• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian mengenai Keterampilan Menyimak Siswa Sekolah Dasar ini telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, antara lain yaitu :

1. Dwi Cahyadi Wibowo & Yudita Susanti dalam jurnal yang berjudul Analisis Kemampuan Menyimak Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia (Penelitian Studi Kasus pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang). Penelitian yang dilakukan menggunakan metode metode kualitatif deskriptif, bentuk penelitian adalah studi kasus. Subjek penelitian kelas IV dengan jumlah keseluruhan 45 siswa, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik komunikasi langsung, teknik dokumentasi dan alat pengumpulan data adalah observasi, panduan wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan pembelajaran menyimak di kelas IV berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rancangan skenario pembelajaran yang dirancang.

Selain itu juga siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik, merespon pembelajaran, bertanya jika kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Perbedaan hasil penelitian saya dengan Dwi Cahyadi Wibowo & Yudita Susanti adalah pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan 14 jurnal yang didapatkan melalui web (internet) serta data-data di mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 yang berkaitan dengan keterampilan menyimak yang ada di sekolah dasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak siswa sekolah dasar masih tergolong rendah dan terdapat permasalahan-permasalahan yang menyebabkan rendahnya

keterampilan menyimak siswa. Solusi yang bisa digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah penggunaan metode, media, model, dan strategi yang tepat. Dari ke 14 Jurnal teknik yang banyak digunakan yaitu teknik Permainan Pesan Berantai untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.

2. Riska Wulandari dalam jurnalnya yang berjudul Pembelajaran Keterampilan Menyimak Kelas V SD Negeri 23 Palembang. Penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan pembelajaran, ketiga guru telah menyusun RPP. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak di kelas V SD Negeri 23 Palembang yang guru laksanakan belum maksimal, hal ini terlihat dari materi pembelajaran yang belum lengkap disampaikan dan ada langkah-langkah pembelajaran yang belum muncul. Pada tahap penilaian, dua guru telah melaksanakan penilaian mencakup tiga aspek yaitu penilaian afektif, kognitif, dan psikomotorik dan dua guru belum melaksanakan penliaian afektif dan psikomotorik.

Perbedaan hasil penelitian saya dengan Riska Wulandari adalah pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan 14 jurnal yang didapatkan melalui web (internet) serta data-data di mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 yang berkaitan dengan keterampilan menyimak yang ada di sekolah dasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak siswa sekolah dasar masih tergolong rendah dan terdapat permasalahan-permasalahan yang menyebabkan rendahnya keterampilan menyimak siswa. Solusi yang bisa digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah penggunaan metode, media, model, dan strategi yang tepat. Dari ke 14 Jurnal teknik yang banyak digunakan

yaitu teknik Permainan Pesan Berantai untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.

3. Sinsin Kartini dalam jurnalnya yang berjudul Metode Bercerita Dalam Pembelajaran Menyimak di Kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) model Elliot, yang disusun secara berdaur dalam tiap siklusnya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan refleksi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini menyangkut prilaku siswa kelas V sebanyak 28 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar catatan lapangan,lembar observasi, pedoman wawancara, dan evaluasi. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan siklus I memperoleh nilai rata-rata kelas 72. Pelaksanaan tindakan siklus II memperoleh nilai rata-rata kelas 79. Pelaksanaan tindakan siklus III memperoleh nilai rata-rata kelas 86. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa pada setiap siklusnya.

Perbedaan hasil penelitian saya dengan Sinsin Kartini adalah pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan 14 jurnal yang didapatkan melalui web (internet) serta data-data di mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 yang berkaitan dengan keterampilan menyimak yang ada di sekolah dasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak siswa sekolah dasar masih tergolong rendah dan terdapat permasalahan-permasalahan yang menyebabkan rendahnya keterampilan menyimak siswa. Solusi yang bisa digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah penggunaan metode, media, model, dan strategi yang tepat. Dari ke 14 Jurnal teknik yang banyak digunakan

yaitu teknik Permainan Pesan Berantai untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Objek dan Waktu Penelitian

Objek penelitian pada penelitian ini adalah Keterampilan Menyimak Siswa sekolah dasar. Adapun tempat penelitian yang dilakukan penulis ialah di Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perpustakaan Nasional, website yang berkaitan dengan jurnal keterampilan menyimak sekolah dasar.

Adapun penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 dengan jadwal terperinci menggunakan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Penelitian

No. Kegiatan Pelaksanaan Bulan dan Tahun

1. Rancangan Propossal Januari - Februari 2020

2. Ujian Proposal April 2020

3. Revisi Proposal April - Juli 2020

4. Pengumpulan Data Penelitian Agustus 2020 5. Pengolahan Data Penelitian September 2020 6. Analisis, Pembahasan Data dan

Penyusunan Bab IV dan V

September - Desember 2020

7. Sidang Skripsi Maret 2021

8. Wisuda Juni 2021

B. Metode Penulisan

Metode penelitian pada dasarnya merupakan ciri ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (Library Research). Studi

kepustakaan adalah suatu studi yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah, dsb.43 Studi

\penelitian sebelumnya yang sejenis yang berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti.44

Studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Dalam penelitian studi pustaka setidaknya ada empat ciri utama yang penulis perlu perhatikan diantaranya45 : 1. Penulis atau peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data

angka, bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan.

2. Data pustaka bersifat “siap pakai” artinya peneliti tidak terjun langsung ke lapangan karena peneliti berhadapan langsung dengan sumber data yang ada di perpustakaan.

3. Data pustaka umumnya adalah sumber sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh bahan atau data dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari data pertama di lapangan.

4. Kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Untuk mendapatkan data dalam penelitian studi kepustakaan, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mempelajari sesuatu pada sudut pandang alamiahnya, menerjemahkannya, dan melihat fenomena dalam hal makna yang dipahami manusia. Dengan kata lain penelitian kualitatif dapat mempelajari sisi nyata dunia, menemukan bagaimana

Hal. 5 Hal. 34

43 Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009)

44 Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2006)

45 Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia : 2003) hal. 3-5

orang mengatasi sesuatu dan berkembang dalam situasi tersebut menggambarkan kehidupan manusia kontekstual.46

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mencari informasi atau mengumpulkan berbagai sumber yang berasal dari jurnal-jurnal yang relevan dengan penelitian. Analisis data penulis menggunakan analisis isi (Content Analysis) yaitu dengan mengumpulkan data sistematis dan konsisten, kemudian menganalisis, menyeleksi, menrasikan untuk diambil kesimpulan.

“dengan analisis ini, peneliti bekerja secara objektif dan sistematis untuk mendeskripsikan isi bahan komunikasi melalui pendekatan kuantitatif”47. Namun pada penelitian ini penulis menggunakan analisis isi (Content Analysis) dengan pendekatan kualitatif. Langkah penelitian yang penulis lakukan adalah dengan menelaah berbagai sumber jurnal yang berkaitan dengan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar.

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ialah mempersempit masalah, sehingga peneliti mampu mengetahui secara mendalam apa yang menjadi fokusnya dalam penelitian di lapangan. Penelitian tersebut diselidiki secara menyeluruh dan secara khusus serta dalam bagian yang mendukung atau menambah kejelasan makna dalam situasi di lapangan. Setelah mengetahui dan memahami secara mendalam dan menyeluruh dari apa yang terjadi di lapangan kemudian menghasilkan hipotesis atau teori baru dari apa yang terjadi di lapangan.48

321 Hal. 60

46 Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode, (Jakarta: Rajagrafindo Persada,2011) hal 6

47 Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2005) Cet. V, hal.

48 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2011)

D. Prosedur Penelitian

Kegiatan pengumpulan data dalam proses penelitian merupakan kegiatan yang sangat penting.49 Peneliti mengambil prosedur penelitian berupa:

1. Tahap Konseptual (merumuskan dan mengidentifikasi masalah, meninjau kepustakaan yang relevan, mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis).

2. Fase Perancangan dan Perencanaan (memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variable penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan penelitian dan melakukan revisi).

3. Membuat Instrumen dan Pengumpulan data penelitian

4. Fase Empirik (pengumpulan data, persiapan data untuk di analisis) mengumpulkan data penelitian yang telah dilaksanakan di lapangan.

5. Fase Analitik (menganalisis data dan menghitung hasil data penelitian), mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. data yang telah dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan yang diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis penelitian.

6. Fase Diseminasi, mendesain hasil penelitian. Pada tahap akhir, agar hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti, dan dapat diketahui oleh pembaca maka hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk kesimpulan dari hasil penelitian.

49 Suharsimi Arikunto, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013) Hal. 266

BAB IV

TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Hasil Analisis Kritis Deskriptif

Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk

menginspirasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri siswa. Oleh karena itu, pembelajaran merupakan upaya sistematis untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan meningkatkan proses belajar siswa.

Kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan jenis hakikat, jenis belajar, dan hasil belajar tersebut. Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai hasil interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup.50

Salah satu pembelajaran yang ditargetkan kurikulum tingkat sekolah dasar adalah keterampilan berbahasa. Kurikulum 2013 menguraikan tujuan pembelajaran yang sejalan dengan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia, yakni agar siswa terampil berbahasa. Keterampilan berbahasa dibedakan dari empat macam, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut berkaitan antara satu dan yang lain. Beberapa praktisi masih berpendapat sampai sekarang bahwa pembelajaran bahasa adalah sebuah proses yang berjalan linera/ lurus, yaitu diawali dengan menguasai bahasa lisan (menyimak dan berbicara) dan baru kemudian beralih ke bahasa tulis (membaca dan menulis)51.

Bisa dilihat dari kurikulum di sekolah, keterampilan menyimak merupakan aktivitas yang paling awal dilakukan oleh siswa. Untuk mengikuti berbagai pelajaran, keterampilan menyimak sangat diperlukan. Keterampilan

50 Winataputra dan Udin, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka,2008) Hal. 18

51 Ulifatus Pebriana, dkk, “Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Model

Pembelajaran Artikulasi dan Media Boneka Tangan Pada Pembelajaran Tematik kelas 1 SDN Pejok II Kedaungadem Bojonegoro” Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD 5, no. 2, (2017)

menyimak berperan penting dalam usaha mempelajari banyak hal, apalagi di dunia pendidikan. Setiap pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menyimak. Guru mentransferkan ilmunya sebagian besar melalui ujaran. Di sinilah keterampilan menyimak sangat dibutuhkan bagi siswa.

Mengingat pentingnya keterampilan menyimak, maka keterampilan tersebut harus diajarkan sejak dini dalam pelajaran bahasa di sekolah dasar. Hal ini perlu dilakukan sebagai landasan untuk jenjang pendidikan yang selanjutnya52. Seperti contoh salah satunya materi yang terdapat pada kelas 2 semester II kurikulum 2013, dimana disebutkan dalam kompetensi dasar 4.8 Menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel) yang menggambarkan sikap hidup rukun yang telah dibaca secara nyaring53.

Pembelajaran menyimak bukan semata-mata untuk penyajian materi dengan mendengarkan segala informasi, melainkan ada proses pemahaman yang harus dikembangkan disana. Dalam pembelajaran siswa diharapkan mampu menyimak dengan baik informasi yang disampaikan oleh guru. Hal ini dikarenakan semakin baik keterampilan menyimak siswa, maka semakin banyak pula informasi yang mampu diserap. Jika siswa tidak mampu menyimak dengan baik, maka informasi yang disampaikan oleh guru tidak bisa diterima dengan baik. Terlebih lagi jika dikaitkan dengan pencapaian indikator, maka tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru tidak berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan54.

Jadi, keberhasilan siswa dalam pelajaran ditentukan oleh baik buruknya siswa dalam menyimak. Berdasarkan hal-hal tersebut maka menyimak perlu dikuasai dan ditingkatkan dengan baik mengingat begitu banyaknya peranan dari menyimak. Mengingat peranan keterampilan menyimak sangat penting di

52 Tarigan, Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa (Bandung: Angkasa, 1987) Hal. 48

53 Permendikbud Nomor 73 Tahun 2018

54 I Gede, dkk, “Pengaruh Strategi The Direct Listening Thinking Activity Berbantuan Media Audio Terhadap Keterampilan Menyimak Siswa Kelas VI SD” e-Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD 2, no. 1 (2014)

dalam kehidupan, maka pembelajaran menyimak selalu disertakan dalam kurikulum dan memiliki proporsi waktu yang sama dengan ketiga keterampilan berbahasa lainnya.

Guru dalam hal ini juga memiliki peran penting dalam upaya menciptakan proses belajar keterampilan menyimak yang efektif dan berkualitas. Oleh karena itu, seorang guru sangat dituntut kreatifitas dan kemampuannya dalam merancang pembelajaran keterampilan menyimak, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang menarik perhatian siswa dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sejalan dengan perkembangan paradigma pembelajaran, guru hendaknya memposisikan siswa sebagai subyek pada saat proses pembelajaran sedangkan guru lebih memposisikan diri sebagai fasilitator dan motivator dalam proses pembelajaran55.

Melalui proses pembelajaran keterampilan menyimak tersebut, diharapkan siswa lebih aktif secara maksimal dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan profesi, membuat hubungan antarpribadi lebih efektif, mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal, dan agar dapat memberikan responsi yang tepat terhadap segala sesuatu yang didengar.

Dalam pembahasan selanjutnya penulis akan menguraikan sejumlah penelitian dari jurnal. Dalam jurnal tersebut terdapat sejumlah kriteria terkait permasalahan keterampilan menyimak khususnya di sekolah dasar. Namun demikian, tidak semua jurnal secara lengkap menyebutkan kriteria keterampilan menyimak yang di antaranya yaitu identifikasi permasalahan, media, metode, strategi, karakteristik, hasil. Setiap jurnal memiliki karakteristik yang berbeda terkait penelitiannya, sehingga kriteria yang diambil dalam

55 Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angkasa, 2008) Hal. 59

penelitian keterampilan menyimak berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu, penulis akan menjelaskan sesuai data yang tercantum dalam jurnal yang telah penulis analisis :

1. Jurnal kelas 1

a. Siswa kelas 1 sebagian besar tidak mempunyai latar belakang pendidikan dari TK, kemampuan berbahasa Indonesia sangat kurang karena terbiasa menggunakan bahasa daerah di tempat tersebut. Hasil belajar siswa mengenai keterampilan berbahasa selalu di bawah KKM.

Siswa kelas 1 yang berkaraketristik suka bermain dan cepat bosan terhadap sesuatu sehingga keterampilan menyimak susah diterapkan.

Peneliti tersebut menggunakan teknik Permainan Pesan Berantai untuk meningktakan keterampilan menyimak siswa, hasil nya siswa 100%

dapat mencapai KKM56.

b. Siswa kelas 1 di sekolah peneliti tersebut masih suka berbicara sendiri dengan temannya atau menyampaikan materi. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya karakteristik siswa kelas I SD masih terbawa karakteristik pada saat masih TK yaitu suka bermain dan bergembira.

Model pembelajaran yang digunakan peneliti tersebut adalah artikulasi dan media boneka tangan. Dengan menggunakan model serta media tersebut terlihat dari penilaian keterampilan menyimak dan terjadi peningkatan siswa yang tuntas. Awalnya terdapat 11 siswa (45,8%) yang tuntas dan meningkat menjadi 20 siswa (83,4%) yang tuntas.57.

56 Imam, “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1 Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia” Jurnal Pedagogia 3, no. 2 (2014)

57 Ulfiatus Pebriana, dkk, “Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Model Pembelajaran Artikulasi dan Media Boneka Tangan Pada Pembelajaran Tematik Kelas 1 SDN Pejok II Kedaungadem Bojonegoro” Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar 5, no. 2 (2017)

2. Jurnal Kelas 2

a. Guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Siswa kurang percaya diri, siswa lebih suka bercerita sendiri dengan teman sebangkunya dan cenderung tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru yang mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Media yang digunakan yaitu boneka tangan. Hasilnya keterampilan siswa mengalami peningkatan menjadi 34% dari 18,7%58. b. Rendahnya kemampuan siswa dalam menyimak disebabkan oleh siswa

kurang memahami keterampilan menyimak, manfaat yang didapat dari dari menyimak dirasakan kurang oleh siswa sehingga siswa kurang antusias, teknik pembelajaran menyimak kurang bervariasi, pendekatan yang digunakan guru belum tepat. Pendekatan yang dilakukan oleh peneliti tersebut adalah pendekatan integratif melalui teknik dengar- cerita. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan teknik dengar-cerita melalui pendekatan integratif. Nilai rata-rata kelas pada tahap pratindakan sebesar 67,10 dan mengalami peningkatan sebesar 2,9% menjadi sebesar 70. Selanjutnya nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 84,3.59

3. Jurnal Kelas 3

a. Siswa kurang percaya diri untuk mengungkapkan ide dan pikirannya, serta rendahnya motivasi untuk menyelesaikan tugas. Rendahnya tanggung jawab moral ketika siswa mendapatkan nilai rendah. Media yang digunakan adalah youtube, Sebagai bukti adalah paparan nilai

58 Denis dan Masengut, “Meningkatkan Keterampilan Menyimak Melalui Media Boneka Tangan (Hand Puppet) Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SDN Blimbing Jombang” Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 5, no. 3 (2017)

59 Fausiah, “Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng Dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita Siswa Kelas II SD Negeri 200106 PadangSidumpuan Tahun Pelajaran 2015-2016” Jurnal Bimbingan dan Konseling 3, No. 1 (2018)

menyimak hasil observasi pada simakan 1 nilai rata-ratanya adalah 73,5, kemudian naik menjadi 80,55 pada simakan II60.

b. Rendahnya keterampilan menyimak di sekolah peneliti tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya guru kurang tepat memilih metode, materi yang disampaikan kurang menarik, dan siswa kurang memahami perbendaharaan kata. Strategi yang digunakan adalah bercerita, 19 siswa mendapatkan interval nilai 80-100 dari 23 siswa61. 4. Jurnal Kelas 4

a. Tingkat konsentrasi siswa rendah, siswa merasa takut ketika disuruh untuk menyimak sebuah teks bacaan. Metode yang digunakan adalah game bisik berantai, hasilnya yaitu meningkatnya nilai rata-rata sebesar 60 kemudian mengalami peningkatan menjadi 63,80 dan terakhir nilai rata-rata siswa meningkat 74,28..62

b. Siswa di kelas IV tersebut kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, para peserta didik ada yang sibuk dengan aktifitas lain, ada yang pura-pura memperhatikan, dan ada yang keluar masuk kelas.

Peneliti tersebut menggunakan pendeketan saintifik, hasilnya keterampilan menyimak meningkat dan dapat dirata-ratakan tingkat kecapaiannya mencapai 81,563.

5. Jurnal Kelas 5

a. Guru di sekolah peneliti tersebut belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan apresiasi sastra secara langsung,

60 Syafrudin Nugroho, “Upaya Penerapan Media Youtube Dalam Peningkatan Keterampilan Menyimak Unsur Cerita Lisan” Jurnal Ilmiah Sarasvati 2, no. 1 (2020)

61 Otang dan Muhammad Nailul, “Penerapan Strategi Bercerita Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas III SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru” Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 7, no. 2 (2018)

62 Delia Putri, “Penerapan Metode Game “Bisik Berantai” Dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Pada Siswa Sekolah Dasar” Indonesian Journal of Basic Education 1, no. 2 (2018)

63 Tio Gusti Satria, “Meningkatkan Keterampilan Menyimak Melalui Pendekatan Saintifik Pada Anak Kelas IV Jakarta Barat” Jurnal PGSD : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar 10, No. 2 (2017)

anggapan dari pemikiran guru tersebut bahwa orang yang normal akan dapat menyimak tanpa adanya pengarahan dari guru. Pandangan tentang pengertian keterampilan menyimak yang salah inilah yang perlu dibenarkan. Oleh karena itu, peneliti di sekolah tersebut menggunakan model Picture and Picture berbantuan media CD, Hasil keterampilan menyimak meningkat yang awalnya mendapat presentase 69,44%

meningkat menjadi 83,33%.64

b. Terdapat hambatan dalam pembelajaran menyimak yaitu pemahaman siswa terhadap keterampilan menyimak masih kurang, media pembelajaran menyimak belum dimanfaatkan secara efektif, teknik pembelajaran menyimak yang kurang bervariasi, jumlah siswa terlalu besar, kondisi ruang belajar yang belum menunjang pembelajaran menyimak. Media yang digunakan adalah audio, hasilnya pembelajaran menyimak cerita rakyat dengan menggunakan media audio dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Borong Jambu II Kec. Manggala Kota Makassar. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan persentase hasil belajar dari setiap siklus dengan peningkatan nilai kumulatif rata-rata dari 53,7 menjadi 88,37.65

c. Cara mengajar guru yang kurang bervariasi. Kurangnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia terutama mengenai keterampilan menyimak. Guru mengajar juga masih menggunakan metode ceramah dimana proses pembelajaran berpusat kepada guru.

Pendekatan yang digunakan ialah integratif, hasilnya perhitungan uji hipotesis menggunakan spss dan dapat disimpulkan bahwa hasilnya

64 Anisa Hartani dan Irfai Fathurohman, “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Menyimak Cerpen Melalui Model Picture and Picture berbantuan Media CD Cerita Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar” Jurnal Kredo 2, no. 1 (2018)

65 Bellona Mardhatillah Sabillah,”Peningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Rakyat Melalui Media Audio Pada Siswa Kelas V SD Inpres Borong Jambu II Kecamatan Manggala Kota Makassar” Jurnal Kajian Pendidikan Dasar 5, No. 1 (2020)

kemampuan menyimak siswa kelas V SDN Gerendeng 1 Kota Tangerang meningkat.66

d. Siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; siswa kurang berkonsentrasi saat menyimak cerita yang disampaikan guru dan lebih senang bermain dengan temannya; guru masih mendominasi proses

d. Siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; siswa kurang berkonsentrasi saat menyimak cerita yang disampaikan guru dan lebih senang bermain dengan temannya; guru masih mendominasi proses

Dokumen terkait