BAB II KAJIAN TEOR
C. Hasil Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan untuk penelitian ini adalah :
1. Skripsi Ade Darmawan, Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Agama Islam tahun 2011, dengan judul
“Peranan Pendidikan Kepramukaan Dalam Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Di MA Daarul „Ulum Lido Bogor”. Dalam skripsinya
Ade Darmawan menyampaikan bahwa berdasarkan dari hasil penelitian mengenai peranan pendidikan kepramukaan dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa di MA Daarul „Ulum Lido Bogor,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwasannya peranan pendidikan kepramukaan memiliki pengaruh yang kuat atau tinggi terhadap
prestasi belajar siswa di MA Daarul „Ulum Lido.
2. Skripsi M. Alimron, Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Agama Islam tahun 2008, dengan judul
“Peran Kegiatan Ekstrakulikuler Kepramukaan dalam
mengembangkan Bakat kepemimpinan Siswa SLTP Dahlia, Pondok Pucung-Pondok Aren.” Dalam skripsinya M.Alimron menyampaikan bahwa berdasarkan jawaban angket para siswa SLTP Dahlia yang aktif mengikuti kegiatan pramuka diperoleh gambaran bahwa responden mengikuti kegiatan pramuka mayoritas karena hobi sejak SD atau MI serta secara sukarela tidak ada paksaan. Alasan mereka mengikuti kegiatan pramuka cukup bagus untuk menambah wawasan pengetahuan. Kemudian responden mayoritas didukung oleh orang tua, dukungan dari orangtua kepada anak sangat penting baik dukungan moril maupun materil karena anak lebih bersemangat dan serius dalam mengikuti kegiatan pramuka, bahkan responden juga menjawab kegiatan belajarnya tidak terganggu dengan aktif di kegiatan pramuka
bahkan setelah mengikuti kegiatan pramuka motivasi belajarnya meningkat karena berbagai keterampilan dan kepemimpinan sangat mendukung pelajaran dikelas. Responden juga merasakan adanya perubahan positif dalam dirinya yaitu memiliki rasa percaya diri, lebih berani, lebih kreatif, mandiri, disiplin dan dapat memimpin dengan baik, pemilihan materi yang baik dan tepat, penggunaan metode yang tepat dan sesuai untuk mencapai tujuan serta pembinaan yang berkualitas yang dapat menjadi suri tauladan menjadikan kegiatan pramuka menarik dan diminati generasi muda.64
3. Skripsi Kaisah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Agama Islam tahun 2012, dengan judul “Peranan Pendidikan Kepramukaan dalam membentuk kepribadian siswa di SD At-Taqwa Rajawali Selatan VI, Jakarta Pusat”. Dalam skripsinya Kaisah menyatakan bahwa setelah mengikuti pendidikan kepramukaan siswa lebih mandiri dalam melakukan kegiatan apapun, baik dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, khususnya lingkungan rumah. Dalam mengikuti pendidikan kepramukaan siswa sudah mulai terbiasa dengan alam terbuka, mereka lebih kreatif, inovatif dan mandiri dalam melaksanakan kegiatan apapun. Dalam melakukan kegiatan kepramukaan, dampak sangat positif bagi siswa, siswa lebih mengenal jiwa nasionalisme yang lebih tinggi ketika mengikuti kegiatan pramuka, siswa lebih mengenal rasa tanggungjawab terhadap sesama, dan siswa mempunyai jiwa rasa percaya diri yang lebih baik.65
64 Alimron M, “
Peran kegiatan ekstrakulikuler kepramukaan dalam mengembangkan bakat kepemimpinan siswa SLTP Dahlia, Pondok-Pucung-Pondok Aren.” Skripsi pada Sarjana Stara I uin Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2008, hal.72, tidak dipublikasikan.
65 Kaisah,”peranan pendidikan kepramukaandalam membentuk kepribadian siswa”, skripsi pada sarjana Stara I uin Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2012, hal.51, tidak dipublikasikan.
4. Skripsi Dwinanto Yuwono, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2007, dengan judul “Pendidikan Keterampilan Gerakan Pramuka Satuan Karya Bakti Husada (Tinjauan Pendidikan Islam)”. Dalam skripsinya Dwinanto memfokuskan pada peran gerakan pramuka dalam meningkatkan pendidikan keterampilan lewat Satuan Karya Bakti Husada. Dalam skripsi ini dibahas tentang pengembangan bakat dan minat serta peningkatan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman peserta didik dalam bidang kesehatan sebagai bekal bagi anggota gerakan pramuka dan masyarakat umum. Kemudian pendidikan tersebut ditinjau dengan pendidikan agama Islam yang ada saat ini.66
5. Tesis Dyah Lestyarini, mahasiswa program pascasarjana program studi Ketahanan Nasional tahun 2012, dengan judul “Analisis Kompetensi
Pembina Pramuka di Jakarta Pusat” dalam tesis Dyah menyatakan
bahwa pemetaan kompetensi yang menggambarkan kompetensi aktual dan kompetensi ideal Pembina pramuka pada umumnya memiliki gap. Kompetensi yang tidak terlalu jauh, masih berada pada kategori comfort. Hal ini berarti Pembina pramuka memiliki kemampuan memahami cukup sampai dengan baik terhadap item kompetensi dan sudah terbiasa melakukan kompetensi tersebut tetapi masih kurang dalam melaksanakannya secara efektif.67
6. Tesis Siti Paringsih, mahasiswa program pascasarjana program study
Teknologi Pendidikan tahun 2009, dengan judul “Pendidikan Pada
66
Dwinanto Yuwono, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2007, dengan judul “ Pendidikan Keterampilan Gerakan Pramuka Satuan Karya Bakti Husada ( Tinjauan Pendidikan Islam)”.
67 Lestyarini Dyah, “Analisis Kompetensi Pembina Pramuka Di Jakarta Pusat” Tesis
Kegiatan Kepramukaan Di Gugus Depan 11.033-11.034 Universitas
Lampung“ menyatakan bahwa :
i. Pendidikan kepemimpinan pada kegiatan kepramukaan di Gugus depan 11.033-11.034 Univertsitas Lampung dilaksanakan dengan kegiatan belajar sambil melakukan, sistem beregu, kegiatan menantang dan progresif, kegiatan di alam terbuka, sistem tanda kecakapan, sistem satuan terpisah untuk putera dan putri serta sistem among.
ii. Pendidikan kepemimpinan pada kegiatan kepramukaan di gugus depan 11.033-11.034 Universitas Lampung meliputi :
a. Berpikir sistem, dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan penelitian pelatihan retorika, pelatihan manajemen konflik, pelaksanaan sistem tanda kecakapan ( pengujian SKU dan SKK) serta pelatihan dalam regu.
b. Penguasaan pribadi, dilakukan dengan kegiatan pelatihan manajemen stress, pelatihan manajemen kearifan, dan penerapan sistem among. Tujuannya adalah agar anggota pramuka memiliki penguasaan pribadi dengan melaksanakan kode kehormatan pramuka yang terdiri atas janji yang disebut satya dan ketentuan moral yang disebut darma.
c. Pola mental, dilakukan dengan kegiatan kepramukaan tingkat cabang, daerah dan nasional, seta melakukan pembinaan satuan.
d. Visi bersama, dilakukan dengan kegiatan bina diri, bina satuan dan masyarakat.
e. Belajar Beregu, dilakukan dengan kegiatan-kegiatan Pelatihan dan Pendidikan Dasar Kepramukaan dalam aktivitas belajar beregu untuk menciptakan pemimpin mengedepankan kebersamaan dalam mencapai tujuan organisasi.68
68 Siti Paringsih,“ Pendidikan Pada Kegiatan Kepramukaan Di Gugus Depan 11.033
-
7. Tesis Al Fitra Nurulhuda, mahasiswa program pascasarjana program study tahun 2004, dengan judul “Revitalisasi Gerakan Pramuka Sebagai Pendidikan Kepemimpinan Bagi Pemuda“ menyatakan bahwa: pramuka merupakan wadah pendidikan bela Negara, menumbuhkan semangat patriotisme, penanaman cinta bangsa dan Negara diatas segala-galanya, dan menjadikan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. Tentu melalui semangat ideologi pramuka yaitu satya dan darma pramuka. Dan banyak figur pemuda dalam gerakan pramuka yang layak tampil ke permukaan, mereka mempunyai konsep mengelola organisasi pramuka sehingga pemuda memiliki peluang untuk memimpin dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti diketahui gerakan pramuka membangun karakter anak bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan budi pekerti dan pelatihan keterampilan dalam regu-regu kecil yang dinamis. Secara bertahap ditanamkan nilai-nilai luhur bahwa setiap anggota pramuka mempunyai kesempatan, tanggung jawab dan kewajiban yang sama.69
8. Jurnal yang ditulis oleh Alfian Ahmad tahun 2008 dengan judul
“Urgensi Gerakan Pramuka Dalam Pembinaan Generasi Muda“ menyebutkan bahwa: pendidikan gerakan pramuka dengan sistem among memiliki arti yang sangat penting dalam upaya pembinaan generasi muda, khususnya untuk menekan tingginya tingkat kenakalan remaja, seperti penyalah gunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, tawuran serta berbagai perbuatan remaja yang melanggar nilai dan norma kesepanan, etika, estetika dan agama. Peranan gerakan pramuka dalam rangka membina generasi muda untuk menyiapkan
69 Lestyarini Dyah, “Analisis Kompetensi Pembina Pramuka Di Jakarta Pusat” Tesis
kader- kader yang tangguh dan sanggup meneruskan pembangunan bangsa dan Negara di masa mendatang, maka layaklah apabila gerakan pramuka tersebut mendapat perhatian secara serius.
Gerakan pramuka merupakan salah satu wadah pengembangan generasi muda dan merupakan lembaga pendidikan jalur ketiga, maka penyelenggaraan pendidikan kepanduan oleh gerakan pramuka harus diintegrasikan dalam pola dasar pembinaan generasi muda dan pendidikan nasional, yang kini sedang diusahakan dan dikembangkan. Disamping itu diperlukan pemikiran secara konsepsional tentang penerapan metode-metode yang berlaku bagi gerakan pramuka sekarang, yang merupakan sati-satunya badan yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Sistem among yang diterapkan dalam pendidikan kepramukaan bertujuan untuk menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. Sistem among berarti mendidik anak, menjadi manusia jasmani, rohani dan pikirannya, disetai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. Dalam system among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku : ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan); ing madyo mangun karso ( ditengah memberi prakarsa); dan tut wuri handayani ( di belakang memberi dorongan atau motivasi), diharapkan akan mampu menuntun para remaja untuk berperilaku dan memiliki kedisiplinan, baik kepada Tuhan YME, diri sendiri, orangtua, masyarakat, bangsa dan Negara.70
70 Siti Paringsih,“ Pendidikan Pada Kegiatan Kepramukaan Di Gugus Depa
n 11.033-