Kualitas Pelayanan
E. Hasil penelitian yang relevan
Hasil penelitian yang relevan merupakan sejumlah peneitian yang dilaksanakan oleh para peneliti pendahulu. Berbagai penelitian yang relevan ini digunakan oleh peneliti sebagai acuan dan bahan pertimbangan dalam melaksanakan penelitian ini. Berikut ini adalah penelitian relevan terdahulu yang digunakan sebagai acuan.
Tabel 1. Penelitian Relevan
No. Penulis Judul Hasil
1. Yohana Jaya, Rusno, dan Auliana Farrabanie Al Arsy
Pengaruh Pengetahuan Koperasi, Motivasi
Berkoperasi, dan Pelayanan Koperasi terhadap, Minat Menjadi
Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan tentang pengetahuan koperasi, motivasi berkoperasi, dan pelayanan koperasi terhadap minat menjadi anggota Kopma Universitas Kanjuruhan Malang.
Berdasarkan hasil analisis ada pengaruh yang signifikan secara parsial pengetahuan koperasi
30
Anggota Koperasi Mahasiswa
terhadap minat menjadi anggota Kopma Universitas Kanjuruhan Malang. Berdasarkan hasil analisis ada pengaruh yang signifikan secara parsial tentang motivasi berkoperasi terhadap minat menjadi anggota Kopma Universitas Kanjuruhan Malang.
Serta Ada pengaruh yang signifikan secara parsial tentang pelayanan koperasi terhadap Minat menjadi anggota Kopma Universitas Kanjuruhan Malang 2. Dicky Setia
Pratama, Widiyanto (2018)
Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Minat
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Koperasi 2015 Menjadi Anggota Koperasi
Berdasarkan uji simultan
menunjukan hasil variabel bebas pengetahuan berkoperasi dan motivasi berkoperasi secara simultan berpengaruh terhadap variabel minat berkoperasi mahasiswa pendidikan ekonomi koperasi UNNES angkatan 2015.
Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh pengetahaun koperasi terhadap minat berkoperasi mahasiswa pendidikan ekonomi koperasi UNNES angkatan 2015.
Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh motivasi berkoperasi terhadap minat berkoperasi mahasiswa pendidikan ekonomi koperasi UNNES angkatan 2015.
3. Defi Sellia Zulfanedhi
Pengaruh Pengetahuan Perkoperasian dan Persepsi Tentang Koperasi
Terhadap Minat Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Menjadi
Anggota Kopma Uny
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Pengetahuan Perkoperasian dan Persepsi tentang Koperasi secara bersama-sama terhadap Minat Menjadi Anggota Kopma UNY. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian dengan uji F yang diperoleh nilai Fhitung sebesar 9,159 dengan nilai signifikansi F sebesar 0,000 atau F < 0,05.
4. Mutia Nurhuda Hubungan Persepsi
hasil uji statistik yang dilakukan dengan Rank Spearman untuk Tabel 1 (Lanjutan)
Tentang
Koperasi dengan Minat
Berkoperasi Anggota Gapoktan Sebagai Penguatan Kelembagaan
mengetahui hubungan persepsi tentang koperasi dan minat berkoperasi anggota Gapoktan Mandiri Jaya sebesar 0.797 dengan signifikansi 0.000 lebih kecil dari α=0.01. Jika nilai korelasi tersebut diinterpretasikan maka dapat diketahui terdapat hubungan antara persepsi tentang koperasi dan minat berkoperasi pada anggota Gapoktan Mandiri Jaya.
5. Kusumantoro Minat Mahasiswa Untuk Menjadi Anggota Koperasi Mahasiswa
Dari analisis logit dapat diketahui bahwa variabel pengetahuan mempunyai taraf signifikansi 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan berpengaruh pada minat mahasiswa menjadi anggota Kopma. Dari analisis logit dapat diketahui bahwa variabel manfaat Kopma mempunyai taraf
signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variabel manfaat Kopma berpengaruh pada minat mahasiswa menjadi anggota Kopma.
Dari analisis logit dapat diketahui bahwa variabel minat
pembelajaran perkoperasian mempunyai taraf signifikansi 0,019. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pembelajaran mata kuliah perkoperasian berpengaruh pada minat mahasiswa menjadi anggota Kopma.
6. Widya Pratiwi Jarus, Talbani Farlian, Fitriyani, Diana Sapha,
Analysis of Factors Affecting and Interest of University
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan hasil yang
diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi sosialisasi Tabel 1 (Lanjutan)
32
Cut Zakia Rizki, Raida Fuadi, Linda
Students in the Cooperative
mahasiswa tentang koperasi.
Mahasiswa lebih tertarik pada koperasi jika mereka memahami dulu apa itu koperasi, dan manfaatnya, tujuan apa yang mereka layani, dll. Jika mereka hanya mengetahui nama koperasi saja, maka hal tersebut tidak membuat mereka aktif bergerak untuk bergabung dalam koperasi.
Sehingga dengan ilmu yang didapat dari hasil sosialisasi tentang koperasi, mahasiswa dapat lebih tertarik dengan kegiatan koperasi. Mahasiswa yang mengetahui bidang-bidang koperasi mungkin akan tertarik, mahasiswa akan lebih fokus untuk aktif di koperasi.
Mahasiswa mengikuti koperasi yang sesuai dengan hobi, minat, dan minatnya. Selain itu, siswa mungkin tertarik pada koperasi yang berhubungan dengan bidang tempat mereka belajar, dan mengetahui bahwa koperasi meningkatkan kemungkinan mereka untuk bergabung. Dengan diperkenalkannya koperasi kepada mahasiswa Unsyiah, mereka menjadi sadar bahwa ada peluang untuk bergabung dengan koperasi. Bergabung akan
memungkinkan mereka memperkuat keterampilan kepemimpinan, keterampilan organisasi, dan manajemen.
Sosialisasi dinilai sangat penting untuk membesarkan siswa yang selama ini belum mampu melihat peluang yang ada sebelumnya.
7. Woldegebrial Determinants of Tujuan utama studi ini adalah Tabel 1 (Lanjutan)
Zeweld Nugusse, Guido Van Huylenbroeck and Jeroen Buysse
rural people to join
cooperatives in Northern Ethiopia
untuk mengeksplorasi faktor utama yang mendorong orang-orang desa untuk bergabung dalam masyarakat koperasi menggunakan survei rumah tangga dan model pilihan biner memperkirakan dari data survei rumah tangga. Hasil penelitian menggambarkan bahwa variabel terpenting yang secara signifikan mempengaruhi kemungkinan masyarakat pedesaan untuk bergabung dalam koperasi adalah keterampilan khusus, akses informasi, keanggotaan dalam asosiasi pedesaan, frekuensi menghadiri pertemuan publik atau lokakarya, tingkat
pendidikan kepala rumah tangga, akses ke sumber kredit alternatif, akses ke pelatihan (kunjungan paparan), jumlah anggota keluarga di sekolah dasar, jarak ke pasar kerja, akses ke
infrastruktur (penyuluhan, jalan dan listrik), kepemilikan lahan pertanian dan luas lahan pertanian. Misalnya, rumah tangga yang memiliki TV, radio dan telepon seluler memiliki kemungkinan 35 persen lebih tinggi untuk bergabung dengan koperasi dibandingkan rumah tangga yang tidak memilikinya.
Rumah tangga yang memiliki akses ke pelatihan praktis dan kunjungan paparan memiliki kemungkinan 17 persen lebih tinggi untuk bergabung dengan koperasi dibandingkan dengan rumah tangga kontrafaktual.
Partisipasi yang sering dalam Tabel 1 (Lanjutan)
34
pertemuan publik atau lokakarya juga memiliki dampak yang signifikan secara statistik dalam membangkitkan masyarakat pedesaan untuk bergabung dengan koperasi. Selain itu, tingkat pendidikan kepala rumah tangga merupakan faktor penting untuk (tidak) bergabung dengan koperasi. Keberadaan lembaga perkreditan yang berbeda di lingkungan sekitar juga berpengaruh negatif terhadap minat petani untuk bergabung dengan koperasi.
8. Rozelia Laurett, Mário Franco
Cooperation process: what motivates individuals to participate in a cooperative?
Dari analisis wawancara diidentifikasi 37 variabel yang memotivasi anggota untuk berpartisipasi dalam koperasi, yang dikelompokkan menurut kesamaannya dalam lima kategori yaitu pengaruh
eksternal; karakteristik koperasi;
sosio-psikologis; hubungan; dan manfaat.
9. Agbo, F.U. Farmers’
Perception Of Cooperative Societies In Enugu State, Nigeria
hasil survei menunjukkan bahwa hanya 6,2% dari 2000 responden yang menjadi anggota koperasi.
Anggota koperasi perempuan hanya 1,2%, yang menunjukkan bahwa keanggotaan koperasi didominasi oleh laki-laki.
Mayoritas anggota koperasi berusia kurang dari 50 tahun sementara tingkat melek huruf ditemukan rendah dengan lebih dari 85% dari mereka yang berpendidikan formal tidak mencapai lebih dari tiga tahun pertama pendidikan menengah.
Mayoritas yang bergabung dengan koperasi (5,25%) Tabel 1 (Lanjutan)
melakukannya karena desakan pemerintah dan keuntungan lain yang melekat pada keanggotaan perkumpulan koperasi. Semua yang tergabung dalam koperasi setuju bahwa mereka mendapat satu keuntungan dari koperasi mereka. Hasil survei juga menunjukkan bahwa hambatan utama tumbuh kembang koperasi di negara tersebut adalah
pendidikan koperasi yang buruk.
Sumber : Google Scholar