• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Hasil perbandingan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang sebagai berikut :

Tabel 5

Hasil Penelitian Terdahulu Identitas

Peneliti Aspek

Sri Yuda Ningsih A03130110 Delphi XE5 Pada Apotek Fitri Basic 2015 pada

Program Aplikasi Basic 2015 pada

30

Toko Bangunan HAM Fajar Rezeki Banjarmasin HAM Fajar Rezeki Banjarmasin biayarata-rata tertimbang ? 2. Bagaimana HAM Fajar Rezki Banjarmasin ? Visual Basic 2015 pada Toko HAM 2015 pada Toko Zahra

1. Untuk mengetahui bagaimana

31 arata-rata tertimbang . 2. Untuk Basic 2015 pada Toko Zahra dengan rumus biaya Pengumpulan data dengan rumus biaya rata-rata bergerak-perpetual

Rancang Bangun Program Aplikasi Program Aplikasi Lanjutan

32 Delphi XE5 Pada Apotek Fitri Basic 2015 pada Toko Bangunan HAM Fajar Rezki Banjarmasin

Simpulan persamaan dan perbedaan antara hasil penelitian terdahulu (lihat tabel 5) dengan hasil penelitian tugas akhir ini, yaitu :

Persamaan kedua hasil penelitian terdahulu dengan hasil penelitian tugas akhir ini adalah pada perhitungan Persediaan Barang Dagangan, karena semua hasil penelitian terdahulu masih menggunakan sistem manual dalam proses pencatatan perusahaannya. Sedangkan perbedaan antara hasil penelitian terdahulu dengan hasil penelitian tugas akhir ini adalah :

1. Perbedaan dengan hasil penelitian milik Sri Yuda Ningsih (2016) yaitu tentang metode yang ingin di terapkan pada tempat penelitian, dimana pada penelitian Sri Yuda Ningsih adalah penilaian persediaan barang dagangan pada Apotek Fitri Banjarmasin menggunakan metode rata-rata tertimbang yang sesuai PSAK No.14 sedangkan tugas akhir ini adalah menentukan harga pokok persediaan barang dagangan yang mengacu kepada SAK ETAP 2013 yaitu menggunakan rumus biaya rata-rata bergerak. Perbedaan lainnya yaitu pernelitian terdahulu menggunakan Delphi XE5 sedangkan pada tugas akhir ini program aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 2015.

Lanjutan

Lanjutan

33

2. Perbedaan dengan hasil penelitian milik Yuliani (2017) yaitu tentang metode yang ingin di terapkan pada tempat penelitian, dimana pada penelitian Yuliani adalah penentuan harga pokok persediaan barang dangang pada Toko

Bangunan HAM Fajar Rezki Banjarmasin menggunakan metode rat-rata tertimbang yang sesiau dengan SAK ETAP 2013sedangkan tugas akhir ini adalah menentukan harga pokok persediaan barang dagangan yang mengacu kepada SAK ETAP 2013 yaitu menggunakan rumus biaya rata-rata bergerak.

Perbedaan lainnya yaitu pernelitian terdahulu menggunakan Delphi XE5 sedangkan pada tugas akhir ini program aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 2015. Perbedaan lainnya yaitu Yuliani memilih Toko Bangunan HAM Fajar Rezeki Banjarmasin sebagai objek penelitian yang dimana Toko Bangunan HAM Fajar Rezeki Banjarmasin tersebut bergerak dibidang perdagangan bahan bangunan sedangkan penulis menjadikan Toko Zahra Banjarmasin yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan minuman ringan secara grosiran sebagai objek.

34

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Identifikasi dan Pemberian Definisi Operasional Variabel

Beberapa variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Persediaan Barang Dagangan

Persediaan barang dagangan merupakan barang yang dibeli untuk tujuan dijual kembali”. Mulyadi (2014:553)

Persediaan barang dagangan Toko Zahra Banjarmasin adalah makanan dan minuman ringan yang dijual secara grosir diantaranya BengBeng, Oreo Soft Cake, Teh Pucuk Harum,Florida Orange dan lain-lain.

2. Penentuan Harga Pokok Persediaan Barang Dagangan

Penentuan harga pokok persediaan barang dagangan adalah untuk menentukan harga pokok persediaan barang dagangan yang ingin dijual dan belum terjual. Toko Zahra Banjarmasin belum melakukan penentuan harga pokok persediaan barang dagangan tersebut.

3. Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan

Program aplikasi persediaan barang dagangan adalah mendesain dan mengimplementasikan perangkat lunak yang akan digunakan oleh Toko Zahra Banjarmasin dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 dalam hal penentuan harga pokok persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata bergerak.

35

B. Jenis Penelitian

“Studi kasus adalah suatu kajian yang rinci tentang satu latar, atau subjek tunggal, atau satu tempat penyimpanan dokumen, atau suatu peristiwa tertentu” (Bogdan & Biklen, 1998:54). Penulis didalam penelitian ini memilih studi kasus, karena dapat melakukan penelitian secara terperinci terhadap obyek yang diteliti. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa pembuatan program aplikasi persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-ratabergerak-perpetual menggunakan Microsoft visual basic 2015 pada Toko Zahra Banjarmasin.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan adalah:

a. Data Kualitatif

Menurut Sugiyono (2013:14) “Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar”. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, SIUP, dan NPWP Toko Zahra Banjarmasin.

b. Data Kuantitatif

36

Menurut Sugiyono (2013:14) “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan”. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data pembelian, data penjualan, dan daftar harga barang yang dijual di Toko Zahra Banjarmasin.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah : a. Sumber Sekunder

“Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram” Husien Umar (2011:42). misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data sekunder dalam penelitian ini adalah nota pembelian, nota penjualan, daftar persediaan barang dagangan, daftar Pemasok, dan daftar harga alat bahan bangunan dan alat listrik.

b. Sumber Primer

“Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuisioner yang biasa dilakukan oleh peneliti”

Husien Umar (2011:42). Data primer dalam penelitian ini seperti sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi.

37

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk memperoleh dan mengumpulkan data-data Toko Zahra Banjarmasin yaitu sebagai berikut:

1. Wawancara

“Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama” Murhan Bungin (2011:111). Penulis melakukan wawancara langsung dengan pemilik toko maupun karyawan. Materi wawancara berkaitan langsung dengan objek penelitian yang akan dibahas, yaitu tentang sejarah perusahaan, struktur organisasi, kegiatan pembelian dan penjualan barang dagangan serta pencatatan dan penentuan harga pokok persediaan barang dagangan di Toko Zahra Banjarmasin.

2. Dokumentasi

“Dokumentansi (documentation) menjelaskan cara sistem kerja, termasuk siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana entri data, pengoalahan data, penyimpanan data, output informasi, sistem pengendalian” Marshall B. Romney (2015:59).

38

E. Teknik Analisis Data

“Analasis data merupakan adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain” Sugiyono (2013:88).

Tahapan-tahapan yang penulis lakukan dalam penentuan harga pokok persediaan barang dagangan dengan menggunakan visual basic 2015 pada Toko Zahra Banjarmasin adalah sebagai berikut :

1. Pengumpulan data persediaan

Penulis mengumpulkan data yang berhubungan dengan kegiatan Toko Zahra Banjarmasin seperti data transaksi pembelian, data transaksi penjualan, data persediaan barang dagangan dan data lainnya yang diperlukan untuk penelitian ini.

2. Penentuan Harga Pokok Persediaan Barang Dagangan

Penulis membuat penentuan harga pokok persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata BERGERAK-perpetual pada Toko Zahra Banjarmasin.

3. Desain Program Aplikasi a. Desain Database

1) Desain Tabel

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat desain table-tabel yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi toko dalam pembuatan program aplikasi tersebut.

39

2) Relasi Antar Tabel

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat relasi antar table dalam bentuk normal ketiga (3NF) sehingga tidak terjadi perulangan sistem tersebut.

3) Desain Masukkan

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat desain masukkan yang terdiri dari desain barang, desain pelanggan, desain Pemasok, desain jenis barang, desain satuan, desain kartu persediaan, desain transaksi penjualan dan desain transaksi pembelian.

4) Desain Keluaran

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat desain keluaran seperti laporan setiap master data, laporan transaksi pembelian, laporan transaksi penjualan, dan laporan kartu persediaan barang.

4. Implementasi

Implementasi yaitu mengumpulkan serta mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan Toko Zahra Banjarmasin seperti daftar pembelian, daftar penjualan serta data persediaan barang dagangan sehingga dapat membuat program aplikasi penentuan harga pokok persediaan barang dagangan menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 yang kemudian dapat dilakukan pengujian dan pengoperasian program tersebut berdasarkan desain-desain yang telah dibuat sehingga dapat dibandingkan dengan

40

antara yang manual menurut perusahaan dengan sistem yang telah terkomputerisasi yang disarankan oleh penulis.

41 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat Toko Zahra Banjarmasin

Toko Zahra Banjarmasin berdiri pada tahun 2012, oleh Hj Padli Rahman dan istrinya Hj. Ida Adriani. Nama Zahra sendiri diambil dari nama cucu pertama beliau yaitu Keysha Azzahra. Toko ini bergerak dibidang usaha jual makanan dan minuman ringan secara grosir. Toko Zahra Banjarmasin ini beralamat di Jl. Ir. PHM Noor No.36 Rt.29., Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Berdirinya usaha ini didasarkan adanya pemikiran tentang peluang usaha yang sangat menjanjikan, karena disekitar lingkungan tempat tinggal belum ada masyarakat yang berbisnis usaha tersebut.

Sejak berdirinya perusahaan tersebut, banyak mengalami pasang surut dalam berbisnis makanan dan minuman ringan diantaranya, harga barang bisa mengalami kenaikkan dan penurunan yang tidak bisa dihindari.

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dalam perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting, sebab dengan struktur organisasi yang baik akan diketahui pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan. Selain itu struktur organisasi yang baik sangat membantu

42

kelancaran fungsi perusahaan tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan atau direncanakan sebelumnya. Adapun struktur organisasi yang ada pada Toko Zahra Banjarmasin sebagai berikut:

Bagan 1

Struktur Organisasi Toko Zahra Banjarmasin

Sumber : Toko Zahra

Uraian dari masing-masing bagian pada struktur organisasi tersebut adalah :

a. Pimpinan

Tugas dan tanggung jawab pimpinan adalah sebagai berikut :

1) Mengelola, mengatur dan memimpin seluruh kegiatan aktivitas perusahaan.

2) Menghubungi Pemasok untuk memesan barang

3) Menerima hasil dari seluruh bagian dan pengambilan keputusan untuk perencanaan yang akan datang

b. Kasir

Tugas dan tanggung jawab kasir adalah sebagai berikut : 1) Mengelola transaksi penjualan dan pembelian barang 2) Melayani kebutuhan pelanggan

43

3) Membuat catatan pembelian barang dagangan yang akan dilaporkan ke pimpinan

4) Menyimpan nota-nota penjualan c. Gudang

Tugas dan tanggung jawab kasir adalah sebagai berikut : 1) Menyimpan dan mengatur penempatan barang 2) Membuat daftar barang yang akan dibeli

3. Metode Pencatatan dan Penentuan Harga Pokok Persediaan Barang Dagangan pada Toko Zahra Banjarmasin.

Selama ini pencatatan barang dagangan di Toko Zahra Banjarmasin masih dilakukan secara manual. Apabila saat transaksi pembelian barang dagangan yang dibeli akan dicatat kedalam buku khusus pencatatan pembelian barang dagangan, dan saat transaksi penjualan Toko Zahra tidak mencatat penjualan barang yang dijual, dan hanya menyimpan nota penjualannya saja dan juga menghitung persediaan barang yang ada digudang tanpa adanya kartu persediaan. Pencatatan yang dilakukan dengan cara tersebut maka toko akan memerlukan tenaga, waktu dan biaya yang lebih banyak.

Penentuan harga pokok persediaan barang dagangan, Toko Zahra tidak menggunakan metode penentuan harga pokok persediaan terhadap persediaan barang dagangan dalam kegiatan usahanya. Adapun bukti nota

44

penjualan dan pembelian yang ada di Toko Zahra Banjarmasin, dibawah ini sebagai berikut:

Gambar 5 Nota Pembelian

Sumber : Toko Zahra Banjarmasin Gambar 6 Nota Penjualan

Sumber : Toko Zahra Banjarmasin

45

4. Analisis yang berjalan pada Toko Zahra Banjarmasin

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Toko Zahra maka dapat penulis sampaikan bahwa pengolahan data pada toko tersebut masih secara manual. Arti manual disini adalah menghitung jumlah transaksi penjualan dan transaksi pembelian masih dilakukan dengan cara menghitung nota-nota transaksi satu per satu, dengan cara menghitung satu per satu nota transaksi dianggap sangat lambat.

Informasi mengenai jumlah persediaan barang dagangan juga masih dilakukan hanya dengan melihat barang dagangan yang bersangkutan di tempat penyimpanan. Dengan cara perhitungan persediaan tersebut akan memperlambat pimpinan untuk mengambil keputusan mengenai pembelian barang persediaan.

B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Permasalahan

Dari hasil penelitian di atas permasalahan yang didapat yaitu : a. Perspektif Akuntansi

Toko Zahra Banjarmasin dalam hal pencatatan persediaan barang dagangan masih dilakukan dengan cara manual. Manual yang dimaksud yaitu hanya dengan melihat nota penjualan, nota pembelian, dan menghitung persediaan barang dagangan yang ada digudang tanpa adanya kartu persediaan. Cara seperti ini dianggap kurang efektif karena sulit untuk mengetahui jumlah persediaan barang dagangan apabila diperlukan pada saat waktu tertentu.

46

Kartu persediaan digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan, transaksi pembelian, maupun semua transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan dan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai jumlah persediaan akhir barang dagangan. Jika tidak adanya kartu persediaan akan memperlambat pimpinan dalam menentukan pembelian barang dagangan untuk persediaan di toko tersebut, mengetahui informasi mengenai jumlah barang dagangan yang ingin dibeli pelanggan juga akan sedikit terhambat.

Toko Zahra Banjarmasin tidak menggunakan penentuan harga pokok terhadap persediaan barang dagangan dalam kegiatan usahanya.

1) Daftar Persediaan Awal Barang Dagangan Toko Zahra Banjarmasin

Berikut ini adalah data persediaan awal 25 barang yang paling laku setiap bulannya yang dihitung secara fisik pada akhir bulan Desember 2018 yang menjadi persediaan awal pada bulan Januari 2018 :

Tabel 6

Daftar Persediaan Awal Barang Dagangan Per 1 Januari 2018

47

22 Richeese Nabati Wafer E1000 27 16.500 445.500

23 Veetos 26 17.500 455.000

24 Teh Pucuk Harum 350ml 27 55.000 1.485.000

25 Tic-Tac 14 4.300 60.200

Total 8.797.800

Sumber : Diolah oleh Penulis

2) Daftar Pembelian Barang Dagangan pada Toko Zahra Banjarmasin Banjarmasin

Berikut ini adalah daftar pembelian barang dagangan yang dilakukan oleh Toko Zahra Banjarmasin periode Januari, Februari dan Maret 2018 :

Tabel 7

Daftar Pembelian Barang Dagangan Selama Bulan Januari,Februari,Maret 2018

No Tanggal Nama Barang Kuantitas Harga

(Rp)

Jumlah (Rp)

1

08/01/2018 Indomie Goreng 13 38.900 505.700

14/01/2018 Indomie Goreng 15 38.900 583.500

02/02/2018 Indomie Goreng 12 38.900 466.800

18/02/2018 Indomie Goreng 18 38.900 700.200

04/03/2018 Indomie Goreng 10 38.900 389.000

19/03/2018 Indomie Goreng 6 38.900 233.400

Lanjutan

48

10/01/2018 Choki Choki Chococashew 18 19.800 356.400

23/01/2018 Choki Choki Chococashew 5 19.800 99.000

02/02/2018 Choki Choki Chococashew 17 19.800 336.600 22/02/2018 Choki Choki Chococashew 10 19.800 198.000 11/03/2018 Choki Choki Chococashew 14 19.800 277.200 6

19/01/2018 Energen 8 15.700 125.600

17/02/2018 Energen 6 15.700 94.200

12/03/2018 Energen 17 15.700 266.900

7

18/01/2018 Florida Orange 6 34.900 209.400

04/02/2018 Florida Orange 15 34.900 523.500

24/02/2018 Florida Orange 18 34.900 628.200

15/03/2018 Florida Orange 6 34.900 209.400

8

15/01/2018 Garuda Rosta Rasa Bawang 21 12.800 268.800 23/02/2018 Garuda Rosta Rasa Bawang 18 12.800 230.400 15/03/2018 Garuda Rosta Rasa Bawang 15 12.800 192.000

10

15/01/2018 Gery Chocolatos Grande 14 18.800 263.200

07/02/2018 Gery Chocolatos Grande 16 18.800 300.800

04/03/2018 Gery Chocolatos Grande 8 18.800 150.400

11/03/2018 Gery Chocolatos Grande 8 18.800 150.400

11

10/01/2018 Gery Salut Malkist Crackers 18 9.100 163.800 28/01/2018 Gery Salut Malkist Crackers 6 9.100 54.600 08/02/2018 Gery Salut Malkist Crackers 10 9.100 91.000 10/03/2018 Gery Salut Malkist Crackers 10 9.100 91.000 18/03/2018 Gery Salut Malkist Crackers 18 9.100 163.800 Lanjutan

49

11/01/2018 Biskuit Roma Kelapa Kelapa 17 18.800 319.600 21/01/2018 Biskuit Roma Kelapa Kelapa 6 18.800 112.800 02/02/2018 Biskuit Roma Kelapa Kelapa 25 18.800 470.000 12/02/2018 Biskuit Roma Kelapa Kelapa 10 18.800 188.000 13/03/2018 Biskuit Roma Kelapa Kelapa 10 18.800 188.000

15

15/01/2018 Nestle Koko Krunch 20 14.700 294.000

22/01/2018 Nestle Koko Krunch 22 14.700 323.400

02/02/2018 Nestle Koko Krunch 19 14.700 279.300

12/02/2018 Nestle Koko Krunch 20 14.700 294.000

25/02/2018 Nestle Koko Krunch 10 14.700 147.000

12/03/2018 Nestle Koko Krunch 27 14.700 396.900

Lanjutan

50

Sumber : Diolah oleh Penulis

3) Daftar Penjualan Barang Dagangan Toko Zahra Banjarmasin Dibawah ini merupakan rincian penjualan 25 barang dagangan Toko Zahra Banjarmasin selama bulan Januari sampai dengan Maret 2018 :

21

05/01/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 15 16.500 247.500 19/01/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 11 16.500 181.500 10/02/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 19 16.500 313.500 24/02/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 18 16.500 297.000 12/03/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 8 16.500 132.000 22/03/2018 Richeese Nabati Wafer E1000 10 16.500 165.000

23

23/01/2018 Teh Pucuk Harum 350ml 16 55.000 880.000

08/02/2018 Teh Pucuk Harum 350ml 19 55.000 1.045.000

16/02/2018 Teh Pucuk Harum 350ml 10 55.000 550.000

02/03/2018 Teh Pucuk Harum 350ml 18 55.000 990.000

18/03/2018 Teh Pucuk Harum 350ml 15 55.000 825.000

25

Total 36.217.500

Lanjutan

51

Tabel 8

Daftar Penjualan Indomie Goreng Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

(Rp)

52

Tabel 9

Daftar Penjualan Aqua 240ml Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

53

Tabel 10

Daftar Penjualan BengBeng Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

54

Tabel 11

Daftar Penjualan Big Cola 300ml Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

(Rp)

Sumber : Diolah oleh Penulis Tabel 12

Daftar Penjualan Choki Choki Chococashew Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

55

Daftar Penjualan Energen

Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

(Rp)

56

Daftar Penjualan Florida Orange Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

57

Daftar Penjualan French Fries 200 Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

(Rp)

Daftar Penjualan Garuda Rosta Rasa Bawang Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

58

Daftar Penjualan Gery Chocolatos Grande Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

59

Daftar Penjualan Gery Salut Malkist Crackers Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

60

Tabel 19

Daftar Penjualan Okky Jelly Drink Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

Daftar Penjualan Biskuat Bolu Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

61

Daftar Penjualan Biskuit Roma Kelapa Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

62

Daftar Penjualan Fullo Blasto Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

63

Daftar Penjualan Hello Panda Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

64

Daftar Penjualan Teh Gelas Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

65

Daftar Penjualan Oreo Soft Cake Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

66

Daftar Penjualan Mountea

Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

67

Daftar Penjualan Nestle Koko Krunch Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

68

Daftar Penjualan Taro 3D E1000 Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

69

Daftar Penjualan Richeese Nabati Wafer E1000 Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

70

Daftar Penjualan Veetos

Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

71

Daftar Penjualan Teh Pucuk Harum 350ml Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

72

Daftar Penjualan Tic-Tac

Selama Januari,Februari dan Maret 2018 No Tanggal Kuantitas Harga Jual

73

b. Perspektif Sistem Informasi Persediaan pada Toko Zahra Banjarmasin

Perhitungan persediaan barang dagangan Toko Zahra Banjarmasin masih dilakukan dengan cara menghitung secara fisik jumlah persediaan barang dagangan yang ada dan hanya menyimpan nota-nota transaksi setiap harinya. Dengan cara yang seperti itu dianggap lambat dan akan semakin lambat jika suatu saat terjadi

Lanjutan

74

kesalahan dalam perhitungan. Laporan pun juga tidak bisa dihasilkan sewaktu-waktu dibutuhkan secara cepat dan tepat.

Informasi mengenai harga jual akan lambat karena harus mencek dari nota pembelian dan nota penjualan. Selain itu, informasi mengenai sisa persediaan juga susah untuk dicek secara cepat karena untuk mengetahui hal tersebut karyawan melakukannya dengan menghitung dan melihat barang dagangan yang bersangkutan ditempat penyimpanan barang tersebut.

2. Alternatif Pemecahan Masalah a. Perspektif Akuntansi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, Toko Zahra Banjarmasin tidak menggunakan metode apapun dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dalam pencatatan persediaan barang dagangan toko tersebut hanya menyimpan nota-nota transaksi penjualan dan transaksi pembelian dan menghitung secara fisik jumlah persediaan yang tersedia di toko tersebut.

Penulis menyarankan Toko Zahra Banjarmasin untuk menggunakan metode perpetual dalam pencatatannya dan perhitungan persediaan barang dagangannya menggunakan rumus biaya rata-rata BERGERAK.

Metode perpetual memiliki keunggulan diantaranya yaitu setiap barang dagangan akan mudah untuk diketahui sisa persediaannya, baik kuantitas maupun harga pokok penjualannya,

75

dan dapat juga menentukan persediaan barang dagangan hanya dengan melihat kartu persediaan karena setiap jenis dan setiap barang akan dibuatkan rekening-rekening sendiri. Apabila ada perubahan mengenai persediaan barang dagangan yang menyebabkan jumlahnya berubah maka akan lebih muda diketahui dengan melihat kolom saldo persediaan.

Toko Zahra Banjarmasin lebih cocok menggunakan rumus biaya rata-rata BERGERAK karena harga barang dagangan yang dijual memiliki kemungkinan mengalami kenaikan maupun penurunan, dengan menggunakan rumus biaya rata-rata BERGERAK dapat menghasilkan penentuan harga pokok persediaan yang lebih efektif.

Berikut ini penulis akan menampilkan kartu persediaan dengan menggunakan rumus biaya rata-rata BERGERAK-perpetual dalam perhitungan persediaan yang disarankan penulis.

Tabel 33

Kartu Persediaan Indomie Goreng Januari 2018

Tgl Ket

Pembelian Penjualan Saldo

Kuantitas Harga

Total Pembelian Total Penjualan Persediaan Akhir

Pembelian (Rp) 1.089.200 Penjualan (Rp) 1.438.200 Kuantitas 3

Total HPP (Rp) 1.322.600 Harga (Rp) 38.900

Laba Kotor (Rp) 115.600 Jumlah (Rp) 116.700

Sumber : Diolah oleh Penulis

75

Tabel 34

Kartu Persediaan Indomie Goreng Februari 2018

Tgl Ket

Pembelian Penjualan Saldo

Kuantitas Harga (Rp)

Total Pembelian Total Penjualan Persediaan Akhir

Pembelian (Rp) 1.167.000 Penjualan (Rp) 1.057.500 Kuantitas 8

Total HPP (Rp) 972.500 Harga (Rp) 38.900

Laba Kotor (Rp) 85.000 Jumlah (Rp) 311.200

Sumber : Diolah oleh Penulis

76

Tabel 35

Kartu Persediaan Indomie Goreng Maret 2018

Tgl Ket

Pembelian Penjualan Saldo

Kuantitas Harga (Rp)

Total Pembelian Total Penjualan Persediaan Akhir

Pembelian (Rp) 622.400 Penjualan (Rp) 676.800 Kuantitas 8

Total HPP (Rp) 622.400 Harga (Rp) 18.900

Laba Kotor (Rp) 54.400 Jumlah (Rp) 311.200

Sumber : Diolah oleh Penulis

77

Tabel 36

Kartu Persediaan Aqua 240ml Januari 2018

Tgl Ket

Pembelian Penjualan Saldo

Kuantitas Harga

Total Pembelian Total Penjualan Persediaan Akhir

Pembelian (Rp) 468.000 Penjualan (Rp) 769.500 Kuantitas 7

Total HPP (Rp) 702.000 Harga (Rp) 26.000

Laba Kotor (Rp) 67.500 Jumlah (Rp) 182.000

Sumber : Diolah oleh Penulis

78

Tabel 37

Kartu Persediaan Aqua 240ml

Kartu Persediaan Aqua 240ml

Dokumen terkait