• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Hasil Penelitian Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2017 sampai dengan 13 Oktober 2017 di kelas IV B. Pembelajaran siklus I ini dilakukan dalam dua kali pertemuan dan diakhiri dengan pemberian evaluasi berupa tes pilihan ganda. Berikut ini adalah runtutan pelaksanaan pembelajaran setiap pertemuan pada siklus I.

Tabel 4.2. Runtutan pertemuan pelaksanaan pembelajaran Siklus I Siklus I Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2

Hari/tanggal 11 Oktober 2017 13 Oktober 2017 Alokasi waktu 2 x 35 Menit 3 x 35 Menit Materi Tulang-Tulang Penyusun

Rangka

Tulang-Tulang Penyusun Rangka

Evaluasi - 1 x 35 menit

Kegiatan–kegiatan yang akan dilakukan pada siklus I terdiri dari 4 tahap, yaitu:

1. Perencanaan Tindakan

Adapun kegiatan dalam tahap perencanaan adalah sebagai berikut: a. Mensosialisasikan kepada guru kelas IV B SDN 42 Mataram terlebih

60

b. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPA kelas IV materi Tulang-Tulang Penyusun Rangka dengan penggunaan metode

mnemonic berbantuan media gambar.

c. Menyiapkan kata kunci mnemonic dan gambar bagian dari Tulang-Tulang Penyusun Rangka dengan menggunkan kertas berwarna berbeda pada masing-masing bagian rangka.

d. Menyiapkan lembar observasi guru dan siswa yang sesuai dengan penerapan metode mnemonic berbantuan media gambar.

e. Menyiapkan tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar siswa setelah diterapkannya penggunaan metode mnemonic berbantuan media gambar.

f. Menyiapkan pedoman observasi berupa lembar observasi kegiatan guru dan siswa.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam skenario pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru meliputi kegiatan awal, inti, dan akhir.

a. Kegiatan Awal

Saat kegiatan pembelajaran dimulai, peneliti yang bertindak sebagai guru memberi salam kepada siswa. Semua siswa merespon salam dan sapa guru dengan sangat baik yang dilanjutkan dengan

61

memeriksa kehadiran siswa, dan dilanjutkan dengan menyiapkan alat bantu pembelajaran.

Pada saat guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “ Kepala Pundak Lutut kaki” secara bersamaan dan meminta 2 (dua) orang

siswa memimpin lagu didepan kelas. Tiba-tiba keadaan didalam kelas menjadi sedikit gaduh karena banyak siswa yang ingin maju kedepan kelas untuk memimpin teman-temannya bernyanyi sambil menunjukkan anggota badan yang terdapat pada lirik lagu. Namun keadaan kembali terkontrol saat guru menjelaskan bahwa masih banyak giliran untuk maju kedepan kelas. Meskipun keadaannya demikian, masih terdapat beberapa siswa yang tidak bersemangat dalam belajar.

b. Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, guru mengeksplorasi kemampuan siswa dengan memberikan pertanyaan terkait lagu yang sudah dinyanyikan, setelah mendengar jawaban yang beragam dari siswa, kemudian guru mengaitkan jawaban yang benar dengan materi yang akan diajarkan. Selanjutnya guru menggali kembali kemampuan siswa dengan cara menunjukkan gambar rangka manusia, tanpa diminta siswa langsung menyebutkan bagian-bagian rangka manusia secara spontan. Setelah itu, guru meminta 2 (dua) orang perwakilan siswa maju kedepan kelas untuk menunjukkan bagian rangka manusia. Kegaduhanpun kembali terjadi, setiap siswa meminta dirinya untuk ditunjuk sebagai peraga

62

dan penyebut bagian-bagian rangka manusia. Kegaduhan sedikit teratasi karena guru mengajukan pertanyaan terkait gambar dan peragaan yang sudah ditunjukkan. Kegiatan inti dilanjutkan dengan guru menjelaskan materi secara singkat. Tanpa diminta, siswa mencatat materi yang sudah dijelaskan pada papan tulis, kemudian guru menggarisbawahi kata/kalimat yang akan disingkat. Pada materi kali ini, guru menggaris bawahi nama-nama bagian tubuh manusia. Untuk memudahkan siswa dalam membuat singkatan menggunakan

mnemonic, guru menempelkan gambar yang telah ditunjukkan

didepan kelas yang dapat membuat siswa familiar dengan materi yang dipelajari. Setelah siswa benar-benar mengerti, guru menjelaskan aturan dalam metode mnemonic berbantuan media gambar (dalam hal ini, guru menggunakan strategi akronim/satu kata yang tersusun dari huruf pertama atau huruf pertama dan kedua dari rangkaian kata, misalnya NASA dan JABODETABEK) sekaligus memberikan contoh.

Guru membagi siswa secara heterogen menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 5-6 orang, dan meminta siswa menunjuk 1 orang perwakilan. Keadaan kelas pasa saat itu sangat gaduh, karena tidak ada siswa yang besedia menjadi ketua kelompok, kebanyakan siswa mengeluh ingin mengganti anggota kelompoknya dengan beragam alasan. Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok. Pada waktu siswa berdiskusi, guru memberikan kesempatan bertanya bila

63

kelompok mengalami kesulitan. Setiap kelompok diberikan kesempatan maju kedepan kelas untuk menyampaikan hasil diskusi dengan menunjuk perwakilan dalam kelompoknya.

Setelah semua kelompok selesai berdiskusi, guru meminta siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas. Pada kegiatan ini, siswa sangat antusias. Baik itu kelompok yang menyampaikan hasil diskusi maupun kelompok yang menyimak. Guru membahas hasil presentasi kelompok pada saat semua kelompok sudah mendapatkan giliran.

Siswa kembali ketempat duduknya masing-masing. Kemudian guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa. Masing-masing siswa mengerjakan soal evaluasi dengan ekspresi yang berbeda, ada yang senang, ada yang malas, dan ada juga yang asal-asalan, serta ada yang sangat serius.

c. Akhir

Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Awalnya siswa takut dan malu, namun setelah salah satu siswa mengacungkan jari, siswa yang lainnyapun ingin menyimpulkan pelajaran. Guru memberikan motivasi agar siswa tetap aktif dan semangat dalam belajar. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengajak siswa berdo’a bersama-sama .

64 3. Tahap Pengamatan

Dalam pelaksanaan observasi atau pengamatan ini, alat yang digunakan berbentuk lembar observasi untuk siswa dan guru. Lembar observasi siswa dan observasi guru dinilai oleh Ibu Ni Komang Yuni S., S.Pd. selaku wali kelas IV B di SDN 42 Mataram, yang mengamati secara langsung aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan metode

mnemonic berbantuan media gambar dan sekaligus mengamati aktivitas

siswa dalam proses pembelajaran dengan metode mnemonic berbantuan media gambar.

a. Data Aktivitas Guru

Berdasarkan hasil observasi siklus I yang telah dilaksanakan, diperoleh data hasil aktivitas guru sebagai berikut:

Tabel 4.3. Hasil Pengamatan Aktivitas Mengajar Guru pada Siklus I

No

Indikator Skor

Pertemuan 1 Pertemuan 2

1 Menyiapkan media pembelajaran 4 4

2 Pemberian motivasi dan apersepsi

kepada siswa 8 11

3 Menyampaikan materi pelajaran 7 8

4 Menjelaskan aturan dalam

mnemonic dengan bantuan media

gambar

9 9

5 Membagi siswa ke dalam

beberapa kelompok 6 6

6 Mengarahkan siswa dalam

melaksanakan diskusi kelompok 5 7

7 Memberikan soal evaluasi kepada

siswa 2 3

8 Menutup pembelajaran 3 3

65

Tabel 4.3. Hasil Pengamatan Aktivitas Mengajar Guru pada Siklus I (Lanjutan)

Skor Perolehan Tiap Pertemuan 44 51

Skor Maksimal 80

Skor Total Siklus I 95

Rata-Rata Siklus I 47,5

Kategori Baik

Berdasarkan Tabel 4.3, dapat disimpulkan bahwa aktivitas mengajar guru pada Siklus I berkategorikan baik dengan rata-rata skor 47,5. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pelaksanaan siklus I sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil tersebut sudah menunjukkan pencapaian standar indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebagai target ketuntasan yakni jika aktivitas guru minimal telah mencapai kategori baik, maka aktivitas guru dikatakan meningkat. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas guru pada Siklus I sudah meningkat.

b. Data Aktivitas Siswa

Berdasarkan hasil observasi Siklus I yang telah dilaksanakan, diperoleh data hasil aktivitas siswa sebagai berikut:

Tabel 4.4. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa pada Siklus I

No Indikator Skor

Pertemuan 1 Pertemuan 2

1 Aktivitas siswa di awal pembelajaran 8 10 2 Antusiasme siswa dalam mengikuti

pembelajaran 5 7

3 Interaksi siswa dengan guru 3 3

4 Kegiatan siswa dalam kelompok 11 12

5 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan

66

Tabel 4.4. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa pada Siklus I (Lanjutan)

Skor Perolehan Tiap Pertemuan 30 36

Skor Maksimal 72

Skor Total Siklus I 66

Rata-Rata Siklus I 33

Kategori Cukup Aktif

Berdasarkan Tabel 4.4, dapat diketahui bahwa jumlah skor rata-rata aktivitas siswa pada Siklus I adalah 33 dengan kategori cukup aktif. Hasil tersebut belum mencapai standar indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebagai target ketuntasan yaitu aktivitas siswa dikatakan meningkat jika aktivitas belajar siswa minimal mencapai kategori aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada Siklus I belum mengalami peningkatan.

c. Data Hasil Belajar Siswa

Data hasil belajar siswa diperoleh melalui evaluasi. Evaluasi yang diberikan kepada siswa berupa tes objektif (pilihan ganda) dengan 10 item soal. Pada pelaksanaan pemberian evaluasi, semua terlaksana dengan baik, namun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menjawab soal pertanyaan. Hasil evaluasi Siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.5:

Tabel 4.5. Data Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

No Aspek Yang Dinilai Hasil evaluasi

1 Jumlah siswa kelas IV B 21

2 Jumlah siswa yang mengikuti pelajaran 20

3 Jumlah siswa yang mengikuti tes 20

67

Tabel 4.5. Data Hasil Belajar Siswa pada Siklus I (Lanjutan)

5 Nilai terendah 40

6 Jumlah siswa tuntas 14 orang

7 Jumlah siswa tidak tuntas 7 orang

8 Rata-rata 75,5

9 Ketuntasan klasikal 70%

Berdasarkan Tabel 4.5 diatas, terlihat bahwa dari 21 siswa kelas VI B ada 20 siswa yang mengikuti tes, 14 orang siswa yang tuntas sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 7 orang, adapun nilai tertinggi dari pelaksanaan Siklus I adalah 90 dan nilai terendah 40, dengan rata-rata 75,5 sedangkan persentase ketuntasan klasikal yaitu 70%. Hasil yang diperoleh dari Siklus I belum dapat dikatakan berhasil, karena belum mencapai standar indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila tercapai ketuntasan belajar klasikal minimal 85% dari seluruh siswa mendapat nilai ≥ 75. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan pada siklus selanjutnya, agar dapat mencapai indikator yang telah ditetapkan.

4. Refleksi

Berdasarkan hasil penelitian siklus I, baik hasil observasi proses belajar mengajar dan hasil evaluasi. Peneliti dan observer mengemukakan aktivitas yang belum berjalan dengan baik. Secara umum, baik itu pertemuan pertama atau kedua, skor yang diperoleh guru dalam setiap deskriptor hanya 2 point. Adapun hasil refleksi pada Siklus I adalah sebagai berikut:

68

1) Kekurangan dalam Aktivitas Guru

a) Dalam hal ini peneliti yang bertindak sebagai guru tidak dapat menyampaikan motivasi dan apersepsi dengan baik pada siswa di setiap pertemuan pada siklus 1. Guru hanya mendapatkan skor 8 pada pertemuan pertama dan skor 11 pada pertemuan kedua dari skor maksimal 16, dimana pada salah satu deskriptor yakni pada kegiatan menyampaikan tujuan pembelajaran, guru memperoleh skor 1 dan hanya meningkat sebanyak 1 point pada pertemuan kedua.

b) Pada saat menyampaikan materi, guru tidak dapat berinteraksi secara baik dan tidak dapat memberikan jawaban yang tepat saat siswa mengajukan pertanyan.

c) Guru tidak dapat menertibkan siswa dalam kelompok

d) Dalam kegiatan menutup pembelajaran, guru masih belum mampu melakukan tanya jawab untuk memancing siswa menarik kesimpulan tentang materi yang telah diajarkan. Selain itu pemberian penguatan tentang kesimpulan yang disampaikan siswa masih belum terlihat.

2) Kekurangan dalam Aktivitas Siswa

a) Diawal pembelajaran, siswa sangat ribut dan tidak serius dalam

69

b) Antusiasme dalam belajar sangat kurang, sehingga tidak ada respon siswa ketika guru mengajukan pertanyaan, dan siswa malas mencatat materi pelajaran.

c) Kurangnya antusias siswa ketika pembagian kelompok, tidak bersemangat dalam diskusi, serta tidak mengikuti aturan dengan tertib

d) Masih ada beberapa kelompok siswa yang kebingungan saat berdiskusi. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak mencatat penjelasan guru tentang aturan dalam mnemonic dan tidak bertanya ketika belum mengerti

e) Kurangnya partisipasi siswa dalam menarik kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah berlangsung.

3) Kekurangan dalam evaluasi Belajar Siswa

a) Berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I, ketuntasan klasikal baru mencapai 70% dan belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 85%.

b) Dari 20 siswa yang mengikuti evaluasi, masih ada 7 orang siswa yang belum mencapai KKM yaitu 75.

Untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I, maka peneliti akan melakukan perbaikan pada siklus II untuk mencapai target/indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut diantaranya:

70

1) Perbaikan Kekurangan dalam Aktivitas Guru

a) Guru tetap memberikan motivasi dan apersepsi dengan cara yang lebih menarik, serta melibatkan siswa dalam semua kegiatan pembelajaran.

b) Guru mengalihkan pusat perhatian siswa dengan menunjukkan gambar tulang penyusun rangka/mengajak siswa bernyanyi sebagai selingan. Sebelum menyampaikan materi guru sebaiknya mempelajari dan lebih memahami materi yang akan disampaikan.

c) Guru mengingatkan dan menegur langsung siswa yang tidak tertib dalam kelompok.

d) Guru sebaiknya melakukan tanya jawab untuk memancing siswa menarik kesimpulan tentang materi yang telah diajarkan.

2) Perbaikan Kekurangan dalam Aktivitas Siswa

a) Teguran kepada siswa yang tidak serius dalam berdo’a

b) Memberi motivasi pada siswa agar berani mengajukan pertanyaan, dan meminta siswa mencatat materi pelajaran

c) Guru merubah pembagian anggota kelompok dan menegur siswa yang bercanda dan mengganggu kelompok lain

d) Guru membimbing kelompok siswa yang kebingungan dan mengalami kesulitan dalam kelompok secara bergiliran

e) Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan pembelajaran.

71

Setelah melihat hasil observasi maupun evaluasi siswa, terlihat bahwa hasilnya belum mencapai indikator keberhasilan. Oleh karena itu, penelitian ini harus dilanjutkan di siklus II untuk memperbaiki siklus I yang belum berhasil serta untuk memaksimalkan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa.

Dokumen terkait