• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian terdahulu

Dalam dokumen R. IRSAN NURGOZALI A (Halaman 32-39)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.7 Hasil penelitian terdahulu

Penelitian-penelitian mengenai analisis strategi pengembangan usaha suatu komoditi yang telah dilakukan penulis-penulis sebelumnya, pada umumnya menggunakan alat analisis SWOT, analisis matriks BCG, matriks IE, matriks IFE, matriks EFE, serta analisis QSPM. Penelitian terdahulu mengenai tanaman hias yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, yaitu Rina (2002) dalam penelitiannya yang berjudul Strategi Pengembangan Bisnis Bunga Potong Garbera (Studi Kasus PT. Puri Sekar Asri Jakarta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan, memformulasikan strategi bisnis perusahaan melalui analisis IFE dan EFE, internal eksternal, SWOT, QSPM sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan di masa yang akan datang serta menganalisis investasi dan kelayakan finansial usaha.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data penelitian terdiri dari data primer, yang diperoleh dari pengamatan langsung dan pengisian kuisioner kepada empat responden khusus untuk pemberian bobot pada analisis matriks IFE dan matriks EFE. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan dan dokumen dari berbagai institusi-institusi yang relevan. Alat analisis yang diguakan untuk memformulasikan strategi bisnis adalah analisis matriks IFE, analisis matriks EFE, analisis matriks IE, SWOT, dan matriks QSPM. Sedangkan alat analisis yang digunakan untuk pengembangan bisnis adalah analisis kelayakan finansial (NPV, IRR, B/C, dan payback periode), serta analisis sensitivitas.

Hasil analisis matriks IE, menunjukkan perusahaan saat ini berada pada posisi II. Strategi yang diterapkan adalah strategi tumbuh bina dan kemudian matriks QSPM menghasilkan strategi-strategi utama yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Hasil kelayakan fiansial dengan menggunakan lahan 1 ha, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 208.412.817,80 ; B/C sebesar 1,47, dan IRR sebesar 26,96 persen dengan payback periode 1 tahun 1 bulan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengembangan bisnis sangat peka terhadap perubahan.

Hasil penelitian lainnya yaitu Tinambunan (2005) tentang strategi pengembangan usaha tanaman hias pada PT. BUF juga dengan mengunakan instrumen penelitian yang sama yaitu menggunakan analisis SWOT, matriks IE, matriks IFE, matriks EFE dan analisis QSPM. Dari hasil analisis kekuatan-kelemahan dan peluang-ancaman skor peluang tertinggi pada matriks EFE adalah besarnya pangsa pasar lokal maupun internasional (skor 0,188). Sedangkan faktor yang menjadi ancaman terbesar adalah semakin banyaknya jumlah pesaing dan

beragamnya karakteristik dalam industri tanaman hias yang diberi bobot 0,102, dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa PT. BUF masih berada di bawah rata-rata dalam usahanya untuk menjalankan strategi yang memanfaatkan peluang eksternal dan menghindari ancaman eksternal.

Menurut matriks IFE diketahui bahwa variasi jenis produk PT. BUF yang beragam dan terinovasi merupakan kekuatan utama yang memberikan skor terbesar (0,384) dengan bobot 0,096 dan rating 4. Pada matriks IE untuk PT. BUF, masing-masing total skor pada matriks IFE dan EFE dipetakan kedalam matriks IE sehingga menempatkan PT. BUF pada posisi sel IV. Pada sel ini menunjukkan PT. BUF berad dalam tahap tumbuh dan bina. Strategi yang dapat dikembangkan pada posisi tersebut adalah strategi integrasi dan strategi intensif.

Berdasarkan hasil analisis matriks IE dan SWOT diputuskan empat alternatif strategi utama yaitu: (1) mendirikan floris, retail dan agen di Jakarta, (2) menjalin kerjasama dengan pelanggan potensial, (3) melakukan segmentasi dan diferensiasi harga, (4) melakukan kegiatan ekspansi pemasaran. Kemudian dari hasil analisis QSPM maka prioritas strategi yang dijalankan adalah perusahaan menjalin kerjasama dengan pelanggan potensial.

Penelitian lain yang terkait tanaman hias daun potong ini adalah Rositasari (2006) yang berjudul Analisis Strategi Pemasaran Tanaman Hias Daun Dalam Pemanfaatan Sebagai Daun Potong Pada Pesona Daun Mas Asri (PDMA) Ciawi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan alat analisis IFE dan EFE, analisis IE dan SWOT serta PHA.

Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata IFE adalah sebesar 2,68. Nilai ini menunjukkan bahwa posisi internal perusahaan kuat dan PDMA mampu

menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada. Sedangkan nilai rata-rata EFE sebesar 2,41. Nilai ini berada di antara rata-rata dan menunjukkan PDMA mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi. Dari hasil ini PDMA menempati sel V dalam matriks IE yaitu posisi Pertahankan dan Pelihara.

Dari analisis SWOT menghasilkan 7 alternatif strategi, yaitu: penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta, diversifikasi dan pengembangan produk, membuka retail khusus daun potong di wilayah DKI jakarta, menetapkan kebijakan harga fleksibel, membentuk bagian riset pemasaran, membuat kebijakan SDM dan memperhatikan kontinuitas produksi.

Hasil pengolahan Proses Hierarki Analitik (PHA) menetapkan prioritas strategi pemasaran bagi PDMA. Secara berturut-turut prioritas strategi yang tepat bagi perusahaan adalah (1) menetapkan kebijakan harga fleksibel, (2) diversifikasi dan pengembangan produk, (3) memperhatikan kontinuitas produksi, (4) membuka retail khusus daun potong di wilayah DKI jakarta, (5) membentuk bagian riset pemasaran, (6) penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta dan (7) membuat kebijakan SDM.

Adapun hasil penelitian terkait penggunaan Rancangan Arsitektur Strategi yaitu Sari (2006), yaitu rancanagan Arsitektur Strategi Divisi Sarden PT. Sumber Yalasamudra. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Matriks IFE dan EFE sebagai tahapan masukan (input stage), Matriks SWOT sebagai tahap pencocokan (matching stage), dan Matriks QSPM sebagai tahapan pengambilan keputusan (decision stage). Sebagai hasil akhirnya akan dibuat sebuah rancangan arsitektur strategi Divisi Sarden PT. Yalasamudra.

Berdasarkan tantangan yang dihadapi oleh Divisi Sarden PT. Yalasamudra dalam mencapai visi dan misi perusahaan di tahun 2010 serta sebagai upaya umtuk memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threts), disusunlah rumusan strategi yang dituangkan ke dalam sebuah gambar yang diberi nama Arsitektur Strategi Divisi Sarden PT. Yalasamudra, dengan rincian sebagai berikut: (1) Meraih peluang, sebagai upaya dalam meraih kemenangan dalam menghadapi persaingan. (2) Pengembangan, dengan target 2009 Divisi Sarden siap untuk meluncurkan produk makanan olahan ikan yang lebih inovatif lagi. (3) komitmen terhadap kulaitas SDN, (4) pengembangan teknologi, (5) melaksanakan kegiatan yang sudah berlangsung dengan baik yakni memelihara hubungan baik dengan para stakeholders; mendukung upaya Pemerintah Daerah Banyuwangi dalam melestarikan lingkungan, serta mendukung peranan koperasi sebagai mitra kerja antara perusahaan dengan nelayan pemasok.

Tabel 5. Kompilasi Beberapa Hasil Penelitian Terdahulu Yang Berhubungan Dengan Topik Skripsi Ini

No Penulis Tahun Metode

Penelitian

Hasil

1 Rina 2002 IFE, EFE,

SWOT dan QSPM

Hasil analisis matriks IE, menunjukkan perusahaan saat ini berada pada posisi II. Adapun strategi yang diterapkan adalah strategi tumbuh bina dan kemudian matriks QSPM menghasilkan strategi-strategi utama yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Hasil kelayakan finansial dengan menggunakan lahan 1 ha, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 208.412.817,80 ; B/C sebesar 1,47, dan IRR sebesar 26,96 persen dengan payback periode 1 tahun 1 bulan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengembangan bisnis sangat peka terhadap perubahan.

2 Tinambunan 2005 IFE,

EFE,IE SWOT dan QSPM

Berdasarkan hasil analisis matriks IE dan SWOT diputuskan empat alternatif strategi utama yaitu: (1) mendirikan floris, retail dan agen di Jakarta, (2) menjalin kerjasama dengan pelanggan potensial, (3) melakukan segmentasi dan diferensiasi harga, (4) melakukan kegiatan ekspansi pemasaran. Kemudian dari hasil analisis QSPM maka prioritas strategi yang dijalankan adalah perusahaan menjalin kerjasama dengan pelanggan potensial.

3 Rositasari 2006 IFE,EFE,

IE, SWOT dan AHP

Hasil pengolahan Proses Hierarki Analitik (PHA) menetapkan prioritas strategi pemasaran bagi PDMA. Secara berturut-turut prioritas strategi yang tepat bagi perusahaan adalah (1) menetapkan kebijakan harga fleksibel, (2) diversifikasi dan pengembangan produk, (3) memperhatikan kontinuitas produksi, (4) membuka retail khusus daun potong di wilayah DKI jakarta, (5) membentuk bagian riset pemasaran, (6) penetrasi pasar untuk wilayah DKI Jakarta dan (7) membuat kebijakan SDM. 4 Sari 2006 IFE,EFE, SWOT, QSPM dan Arsitektur Strategik

Setelah dilakukan analisis lingkungan yang digunakan untuk membuat alternatif strategi implementasi strategi tersebut dengan pendekatan Arsitektur Strategi Divisi Sarden PT. Yalasamudra, adalah sebagai berikut:

(1) Meraih peluang, sebagai upaya dalam meraih kemenangan dalam menghadapi persaingan. (2) Pengembangan, dengan target 2009 Divisi Sarden siap untuk meluncurkan produk makanan olahan ikan yang lebih inovatif lagi. (3) komitmen terhadap kulaitas SDN, (4) pengembangan teknologi, (5) melaksanakan kegiatan yang sudah berlangsung dengan baik

Kelebihan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian terdahulu terletak pada tindak lanjut hasil penelitian. Pada beberapa penelitian terdahulu biasanya hanya berhenti sampai rekomendasi strategi. Dalam penelitian yang Penulis lakukan, hasil penelitian tidak hanya sebatas rekomendasi strategi tetapi juga memberikan langkah-langkah dalam menerapkan strategi yang dihasilkan dalam bentuk program kerja yang akan membantu perusahaan mencapai visi atau tujuan yang ingin diraih. Program Kerja ini akan disesuaikan pencapaiannya dengan kondisi perusahaan saat ini sehingga waktu pelaksanaan program kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan dan target yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Dalam dokumen R. IRSAN NURGOZALI A (Halaman 32-39)

Dokumen terkait