KAJIAN PUSTAKA
B. Hasil Penelitian Relevan
Untuk menghindari pengulangan hasil temuan yang membahas permasalahan yang sama dari seseorang dalam bentuk jurnal hasil penelitian, maka penulis akan memaparkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan. Dari hasil temuan itu nantinya akan dijadikan sebagai sandaran teori dan sebagai pembanding dalam mengupas permasalahan tersebut sehingga diharapkan akan
56
muncul penemuan baru. Adapun penelitian-penelitian yang dipaparkan diantaranya sebagai berikut:
Latifatul Izaah mengadakan penelitian dalam jurnal : “Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembiasaan Shalat Berjamaah di MTs N Galur Kulon Progo, DIY”. Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap tentang jenis ibadah sholat berjama’ah yang biasa dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Galur Kulon Progo DIY, juga ingin menjelaskan tentang peran guru dalam membiasakan ibadah sholat berjama’ah bagi siswa di MTs N Galur Kulon Progo DIY. Dengan demikian pada kesimpulan tulisan ini menyebutkan bahwa jenis ibadah sholat berjama’ah yang biasa dilaksanakan di MTs N Galur adalah sholat Dhuha, sholat Dhuhur, dan sholat Jum’at. Adapun Peran guru dalam pembiasaan sholat berjama’ah MTs N Galur adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penasehat, model dan teladan, pemindah kemah, sertapembangkitpandangan.(Journalhomepage: ww.ejournal.almaata.ac.id/literasi)
Selanjutnya, Rendiana Dewi mengadakan penelitian tentang “ Implementasi Budaya Religius dalam Upaya Membentuk Perilaku Disiplin Siswa di SMK Sunan Ampel Menganti Gresik”. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak hanya diartikan sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa. Tetapi, beberapa kegiatan seperti membiasakan seluruh warga sekolah untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku, saling menghormati dan membiasakan hidup dislipin yang harus ditumbuhkan di lingkungan sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan budaya religius dalam membentuk perilaku disiplin siswa di SMK Sunan Ampel Menganti Gresik. Mengeksplorasi peran kepala sekolah dalam implementasi budaya religius. Serta mengeksplorasi kendala dan upaya implementasi budaya religius di SMK Sunan Ampel Menganti Gresik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data.
57
Hasil penelitian ini menunjukkan. Pertama, penerapan kegiatan religius seperti dibiasakannya kegiatan berdoa bersama (istigosah) yang di komando dari kantor dan sholat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai, membiasakan kegiatan-kegiatan yang bernuansa agama untuk membentuk perilaku disiplin siswa meliputi ziarah makam wali, kegiatan PHBI, kegiatan sosial masyarakat di SMK Sunan Ampel Menganti Gresik, dan kegiatan presensi siswa yang sudah menggunakan fingerprint dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa serta pembiasaan sholat berjamaah baik sholat wajib maupun sholat sunnah. Kedua, kepala sekolah berperan sebagai tauladan bagi semua warga sekolah dan memberikan tausiyah serta membuat tata tertib sekolah. Ketiga, kendala dan upaya dalam implementasi budaya religius antara lain adalah belm maksimalnya kedisiplinan tenaga pendidik dan juga siswa terbukti masih ada beberapa yang terlambat dan masjid kurang representatif. Kepala sekolah harus senantiasa mengawasi dan mencontohkan kesadaran atas perilakudisiplin.
(http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen).-
Penelitian lain juga dilaksanakan oleh peneliti lain yaitu oleh : Lina Hadiawati yang berjudul : “ Pembinaan Keagamaan dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa Melaksanakan Ibadah Shalat (Penelitian di Kelas X dan XI SMK Plus Qurrota ‘Ayun Kecamatan Samarang Kabupaten Garut”. Internalisasi ajaran agama yang dinilai efektif adalah melalui penyelenggaraan kegiatan pembinaan keagamaan baik di sekolah, keluarga, maupun di masyarakat. Indikator utama ketaatan ibadah seseorang dapat diukur sampai sejauh mana orang tersebut memelihara kewajiban menjalankan ibadah shalat sebagai tiang agama dan sebagai ciri khas kemuslimannya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan antara pembinaan keagamaan dengan kesadaran siswa dalam melaksanakan ibadah shalat wajib yang dilaksanakan di SMK Plus Qurrota A’yun Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Penelitian bertolak dari pemikiran bahwa untuk mencapai keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran PAI tidak akan terlepas dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah, meliputi : Bimbingan cara beribadah, pemahaman agama dan pemahaman diri terhadap tata cara shalat, serta pembinaan
58
agar faham dalam kegiatan keagamaan baik di sekolah, lingkungan, dan di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif analitik, yaitu tertuju pada pemecahan masalah untuk memperoleh datanya, penulis mempergunakan teknik observasi dan wawancara.
Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa siswa dapat melaksanakan pembinaan keagamaan siswa adanya keterbiasaan maka ia akan terbiasa untuk melaksanakan shalat tanpa adanya dorongan dan ajakan dari orang lain, siswa tersebut akan sadar dengan sendirinya karena keterbiasaannya. (Jurnal Pendidikan Universitas Garut Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut, ISSN: 1907-932X)
Penelitian lain tentang shalat berjamaah juga dilaksanakan oleh Asep Kurniawan yang berjudul :” Bil Hal Pembiasaan Budaya Agama Melalui Shalat Berjamaah di Sekolah Menengah Pertama Islam Al-Azhar 5 Kota Cirebon”. Dakwah bil hal di sekolah berfungsi mempersiapkan para siswa menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Penelitian ini difokuskan dengan tujuan untuk lebih jauh mengungkap tentang bagaimana penerapan dakwah bil hal ini sehingga bisa menciptakan budaya agama melalui pembiasaan shalat berjamaah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Keterpercayaan data kualitatif dilakukan melalui kredibilitas data, transferabilitas data, konfirmabilitas data, dan dependabilitas data. Tehnik analisis menggunakan tahapan collecting data, displaying data, reducing data dan conclusing data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dakwah bil hal dalam penciptaan budaya agama di SMP Islam al-Azhar 5 Cirebon sudah berjalan dengan baik yang terlihat dari: (a) pembiasaan senyum, salam, dan sapa, (b) shalat Jum’at di masjid sekolah, (c) shalat dhuhur berjamaah, (d) peringatan hari- hari besar Islam, (e) shalat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai (f) kegiatan tadarus al- Qur’an. (2) Hasil dakwah bil hal pembiasaan nilai-nilai shalat berjamaah
59
memiliki nilai- nilai luhur, yaitu: (a) nilai-nilai ‘ubudiyah, (b) nilai-nilai akhlak al-karimah, meliputi: pola pikir positif, mission statement, berpikir dan bertindak strategis, kebersamaan, tawadlu’, optomis, mandiri, dan networking, (c) nilai-nilai kedisiplinan. (Orasi, Jurnal Dakwah dan Komunikasi p ISSN 2085-7357 / e ISSN 2541-7142, Volume 8 No. 1, http//syekhnurjati.ac.id. /jurnal/idex.php /orasi)
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian relevan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa. Pembiasaan shalat berjamaah dapat dilaksanakan di sekolah sebagai salah satu kegiatan rutin khususnya yang dilaksanakan dan dibimbing oleh guru PAI. Pada awalnya melalui latihan dan pembinaan secara terus menerus oleh guru bahkan sedikit keterpaksaan pada diri siswa, tetapi lambat laun siswa mampu melaksanakan shalat berjamaah secara mandiri tanpa disuruh oleh guru. Dalam hal ini, guru berfungsi sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penasehat, model dan teladan, pemindah kemah, serta pembangkit pandangan.
Terdapat sedikit perbedaan antara penelitian relevan di atas dengan penelitian yang sedang diteliti. Perbedaannya terletak pada fokus kajian yang diteliti. Jika pada penelitian relevan di atas difokuskan pada peran guru dalam membiasakan kegiatan keagamaan di sekolah untuk meningkatkan religiusitas siswa dan sekaligus membiasakan siswa untuk melaksanakan shalat berjamaah secara mandiri. Sedangkan penelitian yang sedang diteliti ini difokuskan secara umum pada strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam peningkatan kualitas shalat berjamaah siswa di SDN 106162 Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.
Adapun secara khusus, penelitian ini difokuskan pada empat hal yaitu :
Pertama, proses shalat berjamaah siswa di SDN 106162 Medan Estate Kecamatan
Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Kedua, koordinasi yang dilakukan Kepala Sekolah dengan guru PAI dalam meningkatkan kualitas shalat berjamaah siswa di SDN 106162 Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Ketiga, pendekatan yang digunakan oleh guru PAI dalam memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas shalat berjamaah di SDN 106162 Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Keempat, kendala
60
dan hambatan yang dihadapi guru PAI dalam meningkatkan kualitas shalat berjamaah siswa di SDN 106162 Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.
BAB III