II. TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Hasil Penelitian Terdahulu
Perkembangan industri bunga potong memiliki banyak aspek yang dapat diteliti, mulai dari teknik budidaya, peningkatan mutu produk dan sosial ekonomi. Salah satu aspek sosial ekonomi yang menarik untuk diteliti adalah mengenai strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh sebuah organisasi.
Penelitian-penelitian mengenai analisis strategi pengembangan usaha suatu komoditi pada umumnya menggunakan alat analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, SWOT, serta analisis QSPM.
Pribudi (2002) melakukan penelitian terhadap komoditi anggrek di kebun anggrek Parung yaitu Parung Farm (PF). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi perusahaan, memformulasikan strategi alternatif yang dapat diterapkan berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha serta merumuskan perencanaan strategis usaha yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi eksternal dan internal perusahaan. Alat analisis yang digunakan untuk tahap input adalah Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan Matriks External
Factor Evaluation (EFE), untuk tahap pencocokkan menggunakan Matriks
SWOT, dan tahap keputusan strategi ditetapkan dengan menggunakan Matriks
Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM).
Berdasarkan hasil dari analisis SWOT terdapat beberapa alternatif strategi yang disesuaikan dengan faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan, strategi alternatif secara garis besar dikelompokkan menjadi strategi SO, WO, ST, dan WT. Analisis QSPM mengidentifikasikan bahwa strategi yang harus dilakukan oleh Parung Farm adalah strategi integrasi ke depan dengan cara menjalin kerjasama dengan petani dengan memberikan pasokan harga yang lebih murah dan kontinuitas produksi.
Rina (2002) melakukan penelitian yang berjudul Strategi Pengembangan Bisnis Bunga Potong Gerbera (Studi Kasus PT. Puri Sekar Asri Jakarta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang
dan ancaman perusahaan, memformulasikan strategi bisnis perusahaan melalui analisis IFE dan EFE, Internal-Eksternal, SWOT, QSPM sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan di masa yang akan datang serta menganalisis investasi dan kelayakan finansial usaha.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data penelitian terdiri dari data primer, yang diperoleh dari pengamatan langsung dan pengisian kuesioner kepada empat responden khusus untuk pemberian bobot pada analisis matrikks IFE dan matriks EFE. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan dan dokumen dari berbagai institusi-institusi yang relevan. Alat analisis yang digunakan untuk memformulasikan strategi bisnis adalah analisis matriks IFE, analisis matriks EFE, analisis matriks IE, SWOT dan matriks QSPM. Sedangkan alat analisis yang digunakan untuk pengembangan bisnis adalah analisis kelayakan finansial (NPV, IRR, B/C, dan payback periode), serta analisis sensitivitas.
Hasil analisis matiks IE, menunjukkan perusahaan saat ini berada pada posisi II. Strategi yang diterapkan adalah strategi tumbuh bina dan kemudian matriks QSPM menghasilkan strategi-strategi utama yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Hasil kelayakan finansial dengan menggunakan lahan 1 ha, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 208.412.817,80 ; B/C sebesar 1,47, dan IRR sebesar 26,96 persen dengan payback periode 1 tahun 1 bulan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengembangan bisnis sangat peka terhadap perubahan.
Penelitian mengenai strategi pengembangan usaha juga dilakukan oleh Darussalam (2006), penelitian yang berjudul Strategi Pengembangan Usaha Bunga Potong Pri’s Farm Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor tersebut
bertujuan untuk mengidentifikasi strategi bauran pemasaran yang telah dilakukan oleh perusahaan dan faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan. Alat analisis yang digunakan adalah Matriks Internal
Factor Evaluation (IFE), Matriks External Factor Evaluation (EFE), Matriks Internal External (IE), Matriks SWOT dan pengambilan keputusan melalui
analisis Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM).
Hasil pengolahan QSPM pada perusahaan bunga potong Pri’s Farm diperoleh prioritas strategi yang diurutkan berdasarkan Total Nilai Daya Tarik dari yang terbesar sampai yang terkecil yaitu (1) pengembangan subsistem produksi dari hulu ke hilir, (2) memperluas pasar untuk meningkatkan volume penjualan, (3) menghasilkan produk bunga potong yang variatif dan mampu bersaing di pasar, (4) melakukan optimalisasi produksi pengembangan pasar, (5) strategi inovasi distribusi dengan memotong jalur pemasaran misalnya membuka
florist, (6) membuat perencanaan target penjualan produk yang tepat.
Penelitian yang berjudul Analisis Strategi Pemasaran Tanaman Hias Daun Dalam Pemanfaatan sebagai Daun Potong pada Pesona Daun Mas Asri (PDMA) Ciawi dilakukan oleh Rositasari (2006). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan alat analisis IFE dan EFE, analisis IE, SWOT serta PHA.
Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata IFE adalah sebesar 2,68. Nilai ini menunjukkan bahwa posisi internal perusahaan kuat dan PDMA mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada. Sedangkan nilai rata-rata EFE sebesar 2,41. Nilai ini berada di antara rata-rata dan menunjukkan PDMA mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan
mengantisipasi ancaman yang terjadi, dari hasil ini PDMA menempati sel V dalam matriks IE yaitu posisi Pertahankan dan Pelihara.
Hasil Analisis SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi, yaitu penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta, diversifikasi dan pengembangan produk, membuka retail khusus daun potong di wilayah DKI Jakarta, menetapkan kebijakan harga fleksibel, membentuk bagian riset pemasaran, membuat kebijakan SDM dan memperhatikan kontinuitas produksi. Hasil pengolahan Proses Hierarki Analitik (PHA) menetapkan prioritas strategi pemasaran bagi PDMA. Secara berturu-turut prioritas strategi yang tepat bagi perusahaan adalah (1) menetapkan kebijakan harga fleksibel, (2) diversifikasi dan pengembangan produk, (3) memperhatikan kontinyuitas produk, (4) membuka ritel khusus daun potong di wilayah DKI Jakarta, (5) membentuk bagian riset pemasaran, (6) penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta, dan (7) membuat kebijakan SDM.
Penelitian lain mengenai strategi pengembangan usaha dilakukan oleh Nurgozali (2008) dengan judul penelitian Rancangan Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Hias Kelompok Tani Al-Busyro Florist Tanah Baru Bogor. Metodologi penelitian yang digunakan adalah matriks IFE dan EFE sebagai tahap masukan (input stage), matriks Internal-Eksternal (IE) dan SWOT sebagai tahap pencocokkan (matching stage), dan sebagai hasil akhir dibuat Rancangan Arsitektur Strategik Pengembangan Usaha.
Berdasarkan total nilai tertimbang pada matriks EFE sebesar 2,973 dan matriks IFE sebesar 2,980 diperoleh gambaran posisi perusahaan saat ini dalam pemetaan matriks IE berada pada sel V, yaitu tahap hold and maintain (jaga dan pertahankan), dengan alternatif strategi penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Analisis SWOT menghasilkan alternatif-alternatif strategi yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah gambar yang diberi nama Rancangan Arsitektur Strategi Al-Busyro Florist dengan rincian sebagai berikut (1) melakukan diversifikasi produk, (2) meningkatkan produksi, kualitas, dan mutu, (3) memperbaiki sistem manajemen dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (4) segera mengurus legalitas badan hukum kelompok tani Al-Busyro Florist, (5) meningkatkan promosi, (6) mempertahankan sistem kemitraan yang saat ini telah dijalankan, dan (7) melakukan riset pasar lingkungan usaha.
Berdasarkan uraian mengenai hasil-hasil penelitan diatas dapat disimpulkan bahwa pertama, dalam perumusan strategi pengembangan usaha perlu memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang dihadapi oleh perusahaan. Untuk menghasilkan strategi pengembangan usaha yang tepat maka dibutuhkan pula suatu alat analisis yang tepat. Alat analisis faktor-faktor internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE. Alat untuk mengembangkan alternatif strategi menggunakan matriks IE dan untuk memilih strategi dapat menggunakan QSP. Kedua, berdasarkan analisis matriks IE hasil penelitian Pribudi dan Rina menunjukkan perusahan berada pada posisi II yaitu tumbuh dan kembangkan, sedangkan hasil penelitian Darussalam, Rositasari dan Nurgozali menunjukkan posisi perusahaan berada pada posisi V yaitu pertahankan dan pelihara. Dapat disimpulkan bahwa posisi perusahaan yang berada pada daerah kedua-posisi V (pertahankan dan pelihara) lebih banyak dibandingkan dengan daerah kesatu-posisi II (tumbuh dan kembangkan) dan hal tersebut tidak dipengaruhi oleh umur perusahaan maupun bentuk badan usaha.
Persamaan antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu menggunakan alat analisis matriks IFE, EFE, IE, dan QSPM. Perbedaan dengan penelitian ini terdapat pada objek dan tempat penelitian, pada penelitian terdahulu belum pernah ada peneliti yang melakukan penelitian pada kelompok tani dengan objek bunga potong.
Tabel 6. Ringkasan Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti dan Judul Tujuan Analisis Hasil
1. Angga Rani Pribudi (2002) Perencanaan Strategis Usaha Anggrek di Kebun Anggrek Parung, Parung Farm
Memformulasikan strategi alternatif berdasarkan identifikasi lingkungan eksternal dan internal Matriks IFE Matriks EFE Matriks SWOT dan QSPM
Berdasarkan hasil analisis Parung Farm sudah mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. Kelemahan utama terletak pada skala usaha dan modal yang kecil sehingga pertumbuhan usaha lambat. Hasil analisis QSPM mengidentifikasikan bahwa strategi yang harus dilakukan oleh Parung Farm adalah strategi integrasi ke depan dengan cara menjalin kerjasama dengan petani dengan memberikan pasokan harga yang lebih murah dan kontinuitas produksi.
2. Rina (2002)
Strategi Pengembangan Bisnis Bunga Potong Gerbera (Studi Kasus PT Puri Sekar Asri Jakarta) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman perusahaan. Memformulasikan strategi bisnis perusahaan melalui analisis IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM Matriks IFE Matriks EFE Matriks SWOT QSPM dan Kelayakan Finansial
Hasil analisis matriks IE, menunjukkan perusahaan saat ini berada pada posisi II. Adapun strategi yang diterapkan adalah strategi tumbuh bina dan kemudian QSPM menghasilkan strategi-strategi utama yang dapat dilaksanakan perusahaan. Hasil kelayakan finansial dengan menggunakan lahan 1 ha, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 208.412.817,80; B/C sebesar 1,47, dan IRR sebesar 26,96 persen dengan
payback periode 1 tahun 1 bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan
bisnis sangat peka terhadap perubahan.
3. Bayu Darussalam (2006) Strategi Pengembangan Usaha Bunga Potong Pri’s Farm Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor Mengidentifikasi strategi bauran pemasaran yang telah dilakukan perusahaan dan mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal yang dihadapi perusahaan Matriks IFE Matriks EFE Matriks IE Matriks SWOT dan QSPM
Skor EFE dan IFE yang diperoleh dalam kondisi rata-rata. Analisis matriks IE menunjukkan “pertahankan dan pelihara”. Berdasarkan QSPM terdapat 6 strategi yang harus dijalankan perusahaan terutama berkaitan dengan masalah produksi yaitu (1) pengembangan subsistem poduksi dari hulu ke hilir, (2) memperluas pasar untuk meningkatkan volume penjualan, (3) menghasilkan produk bunga potong yang variatif dan mampu bersaing di pasar, (4) melakukan optimalisasi produksi pengembangan pasar, (5) strategi inovasi distribusi dengan memotong jalur pemasaran misalnya dengan membuka florist, (6) membuat perencanaan target penjualan produk yang tepat.
4. Rositasari (2006) Analisis Strategi Pemasaran Tanaman Hias Daun dalam Pemanfaatan sebagai Daun Potong pada Pesona Daun Mas Asri (PDMA) Ciawi
Memformulasikan strategi perusahaan melalui identifikasi lingkungan eksternal dan internal perusahaan, serta menetapkan prioritas strategi pemasaran bagi perusahaan Matriks IFE Matriks EFE Matriks IE Matriks SWOT dan Proses Hierarki Analitik (PHA)
Hasil pengolahan Proses Hierarki Analitik (PHA) menetapkan prioritas strategi pemasaran bagi PDMA, secara berturut-turut prioritas strategi yang tepat bagi perusahaan adalah (1) menetapkan kebijakan harga fleksibel, (2) diversifikasi dan pengembangan produk, (3) memperhatikan kontinuitas produksi, (4) membuka retail khusus daun potong di wilayah DKI Jakarta, (5) membentuk bagian riset pemasaran, (6) penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta dan (7) membuat kebijakan SDM.
5. R. Irsan Nurgozali (2008) Rancangan Strategis
Pengembangan Usaha Tanaman Hias Kelompok Tani Al-Busyro Florist Tanah Baru Bogor Mengidentifikasi lingkungan perusahaan dan memformulasi rancangan arsitektur strategis bagi perusahaan Matriks IFE Matriks EFE Matriks IE Matriks SWOT dan Rancangan Arsitektur Strategis
Rancangan arsitektur strategis pengembangan usaha kelompok tani Al-Busyro dibuat melalui tiga tahap yaitu pertama, identifikasi lingkungan perusahaan, kedua mengkombinasi hasil identifikasi dalam analisis SWOT, dan ketiga membuat program-program yang diturunkan dari strategi hasil analisis SWOT.
Berdasarkan analisis SWOT strategi yang dapat direkomendasikan adalah (1) melakukan diversifikasi produk, (2) meningkatkan produksi, kualitas dan mutu, (3) memperbaiki sistem manajemen dan meningkatkan kualitas SDM, (4) segera mengurus legalitas badan hukum kelompok tani Al-Busyro Florist, (5) meningkatkan promosi, (6) mempertahankan sistem kemitraan, dan (7) melakukan riset pasar lingkungan usaha.