa 13 18 5 Gambar 16 19 Total 93 104 Rata-rata 4,04 4,52 Rerata 4,28
59 memberikan total nilai sebesar 104 dengan rata-rata 4,52. Kedua rata-rata nilai diolah lagi untuk mencari rerata. Rerata hasil kuesioner validasi buku siswa menurut kedua ahli adalah sebesar 4,28. Selanjutnya rerata tersebut dikonversikan dengan tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif pada bab III. Hasil konversi menyatakan bahwa buku siswa dengan pendekatan PMRI termasuk dalam
katergori “baik”.
Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Validasi Buku Guru
Berdasarkan hasil validasi produk buku guru, dapat diketahui bahwa ahli I memberikan total nilai sebesar 94 dengan rata-rata 3,92. Sementara itu, ahli II memberikan total nilai sebesar 113 dengan rata-rata 4,71. Rerata hasil kuesioner validasi buku siswa menurut kedua ahli adalah sebesar 4,31. Rerata tersebut dikonversikan dengan tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif pada bab III. Hasil konversi menyatakan bahwa buku guru dengan pendekatan PMRI termasuk
dalam katergori “baik”.
4.1.2 Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan penelitian pengembangan ini berkenaan dengan prosedur pengembangan buku dan kualitas produk buku yang dijelaskan sebagai berikut.
No. Aspek Ahli I Ahli II
1 Tujuan dan Pendekatan 16 19
2 Cover 24 26 3 Isi 39 49 4 Bahasa 15 19 Total 94 113 Rata-rata 3,92 4,71 Rerata 4,31
60 4.1.2.1 Berkenaan Dengan Prosedur Pengembangan Produk
1. Situasi Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar
Peneliti melakukan analisis kebutuhan di sekolah dasar untuk mengetahui situasi pembelajaran matematika di sekolah dasar yang menjadi subjek penelitian. Mengetahui situasi pembelajaran di sekolah dasar berguna untuk menemukan masalah yang ada di sekolah dasar dan kebutuhannya. Kebutuhan tersebut sekaligus menjadi solusi produk yang hendak dikembangkan. Peneliti telah mewawancarai siswa dan guru dari empat sekolah yang termasuk daerah Sleman Timur, yaitu SD Kanisius Sengkan, SD Kanisius Demangan Baru 1, SD Kanisius Eksperimental Mangunan, dan SD Negeri Deresan.
Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa materi yang sulit di kelas III adalah materi garis bilangan, alat ukur, dan bangun datar. Berdasarkan hasil wawancara guru tersebut, selanjutnya peneliti mewawancarai siswa. Wawancara yang dilakukan dengan siswa bersifat klarifikasi atas pendapat guru mengenai materi yang sulit bagi siswa. Dari wawancara tersebut ditemukan bahwa di antara materi garis bilangan, alat ukur, dan bangun datar terdapat materi yang paling sulit. Materi yang paling sulit adalah materi garis bilangan. Peneliti sependapat dengan siswa sebab materi garis bilangan sangat rawan dan riskan terjadi kesalahan ketika siswa mengerjakan soal. Oleh sebab itu peneliti memilih maneliti dengan materi garis bilangan. Subjek penelitian yang dipilih adalah lima siswa kelas III SD Kanisius Demangan Baru 1 berdasarkan rekomendasi guru. Adapun hasil wawancara guru secara detil terlampir, sedangkan dalam tabel berikut ini dipaparkan hasil wawancara siswa terkait materi garis bilangan.
61 Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Wawancara Siswa
Dari Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa bagian yang sulit dari materi garis bilangan adalah memulai langkah ketika membilang, menentukan letak bilangan, dan membilang urut bilangan ratusan. Semua tanggapan siswa tersebut ternyata tidak jauh berbeda satu sama lain. Oleh karena itu peneliti menyusun buku siswa yang didampingi buku guru berisi materi garis bilangan dengan lingkup materi mengenal garis bilangan, menentukan letak bilangan, membilang loncat, dan dikembangkan hingga menyelesaikan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan ratusan menggunakan garis bilangan. Secara khusus buku siswa dan buku guru disusun berdasarkan pendekatan PMRI untuk membantu siswa memahami materi dengan mudah karena materi disajikan secara realistik.
Peneliti mengembangkan buku sebagai produk penelitian karena adanya kegemaran siswa yang senang membaca buku. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan sehari-hari siswa yang gemar berkunjung ke perpustakaan dan menggunakan jam belajar seminggu sekali untuk membaca buku. Kondisi siswa yang menyukai kegiatan membaca menjadi alasan pentingnya produk penelitian berupa buku untuk menyelesaikan masalah siswa mengenai garis bilangan.
Nama Sekolah Tanggapan Siswa
SD Kanisius Sengkan
“Aku seneng belajar garis bilangan, tapi
bingung waktu ngejain soal. Bingung waktu
mulai ngerjain langkahnya di garis bilangan.”
SD Kanisius Demangan Baru 1 “Paling susah waktu ngerjain bilangan yang tidak urut, apalagi bilangan loncat.”
SD Kanisius Eksperimental Mangunan “Aku masih sering salah waktu menulis letak bilangan di garis bilangan yang rumpang.”
SD Negeri Deresan “Garis bilangan itu sulit karena bilangannya ratusan, jadi susah ngurutinnya”
62 2. Prosedur Pengembangan Produk
Jenis produk dalam penelitian ini adalah buku siswa dan buku guru. Buku guru dan buku siswa disusun dengan memperhatikan tata bahasa, kesesuaian materi, konsistensi tata letak, dan adanya gambar-gambar menarik yang relevan. Berdasarkan wawancara dan studi dokumen pada kegiatan analisis kebutuhan, peneliti memilih satu materi yang merupakan materi paling sulit dipahami siswa. Setelah memilih materi yang dikaji dalam buku, peneliti melakukan studi literatur mengenai pendekatan pembelajaran. Dari sekian banyak pendekatan pembelajaran, peneliti memilih satu pendekatan yang dirasa efektif mengatasi permasalahan yang ada di kelas, khususnya mata pelajaran matemarika. Adapun pendekatan pembelajaran yang dipilih adalah pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI).
Hal penting yang dipertimbangkan peneliti dalam pengembangan produk adalah kemenarikan buku yang dapat dilihat dari kekontrasan warna, gambar, dan penggunaan huruf yang tepat. Untuk memudahkan siswa maupun guru dalam menggunakan buku, peneliti membuat petunjuk penggunaan dan daftar isi buku. Desain buku siswa dan buku guru yang telah dibuat sesuai dengan spesifikasi produk yang diharapkan pada bab I yakni memiliki ketebalan 0,2 cm dengan panjang 30 cm dan lebar 21 cm. Desain dan komponen-komponen buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI yang disusun juga tidak memiliki perubahan desain dan komponen-komponen berdasarkan spesifikasi produk yang diharapkan. Berikut ini desain sampul depan buku siswa dengan pendekatan PMRI.
63 Gambar 4.1 Desain Sampul Depan Buku Siswa
Desain sampul depan buku guru tidak jauh berbeda dengan desain sampul depan buku siswa.
Gambar 4.2 Desain Sampul Depan Buku Guru
Penyusunan buku siswa dan buku guru berdasarkan lima karakteristik pendekatan PMRI, yaitu penggunaan konteks, penggunaan model, proses kontruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Berikut ini petunjuk penggunaan buku yang terdapat dalam buku siswa.
64 Gambar 4.3 Petunjuk Penggunaan Buku Siswa
Petunjuk penggunaan buku siswa pada Gambar 4.3 merupakan petunjuk untuk siswa dalam menggunakan buku, sedangkan petunjuk penggunaan buku guru merupakan petunjuk untuk guru dalam menggunakan buku.
Gambar 4.4 Petunjuk Penggunaan Buku Guru
Komponen yang terdapat dalam buku siswa dan buku guru sedikit berbeda, namun baik dalam buku siswa maupun buku guru berisi soal latihan yang dapat dikerjakan secara individu ataupun kelompok.
65 Gambar 4.5 Latihan Soal
Dalam buku guru terdapat kunci jawaban soal-soal latihan dan catatan khusus karakteristik PMRI dan peran guru dalam pembelajaran.
Gambar 4.6 Kunci Jawaban dan Karakteristik PMRI
Karakteristik PMRI secara eksplisit terdapat dalam buku guru agar memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran karakteristik PMRI yang dimaksud. Karakteristik PMRI juga terdapat dalam buku siswa, namun secara implisit. Karena berdasarkan pendekatan PMRI, buku siswa dan buku guru sangat
66 full colour dan dilengkapi dengan gambar-gambar serta keterangan yang relevan dengan materi dan menarik bagi siswa. Sesuai dengan karakteristik PMRI, proses pembelajaran yang tertulis dalam buku berisi kegiatan-kegiatan sebagai interaktivitas sehingga dalam langkah kegiatan ditulis alat dan bahan yang digunakan. Alat dan bahan tersebut bersifat fleksibel sehingga dapat diganti sesuai kemampuan guru dan sekolah sejauh masih konkret dan relevan bagi siswa.
4.1.2.2 Berkaitan Dengan Kualitas Produk 1. Kualitas Produk
Kualitas produk buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI dapat dilihat dari hasil validasi oleh para ahli di bawah ini.
Tabel 4.4 Hasil Validasi Buku Siswa
No Aspek yang dinilai
Validator
Ahli I Ahli II
A. SAMPUL
1. Gambar sesuai dengan materi. 5 5
2. Komposisi unsur tata letak (judul, pengarang, ilustrasi, logo, dll seimbang dan seirama dengan tata letak isi).
4 4
3. Warna yang digunakan pada sampul dapat membuat tulisan terbaca dengan jelas.
5 3
4. Ukuran judul lebih besar dibandingkan nama pengarang dan tulisan lainnya.
4 5
5. Judul dapat memberikan informasi secara cepat dan tepat tentang materi isi buku.
5 5
6. Sampul menarik perhatian untuk belajar. 4 4
B. ISI BUKU
7. Menggunakan benda atau masalah yang nyata (karakteristik 1). 4 4 8. Menggunakan model yang membantu siswa untuk memahami materi
(karakteristik 2).
4 5
9. Memberikan kesempatan untuk memahami materi sendiri (karakteristik 3).
4 5
10. Terdapat belajar secara kelompok dan mandiri (karakteristik 4). 4 5 11. Terdapat keterkaitan dengan materi lain (karakteristik 5). 5 5
C. KONSISTENSI
12. Penempatan unsur tata letak judul, sub judul, ilustrasi, pada awal setiap bab tidak berubah-ubah.
4 4
13. Tata letak gambar tepat dan tidak mengganggu. 4 4
67 15. Jenis dan ukuran huruf pada kalimat mudah dibaca. 4 5
D. BAHASA
16. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. 3 4
17. Berisi perintah yang jelas. 3 5
18. Bahasa berdasarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 4 5
19. Bahasa tidak mengandung makna ganda. 3 4
E. GAMBAR
20. Menarik perhatian untuk belajar. 4 5
21. Sesuai dengan materi yang dibahas. 4 5
22. Warna gambar memiliki kekontrasan yang sesuai sehingga tidak mengganggu ketika membaca.
4 4
23. Ukuran gambar tepat. 4 5
Total Skor 93 104
Rata-rata 4,04 4,52
Rerata 4,28
Kuesioner yang dipakai dalam validasi buku siswa di atas terdiri dari 23 item berupa pernyataan meliputi aspek halaman sampul, isi buku, konsistensi, bahasa, dan gambar. Berdasarkan Tabel 4.4, dapat diperoleh hasil bahwa total skor validasi buku oleh ahli I sebesar 93, sedangkan oleh ahli II sebesar 104. Rata-rata perolehan skor total dari ahli I adalah 4,04. Sementara itu sebesar 4,25 dari ahli II. Koefisien yang dipakai untuk membuat kesimpulan kualitas buku adalah hasil rerata. Rerata validasi buku siswa dari kedua ahli adalah sebesar 4,28 kemudian dikonversikan dengan tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif oleh Widoyoko (Widoyoko, 2009: 238) sebagai berikut.
Tabel 4.5 Kategori Skor Instrumen Kuesioner
Interval Skor Kategori
X > Sangat Baik < X ≤ Baik < X ≤ 3,6 Cukup Baik < X ≤ Kurang Baik X > Sangat Kurang Baik
68 Dari Tabel 4.5 diketahui bahwa hasil validasi buku siswa dengan pendekatan PMRI dengan koefisien validasi sebesar 4,28 termasuk dalam kategori
“baik” < X ≤ ). Dengan demikian buku siswa berkualitas “baik”. Selain memberikan kategori kualitas buku, para ahli juga menyatakan kelayakan buku untuk diujicobakan di sekolah. Dari pengolahan data validasi buku siswa diperoleh hasil bahwa buku siswa layak diujicobakan di sekolah dengan beberapa revisi sesuai catatan yang diberikan para ahli agar dilakukan perbaikan.
Gambar 4.7 Komentar Struktur Kalimat Perintah Menurut Ahli I
Struktur kalimat perintah yang mendapat catatan dari ahli I perlu diperbaiki karena kalimat sulit dipahami bagi siswa. Berikut ini perbaikan yang telah dilakukan terkait struktur kalimat perintah pada buku siswa berdasarkan komentar dari ahli I.
69 Gambar 4.8 Perbaikan Struktur Kalimat Perintah
Selain perbaikan struktur kalimat, komponen buku siswa yang diperbaiki adalah bagian sampul buku yakni kekontrasan warna gambar dan tulisan. Hal tersebut berdasarkan komentar dari ahli II.
70 Untuk memperbaiki kekontrasan pada sampul depan buku siswa, peneliti mengganti warna garis bilangan dari hitam ke merah dengan ukuran garis yang
diperbesar. Selain itu, warna angka “3” diganti dengan warna merah terang.
Gambar 4.10 Kekontrasan Sampul Depan Setelah Perbaikan
Tidak jauh berbeda dengan buku siswa, buku guru juga memiliki kategori
“baik” yang dapat dilihat dari hasil validasi pada tabel di bawah ini. Tabel 4.6 Hasil Validasi Buku Guru
No. Aspek yang dinilai Validator
Ahli I Ahli II
A. TUJUAN DAN PENDEKATAN
1 Pembelajaran dalam buku guru dibuat menarik. 4 4 2 Buku guru dibuat sesuai dengan karakteristik PMRI. 4 5 3 Buku guru memberikan kesempatan guru untuk menggunakan konteks
yang nyata dalam mengajar.
4 5
4 Buku guru membantu guru untuk berpikir kreatif. 4 5
B. COVER
1 Gambar sesuai dengan materi. 4 5
2 Komposisi unsur tata letak (judul, pengarang, ilustrasi, logo, dan lain-lain seimbang dan seirama dengan tata letak isi)
4 4
3 Memiliki kekontrasan yang baik (pewarnaan halaman depan). 4 4 4 Ukuran judul lebih dominan dibandingkan nama pengarang dan
tulisan lainnya.
4 5
5 Judul dapat memberikan informasi secara cepat dan tepat tentang materi isi buku.
4 5
71
C. ISI
1 Komponen dalam buku guru lengkap (cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan buku, daftar isi, daftar pustaka).
5 5
2 Materi buku sesuai dengan judul buku 4 5
3 Petunjuk pada buku guru jelas dan mudah dipahami 3 4 4 Alat dan bahan yang digunakan dalam setiap kegiatan mudah
disiapkan oleh guru.
4 5
5 Materi disusun secara runtut 3 5
6 Buku memuat karakteristik PMRI: Penggunaan konteks 4 5 7 Buku memuat karakteristik PMRI : Penggunaan model 4 5 8 Buku memuat karakteristik PMRI : Konstruksi siswa 4 5 9 Buku memuat karakteristik PMRI : Interaktivitas 4 5 10 Buku memuat karakteristik PMRI : Keterkaitan 4 5
D. BAHASA
1 Kalimat yang digunakan singkat dan jelas. 4 5
2 Bahasa yang digunakan mudah dipahami 3 4
3 Bahasa yang digunakan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD)
4 5
4 Ukuran dan bentuk huruf menarik 4 5
Total Skor 94 113
Rata-rata 3,92 4,71
Rerata 4,31
Sama dengan buku siswa, peroleh rerata hasil validasi buku guru 4,31 apabila setelah dikonversikan hasilnya adalah buku guru berkualitas “baik” <
X ≤ ) dan layak diujicobakan di sekolah dengan beberapa revisi sesuai catatan dari para ahli. Catatan para ahli dipaparkan dalam gambar-gambar berikut ini.
72 Berikut ini perbaikan struktur kalimat perintah pada buku guru berdasarkan komentar dari ahli I.
Gambar 4.12 Perbaikan Petunjuk Buku
Selain perbaikan kalimat pada petunjuk buku, komponen buku guru yang diperbaiki adalah urutan materi agar disusun dari materi mudah ke materi sulit.
73 Berikut ini perbaikan urutan materi dari mudah ke materi yang sulit
berdasarkan komentar dari ahli II.
Gambar 4.14 Perbaikan Susunan Materi 2. Dampak Produk
Kualitas baik yang dimiliki produk buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI dalam penelitian ini adalah “baik”. Kualitas “baik” tersebut dapat dilihat lebih dalam dengan mencari tahu dampak yang ditimbulkan dengan adanya produk. Dampak adanya produk buku sekaligus dapat menunjukkan keunggulan buku atau keefektivan buku dalam mengatasi masalah belajar siswa. Dalam penelitian ini, dampak adanya buku dilihat dari perbandingan nilai siswa sebelum dan sesudah menggunakan produk di dalam proses pembelajaran matematika, terkait materi yang dianggap sulit, yakni garis bilangan.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan produk adalah soal tes pilihan ganda. Soal tersebut disusun berdasarkan kisi-kisi dan lingkup materi yang dirasa sulit bagi siswa.
74 Untuk dapat mengukur pemahaman siswa dengan tepat, soal tes pilihan ganda diuji secara empiris terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan pengolahan data menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh hasil sebanyak 20 butir soal dinyatakan valid dari jumlah keseluruhan 30 butir soal. Hasil tersebut diperoleh setelah disesuaikan rtabel = 0,44 dengan koefisien korelasi product moment lebih besar dari rtabel yang dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas
No. Item Korelasi Pearson Hasil 1 0.714** Valid 2 0. 135 Tidak Valid 3 0.565** Valid 4 0.341 Tidak Valid 5 -0.136 Tidak Valid 6 0.496* Valid 7 0.593** Valid 8 -0.017 Tidak Valid 9 0.540** Valid 10 0. 670** Valid 11 0.509** Valid 12 0.590** Valid 13 0.509* Valid 14 0.781** Valid 15 0.045 Tidak Valid 16 0.598** Valid 17 0.776** Valid 18 0.660** Valid 19 0.759** Valid 20 0.509* Valid 21 -0. 139 Tidak Valid 22 -0.078 Tidak Valid 23 0.154 Tidak Valid 24 0.677** Valid 25 -0.202 Tidak Valid 26 0.640** Valid 27 0.776** Valid 28 0.565** Valid 29 0.660** Valid 30 0.154 Tidak Valid
75 Koefisien korelasi Pearson dengan tanda ** adalah koefisien yang valid secara signifikan dengan tingkat kesalahan 0,01, sedangkan koefisien korelasi Pearson dengan tanda * adalah koefisien yang valid secara signifikan dengan tingkat kesalahan 0,05. Setelah mendapat data 20 butir soal yang valid, peneliti mencari tahu reliabilitas soal dan diperoleh hasil bahwa reliabilitas 20 butir soal yang valid tersebut sebesar 0,861 dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas
Hasil reliabilitas diketahui dari koefisien Cronbach's Alpha dari soal yang valid lebih besar dari 0,60. Setelah instrumen sudah dinyatakan valid dan reliabel, peneliti menggunakan intrumen dalam ujicoba produk. Pada waktu ujicoba produk, peneliti mengujikan soal kepada lima siswa subjek penelitian sebelum menggunakan buku siswa dengan pendekatan PMRI dalam memahami materi garis bilangan sebagai pretest. Untuk mengetahui dampak adanya buku dalam pembelajaran, soal yang sama diujikan kembali kepada kelima siswa sebagai posttest. Adapun hasil pretest dan posttest dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Tabel 4.9 Hasil Pretest dan Posttest
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.861 20
Nama Pretest Posttest
Skor Nilai Skor Nilai
GL 12 60 18 90 AN 10 50 17 85 HK 10 50 16 80 RF 5 25 15 75 JN 5 25 15 75 Total Nilai 210 405 Rata-rata Nilai 42 81 Peningkatan 39 Persentase 92,8%
76 Dari Tabel 4.7 diketahui bahwa pada waktu pretest, GL mendapat nilai 60. AN dan HK mendapat nilai 50, sedangkan RF dan JN mendapat nilai 25. Kelima siswa tersebut terbukti mengalami kesulitan dalam memahami materi garis bilangan, yakni nilai yang diperoleh kurang dari KKM mata pelajaran matematika sebesar 70,00. Hasil postttest kelima siswa tersebut ternyata lebih besar daripada hasil pretest. Nilai posttest GL adalah 90. Nilai tersebut jelas meningkat dari nilai pretest sebesar 60. Tidak jauh berbeda, AN mendapat nilai 85, sedangkan HK mendapat nilai 80 dan RF serta JN mendapat nilai 75. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan buku siswa dan buku guru dengan pendekatan PMRI