• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIS

D. Hasil Penelitian yang Relevan

Berdasarkan dari tinjauan peneliti. Penelitian membuktikan bahwa metode dan teknik berbagai macam yang tepat sangat berperan aktif dalam menunjang peningkatan pembelajaran peserta didik dalam menulis teks biografi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa penelitian yang telah dilakukan.

Hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah yang dilakukan oleh Nita Fuji Kosmasari dengan judul “Peningkatan Keterampilan Membaca Puisi Dengan Metode TANDUR Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wadaslintang Tahun Pelajaran 2013/2014”, Purworejo, Universitas Muhamadiyah Purworejo, 2014. Hasil penelitian menunjukan penerapan motode TANDUR dapat menigkatkan keterampilan siswa membaca puisi. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan hasil (nilai) pembelajaran membaca puisi siswa. Pada saat pasiklus hanya sebesar 19%

siswa yang telah mencapai batas ketuntasan (KKM = 75) dengan nilai rata-rata 67,54, pada siklus I nilai rata-rata-rata-rata 72,5 kemudian siklus kedua II meningkat menjadi 77,5 dan nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 95.

Hal ini membuktikan bahwa penerapan motode TANDUR mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran membaca puisi siswa.

Persamaan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama menggunakan metode TANDUR. Perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian yang dilakukan Nita Fuji Kosmasari mengunakan keterampilan membaca puisi sedangkan peneliti menggunakan karangan eksposisis.

Objek yang diteliti oleh peneliti adalah teks biografi siswa kelas X SMA,

25 Ibid. h. 235

sedangkan objek yang diteliti Nita Fuji Kosmasari adalah Membaca Puisi kelas VII SMP. Metode penelitian yang digunakan Nita Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 Siklus sedangkan peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Nita Fuji Kosmasari meneliti pada tahun 2014 sedangkan penelitian skripsi ini pada tahun 2019.26

Penelitian kedua yang berkaitan dengan metode TANDUR adalah penelitian yang dilakukan oleh Yurista Anggayasti dengan judul

“Keefektifan Metode Tandur Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Sleman”, Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada skor posttest menulis puisi siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Melalui hasil uji-t yang dilakukan pada skor pretest-posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, hasil perbandingan keterampilan menulis puisi kelompok eksperimen ditunjukkan oleh nilai th sebesar 3,889 dengan df 31 dan P sebesar 0,000 (0,000 < 0,05= signifikan), sedangkan kelompok kontrol diperoleh nilai th sebesar 3,232 dengan df 31 dan P sebesar 0,003 (0,003 < 0,05= signifikan).

Dari hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh th sebesar 2,447 dengan df 62 dan P sebesar 0,000 (0,000 < 0,05= signifikan).

Rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 24,28 sedangkan posttest kelompok kontrol sebesar 23,62 dengan selisih rata-rata keduanya sebesar 0,66. Berdasarkan hasil tersebut, maka penggunaan metode TANDUR lebih efektif dalam pembelajaran menulis puisi Persamaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama menggunakan metode TANDUR.

Perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Yurista menggunakan keterampilan menulis puisi sedangkan peneliti menggunakan teks biografi. Objek yang diteliti oleh peneliti adalah

26 Nita Fuji Kosmasari, Peningkatan keterampilan Membaca Puisi Dengan Metode Tandur Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wadaslintang Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2014.

teks biografi siswa kelas X SMA, sedangkan, objek yang diteliti Yurista adalah menulis puisi kelas VII SMP. Metode penelitian yang digunakan Yurista menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yurista Anggayasti meneliti pada tahun 2013 sedangkan penelitian skripsi ini pada tahun 2019.27

Penelitian ketiga yang berkaitan dengan metode TANDUR dilakukan oleh Sri Wahyuni dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Teknik Tandur Pada Siswa Kelas VIII SMP Dian Kartika Semarang, Semarang, Universitas Negeri Semarang, 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan menulis puisi siswa pada siklus I memperoleh skor rata-rata 62 dengan kategori cukup, setelah dilakukan pembelajaran siklus II rata-rata skor tes menulis puisi siswa meningkat sebesar 14,96.

Rata-rata skor kelas pada tes siklus II mencapai 76,96 dan termasuk dalam kategori baik. Persamaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama menggunakan metode TANDUR. Perbedaan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Sri menggunakan keterampilan menulis puisi sedangkan peneliti teks biografi.

Objek yang diteliti oleh peneliti adalah teks biografi siswa kelas X SMA, sedangkan, objek yang diteliti Sri adalah keterampilan menulis puisi kelas VIII. Metode penelitian ini digunakan Sri, peneliian tindakan kelas dengan 2 siklus sedangkan peneliti menggunkan metode deskriptif kualitatif. Sri Wahyuni meneliti pada tahun 2009 sedangkan penelitian skripsi ini pada tahun 2009.28

27 Yurista Anggayasti, Keefektifan Metode Tandur Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Sleman. Skripsi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta , 2013.

28 Sri Wahyuni, Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Teknik Tandur Pada Siswa Kelas VIII SMP Dian Kartika Semarang. Skripsi S1 Pendidikan Bahasa dan Sasra Indonesia, Universitas Negeri Semarang, 2009.

26

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA N 10 Tangerang Selatan yang beralamat lengkap di Jl. Tegal Rotan Raya, No. 91, Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakasanakan dari tanggal 11 April 2019 hingga 26 April 2019, semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Pada semester ini, materi Bahasa Indonesia yang dipelajari siswa kelas X sesuai kurikulum 2013 revisi salah satunya yaitu teks biografi.

B. Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.1 Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga tergambarkan ciri, karakter, sifat, dan model dari fenomena tersebut.2 Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang diupayakan untuk mencandra atau mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta dan sifat objek tertentu. Penelitian deskriptif ditujukan untuk memaparkan dan menggambarkan dan memetakan fakta-fakta berdasarkan cara pandang atau kerangka berpikir tertentu.3 Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.4

1 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung : Alfabeta, 2017), h. 3

2 Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Kencana, 2014), h. 47

3 H.Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia. 2011), h. 100

4 Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017), h.157

Penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. 5

Sugiyono mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif adalah metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).6 Penelitian kualitatif memerlukan ketajaman analisis, objektivitas, sistematik, dan sistemik sehingga dipeoleh ketepatan dalam interpretasi, sebab akibat dari suatu fenomena atau gejala bagi penganut penelitian kualitatif adalah totalitas atau gestalt.7 Penelitian kualitatif memposisikan manusia sebagai instrumen utama penelitian. Peneliti sebagai manusia berhubungan langsung dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pengumpulan, analisis dan interpretasi data.8 Penelitian kualitatif atau naturalistic inquiry adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.9 Penelitian kualitatif adalah upaya menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, perilaku, persepsi, dan persoalan tentang manusia yang di teliti.

Melalui kajian tentang definisi-definisi tersebut dapatlah disintesiskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.10

5 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), h.222

6 Sugiyono, Op.Cit., h. 12,

7 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), h. 36

8 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h.142

9 Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan, (Bandung: Refika Aditama, 2014), h. 181.

10 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2016) h. 6

Penulis menggunakan metode ini karena data penelitiannya berupa teks biografi yang dibuat oleh siswa kelas X IPA 3 SMA N 10 Kota Tangerang Selatan yang berjumlah 34 orang. Dengan demikian, penggunaan metode deskriptif kualitatif sangat cocok untuk menganalisis data berupa karangan teks biografi, kemudian disajikan dengan mendeskripsikan data tersebut ke dalam tabel analisis data.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah teks biografi pada tugas siswa kelas X IPA 3 Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 34 siswa, 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Alasan pemilihan kelas X IPA 3 karena saat PLP mendapat jadwal kelas tersebut serta kelas X IPA 3 termasuk kelas kondusif dan berprestasi.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada langkah pengumpulan informasi lapangan.11 Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian.12 Menurut Sugiyono, instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setakah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis dan membuat kesimpulan.13 Ada empat media untuk mengumpulkan data dalam proses penelitian. Keempat media tersebut penggunaanya dapat dipilih satu macam, atau gabungan antara dua media tersebut, tergantung macam data yang diharapkan peneliti. Keempat media pengumpulan data tersebut di antaranya adalah kuesioner, observasi, wawancara,

11 Sukardi, Op.Cit., h.75

12 Wina Sanjaya, Op. Cit., h. 247

13 Sugiyono, Op.Cit., h. 307

dan dokumentasi.14 Peneliti sebagai instrumen melakukan observasi, wawancara, menganalisis dokumen-dokumen dan catatan yang ada di lapangan.

Tabel 3.1

Format Penilaian Menulis Teks Biografi*

No Unsur yang dinilai Skor

1. Isi gagasan 30

2. Struktur teks biografi 20

3. Kalimat efektif 25

4. Unsur kebahasaan 15

5. Ejaan 10

*Diubah sesuaikan dari teori Burhan Nugiyantoro.

Tabel di atas masih memerlukan penjabaran agar siapapun yang menjadi penilai dapat memahami kriteria penilaian yang digunakan. Adapun penjabaran dari format kriteria penilaian sebagai berikut.

Tabel 3.2

Penjabaran Format Penilaian Menulis Teks Biografi*

Profil Penilaian Karangan

Skor Kriteria

Isi Gagasan 27-30 30 Sangat Baik-Sempurna:

Isi gagasan mengenai informasi tentang tokoh dalam teks sangat perjalanan hidup, perjalanan karir, lengkap nama tokoh, tempat tanggal lahir tokoh.

29 Informasi yang disajikan sangat relevan dengan data tokoh yang diberikan.

Gambaran umum tentang tokoh dijelaskan dengan baik.

28 Informasi yang disajikan sangat relevan dengan data tokoh yang diberikan.

14 Sukardi, Ibid, h.75

Permasalahan atau peristiwa penting yang dialami tokoh dijelaskan dengan baik.

27 Informasi yang disajikan sangat relevan dengan data tokoh yang diberikan.

Pendapat mengenai tokoh dijelaskan dengan baik.

24-26 26 Cukup-Baik:

Isi gagasan mengenai informasi tentang tokoh dalam teks baik namun tidak ada informasi mengenai perjalanan, tempat tanggal lahir.

Isi gagasan mengenai informasi yang disajikan baik relevan namun masih kurang data tokoh.

25 Permasalahan atau peristiwa penting yang dialami tokoh dijelaskan dengan cukup baik.

Gambaran umum tentang tokoh dijelaskan dengan cukup baik

24 Penjelasan mengenai perjalanan tokoh belum lengkap tidak dijelaskan tentang karir dari tokoh

21-23 23 Sedang-Cukup:

Isi gagasan mengenai informasi tentang tokoh dalam teks kurang memadai.

Isi gagasan mengenai informasi yang disajikan kurang relevan dan lengkap dengan data tokoh yang diberikan.

22 Permasalahan atau peristiwa penting yang dialami tokoh dijelaskan dengan cukup lengkap.

Gambaran umum tentang tokoh dijelaskan dengan kurang lengkap.

21 Permasalahan atau peristiwa penting yang dialami tokoh dijelaskan dengan kurang lengkap.

Pendapat mengenai tokoh dijelaskan dengan kurang lengkap.

18-20 20 Sangat-Kurang:

Informasi tentang tokoh dalam teks tidak memadai perjalanan tokoh, tempat tanggal lahir tidak dijelaskan.

19 Informasi yang disajikan tidak relevan dengan data tokoh yang telah diberikan.

Gambaran umum tentang tokoh dijelaskan dengan tidak lengkap.

18 Permasalahan atau peristiwa penting yang dialami tokoh dijelaskan dengan tidak lengkap.

Pendapat mengenai tokoh dijelaskan dengan tidak lengkap.

Struktur teks biografi

18-20 20 Sangat Baik-Sempurna:

Penulisan sesuai dengan struktur teks biografi (orientasi, peristiwa, dan reorientasi secara lengkap dan sistematis).

19 Penulisan sesuai dengan struktur teks biografi Gagasan diungkapkan dengan jelas, padat, dan tertata baik; pembahasan berdasarkan pokok-pokok informasi dan telah dikembangkan.

18 Penulisan sesuai dengan struktur teks biografi.

Penulisan paragraf dalam teks tersusun secara terorganisir dan struktur dijelaskan secara baik 15-17 17 Cukup-Baik:

Salah satu struktur teks biografi tidak lengkap.

Ide utama cukup terlihat dan urutan peristiwa cukup logis.

16 Pembahasan pokok-pokok informasi cukup dikembangkan.

Penulisan paragraf kurang terorganisir.

15 Struktur teks biografi dijelaskan secara tidak beraturan.

Penulisan paragraf kurang terorganisir.

12-14 14 Sedang-Cukup:

Tidak memiliki struktur teks biografi.

Urutan peristiwa kurang sesuai dengan struktur teks biografi.

13 Hanya terdapat satu struktur teks biografi saja Cukup banyak peristiwa yang terlewatkan.

12 Urutan peristiwa tidak terorganisir dengan baik. Gagasan kacau dan pengembangan peristiwa tidak logis

Kalimat efektif

22-25 25 Sangat Baik-Sempurna:

Konstruksi kalimat kompleks dan efektif.

Tidak terdapat kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan.

24 Konstruksi kalimat yang ditulis tersusun dengan baik. Kalimat ditulis dengan rapi.

Terdapat 1 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

23 Konstruksi kalimat yang ditulis tersusun dengan baik. Terdapat 2 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

22 Konstruksi kalimat yang ditulis tersusun dengan baik. Terdapat 3 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

18-21 21 Cukup-Baik:

Konstruksi kalimat sederhana, efektif, dan bisa dipahami. Terdapat 4 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

20 Konstruksi kalimat yang ditulis tersusun dengan cukup baik.

Terdapat 5 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

19 Terdapat 6 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

18 Terdapat 7 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

15-17 17 Sedang-Cukup:

Konstruksi kalimat sederhana, efektif, dan kurang bisa dipahami.

Terdapat 8 kesalahan, tetapi tidak mengaburkan makna.

16 Konstruksi kalimat sederhana, efektif, dan kurang bisa dipahami.

Terdapat 9 kesalahan, mengaburkan makna.

15 Konstruksi kalimat sederhana, efektif, dan kurang bisa dipahami.

Terdapat 10 lebih kesalahan dalam konstruksi kalimat.

Tidak menguasai tata kalimat.

Unsur 14-15 15 Sangat Baik-Sempurna:

Kebahasaan Unsur kebahasaan lengkap 6 unsur kebahasaan (kata ganti, kata kerja tindakan, kata sifat, kata kerja pasif, kata kerja menghubungkan aktivitas, kata sambung)

Tidak terdapat kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan.

14 Konstruksi unsur kebahasaan yang ditulis tersusun dengan baik.

Hanya terdapat 5 unsur kebahasaan.

12-13 13 Cukup-Baik:

Unsur kebahasaan cukup baik mudah dipahami.

Hanya terdapat 4 unsur kebahasaan.

Konstruksi unsur kebahasaan yang ditulis tersusun dengan cukup baik.

12 Unsur kebahasaan cukup baik mudah dipahami. Hanya terdapat 3 unsur kebahasaan.

10-11 11 Sedang-Cukup:

Unsur kebahasaan cukup. Hanya terdapat 2 unsur kebahasaan. Konstruksi unsur kebahasaan yang ditulis tersusun dengan kurang baik.

10 Unsur kebahasaan cukup. Hanya terdapat 1 unsur kebahasaan. Konstruksi unsur kebahasaan yang ditulis tersusun dengan kurang baik.

8-9 9 Sangat-Kurang:

Unsur kebahasaan kurang baik. Tidak ada unsur kebahasaan.

8 Unsur kebahasaan kurang baik. Tidak ada unsur kebahasaan.

Konstruksi unsur kebahasaan yang ditulis tersusun dengan tidak baik.

Ejaan 9-10 10 Sangat Baik-Sempurna:

Menguasai aturan penulisan.

Tidak terdapat kesalahan ejaan.

9 Menguasai aturan penulisan Terdapat kesalahaan ejaan 1-2 6-8 8 Cukup-Baik:

Terdapat 3-5 kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan tidak mengaburkan makna.

7 Terdapat 6-8 kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan tidak mengaburkan makna.

6 Terdapat 9-10 kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan tidak mengaburkan makna.

3-5 5 Sedang-Cukup:

Terdapat 6-10 kesalahan ejaan.

Kesalahaan ejaan membingungkan makna.

4 Terdapat 11-12 kesalahan ejaan.

Kesalahaan ejaan membingungkan makna.

3 Terdapat 12-15 kesalahan ejaan.

Kesalahaan ejaan membingungkan makna.

1-2 2 Sangat-Kurang:

Terdapat 15-17 kesalahan ejaan.

Tidak menguasai aturan penulisan.

1 Terdapat 17-20 hingga lebih kesalahan ejaan.

Makna membingungkan.

Tulisan tidak terbaca.

*Diubah sesuaikan dari teori Burhan Nugiyantoro.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.15 Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini tiga tahap sebagai berikut.

a) Pengamatan (Observasi)

Observasi adalah pengamatan langsung kepada suatu objek yang akan diteliti.16 Mahmud menjelaskan bahwa observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian atau peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan.17 M.Djunaidi dan Fauzan mengungkapkan bahwa pengamatan (observasi) merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang mengaharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu, peristiwa, tujuan, dan perasaan.18

Observasi yang dilakukan peneliti yaitu pada saat siswa melakukan proses pembelajaran bahasa Indonesia materi teks biografi. Peneliti mengamati kegiatan siswa ketika belajar menggunakan metode TANDUR di kelas X IPA 3 SMA N 10 Kota Tangerang Selatan. Peneliti juga mengobservasi keadaan sekolah baik fisik maupun struktur yang ada di SMA N 10 Kota Tangerang Selatan, yakni berupa visi misi sekolah, data guru dan pegawai, serta foto-foto keadaan sekolah, guru, dan siswa.

b) Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban

15 Sugiyono, Op.Cit., h. 308

16 Gorys Keraf, Komposisi, (Semarang: Nusa Indah, 2001), h. 162

17 H.Mahmud, Op.Cit., h. 168

18 M. Djuanidi & Fauzan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta: Ar Ruzz Media.

2016). h.165

responden.19 Lexy J. Moleong menyatakan bahwa wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.20 Wawancara dilakukan terhadap guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X IPA 3 Ibu Susrita Yanti S.Pd dan siswa kelas X IPA 3.

Wawancara Guru dan Siswa

1. Wawancara Guru Susrita Yanti S.Pd.

Tabel 3.3

Wawancara Guru Susrita Yanti S.Pd.

19 H.Mahmud, Loc.Cit, h. 173

20 Lexy J. Moleong, Op.Cit., h. 186

No Pertanyaan Jawaban

1. Adakah materi menulis teks biografi pada kelas X di SMA N 10 Kota Tangerang Selatan?

2. Berkaitan dengan

penyampaian materinya, metode pembelajaran apa yang

Ibu gunakan dalam

pembelajaran?

3 Lalu biasanya Ibu

menggunakan media

pembelajaran atau tidak?

4. Apa Ibu sebelumnya pernah mengetahui atau menggunakan metode pembelajaran

TANDUR kerangka

perencanaan Quantung Teaching

2. Wawancara Siswa

Tabel 3.4 Wawancara siswa

No Pertanyaan Jawaban

1. Apakah kamu senang belajar bahasa Indonesia?

2. Apakah kamu senang membuat teks biografi?

3. Bagaimana tanggapanmu mengenai pembelajaran teks biografi dengan menggunakan metode TANDUR?

4. Apakah kamu menyukai metode TANDUR?

c) Tes atau Penugasan

Tes adalah rangkaian pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.21 Dalam teknik ini peneliti memberikan tes/penugasan kepada siswa untuk membuat teks biografi, sehingga diperoleh data atau hasil penugasan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diajarkan materi menulis teks biografi menggunakan metode TANDUR.

21 H.Mahmud, Op.Cit., h. 185

d) Analisis Dokumen

Sugiyono mengungkapkan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang.22 Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.23 Setelah melalui observasi dan tes berupa penugasan kepada siswa untuk membuat teks biografi, peneliti menganalisis semua hasil tersebut dan menyimpulkan pada bagian akhir.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya data menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.24

Data yang akan dianalisis harus benar-benar jujur, yakni kebenarannya harus dapat dipercaya dan dipertanggujawabkan. Teknik analisis yang dilakukan peneliti sebagai berikut:

1. Peneliti membaca berulang-ulang 31 teks biografi yang dibuat siswa kelas X IPA 3.

2. Peneliti membaca berulang-ulang maksudnya mengamati dan mencatat dengan sistematis fenomena yang diteliti dengan kategori kualitas isi gagasan, organisasi isi, tata bahasa, penggunaan diksi, ejaan dan tata tulis.

3. Peneliti memberikan skor hasil teks biografi siswa dengan berpedoman kepada instrumen penilaian teks biografi yang merujuk kepada teori Burhan Nurgiyantoro.

22 Imam Gunawan, Op.Cit., h. 176

23 Imam Gunawan, Op.Cit., h. 178

24 Lexy J. Moleong, Op.Cit., h. 248

4. Peneliti merekap data penilaian yang diperoleh siswa untuk setiap aspek yang diteliti.

5. Peneliti menjumlahkan nilai untuk mendapatkan rata-ratanya.

6. Peneliti memberikan kualifikasi nilai menurut teori Burhan Nurgiyantoro Peneliti untuk mengetahui rata-rata tingkat penguasaan keseluruhan aspek, untuk mencari nilai rata-rata keseluruhan aspek yang diteliti menggunakan rumus sebagai berikut

Keterangan : Mx = Mean (nilai rat-rata) yang dicari.

∑X = Jumlah dari skor-skor (nilai-nilai) yang ada.

N = Number of Cases (Banyaknya skor-skor itu sendiri) Setelah diperoleh nilai rata-rata, langkah selanjutnya yaitu menentukan klasifikasi penilaian dengan menggunakan skala yaitu, sebagai berikut.

Tabel 3.525

Kualifikasi Nilai Menurut Burhan Nurgiyantoro

25 Burhan Nurgiyantoro, Burhan Nurgiyantoro, Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi, (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, 2016) h. 277.

Interval Persentase

Tingkat Penguasaan

Nilai Ubahan Skala Empat Keterangan

1 - 4 A– D

86 – 100 4 A Sangat Baik

76 – 85 3 B Baik

56 – 75 2 C Cukup

10 - 55 1 D Kurang

41

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Profil Sekolah

1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMA Negeri 10 Kota Tagerang Selatan

NSPN : 20613553

Status : Negeri

Bentuk Pendidikan

: Sekolah Menengah Atas

Akreditasi : A

Akreditasi : A

Dokumen terkait