• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Peneliti akan memaparkan mengenai penelitian dan pengembangan yang relevan dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut :

Penelitian yang dilakukan oleh Duwi Kurniawan (2011) dengan judul Pengembangan Media Komputer Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam Untuk Kelas IV SD At Taqwa Surabaya menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media berupa papan tulis dan buku pelajaran sehingga proses belajar mengajar di kelas tidak bervariasi dan siswa sering lupa ketika guru bertanya kembali materi yang diajarkan sebelumnya. Dari fenomena tersebut membawa dampak negatif bagi siswa, guru harus mengulang materi yang diajarkan.

Oleh karena itu perlu diadakan inovasi dalam proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk melakukan suatu proses pembelajaran. Bertolak dari permasalahan tersebut, diperoleh sebuah alternatif untuk merancang dan mengembangkan media komputer pembelajaran. Media komputer pembelajaran merupakan inovasi baru yang penting untuk membantu siswa belajar mandiri. Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan media dan mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD At taqwa Surabaya. Langkah-langkah pengembangan menggunakan metode Research

and Development (R&D) dari model Sugiyono dengan subjek uji coba ahli media, ahli materi dan siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Data validasi desain media menunjukkan media komputer pembelajaran memperoleh nilai dari ahli media 78,75% (baik), ahli materi 87,5% (baik sekali). Pada uji coba produk satu-satu 95,5% (baik sekali), uji coba produk kelompok kecil 96,1 (baik sekali), uji coba kelompok besar 93,4% (baik sekali). Sedangkan penelitian hasil belajar IPA siswa mengalami juga mengalami peningkatan. Semula pre-test memperoleh nilai rata-rata 72 dan

post-test memperoleh nilai rata-rata 90. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan media menunjukkan kategori baik sekali dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Oleh karena itu guru hendaknya lebih memahami tentang pengembangan media komputer pembelajaran dan menggunakannya dalam proses pembelajaran.

Penelitian lain yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, adalah penelitian dilakukan oleh Andi Santoso (2001) yang berjudul Hubungan Antara Frekuensi Pemanfaatan Computer KID Matematika Dengan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas Tinggi Cawu 3 SD K Demangan Baru Depok, Sleman bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi pemanfaatan komputer matematika

Computer Kid dengan memotivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas tinggi cawu 3 di SD K Demangan Baru, Depok, Sleman, Yogyakarta.

20

Populasi penelitian ini adalah semua kelas IV, V dan VI SD K Demangan Baru, Depok, Sleman, Yogyakarta tahun 2000/2001 dengan jumlah 167 siswa dan sampel yang diambil sebesar 42 siswa dengan teknik

Proportional Random Sampling dengan penentuan siswa secara acak. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Uji validitas instrumen digunakan teknik korelasi Product Moment dengan analisis butir dan reliabilitas instrumen dengan Alpha Cronbach. Analisis cata dilakukan dengan analisis statistik dengan rumus korelasi Chi-Square dengan taraf signifikansi 5%.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa : frekuensi pemanfaatan program komputer matematika Computer Kid termasuk sedang (61,90%) dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika juga tergolong kategori sedang (76,19%). Hasil pengujian hipotesis dengan taraf signifikan 5% diperoleh koefisien korelasi t hitung = 16,441 > t tabel = 15,507 dengan db : 8 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi pemanfaatan program komputer matematika Computer Kid dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

Penelitian ketiga yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian dilakukan oleh I Nyoman Mardika (2009) yang berjudul Pengembangan Multimedia dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris di SD bertujuan untuk: (1) mengembangkan multimedia pembelajaran kosakata bahasa Inggris kelas V sekolah dasar; (2) mengungkapkan kualitas multimedia pembelajaran ditinjau dari aspek isi, pembelajaran, tampilan, dan pemrograman; (3) mengetahui aspek daya tarik multimedia pembelajaran yang dikembangkan; (4) mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah belajar

dengan menggunakan multimedia pembelajaran kosakata bahasa Inggris kelas V sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Validator penelitian ini adalah satu orang ahli bidang studi bahasa Inggris dan satu orang ahli multimedia pembelajaran. Subjek uji coba penelitian terdiri dari tiga siswa untuk uji coba satu-satu dan dua puluh siswa untuk uji coba kelompok besar. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah angket, pedoman observasi, dan soal pre-test dan post-test. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.

Hasil penelitian ini adalah: (1) pengembangan multimedia pembelajaran kosakata bahasa Inggris kelas V sekolah dasar melalui enam langkah, yaitu: menganalisis, mendesain, memproduksi, memvalidasi, merevisi, dan mengujicoba; (2) kualitas multimedia pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari aspek isi, pembelajaran, tampilan, dan pemrograman adalah baik. Dengan menggunakan rentang skor 1 sampai 5, aspek isi menunjukkan skor rata-rata 3,75, aspek pembelajaran menunjukkan skor rata-rata 3,71, aspek tampilan menunjukkan skor rata-rata 3,87, dan pemrograman menunjukkan skor rata-rata 3,75; (3) aspek daya tarik menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan sangat menarik: pada uji coba satu-satu, dari tiga siswa yang diobservasi, dua siswa menunjukkan daya tarik produk sangat menarik, satu siswa menunjukkan daya tarik produk menarik; pada uji coba kelompok besar, dari dua puluh siswa, dua belas siswa menunjukkan daya tarik produk sangat menarik, delapan siswa menunjukkan daya tarik produk menarik; dan (4) penggunaan multimedia pembelajaran kosakata bahasa Inggris berdampak baik terhadap ketuntasan belajar siswa: pada uji

22

coba kelompok besar, dari 20 siswa, terdapat 19 siswa (95%) yang tuntas belajar dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris kelas V sekolah dasar.

Berdasarkan beberapa penelitian di atas dapat dilihat bahwa multimedia dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempermudah pemahaman terhadap materi yang akan dipelajari, menarik perhatian pengguna serta beberapa penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pembuatan software multimedia yang lain.

23 BAB III

Dokumen terkait