INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI
HASIL PENELITIAN A. Temuan Umum
1. Profil SMPN Rao Utara
Nama sekolah : SMP Negeri 1 Rao Utara Jalan : Rao-Gunung Manahan km 12 Jorong : koto rajo
Nagari : koto rajo
Kecamatan/kabupaten : Rao Utara/Pasaman Provinsi : Sumatera Barat Tahun berdiri :1991
Akreditasi : B
2. Visi, Misi dan tujuan SMPN 1 Rao Utara a. Visi sekolah
Visi sekolah adalah mewujudkan siswa yang berprestasi, berbudaya, berlandaskan iman dan taqwa.
b. Misi sekolah
1) Terwujudnya sekolah yang berprestasi bidang akademik dan non akademik 2) Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif
3) Terwujudnya pembelajaran yang efektif dan efisien
4) Terwujudnya lulusan yang berprestasi cerdas, berbudaya, bertakwa dan kompetitif
5) Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar
6) Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi
7) Terwujudnya komitmen dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional
8) Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh
9) Terwujudnya lingkungan sekolah yang asri, nyaman dan bersih 10) Terwujudnya kegiatan ekstra kurikuler yang baik
c. Tujuan
Dalam kurun waktu 4 tahun kedepan yang akan dicapai SMPN 1 Rao Utara antara lain :
1) Sekolah mengembangkan SK, KD, Indikator dan Aspek untuk semua jenjang (VII, VIII, IX) pada semua mata pelajaran
2) Sekolah mengembangkan RPP untuk semua jenjang setiap mata pelajaran 3) Sekolah mencapai tingkat kelulusan 100%
4) Sekolah memiliki/mencapai standar sarana prasarana/fasilitas sekolah
memenuhi SNP Sekolah mencapai standar pencapaian ketuntasan kompetensi atau kelulusan
5) Sekolah mencapai standar minimal nasional pendidikan
6) Mendapat 3 besar pada lomba mata pelajaran di tingkat kabupaten 3. Identitas Kepala Sekolah SMPN 1Rao Utara
Nama : Hj. ERNIZAR, S.Pd
Nip : 196807211992122001 Jabatan : kepala sekolah
Pangkat/golongan : pembina/IV.a Unit kerja : SMPN 1 Rao Utara
Alamat : jrg II Koto Rajo, Kec. Rao Utara, Kab. Pasaman43 B. Temuan Khusus
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimilikinya. Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melakukan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian selama dilapangan adapun kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam, yaitu terdapat beberapa komponendiantaranya :
a. Menguasai karakteristik peserta didik
Karakteristik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan latar belakang sosial budaya yang meliputi :
1) Mengidentifikasi karakteristik belajar siswa
2) Memastikan semua siswa berpartisipasi aktif dalam belajar 3) Mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar 4) Mengetahui penyebab penyimpangan perilaku siswa 5) Membantu mengembangkan potensi siwa
6) Memperhatikan kelemahan fisik siswa
43Dokumentasi, SMPN 1 Rao Utara Kabupaten Pasaman,
Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis menjelaskan :
“Bahwasanya pada saat pembelajaran sebagian siswa ada yang aktif dan ada juga yang tidak, karena kalau diperhatikan hanya siswa yang pintar saja yang lebih aktif dan yang kurang hanya mengikuti saja”.44
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam belajar siswa yang lebih aktif dibandingkan guru karena siswa yang harus banyak mendapatkan berbagai masalah dan cara mengatasinya dalam belajar melalui ilmu pengetahuan.
Dalam belajar guru juga harus perhatian kepada siswanya terutama perhatian terhadap kelemahan fisik siswa saat belajar. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mmengatakan :
“ibu memperhatikan siswa dalam belajar karena itu sudah tugas guru dalam mendidik, kadang-kadang ada siswa yang sakit ketika belajar, maka guru harus memberikan bantuan”.
Hal diatas dijelaskan bahwa sebelum memulai belajar guru harus mencek siswa terlebih dahulu. Agar mengetahui apakah ada siswa yang sakit dan tidak bisa belajar, maka guru yang akan bertindak. Setelah melakukan pembelajaraan guru juga melakukan penilaian yang dilakukan dengan pemberian tugas kepada siswa, berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang menjelaskan tentang pemberian tugas :
“ibu juga sering memberikan tugas setiap kali pertemuan ketika selesai belajar ibu menginformasikan kepada siswa tentang tugas untuk minggu depannya”.
Dari penjelasan guru PAI diatas bahwa guru memberikan tugas setiap kali pertemuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dijelaskan guru.
44Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik secara aktif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan memotivasi mereka untuk belajar yang meliputi:
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguasai materi sesuai usia dan kemampuannya.
2) Guru memastikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi.
3) Guru memberikan alasan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan.
4) Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotivasi belajar siswa.
5) Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang terkait.
6) Guru memperhatikan respon siswa yang belum memahami materi.
Sesuai dengan hal di atas, maka guru harus bisa menyusun strategi, metode dan media pembelajaran dengan baik yang sesuai dengan karakteristik siswa.
Berikut Hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“ibu menyusun strategi yang sesuai terlebih dahulu sebelum mengajar. karena untuk melaksanakan pembelajaran itu butuh strategi yang sesuai dengan cara belajar siswa. tapi dalam belajar ibuk menggunakan strategi yang sama setiap kali masuk kelas, kalau strateginya berbeda-beda siswa lebih sulit untuk memahami pelajaran”.
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan guru PAI di SMP tidak menggunakan strategi yang berbeda dalam pembelajaran pada setiap kali masuk kelas.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa seharusnya guru harus menggunakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam belajar dengan strategi yang berbeda-beda untuk meningkatkan keaktifan siswa.
Selain dari strategi guru juga harus menggunakan metode yang berbeda dalam pembelajaran untuk mewujudkan tujuan yang dicapai dalam pembelajaran. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“ibu tidak menggunakan metode yang berbeda dalam pembelajaran. karena kalau menggunakan metode yang berbeda akan lebih sulit dan juga membutuhkan waktu yang panjang dalam belajar, apalagi dengan menggunakan metode diskusi.
Jadi ibuk lebih sering menggunakan metode ceramah supaya lebih mudah”.45 Dari uraian di atas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang baik, maka dibutuhkan beberapa teknik dalam belajar, tapi guru PAI hanya menggunakan teknik yang tidak berbeda setiap kali pertemuan, sehingga siswa bosan dalam belajar.
Dari uraian diatas, pernyataan itu juga diperkuat oleh siswa SMP tersebut, berikut hasil wawancara dengan Dila :
“Ketika mengajar ibuk itu lebih sering mencatat, kemudian menyuruh kami untuk mencatat dan menyalin kedalam buku sampai jam pelajaran habis”
Pernyataan yang sama juga dikatakan oleh Fiza :
“ibuk itu lebih sering mencatatkan materi dan tidak menjelaskan materi itu kepada kami, sehingga kami kurang memahami yang disampaikan”46
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa guru PAI nya kurang menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang lebih efektif untuk melakukan proses pembelajaran.
c. Pengembangan kurikulum
Guru mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan menggunakan RPP sesuai dengan tujuan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih
45Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
46 Fiza, siswa kelas VIII, wawancara pribadi, 28 mei 2015
dan menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang meliputi:
1) Guru dapat menyusun silabus
2) Guru merancang RPP sesuai silabus
3) Guru mengikuti urutan materi pembelajaran 4) Guru memilih materi pembelajaran yang sesuai.
Dari pernyataan diatas berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“dalam mengajar kadang-kadang ibu berpedoman pada silabus, tapi lebih sering mengajar sesuai dengan yang ada dalam buku rujukan saja”.
Selain dari silabus dalam pembelajaran guru juga harus berpedoman dengan RPP yang dibuat ketika melakukan pembelajaran. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“ ibu membuat RPP, tapi membuatnya ketika membuat semua program pembelajaran yaang akan dikumpulkan kepada kepala sekolah”.47
Sesuai dengan pernyataan diatas seharusnya guru pada saat melakukan pembelajaran harus berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat sebelum masuk kedalam kelas.
Hal diatas diperkuat lagi oleh kepala sekolah, ibu Ernizar yang mengatakan :
“mengenai silabus dan RPP itu sudah ditugas kepada semua guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk membuatnya sebagai panduan untuk mengajar agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan”48
Hal itu juga diperkuat oleh siswanya yaitu Ina yang mengatakan bahwa :
47Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
48 Hj. Ernizar, Kepala Sekolah, wawancara pribadi, 23 Mei 2015
“ketika masuk kedalam kelas ibuk itu tidak membawa RPP atau silabus, hanya membawa buku panduan belajar saja ditambah dengan spidol”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan proses pembelajaran segala hal yang menyangkut tentang pembelajaran harus dipersiapkan terlebih dahulu baik silabus, RPP maupun buku panduan mengajar agar pembelajaran berlangsung dengan baik.
d. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru mampu menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi:
1) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan RPP 2) Aktivitas itu bertujuan untuk membantu proses belajar siswa 3) Guru mengkomunikasikan informasi baru
4) Guru menyikapi kesalahan siswa
5) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 6) Guru melakukan pembelajaran secara bervariasi 7) Guru mengelola kelas dengan efektif
8) Guru mampu menggunakan Audio-visual untuk memotivasi belajar siswa 9) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal yang belum
dipahami.
Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“Dalam memberikan materi, ibu tidak pernah menggunakan media sebagai alat dalam pembelajaran hanya menggunakan media papan tulis, karena lebih sering mencatatkan materi yang akan diberikan kepada siswa, kemudian menjelaskan materi sedikit”.
Pernyataan diatas sesuai dengan hasil observasi yang penulis lakukan bahwa guru tidak menggunakan media sebagai alat dalam pembelajaran, hanya menggunakan papan tulis.
Sebelum memulai pembelajaran guru PAI juga harus melakukan keterampilan dalam mengajar yang paling utama adalah keterampilan membuka pembelajaran. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“sebelum memulai pembelajaran ibu melakukan keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, karena keterampilan membuka dan menutup pembelajaran itu sangat diperlukan, terutama bagi guru yang profesional”.49
Hasil wawancara diatas menjelaskan tentang keterampilan mengajar guru yang profesional, yaitu keterampilan membuka dan menutup pembelajaran serta keterampilan menjelaskan yang harus dilakukan guru pada waktu pembelajaran.
Pada saat menjelaskan materi pembelajaran diharapkan kondisi kelas itu harus aman, tidak ada masalah sehingga guru lebih mudah menyampaikan materi. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“kondisi kelas pada saat pembelajaran berlangsung, banyak tinngkah laku yang dilakukan siswa, banyak siswa yang meribut, permisi dan tidak memperhatikan maupun mencatat materi penting yang sedang disampaikan”.
Banyak siswa yang meribut pada saat belajar itu disebabkan karena tidak ada kebijakan ataupun memberikan hukuman dari guru itu sendiri kepada siswa, sehingga
49Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
siswa terus mengulangi perbuatan yang salah. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis bahwa :
“Ketika siswa salah dalam tingkah lakunya seperti siswa meribut pada saat belajar, ibuk menegurnya tapi hanya sekali saja kalau meribut lagi dibiarkan saja.
Kalau diteruskan banyak waktu yang terbuang”.50
Pernyataan diatas menjelaskan tentang pengelolaan kelas yang kurang bagus dilakukan guru PAI, sehingga tidak terwujud proses pembelajaran yang kondisi kelasnya nyaman.
Hal itu ditunjukkan dari siswa itu sendiri, berikut hasil wawancara dengan siswanya Zamzami :
“Pada waktu belajar kami meribut dan tidak ditegur oleh ibu guru dia hanya asyik mencatat dipapan tulis, sehingga siswa yang lain keluar masuk kelas”51
Sesuai dengan hasil observasi penulis, ketika pembelajaran berlangsung kondisi kelas sangat tidak nyaman, ada siswa yang ribut, sehingga siswa yang lain terganggu dalam belajar. Seharusnya guru yang mengajar bisa mengelola kelas dengan baik sehingga tercipta kondisi belajar yang kondusif.
e. Pengembangan potensi peserta didik
Guru mampu menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian dan kreativitasnya sampai ada bukti yang jelas bahwa siswa itu mengaktualisasikan potensi mereka yang meliputi :
1) Guru menganalisis hasil belajar siswa.
2) Guru merancang aktivitas pembelajaran
50Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
51 Zamzami, siswa kelas VIII, wawancara Pribadi, 24 Mei 2015
3) Guru membantu siswa dalam proses pembelajaran
4) Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan siswa.
Untuk mengetahui bahwa guru mengembangkan potensi peserta didik yaitu dengan menanyakan materi yang akan disampaikan kepada siswa, tapi sebelumnya guru yang bersangkutan harus memahami dan menguasai materi itu terlebih dahulu.
Berikut Hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“sebelum melaksanakan pembelajaran dan masuk kelas ibu menguasai terlebih dahulu materi dengan cara mencari materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, kemudian memahaminya dan mencari sumber-sumber yang terkait dengan materi itu”.
Untuk mengetahui kemampuan siswa, maka guru melakukan umpan balik atau menanyakan seputar materi yang akan disampaikan kepada siswa. Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“ibuk mencatatkan materi tersebut di papan tulis, pada saat akan menjelaskan ibu menanyakan terlebih dahulu kepada siswa tentang materi itu untuk melihat pengetahuan siswa”.52
Hal diatas ditanggapi oleh siswanya yaitu fadli :
“Bahwa pada saat belajar ibuk itu seperti tidak menguasai materi karena kalau bertanya disuruh siswa yang lain untuk menjawab”53
Sesuai dengan pernyataan diatas, berdasarkan hasil obsevasi penulis dalam belajar penulis melihat bahwa guru PAI menguasai materi dengan baik hanya penyampaian materi itu yang kurang tepat atau strategi nya tidak sesuai.
f. Komunikasi dengan peserta didik
52Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
53Fadli, siswa kelas VIII, Wawancara Pribadi, 25 Mei 2015
Guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik serta bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik meliputi :
1) Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman siswa 2) Guru memberikan perhatian dan mendengarkan tanggapan siswa
3) Guru mengajukan kegiatan pembelajaran yang menumbuhkan kerja sama antar siswa
Berikut hasil wawancara dengan ibu Ernialis yang mengatakan :
“ ketika ada siswa yang bertanya maka pertanyaan itu tidak langsung ibuk jawab, tapi dilemparkan kepada siswa yang lain. Apabila jawabannya belum tepat baru disempurnakan jawabannya”.
Dari penjelasan dan Uraian diatas, hal itu akan membuat komunikasi antara guru dan murid tidak relevan karena tidak merespon langsung pertanyaan siswa, sehingga siswa bersikap acuh tak acuh terhadap guru PAI. seharusnya guru langsung menanggapi pertanyaan siswa atau memberikan penguatan karena telah berani untuk bertanya, baru memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menjawab.
Untuk lebih efektifnya guru harus melakukan diskusi dalam belajar untuk mengetahui apakah dalam belajar siswa itu tidak hanya belajar dengan sekelompok orang yang memiliki kemampuan yang tinggi saja.
Berikut hasil wawancara dengan guru PAI :
“dalam belajar ibuk tidak pernah melakukan dan membimbing diskusi. karena metode yang sering ibuk gunakan adalah metode ceramah yaitu ibuk yang memberikan penjelasan kemudian siswa mendengarkan”.54
54Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guru PAI tidak mealukan metode diskusi. seharusnya guru ada melakukan diskusi atau membimbing kelompok kecil siswa dalam belajar.
g. Penilaian dan evaluasi
Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektifitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya yang meliputi :
1) Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 2) Guru melakukan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian.
3) Guru menganalisis hasil penilaian
4) Guru memanfaatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan.
Hasil wawancara dengan guru PAI:
“ibu melakukan penilaian melalui Ulangan Harian, UTS dan UAS. karena penilaian dari ulangan harian, UTS dan UAS adalah penilaian yang harus dilakukan oleh semua guru mata pelajaran untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan dan kemampuan siswa”.55
Dari pernyataan diatas, bahwa Evaluasi atau penilaian itu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dikuasainya melalui penjelasan guru.
Berikut hasil wawancara dengan siswa yaitu Nurpadilah yang mengatakan :
55Ernialis, Guru PAI, Kelas VIIIdan VII, wawancara pribadi, 20 Mei 2015
“ketika ulangan Harian dan UTS nilai kami tinggi semuanya, tapi ketika UAS nilai kami rendah, padahal itu hasil dari pemikiran kami masing-masing dan kami tidak tau kesalahannya dari mana”56
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab rendahnya nilai akhir siswa itu karena guru yang bersangkutan tidak percaya kalau hasil ujian itu adalah hasil pemikiran siswa itu sendiri
56 Nurpadilah, siswa kelas VIII, Wawancara Pribadi, 25 Mei 2015
BAB V
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI
2015 M /1436 H
BAB V
PENUTUP