• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Hasil Penelitian Terdahulu

Hapsari (2007), melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor gula Indonesia. Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor, peneliti menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan analisis regresi linear berganda dan model Double Log. Variabel yang digunakan untuk menduga faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor gula adalah produksi gula domestik, populasi, harga gula domestik, nilai tukar,

13

dummy tarif impor. Dari hasil penelitiannya menunjukan bahwa populasi dan harga gula domestik mempunyai hubungan positif dengan volume impor gula, sedangkan variabel produksi gula domestik, nilai tukar, dan dummy tarif impor berpengaruh negatif terhadap volume impor gula.

Penelitian tentang impor yang dilakukan oleh Komarudin (2005), yaitu menganalisis permintaan impor buah apel di Indonesia. Selain menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor buah apel, Komarudin juga menganalisis tentang trend/pola impor, harga impor, dan nilai tukar rupiah dari beberapa negara yang diamati. Pemilihan negara-negara tersebut didasarkan pada negara terbesar yang mengekspor apel ke Indonesia. Dalam menguji faktor-faktor yang mempengaruhi impor apel Indonesia, variabel-variabel yang diduga mempengaruhi impornya adalah harga impor buah apel, nilai tukar rupiah, PDB Indonesia, serta volume impor buah apel dari beberapa negara yang diamati.

Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor digunakan analisis regresi data panel model cross sectionally correlated and time wise autoregressive. Dari hasil penelitiannya menunjukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan impor yaitu harga impor, lag permintaan impor (dalam selang kepercayaan 95 persen) sedangkan PDB dan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh nyata terhadap volume impor apel.

Rahmawati (2005), melakukan penelitian tentang bagaimana dampak kebijakan tarif impor gula serta variabel-variabel yang mempengaruhi volume impor gula. Dalam menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi volume impor digunakan model Regresi Linier Berganda dengan metode Ordinary Least

Square (OLS). Variabel-variabel yang diduga mempengaruhi impor gula adalah produksi gula domestik, konsumsi gula domestik, tarif impor gula, harga gula domestik, harga gula luar negeri, kurs/nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan pendapatan nasional/GNP (Gross National Product).

Hasil penelitiannya menunjukan bahwa variabel produksi dan kurs mempunyai hubungan yang negatif dengan volume impor gula, sedangkan variabel konsumsi dan tarif memiliki hubungan yang positif dengan volume impor gula. Akan tetapi variabel harga domestik, harga luar negeri, pendapatan nasional tidak berpengaruh terhadap volume impor gula dalam taraf nyata 5 persen.

Situmorang (2005), melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan impor beras Indonesia. Dimana model yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan impor beras terdiri dari lima persamaan struktural yaitu, luas areal panen tanaman padi, produktivitas padi, harga gabah ditingkat petani, impor beras Indonesia dan harga impor beras Indonesia. Analisisnya menggunakan model persamaan simultan dengan metode Two Stages Least Squares (2SLS).

Hasil penelitiannya menunjukan bahwa dari variabel- variabel harga impor beras, produksi beras, jumlah penduduk, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dan lag impor beras, hanya variabel harga impor beras yang berpengaruh nyata terhadap impor beras Indonesia.

Sedangkan penelitian tentang komoditas keramik pernah dilakukan oleh Samosir (2000), mengenai Analisis Faktor-faktor Penghambat UKM Produsen

15

Eksportir (PE) dan UKM Indirect Eksportir (IE) di Subsektor Industri Keramik Dalam Melakukan Ekspor dengan studi kasus Sentra Industri Kasongan, Kabupaten Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta. Dalam penelitiannya Samosir menganalisis tiga permasalahan yaitu (1) bagaimana gambaran dari kegiatan ekspor yang dilaksanakan oleh UKM PE dan UKM IE, (2) aspek-aspek apa saja yang terkandung dalam gambaran kegiatan tersebut, misalnya komoditi yang dominan, negara tujuan ekspor, sistem pembayaran yang diterima dan lain sebagainya, dan (3) faktor-faktor apa saja yang menjadi permasalahan bagi UKM PE dan UKM IE dalam melakukan kegiatan ekspor. Sehingga dengan diidentifikasinya faktor-faktor penghambat tersebut, maka dapat dirumuskan kebijakan pemerintah yang dapat membantu UKM PE dan UKM IE dalam melakukan ekspor. Dari hasil penelitian bahwa kinerja ekspor UKM PE dan UKM IE dipengaruhi oleh dua faktor penghambat yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang cukup mempengaruhi kinerja ekspor UKM antara lain: (1) manajemen yang bersifat tradisional atau manajemen keluarga, (2) likuiditas atau modal kerja yang cenderung menurun akibat krisis ekonomi, dan (3) upah tenaga kerja yang didominasi adanya kenaikan inflasi dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Sedangkan faktor eksternal yang sangat mempengaruhi kinerja ekspor UKM adalah : (1) kenaikan suku bunga perbankan yang cukup tinggi mengakibatkan kelangkaan modal tambahan untuk memproduksi barang, (2) kenaikan harga baku lebih dipengaruhi adanya sebagian bahan baku terutama dalam finishing masih diimpor, (3) kurangnya informasi pasar baik itu negara-negara yang menjadi orientasi pasar produk UKM maupun

desain produk yang belum mengikuti keinginan pasar (up to date), dan (4) kurangnya dukungan Pemerintah Daerah dan rendahnya koordinasi antar instansi terkait dalam melakukan pembinaan UKM setempat.

Suhalis (1991), dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Penawaran Ekspor Teh Hitam Indonesia dan Permintaan Impor Teh Hitam Dunia menganalisis tentang (1) penawaran ekspor teh hitam dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (2) permintaan impor teh hitam dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan (3) integrasi pasar teh hitam antara pasar London dan pasar Jakarta. Dimana dalam penelitiannya untuk menganalisis permintaan impor teh hitam dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, digunakan model regresi linear berganda dengan model Double Log. Variabel–variabel yang digunakan untuk menduga permintaan impor teh hitam adalah permintaan impor teh hitam dunia satu tahun sebelumnya dan permintaan impor teh hitam dua tahun sebelumnya, harga riil teh hitam di London yang telah dideflasi dengan domestic absorption prices, dan GNP total perkapita lima negara pengimpor utama teh hitam.

Hasil penelitiannya menunjukan bahwa permintaan impor teh hitam dunia dipengaruhi oleh permintaan impor teh hitam satu tahun sebelumnya dan permintaan impor teh hitam dua tahun sebelumnya, sedangkan pengaruh faktor harga dan GNP perkapita bersifat inelastis. Bahwa dari hasil elastisitas pendapatan, kebijakan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk merangsang perubahan pengaruh konsumsi tidak akan efektif dalam meningkatkan volume impor teh hitam dunia.

17

Surifanni (2004), mengadakan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor kedelai dari Amerika Serikat (AS) dan aliran impor kedelai ke Indonesia serta faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap aliran impor tersebut. Data yang digunakan dalam penelitiannya adalah data time series pertahun dari tahun 1983 sampai tahun 2002 dan data cross section tahun 2001. Sedangkan untuk mengolah data digunakan software Minitab13.20. Model yang digunakan untuk menduga faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor adalah model impor sedangkan model yang digunakan untuk menjawab permasalahan aliran impor kedelai adalah model gravity. Dimana kedua model tersebut diselesaikan dengan metode Ordinary Least Square (OLS).

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah komoditi yang digunakan dalam penelitian sebelumnya adalah komoditi pangan, sedangkan komoditi yang dianalisis dalam penelitian ini adalah komoditi papan (tempat tinggal) yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu keramik lantai, keramik tableware, dan keramik saniter. Selain itu analisis impor yang dilakukan dalam penelitian ini secara umum tidak terspesifikasi untuk beberapa negara saja, melainkan untuk semua negara yang terlibat dalam perdagangan komoditas keramik. Dalam penelitian ini juga akan dicantumkan hasil percobaan kombinasi berbagai macam variabel yang digunakan untuk menduga model permintaan volume impor masing-masing jenis keramik. Akan tetapi dalam penelitian ini tetap digunakan metode OLS, hal ini karena metode tersebut mudah digunakan dan diinterpretasikan hasil regresinya serta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penelitian ini.

Dari beberapa hasil penelitian terdahulu ini, bahwa secara umum variabel yang digunakan untuk menduga model permintaan impor antara lain adalah produksi, harga komoditi itu sendiri, harga komoditi substitusi, nilai tukar, pendapatan baik GDP nasional maupun GDP perkapita, jumlah peduduk, dan tarif. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi impor suatu komoditi digunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan analisis regresi linier berganda.

Dokumen terkait