• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian lain yang terkait dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Rathunde (2003) melakukan perbandingan antara sekolah Montessori dengan sekolah tradisional dalam aspek motivasi, pengalaman, dan keadaan sosial. Teknik analisis data menggunakan analisis multivariate. Teknik ini mengukur perbedaan beberapa variabel dan faktor dalam waktu yang sama. Hipotesis dari penelitian ini adalah siswa sekolah Montessori menunjukkan motivasi dan pengalaman yang lebih positif dari siswa sekolah tradisional. Hasil penelitian adalah siswa dari sekolah Montessori menunjukkan motivasi yang lebih tinggi. Sebanyak 40% siswa dari sekolah Montessori melakukan kegiatan yang didasari minat dan motivasi. Siswa dari sekolah tradisonal hanya 24%. Dalam hal pengalaman siswa dari sekolah Montessori juga lebih baik. Pada aspek sosial juga terdapat perbedaan. Siswa dari sekolah Montessori menunjukkan kesan yang lebih baik terhadap guru dan teman satu kelas.

Wijayanti (2013) melakukan penelitian pengembangan dengan mengembangkan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Langkah yang digunakan dalam penelitian ini ada 4, yaitu (1) kajian standar kompetensi dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan dan pengembangan perangkat pembelajaran, (3) produksi alat peraga Montessori untuk penjumlahan dan pengurangan, dan (4) validasi dan revisi produk, sehingga dihasilkan prototipe produk alat peraga Montessori. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga Montessori untuk penjumlahan dan pengurangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangkan sangat baik dan memiliki lima ciri, yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction, dan kontekstual.

Penelitian yang dilakukan Sugiarni (2012) melakukan penelitian mengenai

peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II supaya siswa dapat menguasai materi pelajaran matematika dengan baik di semester 2. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas II SDN Suniarsih, kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prestasi belajar siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 50,70. Prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 60,50, sedangkan pada siklus II adalah 83,50. Prestasi belajar yang meningkat tersebut dikarenakan adanya aktivitas-aktivitas pemberian apersepsi yang

menarik melalui tanya jawab interaktif, pelibatan siswa dalam demonstrasi, pengaktifan siswa dalam tanya jawab, pengaktifan siswa dalam latihan pengerjaan soal, dan pemanfaatan alat peraga yang memadai.

Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) melakukan penelitian mengenai penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan alat peraga sederhana. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 10 siswa kelas V SDN 5 Batuan, Bali. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pra siklus rendah yaitu 64% dengan ketuntasan klasikal 40%. Pada siklus I hasil belajar matematika sedang yaitu 76,3% dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60%. Pada siklus II persentase hasil belajar matematika tinggi yaitu mencapai 81% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Penelitian Wahyuningsih (2011) membandingkan penggunaan model pendidikan Montessori dengan model pembelajaran konvesional dalam belajar matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Penelitian ini menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.

Aripin dan Sudiana (2013) melakukan penelitian mengenai kepuasan guru sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah untuk mencari determinasi sikap profesional, kualitas dalam pengelolaan pembelajaran, pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah 320 guru di kecamatan Aikmel. Sampel penelitian sebantak 65 guru ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara sikap professional, kualitas pengelolaan pembelajaran, dan pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian adalah terdapat kontribusi yang signifikan antara sikap professional, kualitas pengelolaan pembelajaran, dan pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru di SDN se-Kecamatan Aikmel baik secara terpisah maupun secara simultan.

Udiutomo (2011) melakukan penelitian yang berkaitan dengan tingkat kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia. Ia melakukan analisis tingkat kepuasan siswa terhadap layanan program tahun 2011 yang meliputi kriteria seleksi,

sekolah dan asrama yang dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Analisis deskripsi dilakukan dengan membandingkan antara tingkat kepentingan dengan kenyataan terhadap kriteria seleksi, sekolah, dan asrama, kemudian dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kepuasan. Peneliti menyarankan adanya perbaikan untuk meningkatkan mutu layanan program.

Simpeh (2013) melakukan penelitian untuk mengungkap strategi perawatan gedung Universitas Teknologi Cape Peninsula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perbaikan, prioritas, dan strategi untuk mempertahankan kinerja atribut dari gedung kuliah untuk memastikan tingkat kinerja sesuai dengan kepuasan siswa. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara, dan kuesioner. Sebanyak 430 kuesioner diberikan kepada responden, namun hanya 283 yang berhasil dikumpulkan kembali. Teknik analisis data yang digunakan adalah

Importance Performance Analysis (IPA) dan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja ruang kuliah mempengaruhi pengalaman belajar, dan semua atribut kinerja penting untuk pengalaman belajar siswa. Pencahayaan, keamanan struktural, ventilasi, kebersihan dianggap lebih baik dari pada keselamatan kebakaran dan estetika. Kinerja keselamatan struktural dan pencahayaan tampak memuaskan di semua ruang kuliah. Ventilasi, suhu, keselamatan kebakaran dan kontrol suara memiliki kinerja buruk. Siswa tidak terlibat dalam proses manajemen pemeliharaan ruang kuliah padahal keterlibatan mereka bisa

memastikan kepuasan mereka. Literature map dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.4.

Gambar 2.4 Literature Map

Rathunde (2003) Perbandingan antara

sekolah Montessori dengan sekolah

tradisonal Aripin dan Sudiana

(2013)

Kepuasan guru sekolah dasar negeri

Wijayanti (2013) Pengembangan alat peraga penjumlahan dan

pengurangan ala Montessori

Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

Sugiarni (2012) Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan

media dan alat peraga meteri operasi hitung

campuran Simpeh (2013) Strategi perawatan gedung Universitas Teknologi Cape Peninsula Tingkat Kepuasan Udiutomo (2011) Tingkat kepuasan siswa

SMART Ekselensia Indonesia

Warsini, dkk (2013) Penggunaan alat peraga

sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat Wahyuningsih (2011) Membandingkan penggunaan model pendidikan Montessori dengan model pembelajaran konvesional dalam belajar matematika Montessori Alat Peraga

Gambar 2.2 menunjukkan delapan penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Delapan penelitian tersebut berkaitan dengan tingkat kepuasan, alat peraga matematika, dan metode Montessori. Tingkat kepuasan yang diteliti adalah kepuasan guru sekolah dasar negeri, kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia, dan kepuasan terhadap strategi perawatan gedung Universitas Teknologi Cape Peninsula. Penelitian yang berkaitan dengan alat peraga matematika adalah peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga meteri operasi hitung dan penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penelitian yang berkaitan dengan metode Montessori adalah pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori, membandingkan penggunaan model pendidikan Montessori dengan model pembelajaran konvesional dalam belajar matematika, dan perbandingan antara sekolah Montessori dengan sekolah tradisional. Delapan penelitian yang telah disebutkan di atas belum ada yang membahas tentang tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.

Dokumen terkait