• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

“KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN”

“SKRIPSI”

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam Pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Oleh:

NURAZIZAH NIM: 2111.009

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

2015 M / 1436 H

(2)
(3)
(4)

Halaman Persembahan

ﻢﻴﺣﺮﻟﺍﻦﻤﺣﺮﻟﺍﻪﻟﻟﺍﻢﺴﺑ

Alhamdulillahirabbil’alamin……….

Telah sampai ke hujung jalan setelah sekian jauh dan sekian lama ku berjalan dengan banyak rintangan yang kuhadapi, kini aku mencapai apa yang aku kejar selama

ini.

Dalam setiap sujud ku selalu berdo’a dengan meneteskan air mata mengingat pengorbanan orang tua yang tidak terhingga, Apapun yang diminta selalu diberikan..

Ayah… ibu…

Begitu besar kasih sayang mu kepada kami semua anakmu… hujan, panas dan sakit ayah/ibu rasakan dan tidak pernah merasakan lelah agar anak-anak mu menjadi

orang yang sukses.

Keberhasilan dan kesuksesan yang kucapai ini ku persembahkan untuk keluarga ku yang tercinta,, yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan semua tugas..

terutama pada ayahanda tercinta (Damri) dan ibunda tercinta (Nurbiah) yang telah memberikan kasih sayang yang begitu besar dan tidak lupa berdo’a dalam setiap sujudnya…keberhasilan ini juga kupersembahkan untuk kakak-kakak ku tersayang

(Hendri, S.Pd, Nurkasidah, S.HI, Nurjamilah, S.HI) serta adik-adik ku tercinta (Nurhafizah, Zamzami, Nurasyifa dan Najwa Oktariadi) dan tidak lupa kepada yang

imut-imut (Balqies flow hesti hegira dan Abilio arkhan)..

Dalam kertas ini ku juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang serpejuangan, tertawa bersama dan sedih bersama dari awal menduduki perkuliahan yaitu PAI “A”, ini yang tidak akan pernah terlupakan. Dan juga kepada sahabat setia

ku selamanya (Dita, Susi, Bulan, Nurlin, Mirna Dan Erlin) yang selalu memberikan semangat dan motivasi. Atas semua do’a dan motivasi yang diberikan ku ucapkan

terima kasih… :-)

By : Nurazizah, S.Pd.I

(5)

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : NURAZIZAH

Tempat/ tanggal lahir : Koto Rajo/ 08 September 1992 Fakultas/ Jurusan : Tarbiyah/ Pendidikan Agama Islam

Judul Skripsi : KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah (Skripsi) dengan judul diatas benar asli karya penulis. Apabila dikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini bukan karya sendiri, maka penulis bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku dan gelar kesarjanaan penulis diangkat sampai batas waktu yang ditentukan.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya

Bukittinggi, Agustus 2015 Saya yang menyatakan

NURAZIZAH 2111.009

(6)

ABSTRAK

NURAZIZAH. 2111.009 dengan judul “KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA PASAMAN”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 2015.

Latar belakang penulis memilih judul ini bahwa ditemukan suatu permasalahan yaitu terlihat bahwa di dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam siswa cepat bosan dalam belajar karena guru lebih sering menggunakan metode ceramah, siswa banyak yang meribut pada saat guru menjelaskan materi dan banyak siswa yang keluar masuk. Hal ini dapat dilihat dengan sikap siswa pada saat belajar keluar masuk dan bermain diluar ruang kelas. Hanya sebagian siswa yang bersemangat dan memperhatikan guru menjelaskan pembelajaran. Padahal guru sudah menjelaskan materi dengan baik.

Oleh karena itu, penulis ingin melihat bagaimana kompetensi guru pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara kabupaten Pasaman.

Penelitian ini bersifat Field Research (penelitian lapangan) dengan menggunakan deskriptif kualitatif, menggambarkan kejadian yang terdapat di lapangan yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang bisa diamati, teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data dan informan penelitian terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kuncinya adalah guru PAI sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah siswa (peserta didik) dan kepala sekolah SMPN I Rao Utara Kabupaten Pasaman. Setelah data terkumpul maka penulis melakukan analisis data dengan cara menggunakan metode berfikir induktif. Pelaksanaan teknik pemeriksaan data dilakukan melalui triangulasi data.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru pendidikan agama Islam di SMPN I Rao Utara Kabupaten Pasaman adalah guru memiliki kualitas kompetensi pedagogik SEDANG karena tidak semua komponen kompetensi pedagogik dilaksanakan guru PAI, komponen kompetensi pedagogik yaitu : guru menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, melakukan kegiatan pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik dan melakukan evaluasi.

(7)

KATA PENGANTAR

ﻢﻴﺣﺮﻟﺍﻦﻤﺣﺮﻟﺍﻪﻟﻟﺍﻢﺴﺑ

Segala puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN ISLAM DI SMPN 1 RAO UATARA KABUPATEN PASAMAN ”. Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang terang benderang dan penuh ilmu pengetahuan seperti saat ini.

Permohonan cinta terbesar penulis tujukan kepada Ayahanda Damri dan Ibunda Nurbiah dengan segenap cinta kasih dan pengorbanan tiada tara mengasuh, membesarkan dan mendidik dengan lautan budi yang tiada tara. Hal ini juga penulis sampaikan kepada kakak-kakak tercinta hendri, nurkasidah dan nurjamilah, yang telah memberikan dorongan motivasi beserta doa dalam penyelesaian pendidikan di Perguruan Tinggi ini.

Selama proses penyusunan skripsi ini, peneliti telah banyak mendapat bantuan, motivasi, arahan dan bimbingan dari berbagai pihak.

Oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada:

(8)

1. Ibuk Rektor IAIN Bukittinggi

2. Dekan dan Wakil Dekan IAIN Bukittinggi yang memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana yang penulis butuhkan demi kelancaran dalam menimba ilmu maupun dalam penulisan skripsi ini.

3. Bapak Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam yang telah memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana yang penulis butuhkan demi kelancaran dalam menimba ilmu maupun dalam penulisan skripsi ini.

4. Bapak Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc.,M.Ag selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan semangat serta dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

5. Bapak, Junaidi, M, Pd selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan semangat serta dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

6. Bapak dan Ibu Dosen IAIN Bukittinggi yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan di perguruan tinggi ini

7. Bapak dan Ibu karyawan/i IAIN Bukittinggi

8. Pimpinan serta karyawan/i perpustakaan IAIN Bukittinggi

9. Ibu Kepala Sekolah dan Ibu guru PAI serta siswa/i SMPN I Rao Utara Kabupaten Pasaman yang telah memberikan informasi kepada penulis selama penelitian.

10. Rekan-rekan PAI BP 2011 khususnya PAI A yang telah memberikan motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala bantuan, motivasi, arahan dan bimbingan yang telah diberikan dengan pahala yang berlipat ganda. Amin.

(9)

Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi calon guru dan praktisi pendidikan dalam upaya menyelenggarakan proses pembelajaran yang lebih baik.

Bukittinggi, Agustus 2015 Penulis

NURAZIZAH NIM. 2111.009

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI HALAMAN PERSEMBAHAN

ABSTRAK ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Identifikasi Masalah 12

C. Batasan dan Rumusan Masalah 13

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 13

E. Penjelasan Judul 14

F. Sistematika Penulisan 15

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Kompetensi Pedagogik

1. Pengertian Kompetensi Pedagogik 17 2. Komponen-komponen Kompetensi Pedagogik 26 3. Macam-macam Kompetensi Pedagogik 36 B. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam 47 2. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Agama Islam 48

(11)

3. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam 50 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian 51

B. Lokasi Penelitian 52

C. Informan 53

D. Teknik Pengumpulan Data 53

E. Tenik Pengolahan Data 55

F. Teknik Analisa Data 56

G. Teknik Keabsahan Data 56

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Temuan umum 58

B. Temuan Khusus 60

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan 74

B. Saran 74

DAFTAR KEPUSTAKAAN LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(12)

BAB I

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

2015 M /1436 H

(13)

BAB 1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Guru Pendidikan Agama Islam adalah pendidik yang professional, karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab yang sangat tinggi terutama mengajak dan membawa peserta didik kearah akhirat yaitu dengan menyuruh melakukan ibadah kepada Allah SWT. Serta tanggung jawab seorang guru terletak dipundaknya, yang seharusnya tanggung jawab orang tuanya, sekaligus berarti pelimpahan sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru.

Seperti yang telahdiketahui tidak sembarangan orang dapat menjabat menjadi guru, yang bisa merubah perilaku anak dari yang tidak pernah melakukan shalat sampai kepada ia melakukannya.

Tugas guru PAI adalah mendidik, terutama membawa anak didik yaitu melaksanakan segala perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan Nya agar peserta didik dapat hidup selamat dunia dan akhirat. Oleh karena itu tugas yang dilakukan oleh guru PAI sangat berat karena butuh keikhlasan yang tinggi dalam mengajarkan ilmu tersebut.

Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-mujadalah ayat 11 :

(14)































































Artinya : “ Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang- lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.1

Selain itu ada juga tugas personal guru yang berhubungan dengan sikap dan kepribadiannya yang akan diteladani oleh peserta didik sehingga mampu menjadi sumber identifikasi peserta didik.

Moh Uzer Usman mengelompokkan tugas guru kepada tiga macam, yaitu : a. Tugas guru dalam bidang profesi

Meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

b. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan

1 www/httpI:/dalil tentang kompetensi guru, Tugas dan Tanggung jawab Sebagai Guru Sungguh Mulia di Sisi Allah.htm

(15)

Di sekolah guru harus dapat menjadikan dirinya sebagai oarang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpatik peserta didik, sehingga siswa juga bisa termotivasi dalam belajar. Apabila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada para siswanya.

c. Tugas guru dalam bidang kemasyarakatan

Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat dilingkungan karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Hal ini berarti guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan pancasila.2

Pernyataan diatas menuntut kepada terpenuhinya berbagai persyaratan yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Jadi dalam proses pembelajaran sangat diperlukan seorang guru yang berkompetensi.

Dalam agama Islam, setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang ahli dalam bidangnya atau profesional. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :

اوو ملسم لك يلع ةضيزف ملعلا بلط ملس و هيلع الله يلص الله لوسر لاق : لاق هنع لله ا يضر سن ا نع .هجام نبا .بهذلاو ؤلؤللاو زهوجلا زيسانجلا دلقمك هلها زيغ دنع ملعلا عض

.

Artinya : “Dari An-Nas (Semoga Allah Meridoi kepadanya) ia berkata : Rosulah SAW telah bersabda “Mencari ilmu itu wajib hukumnya kepada seluruh muslim. Dan

2Hamzah B. Uno, Profesi Kependidikan di Indonesia : Problema, Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011), hal. 22-23

(16)

mendapatkan ilmu bukan pada ahlinya seperti mengalungi babi dengan permata, mutiara dan emas”.Ibnu Majah.3

Sesuai dengan hadits diatas guru sebagai pendidik haruslah mempunyai keahlian atau berkompeten dalam bidangnya, sehingga akan mencapai hasil yang diharapkan. Jika seorang guru tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka bersiaplah untuk menunggu kehancuran. Kehancuran itu akan berdampak kepada para siswanya dan bahkan sampai ke generasi berikutnya.

Agus F. Tamyong, dalam M-uzer usman mengemukakan bahwa : “guru yang berkompeten adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan, sehingga ia mampu melaksanakan tugasnya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal.4

Kata kompetensi berasal dari bahasa inggris yaitu Competency yang berarti kemampuan, kecakapan serta keterampilan yang dimiliki oleh seseorang yang bertugas mendidik peserta didik agar mempunyai kepribadian yang luhur dan mulia, sebagaimana tujuan pendidikan.

Johnson mengatakan bahwa kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Menurut undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 1 ayat 10 disebutkan : kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

3 www/httpI:/dalil tentang kompetensi guru, Kompetensi Pedagogik Menurut Ajaran Islam _ Aka99's Blo

4 M. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2002), h. 15

(17)

Kompetensi guru merupakan kemampuan dan kewenangan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab terkait dengan profesi keguruannya. Ini adalah karena jabatan guru merupakan pekerjaan profesi, maka kompetensi guru sangatlah dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.

Jadi, dalam belajar diharapkan semua guru baik guru Agama Islam ataupun guru dalam bidang studi lainnya agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi guru yang berkompeten, begitu juga dengan guru Agama Islam disamping melaksanakan tugas pengajaran dan pembinaan bagi peserta didik, ia membantu pembentukan, kepribadian, pembinaan akhlak serta menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan para siswa.5

Berdasarkan peraturan pemerintah RI No 14 tahun 2005 pasal 8 dan 10 yang berbunyi : “guru wajib memiliki klasifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional”. 6

Adapun kompetensi yang dimiliki oleh guru adalah : a. Kompetensi Pedagogik

Pada dasarnya kompetensi Pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap pesera didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang

5 Kunandar, Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta : PT Grafindo Persada, 2008), cet, ke-1, h. 55

6 E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2008), h. 173

(18)

dimilikinya. Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Guru harus menguasai manajemen kurikulum, mulai dari merencanakan perangkat kurikulum, melaksanakan kurikulum dan mengevaluasi kurikulum, serta memiliki pemahaman tentang psikologi pendidikan, terutama terhadap kebutuhan dan perkembangan peserta didik agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan berhasil guna.

b. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang harus dimiliki oleh guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana dan arif serta mempunyai akhlak mulia untuk menjadi suri tauladan yang baik.

Artinya guru memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber inspirasi bagi siswa. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang patut diteladani, sehingga mampu melaksanakan tri-pusat yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantoro, yaitu Ing Ngarso Sung Tolodo, Ing madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. (di depan guru memberi teladan/contoh, di tengah memberikan

karsa, dan di belakang memberikan dorongan motivasi).

c. Kompetensi sosial

Kompetensi sosial bisa dilihat apakah seorang guru bisa bermasyarakat dan bekerja sama dengan peserta didik dan guru. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta

(19)

didik dan masyarakat sekitar. Artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.

d. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam.

Artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi atau subjek matteryang akan diajarkan serta penguasaan didaktik metodik dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritis, mampu memilih model, strategi dan metode yang tepat serta mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga harus memiliki pengetahuan luas tentang kurikulum dan landasan kependidikan.7

Berhubungan dengan masalah yang akan dibahas yaitu kompetensi guru yang terdiri dari empat kompetensi, yaitu : kompetensi pedagogik, opetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Agar pembahasan yang akan dibahas tidak terlalu banyak dan tidak terlalu meluas, maka penulis hanya bias membahas salah satunya, yaitu Kompetensi Pedagogik Guru PAI yang akan penulis teliti di sekolah SMPN 1 Rao Utara, Kabupaten Pasaman.

Sehubungan dengan kompetensi pedagogik guru harus memiliki keterampilan dalam mengajar, diantaranya keterampilan memberi penguatan, keterampilan bertanya, keterampilan mengevaluasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup, keterampilan pengelolaan kelas dan keterampilan diskusi. Maka Kompetensi

7 Rusman, Model-model Pembelajaran : Mengembangkan Profrsionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hal. 22-23

(20)

Pedagogik haruslah dimiliki oleh seorang guru agar mening-katnya kualitas dan kuantitas dari guru tersebut dan peserta didiknya. Akan tetapi yang terjadi sekarang justru banyak guru yang tidak memerhatikan dan melaksanakan Kompetensi Pedagogik sehingga guru tersebut menjadi acuh terhadap keberhasilan peserta didik.

Apabila seorang guru tidak melaksanakan Kompetensi Pedagogik, maka guru tersebut tidak berkeinginan untuk mendapatkan keberhasilan dari proses pembelajaran dan mengembangkan potensi dan bakat dari peserta didik secara maksimal. Apabila hal ini terjadi maka akan berakibat fatal, baik terhadap guru itu sendiri maupun peserta didiknya karena tugas yang ia emban menjadi hal yang sia-sia. Hal ini sama saja dengan membunuh potensi dan bakat dari peserta didik itu sendiri, karena tidak dikembangkan.

Bahkan hal ini sama saja dengan seorang guru yang tidak berkeinginan untuk memajukan pendidikan, dirinya sendiri dan peserta didik yang ia ajarkan.

Pada dasarnya kemampuan-kemampuan yang terdapat dalam Kompetensi Pedagogik terdapat pula didalam Konsep Pengajaraan Islam. Oleh karena itu Kompetensi Pedagogik sebenarnya bukan berasal dari barat, akan tetapi berasal dari Konsep Pengajaran Islam. Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi paedagogis yang baik sebagaimana Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-NYA.

Sebagaimana firman Allah Q.S. Ar-rahman ayat 1-4 :























(21)

artinya: “(Rabb) Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan al Qur’an.Dia menciptakan manusia.Mengajarnya pandai berbicara /AI-Bayan”.8

Kunandar menjelaskan bahwa kompetensi pedagogik meliputi :

1. Memahami peserta didik secara mendalam dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif dan kepribadian.

2. Merancang pembelajaran termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran dengan menerapkan teori dan menentukan strategi pembelajaran.

3. Melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

4. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran secara berkesinambungan dengan berbagai metode dan menganalisis hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan.

5. Membina dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan dan mnegaktualisasikan berbagai potensi yang ada dalam dirinya.9

Salah satu penyebab tidak efektifnya proses pembelajaran adalah disebabkan tenaga pendidik yang kurang berkompeten, sehingga uapaya untuk mencerdaskan kehidupan para peserta didik sukar untuk diwujudkan dan pada akhirnya hasil pembelajaran kurang memuaskan. Untuk itu guru sebagai komponen pendidikan harus menunjukkan kualitasnya sebagai tenaga pendidik yang ahli dibidangnya.10

8www /httpI:/dalil tentang kompetensi guru, Dalil AL-Qur’an tentang Pendidikan _ Syamsul14's Blog.htm

9 Kunandar, Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta : Rajawali Persada, 2011), h. 76

10 Saiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya : Usaha Nasional, 1994), hal.

100

(22)

Untuk meningkatkan kualitas guru perlu dilakukan pengujian terhadap kompetensi guru yang dapat dilakukan secara nasional, regional, maupun lokal. Secara lokal dapat dilakukan oleh daerah (kabupaten dan kota) untuk mengetahui kualitas kompetensi guru. Uji kompetensi guru dapat digunakan untuk mengembangkan standar kemampuan profesional guru dan mengetahui kemampuan rata-rata guru, aspek mana yang perlu ditingkatkan.

Berdasarkan hasil pengujian kompetensi tersebut, maka guru itu dapat dimasukkan kedalam beberapa tingkatan atau kriteria tertentu yaitu tingkatan tinggi, tingkatan sedang dan tingkatan kurang. Untuk tingkatan yang kurang, maka guru itu harus mendapat perhatian dan pembinaan agar dapat meningkatkan kompetensinya.11

Dari obsevasi awal yang penulis lihat dilapangan bahwa Kompetensi Pedagogik guru pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara Kabupaten Pasaman, kurang baik karena ketika proses pembelajaran berlangsung peneliti melihat masih banyak siswa yang keluar masuk kelas, siswa yang meribut. Selain itu dalam belajar guru jarang menggunakan media yang menarik bagi siswa, sehingga siswa bosan dalam belajar Agama.

Berdasarkan masalah inilah penulis ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana kualitas Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembelajaran di SMP yang dituangkan dalam bentuk karya Ilmiah berbentuk Proposal dengan judul :

“Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islamdi SMP N 1 Rao utara, Kabupaten Pasaman”

11 E. Mulyasa, Menjadi guru Profesional :Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2005), cet. Ke-1, hal. 187-189

(23)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis dapat merumuskan Identifikasi masalah, yaitu sebagai berikut :

1. Dalam proses pembelajaran guru pendidikan agama Islam lebih sering menggunakan metode ceramah, sehingga siswa lebih cepat bosan dalam belajar.

2. Pada saat guru menerangkan pembelajaran siswa banyak meribut dari pada mendengarkan penjelasan guru.

3. Pada saat proses pembelajaran Siswa banyak yang keluar masuk.

4. Guru yang mengajar pendidikan agama itu jarang menggunakan media yang menarik bagi siswa untuk belajar.

C. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah

Berdasarkan Identifikasi masalah diatas, maka penulis membatasi masalah yaitu

“Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rao Utara, Kabupaten Pasaman”.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka penulis membuat rumusan masalah yaitu “Bagaimana kualitas Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Proses Pembelajaran di SMP N 1 Rao Utara, Kabupaten Pasaman”.

(24)

D. Tujuan dan kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembelajaran di SMP N 1 Rao Utara, Kabupaten Pasaman.

2. Kegunaan Penelitian

a. Sebagai bahan bacaan bagi seluruh guru ataupun pihak yang berkiprah dalam dunia pendidikan.

b. Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam memperbaiki kompetensi pedagogik guru dalam proses belajar mengajar.

c. Untuk menambah wawasan penulis tentang kompetensi mengajar yang harus dimiliki.

d. Sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada program studi Pendidikan Agama Islam pada jurusan Tarbiyah

E. Penjelasan Judul

Untuk menghindari terjadinya kesalahan interpretasi terhadap judul yang dikemukakan diatas, maka dibawah ini dijelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul antara lain :

Kompetensi : kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya.

(25)

Pedagogik : mengantarkan anak menuju pada kedewasaan. Istilah lainnya yaitu pedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak. Pedagogik membimbing dan mengawasi pelajaran.

Guru PAI : orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing dan menyampaikan materi pengajaran kepada murid, juga membentuk kepribadian seorang anak didik yang bernilai tinggi.

Jadi, kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melakukan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

F. Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan terpadu dari hasil penelitian ini disusun sistematikanya sebagai berikut :

BAB I : merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah yang memaparkan alasan perlunya masalah ini diteliti, identifikasi masalah, batasan dan

(26)

rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, penjelasan judul dan sistematika penulisan.

BAB II : berisi landasan teoritis yang berisi Kompetensi Pedagogik guru (pengertian kompetensi pedagogik, komponen-komponen kompetensi pedagogik dan macam-macam kompetensi).

BAB III : metodologi penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, populasi dan sampel dan teknik analisis data.

BAB IV : hasil penelitian yang terdiri dari temuan umum dan temuan khusus BAB V : penutup yang berisi kesimpulan dari penelitian yang penulis lakukan dan saran

(27)

BAB II

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 RAO UTARA KABUPATEN PASAMAN

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

2015 M /1436 H

BAB II

(28)

LANDASAN TEORITIS

A. Kompetensi Pedagogik

1. Pengertian kompetensi Pedagogik

Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, psikomotor dengan sebaik-baiknya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia WJS. Purwadarminta, kompetensi berarti kewenangan, kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Pengertian dasar kompetensi yakni kemampuan atau kecakapan.12

Menurut Johnson kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Menurut UU NO. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen No 1, ayat 10 disebutkan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dukuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.13

Kompetensi menurut Usman (2005), adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif.

Roestiyah N.K. mengartikan kompetensi seperti yang dikutipnya dari pendapat W. Robert Houston adalah suatu tugas mamadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan tertentu.

12 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi II, (Balai Pustaka, 1996), hal. 516

13Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal. 23

(29)

Menurut Piet dan Ida Sahertian mengatakan bahwa kompetensi adalah kemampuan melakasanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang bersifat kognitif, afektif dan performen.

Kompetensi merupakan perpaduan dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Dari pengertian ini kompetensi mengandung tiga aspek :

1. Kemampuan, pengetahuan, kecakapan, sikap, pemahaman, apresiasi, dan harapan yang menjadi ciri karakteristik seseorang dalam menjalankan tugas.

2. Ciri dan karakteristik kompetensi yang digambarkan dalam aspek pertama itu tampil nyata dalam tindakan tingkah laku dan unjuk kerjanya.

3. Hasil unjuk kerjanya itu memenuhi suatu kriteria standar kualitas tertentu serta mahir dalam menjalankan tugasnya.14

Menurut Garden sebagaimana yang dikutip oleh E. Mulyasa, bahwa ada enam aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu sebagai berikut :

a. Pengetahuan (Knowledge)

Yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.

b. Pemahaman (Understanding)

14 Kunandar, Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta : Rajawali, 2011), hal. 51-52

(30)

Yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akan melaksanakan pembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik, agar pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif dan efsien.

c. Kemampuan (Skill)

Yaitu sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnya kemampuan guru dalam membuat alat peraga sederhana untuk memberikan kemudahan belajar peserta didik

d. Nilai (Value)

Suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologi menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar perilaku guru dalam pembelajaran seperti kejujuran, keterbukaan, demokratis, dan lain-lain.

e. Sikap (Attitude)

Yaitu perasaan senang, tak tenang, suka-tidak suka reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji, dan lain-lain.

f. Minat (Interest)

Adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan, misalnya minat untuk melakukan sesuatu atau untuk mempelajari sesuatu.

Kompetensi guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh pendidik atau guru dalam

(31)

melaksanakan tugas dan pekerjaannya.15 Kompetensi ini sangat diwajibkan sekali untuk dimiliki oleh seorang pendidik. Sebagai seoarang guru harus mengetahui bagaimana proses perkembangan jiwa anak, karena sebagai pendidik anak terutama bertugas untuk membina mental, membentuk moral, dan membangun kepribadian yang baik dan integral, sehingga mereka kelak berguna bagi nusa dan bangsa.

Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dari sini dapat diketahui bahwa perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan yang disyaratkan untuk mengemban profesi tersebut. Kemampuan dasar itu tidak lain adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru.

Menurut Glasser berkenaan dengan kompetensi guru, ada empat yang harus dikuasai guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran dan mampu mengevaluasi hasil belajar siswa.

15Iskandar Agung, Menghasilkan Guru Kompeten dan Professional, (Jakarta :Bee Media, 2012), hal. 1

(32)

Apabila guru telah memiliki keempat kompetensi tersebut diatas, maka guru tersebut telah memiliki hak profesional karena ia telah jelas memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tangung jawabnya.

2. Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.

3. Menikmati teknis kepemimpinan dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.

4. Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan prestasi yang inovatif dalam bidang pengabdiannya.

5. Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun institusional.16

Pengertian Pedagogik intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan. Istilah lainnya yaitu pedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak. Pedagogik membimbing dan mengawasi pelajaran.17

16Rusman, Model-model Pembelajaran : Mengembangkan Profrsionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hal. 23-24

17 Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga kependidikan, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal 185

(33)

Pedagogik secara jelas memiliki kegunaan diantaranya bagi pendidik untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis, memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik anak juga untuk ajang mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi demi perbaikan bagi diri sendiri.

Berdasarkan pengertian kompetensi dan pedagogik diatas, maka dapat pula pengertian kompetensi pedagogik guru sebagai berikut, dalam standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (1) butir A dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Dalam aspek pedagogik berhubungan langsung dengan hal yang terkait dengan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik.

Secara garis besar terdapat empat unsur yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam kemampuan yang berhubungan dengan kompetensi pedagogiknya dalam mengajar, yaitu pengelolaan mengajar, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan diri secara berkelanjutan, pemanfaatan refleksi dari hasil kerja.

Kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan guru dalam menciptakan suasana dan pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik. Dengan demikian kemampuan pedagogik bagi guru bukanlah hal yang sederhana karena kualitas guru haruslah diatas rata-rata yang data dilihat dari logika, etika dan estetika.

(34)

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi : pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Adapun sepuluh kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh seorang guru, meliputi : 1) menguasai bahan/materi pelajaran. 2) mengelola program pembelajaran, 3) mengelola kelas, 4) menggunakan media dan sumber belajar, 5) menguasai landasan pendidikan, 6) mengelola interaksi pembelajaran, 7) menilai prestasi belajar siswa, 8) mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan, 9) mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, 10) memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pembelajaran.18

Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007, tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru disebutkan kemampuan pokok yang ada dalam kompetensi pedagogik yang harus dikuasi oleh seorang guru meliputi:

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial- kultural , emosional dan intelektual.

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

18 Rusman, Model-model Pembelajaran : Mengembangkan Profrsionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hal. 51

(35)

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang lampau.

Jadi, kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melakukan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.19

2. Komponen-komponen Kompetensi Pedagogik a. Menguasai karakteristik peserta didik

Guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karateristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan latar belakang sosial budaya yang meliputi:

1) Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya.

2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untu berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.

3) Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan keampuan belajar yang berbeda.

19Rusman, Model-model Pembelajaran : Mengembangkan Profrsionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hal. 22

(36)

4) Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik.

5) Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik.

6) Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak tersisihkan, diolok-olok dan minder.

b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara aktif sesuai dengan standar kompetensi guru.

Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan memotivasi mereka untuk belajar yang meliputi :

1) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi.

2) Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut.

3) Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran.

(37)

4) Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotivai kemauan belajar peserta didik.

5) Guru merencankan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik.

6) Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.

c. Pengembangan kurikulum

Guru mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang meliputi :

1) Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum.

2) Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.

3) Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran.

4) Guru memilih materi pembelajaran yang : (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar

(38)

peserta didik, (4) dapat dilaksanakan dikelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.

d. Kegiatan pembelajaran yang mendidik

Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. guru mampu menyusun dan menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. jika relevan, guru memenfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi :

1) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya.

2) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membentu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan.

3) Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.

4) Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata-mata kesalahan yang harus dikoreksi.

Misalnya : dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban yang benar.

(39)

5) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.

6) Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik.

7) Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif.

8) Guru mampu audio-visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas.

9) Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain.

10) Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis unut membantu proses belajar peserta didik. sebagai contoh : guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya.

(40)

11) Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan audio-visual u untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.20

e. Pengembangan potensi peserta didik

Guru mampu menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka yang meliputi :

1) Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan.

2) Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing- masing.

3) Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik.

4) Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.

20 Kunandar, Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta : Rajawali, 2011), hal. 76

(41)

5) Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat, potensi dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.

6) Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara bejarnya masing-masing

7) Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memehami dan menggunakan informasi yang disampaikan.

f. Komunikasi dengan peserta didik

Guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaaan peserta didik yang meliputi:

1) Guru mengunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk memberian pertanyaan terbukayang menuntut peserta didik untk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka

2) Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tampa menginteruksi, kecuali jika diperlukan untuk membentu atau mengklarifikasi pertanyaan/ tanggapan tersebut

3) Guru menanggapi pertanyaan peserta didik secara tepat, benar sesuai dengan tujuan pembelajaran danisi kurikulum

4) Guru menyajukan kegiatan pembelajran yang dapat menumbukan kerja sama yang baik antar peserta didik.

(42)

5) Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baaik yang benar aupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman eserta didik

6) Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponya secara lengkap dan relefan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik

g. Penilaian dan evaluasi

Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektifitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampuu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya yang meliputi:

1) Gurumenyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.

2) Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian , selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari

3) Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik /kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.

(43)

4) Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajran selanjutnya, dan dapat membuktikannyamelalui catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran,materi tambahan.

5) Guru memanfaatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.21

3. Macam-macam Kompetensi Pedagogik

a. Pedagogik Tradisional

Pedagogik bermakna suatu studi tentang bagaimana menjadi guru. Lebih khususlagi, awalnya kata pedagogik bermakna cara seorang guru mengajar atau seni mengajar (The art Of Teaching), secara tradisional pedagogik adalah seni mengajar. Guru yang efektif senantiasa menggunakan alternatif strategi pembelajaran, karena tidak ada pendekatan yang universal untuk semua bahan ajar dan situasi. Situasi yang berbeda digunakan dengan kombinasi yang berbeda untuk kelompok siswa yang berbeda, yang diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar.

b. Pedagogik Modern

Dalam pedagogik modern, menggambarkan bahwa selain pedagogik sebagai seni, juga sebagai ilmu dan dikembangkan keduanya secara dialektis.

Beberapa defenisi yang terkait dengan pedagogik adalah :

21 https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/01/29/kompetensi-pedagogik-guru.

(44)

1. Pengajaran (Teaching), yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil.

2. Belajar (Learning), yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan seperti penyelidikan, berpikir kritis, kerja sama tim, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah.

3. Hubungan belajar dengan mengajar dengan segala faktor lain yang menjadi pendorong minat pedagogik, misalnya siswa melakukan penelitian sederhana. Hubungan itu bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang terpusat pada siswa namun tetap dibawah bimbingan guru.

4. Hubungan mengajar dan belajar yang berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, yaitu sebagaimana yang dikembangkan dilembaga-lembaga pendidikan formal dan non formal dalam masyarakat, keluarga dan kehidupan kerja.

c. Pedagogik Transformatif

Dengan pedagogik Tranformatif kontruksi sosial kurikulum dipahami sebagai seperangkat nilai-nilai dan keyakinan yang mencerminkan esensi anak didik sebagai makhluk transformasional, bukan sekedar dipersepsi sebagai transaksi antara mereka dan guru. Konsekuensi perubahan dari sudut pandang ini

(45)

adalah pengenalan kembali bentuk-bentuk baru pedagogik dikaitkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pedagogik transformatif harus memiliki agenda bagi proses penciptaan pengetahuan, fasilitas, hubungannya dengan kekuasaan serta kurikulum berbasis produk ilmu pengetahuan itu sendiri.22

d. Kemampuan yang harus dikembangkan dalam kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi sebagai berikut :

1) Kemampuan mengelola pembelajaran 2) Pemahaman terhadap peserta didik 3) Perencanaan pembelajaran

4) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis 5) Pemanfaatan Teknologi pembelajaran

6) Evaluasi hasil belajar

7) Pengembangan peserta didik

Dalam pembelajaran peran guru sangat penting, diantara peranan guru yang paling dominan yaitu :

a. Guru sebagai Demonstrator

Sebagai demonstrator guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dan mengembangkannya dalam arti meningkatkan

22 Uyoh Sadulloh, Pedagogik (Ilmu Mendidik), (Bandung : Alfabeta, 2010), hal. 1-2

(46)

kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena itu akan menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

b. Guru sebagai Pengelola Kelas

Sebagai pengelola kelas guru harus mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar dan juga merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi.

Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

c. Guru sebagai Mediator dan Fasilitator

Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Selain itu guru menjadi perantara dalam hubungan antar manusia.

Sebagai fasilitator guru henadaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar.

d. Guru sebagai Evaluator

(47)

Guru sebagai evaluator dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat.

Tujuan dari penilaian adalah guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian adalah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya.23

Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara guru dengan siswa dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.

a) Keterampilan Dasar Mengajar

Pelaksanaan proses belajar mengajar meliputi keterampilan dasar mengajar antara lain sebagai berikut :

1. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

Membuka pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan.

Menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakuka oleh guru untuk mengakhiri pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya.

23Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1996), hal. 9-12

(48)

2. Keterampilan dasar bertanya

Keterampilan bertanya dapat menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

3. Keterampilan dasar memberikan penguatan

Keterampilan memberikan penguatan adalah segala bentuk respon yang merupakan kegiatan dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi siswa atas perbuatan yang dilakukannya.

4. Keterampilan dasar variasi

Keterampilan dasar variasi adalah keterampilan guru untuk menjaga agar pembelajaran tetap menarik perhatian, tidak membosankan sehingga siswa mewujudkan sikap antusias, aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

b) Menyampaikan Materi

Bahan atau materi pelajaran pada hakikatnya dalam isi materi pelajaran yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

c) Menggunakan Strategi Pembelajaran

Pola umum perbuatan guru, murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar.24Dalam melaksanakan tugas sebagaiseorang tenaga pendidik, guru harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Strategi

24 Hasibuan, Proses Belajar Mengajar, (Bandung : Rosdakarya : 2008), hal. 3

(49)

merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi dikatakan masih bersifat umum karena masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh, sedangkan untuk mencapai tujuan perlu disusun strategi pembelajaran.

Setiap materi pembelajaran diberikan akan memerlukan strategi yang berbeda untuk menyampaikannya. Pada materi yang dianggap mudah guru mungkin bisa mengajarkannya dengan metode ekspositori atau ceramah, sedangkan bahan ajar yang dirasa sulit mungkin guru bisa memberikannya dengan strategi kooperatif atau membagi siswa kedalam beberapa kelompok, karena kelompok yang terdiri dari siswa yang pintar, sedang dan kurang akan menularkan kepintarannya kepada yang kurang pintar.

d) Menggunakan metode pembelajaran

Metode pembelajaran adalah bagian dari perangkat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajar mengajar.25

Pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada murid yang merupakan proses pengajaran itu dilakukan oleh guru di sekolah dengan menggunakan cara-cara tertentu.26 Untuk itu guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang variatif dan sesuai dengan kebutuhan sehingga proses pembelajaran tidak berjalan kaku dan membosankan, beberapa metode pembelajaran antara lain :

a. Metode Ceramah

Adalah penyampaian bahwa pelajaran dengan komunikasi lisan.

Kelemahan metode ini adalah bahwa siswa cenderung positif dalam belajar.

25 Hasibuan, Proses Belajar Mengajar, (Bandung : Rosdakarya : 2008), hal. 3

26 Suryo Subroto, proses Belajar Mengajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 1997), hal. 149

(50)

b. Metode Tanya Jawab

Dalam proses belajar mengajar, bertanya memegang peranan yang sangat penting. Sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dengan teknik pengajuan yang tepat akan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan membangkitkan rasa ingin tahu serta mengembangkan pola pikir siswa yang membuat siswa bisa memusatkan perhatiannya pada masalah yang dibahas.

c. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian bahwa pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan perbandingan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, aau menyusun berbagai alternatif pemecah suatu masalah.

d. Metode Simulasi

Metode simulasi adalah metode tiruan atau perbuatan yang hanya pura- pura saja.

e. Metode Demonstrasi

Melalui metode demonstrasi guru memperlihatkan suatu proses peristiwa atau cara kerja suatu alat kepada peserta didik.demonstrasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari yang sekedar memberikan pengetahuan yang sudah diterima begitu saja oleh peserta didik sampai pada cara agar peserta didik dapat memecahkan suatu masalah.

(51)

f. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah bentuk pembelajaran yag melibatkan peserta didik bekerja dengan benda-benda dan peralatan laboratorium baik secara perorangan maupun secara perkelompok.

e) Menggunakan media pembelajaran

Media pembelajaran sangat berperan pendting dalam pembelajaran yaitu sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajr yang efektif. Dalam proses pembelajaran alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.

f) Pengelolaan Kelas

Dalam merancang dan menyiapkan bahan ajar, menyampaikan bahan ajar, dan melaksanakan pembelajaran guru hendaknya dirancang pula pengelolaan kelas sesuai dengan materi, tujuan dan kebutuhan yang dihadapi.27

B. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang memberikan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara melalui materi keimanan,

27Iskandar Agung, Menghasilkan Guru Kompeten dan Profesional,... hal. 85

(52)

bimbingan ibadah, Al-Qur’an, Hadits, Akhlak, syariah/fiqih/muamalah dan Tarikh (sejarah Islam), yang bersumberkan kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Depdiknas mendefenisikan : pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam menjalankan ajaran Agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Hadits melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan latihan serta penggunaan pengalaman.28

GBPP PAI di sekolah umum, bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, Pengajaran, dan latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.29

2. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Agama Islam a) Fungsi Pendidikan Agama Islam

Fungsi pendidikan agama khususnya agama Islam adalah untuk : 1) menumbuhkan keimanan yang kuat, 2) menanamkembangkan kebiasaan dalam melakukan amal ibadah, amal saleh dan akhlak mulia, 3) menumbuhkembangkan semangat untuk mengelola alam sekitar sebagai anugrah Allah SWT. Secara singkatnya fungsi pendidikan agama Islam adalah untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta membentuk kebiasaan kepada peserta didik untuk berakhlak mulia.

28 Supardi.dkk, Pengembangan Evaluasi Sistem PAI, (Jakarta : Diadit Media, 2009), cet. Ke-1, hal. 28

29 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan PAI di Sekolah, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2001), cet, ke-1, hal. 75-76

Referensi

Dokumen terkait

yang memasarkan barang atau jasa serupa tetapi tidak sama.. masing produsen dapat menawarkan harga yang berbeda untuk produk. serupa. Sebagai contoh produk yang ditawarkan dalam

system dengan pellet sebagai makanan dan oksigen yang masuk sebagai

Aplikasi yang akan dirancang adalah sistem infomasi berbasis sistem operasi android yang membantu petani agar mencapai keuntungan maksimal dari bercocok tanam buah

MANAJEMEN PENERIMAAN DOSIS Guna melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja radiasi yang yang terlibat dalam kegiatan perakitan Generator Tc-99m, PI dapat menetapkan kebijakan

The aim of this study was to determine the role of the ethanol extract of Andrographis paniculata in slowing the inflammatory reaction by increasing the ratio of Treg / Th17 cells

Judul Skripsi : Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Matematika Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Langkah-Langkah Polya Ditinjau dari Kemampuan

Unit Layanan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Kabupaten Muara Enim Pokja Pengadaan Barang Kelompok I yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Unit Layanan Pengadaan

Ciri khas yang paling menonjol dari bunga mawar adalah batangnya yang berduri, batang yang berduri ini memiliki fungsi utama sebagai alat untuk mempertahankan diri dari musuh alami