BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang mempunyai judul yang sama dengan penulis adalah sebagai berikut :
2.1 Tabel Penelitian Terdahulu Judul Penelitian Perhitungan Harga Pokok
Produk Per Bungkus Roti Costing Pada PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin Permasalahan Ivanna Bakery
Banjarmasin tidak harga jual dan laba yang ingin dicapai perusahaan. satu unit rumah tipe 36 dengan penyelesaian satu
Obyek Penelitian Ivanna Bakery Banjarmasin PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui penggolongan biaya dalam perhitungan harga pokok produksi rumah tipe 36 yang menurut akuntansi biaya pada PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin.
Aspek Maulina Firdayati pada PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin.
Metode Penelitian
Study Kasus Study Kasus Deskriptif. Sdudy Kasus Hasil Penelitian Perhitungan harga pokok
produksi menggunakan
produksi yang lebih rendah
1. PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin sebaiknya
2. PT Jofa Dini Lestari Banjarmasin sebaiknya
Penelitian yang penulis lakukan secara umum memiliki kesamaan dengan penelitian – penelitian terdahulu dalam beberapa hal : (1) metode analisis yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi; (2) variabel yang digunakan yaitu akuntansi biaya.
Sementara itu, penelitian penulis memiliki perbedaan denan penelitian-penelitian tersebut dalam hal subjek penelitian-penelitian dan periode perhitungan. Penulis membahas UD Budi Ayu Banjarmasin untuk periode Desember 2020. Penelitian yang penulis lakukan hanya memfokuskan pada perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual Batako lantai dan batako dinding.
17
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian sudi kasus dengan pendekatan deskriptif. “Studi kasus merupakan penelitian yang dilakukan dengan menekankan analisis konteks secara mendalam, berdasarkan peristiwa atau situasi yang sedang berlangsung, serta mencari hubungannya antar peristiwa satu dengan lainnya” (Nuryaman dan Chistina, 2015: 18) dalam (Astuti, 2019). “Pendekatan deskriptif merupakan metode yang dilakukan dengan tujuan untuk deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta terhadap penelitian yang sedang berlangsung”
(Suryana, 20`0: 18) dalam (Astuti, 2019)
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan. Ditinjau dari wilayah penelitian, maka studi kasus ini meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit. Hasil peneliti kasus hanya berlaku untuk kasus itu sendiri. Penelitian ini membahas mengenai Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Full Costing Untuk Menentukan Harga Jual Batako Pada UD Budi Ayu Banjarmasin.
B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada tugas akhir ini yaitu perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing. Harga pokok prouksi menurut UD Budi Ayu Banjarmasin adalah semua biaya yang dikeluarkan dalam proses pengolahan bahan baku hingga menjadi per biji batako yang akan menjadi suatu acuan perusahaan untuk menentukan harga jual untuk memperoleh laba yang diinginkan.
C. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Data Kuantitatif
“Data Kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu angka namun pada dalam statistik semua data kuantitatif pada umumnya dikuantitatifkan agar dapat diproses lebih lanjut”. (Kuncoro, 2003 :124) dalam (Manein et al., 2020) . Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu berupa sebuah data yang berupa sebuah tabel perhitungan seperti data harga jual, biaya yang berhubungan dengan proses produksi.
Contohnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja seta biaya overhead pabrik.
b. Data Kualitatif
“Data Kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam angka atau data yang disajikan dalam bentuk deskriptif atau berbentuk uraian”.
(Kuncoro, 2003:124) dalam (Manein et al., 2020) . Data kualitatif dalam penelitian ini ialah data kualitatif yaitu berupa data yang disajikan dalam bentuk uraian seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi dan proses produksi.
2. Sumber Data
Menurut Kuncoro (2003) dalam (Manein et al., 2020), yaitu : a. Data Primer
“Data Primer merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama.
Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden”, yaitu orang yang kita jadikan sarana dalam mendapatkan suatu informasi ataupun sebuah data yang berupa :
1) Sejarah singkat perusahaan 2) Struktur Organisasi
b. Data Sekunder
“Data sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada penulis. Data sekunder ini merupakan data yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, bahan catatan selama kuliah dan literatur yang berkaitan dengan perusahaan”. Data sekunder yang diperoleh diperusahaan UD Budi Ayu Banjarmasin, yaitu berupa :
1) Data Produksi 2) Data Penjualan 3) Data Produk tersisa D. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data pada objek penelitian ini antara lain :
1. Wawancara, dimana penulis mengadakan wawancara dengan pemilik perusahaan selaku pimpinan perusahaan batako mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi penelitian. Seperti halnya wawancara mengenai biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan, gaji karyawan dan harga jual.
2. Observasi, penulis melakukan pengamatan secara langsung ke tempat perusahaan batako Budi Ayu Banjarmasin. Penulis dapat mengamati proses produksi batako secara langsung yang dilakukan oleh karyawan perusahaan mulai dari proses pencampuran bahan baku hingga menjadi batako dan siap untuk dijual.
3. Dokumentasi, dimana penulis memperoleh dokumentasi dengan melakukan pencatatan terhadap data-data mengenai biaya produksi, proses produksi, hasil produksi, penjualan dan data lainnya yang berkaitan dengan penelitian pada perusahaan batako Budi Ayu Banjarmasin.
4. Penelitian Kepustakaan, dimana penulis mempelajari buku-buku literatur dan bacaan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang sedang penulis teliti guna untuk mendapatkan dasar-dasar teoritis yang diperlukan sebagai bahan tambahan atau dasar acuan dalam penulisan tugas akhir.
E. Teknik Analisis Data
Teknis analisis data adalah langkah-langkah yang akan dilakukan oleh penulis dalam melakukan penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan oleh Penulis dalam objek penelitian adalah sebagi berikut :
1. Melakukan pendataan semua biaya-biaya yang dikeluarkan pada proses produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik pada UD Budi Ayu Banjarmasin.
2. Menggolongkan semua perhitungan biaya produksi seperti konsep yang tepat menurut akuntansi biaya.
3. Melakukan perhitungan biaya produksi per biji paving block batako lantai dan batako dinding.
4. Melakukan perhitungan terhadap penyusutan aset tetap yang digunakan selama memproduksi.
5. Melakukan perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual per batako.
6. Membuat sebuah laporan biaya produksi.
7. Mencatat semua jurnal biaya produksi.
8. Membuat sebuah saran dan kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan pada UD Budi Ayu Banjarmasin.
21
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Perusahaan
UD Budi Ayu Banjarmasin merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang beralamat di jalan Perdagangan No.205, Pangeran, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70124, yang bisa dikatakan cukup sukses sampai saat ini, karena usaha ini memulainya dari nol dan banyak pengalaman yang telah dialaminya. UD Budi Ayu adalah sebuah usaha tempat penjualan dan memproduksi Batako dan Paving yang biasa digunakan untuk pembanguan.
Usaha UD Budi Ayu Banjarmasin ini berdiri sejak tahun 1992. Pada tanggal 8 Maret 2006 mendapatkan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) yang telah di sahkan oleh Walikota Banjarmasin, Kemudian pada tanggal 16 Maret 2006 mendapatkan Surat Tanda Perusahaan Daerah Tingkat II , dan pada tanggal 16 Maret 2006 UD Budi Ayu secara resmi mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Bapak Wahyudi sebagai pimpinan UD Budi Ayu yang mewarisi usaha yang telah dirintis oleh ayah beliau yang bernama Bapak H. Bastar.
Sekarang UD Budi Ayu memiliki karyawan sebanyak 13 orang dan usahanya semakin pesat. Pada tahun 2010 UD Budi Ayu mendirikan 1 (satu) cabang usaha batako yang beralamat di Jl. Beringin, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Produk-produk yang dijual oleh UD Budi Ayu adalah batapress (paving) atau bisa juga disebut dengan batako lantai, batako dinding, kansten (beton blok), gorong-gorong, dan loster (lobang angin).
2. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan suatu hal yang terpenting bagi sebuah perusahaan, baik perusahaan besar, menengah maupun perusahaan kecil.
Karena struktur organisasi merupakan kerangka susunan yang setiap
orangnya mempunyai bagian-bagian, atau posisi-posisi yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu perusahaan.
UD Budi Ayu dalam menjalankan usahanya telah menetapkan suatu struktur organisasi. Dimana pemimpin berada di puncak dan bawahan mempunyai seorang atasan yang langsung mengawasi kinerja saat berada dilapangan. Maka kedisiplinan bawahan bisa ditingkatkan. Dalam sistem ini juga, semua kekuasaan beserta pengawasan dapat berjalan dengan lurus dari atas ke bawah. Sedangkan tanggung jawab berjalan dari bawah ke atas.
Berikut ini struktur organisasi pada UD Budi Ayu Banjarmasin.
Bagan 4.1. Struktur Organisasi UD Budi Ayu Banjarmasin Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Keterangan tugas dan kewajiaban Struktur Organisasi di atas :
PIMPINAN
a. Pimpinan atau pemilik modal
Tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut : 1) Menyelenggarakan kegiatan secara menyeluruh
2) Bertanggung jawab atas kelancaran usaha yang dilaksankannya.
3) Bertanggung jawab secara keseluruhan mengenai kegiatan operasional perusahaan.
4) Mengadakan hubungan dengan pihak luar perusahaan.
b. Bagian Produksi
Bagian produksi ini mengerjakan kegiatan produksi dan bertanggung jawab terhadap pengolahan seluruh kegiatan dalam perusahaan. Bagian produksi ini terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu : 1) Bagian Cetak
Bagian cetak bertugas untuk mencetak batako melaporkan kepada pimpinan berapa batako yang diproduksi selama satu hari.
2) Bagian Penguasan
Bagian penguasan bertugas dalam pengecetan atau menguas batako lantai yang sudah dalam proses pengeringan cat dengan cara dijemur dibawah sinar matahari.
c. Bagian Pasang
Bagian pasang ini bertugas untuk memasang batako ke halaman proyek atau bangunan sesuai perintah konsumen.
d. Bagian Angkut
Bagian ini berkewajiban sebagai pengangkut batako yang di inginkan konsumen untuk mengantarkan ke tempat yang di tuju dan mengangkut dan tempat produksi ke tempat yang gudang atau halaman depan untuk dijual kepada konsumen.
3. Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah salah satu peran faktor produksi yang sangat penting dalam membangun suatu perusahaan agar dapat mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, banyak juga faktor yang mempengaruhi produksi lainnya yaitu bahan baku, peralatan / fasilitas
produksi yang dimiliki. Jika perusahaan tidak memiliki tenaga kerja maka proses produksi tidak akan berjalan dengan baik. Peranan tenaga kerja pada setiap perusahaan dapat diukur dari produktivitas, perusahaan harus mengupayakan mengembangkan kemampuan tenaga kerja, tujuan dari pelatihan dan pengembangan adalah untuk memperbaiki produktivitas kerja dalam mencapai hasil yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Jumlah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam UD Budi Ayu Banjarmasin ini menurut data yang telah di peroleh selama penelitian berlangsung adalah berjumlah 13 orang yaitu pemimpin, bagian produksi 4 orang yang terbagi menjadi bagian cetak 2 orang dan bagian penguasaan 2 orang, bagian pasang 4 orang dan bagian angkut 4 orang.
Untuk jam kerja karyawan yang telah ditetapkan oleh UD Budi Ayu Banjarmasin yaitu hari Senin – Sabtu dari pukul 07:00 WITA sampai dengan 14:00 WITA dan untuk hari Minggu libur.
4. Bahan-bahan dan Peralatan yang digunakan a. Bahan-bahan yang digunakan
1) Pasir Batako 2) Pasir Palangka 3) Semen
4) Air
5) Cat Bubuk
b. Peralatan yang digunakan 1) Mesin Cetak
Mesin ini digunakan untuk mencetak batako sesuai dengan bentuk yang ingin di olah oleh bagian produksi sesuai perintah dari atasan.
2) Mesin Pengaduk
Mesin pengaduk merupakan mesin yang akan digunakan untuk mengaduk semua bahan-bahan agar tercampur dengan sempurna sebelum proses percetakan batako.
3) Skop
Alat ini digunakan untuk melakukan pencampuran bahan secara manual dengan cara di aduk. Skop juga berfungsi sebagai alat untuk memindahkan pasir ke dalam gerobak untuk langsung di proses langsung ke dalam mesin pengaduk.
4) Ember
Ember ini digunakan untuk mengangkat air yang ada di sumur untuk dicampurkan dengan bahan-bahan yang lainnya.
5) Gerobak sorong
Gerobak sorong ini terbuat dari besi yang akan digunakan untuk mengangkat pasir dari truk ke halaman tempat pembuatan batako. Dan bisa juga digunakan untuk mengangkut batako yang sudah jadi ke halaman depan untuk dijual ke para konsumen.
6) Kuas
Kuas ini akan digunakan sebagai alat untuk mengoleskan cat warna merah khusus untuk batako lantai yang berbentuk persegi 6.
5. Proses Produksi
Proses produksi merupakan suatu rangkaian kegiatan utama yang harus dilakukan untuk merubah bahan belum jadi menjadi suatu barang jadi yang siap untuk dijual. Proses produksi ini menggunakan sumber-sumber yang telah tersedia yaitu bahan baku, tenaga kerja, biaya lain-lain, dan peralatan.
Berikut tahap-tahap yang dilakukan oleh UD Budi Ayu Banjarmasin dalam proses produksi pembuatan batako yaitu, sebagai berikut :
a. Pencampuran Bahan Baku
Pada tahap ini yang dilakukan yaitu mencampurkan semua bahan-bahan seperti pasir batako, pasir palangka, semen, dan air. Semua bahan-bahan dicampur dengan komposisi yang telah ditentukan sesuai dengan berapa banyak produksi yang akan dibuat pada hari itu.
b. Pengadukan Bahan Baku
Setelah semua bahan dicampurkan maka tahap selanjutnya ialah mengaduk bahan dengan menggunakan skop secara manual sebelum
dimasukkan kedalam mesin pengaduk agar proses pengadukan mendapatkan hasil yang maksimal dan merata.
c. Percetakan
Setelah semua bahan yang telah diaduk merata, maka proses selanjutnya adalah percetakan. Bahan yang telah diaduk rata tadi dimasukkan ke dalam mesin cetak untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Seperti batako yang berbentuk persegi panjang dengan tingkat ketebaln dan panjang yang berbeda, ada pula batako lantai yang berbentuk persegi 6.
d. Pengeringan Tahap Awal
Tahap selanjutnya setelah batako sudah tercetak proses yang akan dilakukan yaitu menaruh batako-batako tersebut ke dalam rak yang sudah tersedia untuk dikeringkan. Untuk jenis batak dinding dan loster hanya memerlukan satu kali tahap pengeringan saja. Setelah ini batako jenis dinding dan loster siap untuk dijual. Sedangkan untuk batako jenis batako lantai proses pengeringan ada 2 tahap. Ini masih tahap pertama pengeringan di rak.
e. Penguasan
Khusus untuk batako lantai yang berbentuk persegi 6, setelah melalui proses pengeringan tahap awal selanjutnya adalah proses penguasan cat berwarna merah pada permukaan batako lantai dengan menggunakan cat bubuk yang dicampurkan dengan air lalu di oleskan pada permukaan batako lantai tersebut.
f. Pengeringan Tahap Akhir
Setelah batako lantai selesai di cat, tahap akhir yaitu pengeringan kembali agar cat yang di oleskan mengering dengan sempurna. Maka batako dapat diletakkan kembali ke dalam rak untuk proses pengeringan tahap akhir. Sehingga proses ini berlangsung semua jenis batako siap untuk ditaruh dihalaman depan untuk dijual ke para konsumen.
Bagan 4.2. Tahapan proses produksi UD Budi Ayu Banjarmasin Sumber :UD Budi Ayu Banjarmasin
6. Hasil Produksi dan Pemasaran
Pada awal berdirinya UD Budi Ayu Banjarmasin ini, daerah pemasaran hanya terbatas yaitu dipasarkan sekitaran dekat pembuatan batako tersebut, setelah informasi pembuatan batako semakin luas maka daerah pemasaran pun menjadi lebih luas lagi. Meskipun daerah pemasaran hanya di daerah Kalimantan Selatan saja tetapi penjualan yang dipasarkan ke konsumen semakin tahun semakin meningkat.
Cara pemasaran atau penjualan batako yang dilakukan oleh UD Budi Ayu Banjarmasin ada 2 (dua) yaitu :
a. Secara Order
1) Memesan melalui karyawan
Pelanggan dapat memesan pembelian dengan cara memesan kepada salah satu pekerja di UD Budi Ayu Banjarmasin bisa melalui telepon
Pencampuran Bahan Baku
Pengadukan Bahan Baku
Pencetakan Batako
Pengeringan Tahap Awal
Penguasan
Pengeringan Tahap Akhir
atau berbicara langsung kepada pekerja atau pun dari perantara pekerja yang membelikan pemesanan konsumen.
2) Memesan langsung dari rumah pribadi pemilik perusahaan
Pelanggan dapat memesan langsung produk batako dengan cara datang ke rumah pribadi pemilik perusahaan UD Budi Ayu Banjarmasin yang terletak di jalan Sulawesi gang pare-pare No. 24 RT 15 Banjarmasin.
3) Pelanggan dapat memesan langsung dari tempat pembuatan batako Pelanggan dapat melakukan pembelian dengan memesan secara langsung ke UD Budi Ayu Banjarmasin dengan cara menelpon langsung ke perusahaan atau datang ke perusahaan langsung.
b. Secara Langsung
Pelanggan dapat melakukan pembelian langsung ke tempat produksinya yaitu di perusahaan UD Budi Ayu Banjarmasin tanpa melalui perantara.
Adapun hasil produksi UD Budi Ayu Banjarmasindi tabel berikut ini : Tabel 4.1. Hasil Produksi Paving Block UD Budi Ayu Banjarmasin
Periode Desember 2020
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin Perhitungan Persentase :
Persentase pembebanan yang ada pada tabel diatas digunakan untuk menghitung unsur biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang akan dikeluarkan dalam memproduksi batako, seperti biaya depresiasi aktiva tetap (bangunan kantor, pick up, skop, alat cetak dan gerobak sorong dan lain-lain).
Tabel dibawah ini merupakan data penjualan UD Budi Ayu Banjarmasin:
Tabel 4.2. Hasil Penjualan Paving Block pada UD Budi Ayu Banjarmasin Periode Desember 2020
No Nama Produk Penjualan (Biji)
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Tabel diatas adalah informasi penjualan paving block UD Budi Ayu Banjarmasin dalam Periode Desember 2020 dengan total penjualan sebesar Rp 79.840.000,00.
Adapun daftar aktiva tetap pada UD Budi Ayu Banjarmasin bisa dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.3. Daftar Aktiva Tetap pada UD Budi Ayu Banjarmasin
Nama Aktiva Banyak Tahun
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Tabel diatas merupakan informasi tentang aktiva tetap yang dimiliki oleh UD Budi Ayu Banjarmasin. Ada sembilan aktiva tetap, yaitu bangunan kantor, pick up, skop, mesin cetak, gerobak sorong, alat pengaduk/mixer, mesin diesel, rak, dan papan flat.
7. Penggolongan Biaya Menurut Perusahaan
Dalam menentukan suatu harga pokok produksinya UD Budi Ayu Banjarmasin melakukan penggolongan biaya yaitu sebagai berikut : a. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku yang diperhitungkan yaitu pemakaiannya yang dinilai berdasarkan harga beli, penggolongan yang dilakukan oleh UD Budi Ayu Banjarmasin sebagai berikut :
1) Batako Persegi Panjang a) Pasir
Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan produk batako lantai yaitu, persegi panjang, segi enam, dan batako dinding yang diproduksi dalam bulan Desember 2020 adalah sebagai berikut :
1) Bahan baku produk persegi panjang jadi (22.100 )biji
Tabel 4.4. Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Batako
2) Bahan baku produk segi enam jadi (20.000) biji
Tabel 4.5. Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Batako Lantai Segi Enam
3) Bahan baku lantai Batako Dinding jadi (7.000) biji
Tabel 4.6. Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Batako Dinding b. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya ini adalah upah yang dikeluarkan perusahaan untuk membayar para pekerja yang membuat produk. Upah membuat produk untuk batako dinding dan lantai adalah Rp 225/ biji
c. Biaya Lain-lain
1) Biaya Air Rp 200.000 2) Biaya Listrik Rp 200.000 3) Biaya Transportasi Rp 800.000 4) Biaya BBM Produksi Rp 500.000
5) Biaya pembelian seperti beli baut dan keperluan lain Rp 500.000 6) Biaya sewa Tanah Per Tahun Rp 10.000.000,00
8. Perhitungan Harga Pokok Produk Menurut Perusahaan
Selama ini perusahaan UD Budi Ayu melakukan pencatatan secara manual. Dibawah ini merupakan catatan pembuatan produk batako lantai seperti persegi panjang dan segi enam dan batako dinding.
a. UD Budi Ayu Banjarmasin dalam memperhitungkan harga pokok produk persegi panjang pada bulan sebagai berikut :
Tabel 4.7. Perhitungan Harga pokok Produk Persegi Panjang pada Bulan Desember 2020
Biaya Transportasi Rp 800.000 x 45,01 % Rp 380.080 Biaya BBM
Total biaya produksi Rp 23.065.305
Hasil produksi selama sebulan 22.100 biji
Harga pokok produk/biji Rp 1.043.678
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Untuk total biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya lain-lain menurut hasil produksi batako UD Budi Ayu Banjarmasin periode bulan Desember 2020 adalah sebesar Rp 23.065.305,00.
Perhitungan harga pokok produk batako persegi panjang yaitu :
𝐻𝑃𝑃 =𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 (𝑏𝑖𝑗𝑖) = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡 … … … (2)
𝐻𝑃𝑃 =𝑅𝑝 23.065.305
49.100 = 𝑅𝑝 1.043.678 … … … . … … (2) b. UD Budi Ayu Banjarmasin memperhitungkan harga pokok produk
batako segi enam dalam bulan Desember 2020 yaitu sebagai berikut : Tabel 4.8. Perhitungan Harga Pokok Produk Untuk Produk Segi Enam
pada Bulan Desember 2020
Biaya Bahan Baku
Pasir Abu Batu 6,5 rit x Rp 1.150.000/rit Rp 7.475.000
Semen 100 Sak x Rp 50.000/sak Rp 5.000.000
Pasir Palangka 6,5 rit x Rp 800.000/rit Rp 5.200.000 Cat Bubuk 80 Kg x Rp 60.000/kg Rp 4.800.000
Biaya Transportasi Rp 800.000 x 41 % Rp 328.000 Biaya BBM
Total Biaya Produksi Rp 28.225.500
Hasil Produksi selama sebulan 20.000 biji
Harga pokok produk/biji Rp 1.411.275
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Untuk total biaya produksi segi enam dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain menurut hasil produksi batako UD Budi Ayu Banjarmasin dalam periode Desember 2020 adalah sebsar Rp 28.225.500,00.
Perhitungan harga pokok produk segi enam, adalah :
𝐻𝑃𝑃 =𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 (𝑏𝑖𝑗𝑖) = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑃𝑒𝑟 𝑈𝑛𝑖𝑡 … … … (2) 𝐻𝑃𝑃 =𝑅𝑝 28.225.500
20.000 (𝑏𝑖𝑗𝑖) = 𝑅𝑝 1.411.275 … … … (2)
c. UD Budi Ayu Banjarmasin dalam memperhitungan harga pokok produk Batako Dinding dalam perode bulan Desember 2020 sebagai berikut :
Tabel 4.9. Perhitungan Harga Pokok Produk Untuk Produk Batako Dinding pada Bulan Desember 2020
Biaya Bahan Baku Pasir Abu Batu
2 rit x Rp
1.150.000/rit Rp 2.300.000
Barang Lainnya Rp500.000 x 14,26 % Rp 71.300 Biaya Sewa Tanah
Gudang Rp 850.000 x 14,26 % Rp 121.210
Total Biaya Lain-lain Rp 434.930
Total Biaya Produksi Rp 7.559.930
Hasil Produksi Selama sebulan 7.000 biji
Harga pokok produk/biji Rp 1.079,99
Sumber : UD Budi Ayu Banjarmasin
Untuk total biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lain-lain menurut hasil produksi batako UD Budi Ayu Banjarmasin dalam periode
Untuk total biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lain-lain menurut hasil produksi batako UD Budi Ayu Banjarmasin dalam periode