• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Terdahulu

BAB II. KAJIAN TEORI, TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN RUMUSAN HIPOTESIS

B. Tinjauan Pustaka

1. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitan terdahulu mengenai pemasaran kerajinan, Sunarsih (2015) mengenai “Strategi Pemasaran Home Industri Pengrajin Anyaman Bambu di

desa Gintangan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi” Salah satu

usaha kecil yang memiliki keunggulan dalam hal keunikan adalah home

industry pengrajin anyaman bambu desa Gintangan, kecamatan Rogojampi,

kabupaten Banyuwangi. Home industry ini dijadikan sebagai tempat penelitian dikarenakan mampu bertahan dan menunjukkan perkembangan cukup pesat dengan ditandai perolehan omzet yang terbilang banyak untuk per tahunnya.

Para pemilik home industry tersebut telah memasarkan produk yang dihasilkan ke berbagai kota di Indonesia. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemasaran yang dilakukan oleh home industry pengrajin anyaman bambu desa Gintangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tempat penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive area yang dilaksanakan di home industry pengrajin anyaman bambu desa Gintangan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi.

Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahap, pertama melakukan observasi yang dilakukan untuk memperoleh data sebagai sumber penelitian. Tahap kedua adalah reduksi data yang dilakukan dengan cara merangkum dan memilih hal-hal pokok yang akan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Tahap ketiga adalah

penyajian data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, sehingga mudah untuk dipahami. Tahap yang terakhir adalah penarikan kesimpulan, yaitu menyimpulkan hasil dari penelitian yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian, home industry pengrajin anyaman bambu Desa Gintangan dapat diketahui bahwa merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang kerajinan anyaman bambu dengan menerapkan beberapa strategi pemasaran dalam menjalankan kegiatan usahanya. Adapun strategi emasaran yang digunakan oleh home industry tersebut antara lain: strategi pengembangan produk, penetapan harga, tempat pemasaran, dan promosi. Dalam hal produk, home industry pengrajin anyaman bambu Desa Gintangan melakukan pengembangan produk yang bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Produk yang dihasilkan merupakan produk yang sebelumnya telah ada kemudian dikembangkan menjadi produk dengan berbagai macam bentuk yang bervariasi. Dalam penetapan harga home industry pengrajin anyaman bambu desa Gintangan menawarkan produk dengan harga yang didasarkan atas bentuk, ukuran, dan kelebihan pada masing-masing produk yang dihasilkan. Pengrajin juga menyesuaikan harga yang ditetapkan oleh pesaing dengan mempertimbangkan jumlah penerimaan dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk setiap produksinya.

Home industry pengrajin anyaman bambu desa Gintangan juga menerapkan strategi tempat dalam kegiatan pemasaran. Dalam hal ini, para pengrajin memilih untuk menjadikan satu tempat antara tempat

pemasaran dengan tempat produksi. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen yang secara langsung dapat melihat dan ikut serta dalam proses pembuatan kerajinan anyaman bambu. Sedangkan untuk strategi promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, diantaranya : pintu ke pintu, penggunaan internet, iklan radio dan melakukan promosi penjualan melalui kegiatan bazar dan pameran yang dibantu oleh pihak pemerintah daerah khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan hasil penelitian Adinala (2014)tentang “ Analisis nilai

tambah dan margin pemasaran produk kerajinan agroindustri temurung

kelapa (Kasus Kerajinan Tempurung Unik di desa Wonorejo, kecamatan

Srengat kabupaten Blitar). Diketahuai bahwa terdapat 3 pola saluran

pemasaran. Saluran pemasaran I margin pemasaran adalah nol. Saluran untuk pola II marginnya sebesar Rp 200,00 dan margin untuk pola III nasing-masing sebesar Rp 900,-. Bagian harga ynag diterima pengrajin dari masing-masing saluran pemasaran berbeda-beda, yaitu: untuk pola I bagian harga yang diterima pengrajin sebesar Rp 100% pola II sebesar Rp 95% sedangkan untuk pola III yaitu sebesar 78,72% dan 80,84%.

Biaya-biaya yang dikeluarkan dari masing-masing saluran pemasaran berbeda-beda. Biaya terbesar ada pada pola III untuk pedagang pengumpul II yaitu sebesar Rp 203,33,-/kg untuk pedagang pengumpul I yaitu sebesar pada pola III. Faktor-faktor yang mempengaruhi margin pemasaran yaitu harga konsumen berpengaruh nyata, saluran pemasaran panjang berpengaruh

positif nyata dan saluran pemasaran sedang berpengaruh negatif sangat nyata terhadap margin.

Hasil penelitian Sulistyawan (2012) tentang “ Strategi pemasaran

usaha industri kerajinan rotan dalam menembus pasar internasional (Studi kasus pada Dewangga Furniture Gatak Sukoharjo”). Tujuan dari penelitian

ini adalah untuk mengetahui apa saja strategi yang diterapkan dewangga Furnitur dalam memasuki pasar internasional. Hambatan atau kendala yang dihadapi Dewangga Furnitur adalah dalam memasuki pasar internasional dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan atau kendala. Penelitian ini menggunakan bentukdeskriptif kualitataif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan strategi memasuki pasar internasional yang diterapkan dewangga furnitur adalah meggunakan analisis kondisi pasar negara tujuan melalui internet.

Hasil penelitian Pamungkas (2014) tentang “Analisis strategi

pemasaran kayu antik untuk memasarkan produk di pasar domestic pada CV

Bima Bantul Yogyakarta” tujuan dari penelitian ini adalah untuk

menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan CV Bima dalam memasarkan produk di pasar dometik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan SWOT. Kendala yang dihadapi CV Bima adalah permasalahan modal, kelangkaan bahan baku dan persaingan dari dalam negeri maupun luar negeri. Hasil penelitian Zulfa (2014) tentang “Strategi pemasaran kerajinan

Semarang”. Strategi yang diterapkan koperasi wanita melati Semarang

sangat berpengaruh dan berperan penting bagi pertumbuhan koperasi. Dengan strategi pemasaran yang tepat koperasi mampu meningkatkan omzet penjualannya dan meningkatkan laba. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian lapangan yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi yang dilakukan di koperasi wanita melati kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan di koperasi wanita melati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran yang diharapkan mampu meningkatkan penjualan, dan memperluas wilayah pemasaran produknya. Permintaan terhadap produk juga semakin meningakat dengan desain yang terus diperbaharui setiap wakunya dan mengikuti tren.

Hasil penelitian Hermanto (2010) tentang “ Analisis Rencana

Pemasaran Produk Clay melalui Gerai dan Penjualan Online”. Tujuan

dalam penelitian ini penulis akan mengungkapkan rencana pemasaran yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis clay. Penulis melalukan wawancara dan penyebaran kuisioner melalui internet. Penulis akan menganalisa faktor 4P yaitu Product, Promotion, price dan Place. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan pasar akan produk clay semakin meningkat karena promosi yang dilakukan oleh produsen clay. Produsen juga menggunakan tempat (place) yang menarik untuk tempat memasarkan produk clay sehingga konsumen tertarik untuk membeli.

Tabel 4

Rangkuman Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian ini

No Nama Peneliti Judul Penelitian Tujuan Penelitian Metode Analisis Persamaan Perbedaan 1 Endang Retnowati (2016) Pemasaran Kerajinan Besek (Studi Kasus Pengrajin Besek di kecamatan Bener kabupaten Purworejo)

1. Mengetahui saluran pemasaran besek di kecamatan Bener kabupaten Purworejo.

2. Mengetahui fungsi-fungsi pemasaran apakah yang dilakukan oleh pedagang yang terlibat dalam pemasaran besek.

3. Mengetahui biaya, margin dan share pemasaran besek

4. Mengetahui bagian harga yang diterima oleh masing-masing lembaga pemasaran.

Deskriptif Deskriptif Analisis

Penelitian dilakukan pada pengrajin besek yang berada di kecamatan Bener kabupaten Purworejo. Waktu: Tahun 2016. 2. Lilik Sunarsih (2015) Strategi pemasaran home industri pengrajin anyaman bambu di desa Gintangan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi Mendeskripsikan strategi pemasaran yang dilakukan oleh

home industry pengrajin anyaman

bambu di Desa Gintangan

kualitatif Deskriptif Penelitian dilakukan pada home industry pengrajin anyaman bambu di desa Gintangan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi.

Waktu: Tahun 2015.

42

3 Muhammad Furqon Adinala (2014)

Analisis nilai tambah dan margin pemasaran produk kerajinan agroindustri temurung kelapa (Kasus kerajinan tempurung unik di desa Wonorejo, kecamatan Srengat kabupaten Blitar)

1. Mengetahui bagian harga yang diterima pengrajin dari masing-masing saluran pemasaran 2. Biaya yang dikeluarkan

masing-masing saluran pemasaran

Kualitatif Deskriptif Analisis

Penelitian dilakukan di desa Wonorejo, kecamatan Srengat kabupaten Blitar. Waktu: Tahun 2014 4 Diyah Pamungkas (2014) Analisis strategi pemasaran kayu antik untuk memasarkan produk di pasar domestic pada CV Bima Bantul Yogyakarta

Menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan cv. Bima dalam memasarkan produk di pasar domestik. SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Thteats) Deskriptif Analisis

Penelitian dilakukan pada CV Bima Bantul Yogyakarta

Waktu: Tahun 2014

5 Salis Arifatun Zulfa (2014)

Strategi pemasaran kerajinan keset dari limbah garmen pada koperasi wanita melati Pringapus kabupaten Semarang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan di Koperasi Wanita Melati. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemasaran

yang diharapkan mampu

meningkatkan penjualan, dan memperluas wilayah pemasaran produknya. Permintaan terhadap produk juga semakin meningakat

Metode penelitian lapangan

Deskriptif Analiasis

Penelitian dilakukan pada koperasi wanita melati Pringapus kabupaten Semarang Waktu: Tahun 2014 6 Shythia Permatasari Hermanto (2010) Analisis Rencana Pemasaran Produk Clay melalui penjualan online

Tujuan dari penelitian ini penulis akan mengungkapkan rencana pemasaran yang akan digunakan kemajuan bisnis clay.

Metode penelitian lapangan

Deskriptif Analiasis

Penelitian dilakukan digerai clay Yogyakarta.

Dokumen terkait