BAB III METODE PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
2. Analisis Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang ditulis menggunakan angka, merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran dan berbentuk angka (Widoyoko, 2012: 21). Data kuantitatif diperoleh melalui hasil validasi dosen ahli serta guru ahli Bahasa Indonesia kelas V, uji coba produk, dan pengisian kuesioner. Setelah mendapatkan hasil maka data akan dianalisis menggunakan skala likert.
Tabel 3.12 Kategori skor dalam skala likert
No Skor Kategori
1 5 Sangat Baik/Sangat Setuju
2 4 Baik/Setuju
3 3 Cukup Baik/Cukup Setuju
4 2 Kurang Baik/Kurang Setuju
5 1 Sangat Kurang Baik/Sangat Kurang Setuju
Tabel 3.13 Konversi Nilai Skala Lima menurut Yudha (2020: 58) Interval Skor Rerata Skor Kategori
X>Xi + 1,80 Sbi
X>4,2 Sangat baik/layak diuji coba dan tidak perlu revisi Xi + 0,60 Sbi < diuji coba dan perlu revisi
X ≤ Xi – 1,80 Sbi
X ≤ 1,8 Sangat kurang baik/tidak layak diuji coba dan perlu revisi
= (1
2
) (1) (5-1)
3
= 0,67
f. Klasifikasi sangat baik jika = X >3+ (1,80) (0,67)
= X>3 + 1,2
= X>4,2
g. Klasifikasi baik jika = Xi + 0,60 Sbi < X ≤ Xi + 1,80 Sbi
= 3 + (0,60) (0,67) < X ≤ 3 + (1,80)(0,67)
= 3 + (0,4) < X ≤ 3+ (1,2)
= 3,4 < X ≤ 4,2
h. Klasifikasi cukup baik jika = Xi + 0,60 Sbi < X ≤ Xi + 0,60 Sbi
= 3 - (0,60) (0,67) < X ≤ 3 + (0,60)(0,67)
= 3 + 0,4 < X ≤ 3+ 0,4
= 2,6 < X ≤ 3,4
i. Klasifikasi kurang baik jika = Xi – 1,80 Sbi < X ≤ Xi – 0,60 Sbi
= 3 - (1,80) (0,67) < X ≤ 3 - (0,60)(0,67)
= 3 - (1,2) < X ≤ 3- (0,4)
= 1,8< X ≤ 2,6
baik jika = X ≤ 3 - (1,80)(0,67)
= X ≤ 3- 1,2
= X ≤ 1,8
Hasil pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui pemahaman peserta didik sebelum dan sesudah mempelajari bahan ajar. Pretest dan posttest dibuat oleh peneliti masing-masing berjumlah 10 soal pilihan ganda. Jika jawaban benar maka mendapat skor 1 dan jika jawaban salah mendapat skor 0.
Bagan 3.2 Rumus Perhitungan Nilai Pretest dan Posttest Perhitungan rata-rata tes diperoleh dengan menggunakan rumus berikut:
Bagan 3.3 Rumus perhitungan rata-rata
Rumus menghitung persentase peningkatan nilai pretest dan posttest menggunakan rumus berikut ini:
Bagan 3.4 Persentase peningkatan nilai pretest dan postest
Rata-rata =
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒔𝒆𝒎𝒖 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒏𝒂𝒌Nilai Persentase =
𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒑𝒐𝒔𝒕𝒕𝒆𝒔𝒕−𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒑𝒓𝒆𝒕𝒆𝒔𝒕𝒙𝟏𝟎𝟎%
𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒑𝒓𝒆𝒕𝒆𝒔𝒕
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Pengembangan 1. Proses Pengembangan Produk
Berdasarkan langkah-langkah pengembangan modul Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H, peneliti menggunakan model ADDIE. Berikut peneliti uraikan langkah- langkah pengembangannya :
a. Analisis (Analyze)
Dalam pengembangan modul Bahasa Indonesi peneliti mengawalinya dengan melakukan analisis kebutuhan. Teknik pengumpulan data analisi kebutuhan dengan cara melakukan observasi dan wawancara guru kelas V sekolah dasar. Peneliti melakukan observasi dan wawancara guna untuk mengetahui gambaran umum saat guru dan peserta didiK melakukan proses belajar mengajar. Peneliti melakukan observasi dan wawancara pada hari senin, 08 februari 2021 secara tatap muka. Berikut hasil observsi dan wawancara yang peneliti dapatkan:
Tabel 4.1 Hasil observasi kelas V SD Negeri 1 Pagersari No Indikator
Observasi
Aspek yang diamati Ada Tidak
1 Ketersediaan pelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H
Terdapat bahan ajar yang konkret tentang pelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H
pelajaran Bahasa Indonesia klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H
Terdapat bahan ajar yang konkret tentang muatan pelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H di kelas V SD Negeri 1 Pagersari.
Tabel 4.2 Hasil wawancara guru kelas V SD Negeri 1 Pagersari
No Pertanyaan Jawaban
1 Bahan ajar apa saja yang pernah digunakan selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia ?
Bahan ajar yang sering digunakan selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu buku tematik saja.
2 Sumber belajar apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia ?
Saat ini menggunakan buku BSE (Buku Sekolah Elektronik) terkadang juga mencari sumber belajar melalui internet.
3 Kendala apa saja yang dialami saat menggunakan media tersebut?
Kendala saat menggunakan media tersebut adalah jaringan internet, jika jaringan internet tidak mendukung maka akan kesulitan.
4 Saat melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, apakah menggunakan modul?
Untuk saat ini tidak
menggunakan, hanya
menggunakan buku tematik saja.
Penggunaan modul sangat jarang sekali karena guru menggunakannya hanya untuk melihat contoh soal saja.
5 Bahan ajar Bahasa Indonesia apa saja yang tersedia di sekolah ?
Bahan ajar Bahasa Indonesia yang tersedia di sekolah, yang
dan 2.
6 Bagaimana Keefektifan media yang digunakan?
Media efektif yang sering digunakan adalah video dari youtube.
7 Apakah modul dibutuhkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia?
Modul sangat dibutuhkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Karena, akan memudahkan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar serta membiasakan peserta didik untuk membaca.
8 Apakah peserta didik selalu antusias dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia?
Anak-anak kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas, dikarenakan Bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-hari beberapa peserta didik
sehingga cenderung
menyepelekan. Tetapi beberapa peserta didik masih terbolah- balik dalam menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Berdasarkan hasil wawancara telah dilakukan peneliti di SD Negeri 1 Pagersari bahan ajar Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H sangat terbatas. Proses belajar mengajar hanya menggunakan buku tematik dan LKS saja.
b. Desai Produk (Design)
Peneliti mendesain sampul modul pembelajaran menggunakan aplikasi Canva. Bagian modul tersebut ditulis menggunakan jenis huruf Anton berukuran 32 pt: Oregno berukuran 26,4 pt: More Sugar 19,4 pt. Sampul modul terdapat beberapa warna yang digunakan. Warna yang terdapat dalam modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H adalah biru muda, coklat, hitam, hijau, merah, kuning, biru, putih, pink. Dalam modul terdapat bagian pembuka, inti dan penutup.
c. Pengembangan (Development)
Tahap ini peneliti mengembangkan isi modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Peneliti mengembangkan desain sesuai dengan rancangan yang dilakukan pada tahap desain. Isi modul terdiri dari beberapa bagian seperti cover, kata pengantar, petunjuk umum, daftar isi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, ringkasan materi, contoh soal, aktivitas mandiri, latihan soal, lembar refleksi, kunci jawaban, daftar pustaka, sampul. Berikut ini adalah gambar serta penjelasannya:
1) Cover depan modul
Halaman pertama modul cover berisi judul modul pembelajaran, keterangan kelas, nama pembuat, gambar
yang menarik peserta didik saat membuka modul.
Berikut adalah gambar cover yang telah peneliti desain:
Gambar 4.1 Cover
2) Kata Pengantar
halaman setelah cover, peneliti meletakkan kata pengantar berisi suatu harapan, dengan adanya modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H peserta didik dapat semakin giat belajar. Berikut adalah gambar kata pengantar yang telah peneliti desain :
Gambar 4.2 Kata Pengantar
3) Petunjuk umum
Halaman petunjuk umum berisi langkah-langkah penggunaan modul pembelajaran agar dapat memudahkan peserta didik dalam menggunakan modul.
Berikut adalah gambar petunjuk umum yang telah peneliti desain:
4) Daftar isi
Halaman daftar isi berisi topik pembelajaran, nomor halaman setiap topik agar memudahkan pengguna dalam menemukan materi yang dipelajari.
Berikut adalah gambar daftar isi yang telah peneliti desain:
Gambar 4.4 Daftar Isi
5) Kompetensi Dasar, Indikator, Tujuan Pembelajaran Halaman ini berisi kompetensi dasar untuk pengambilan materi pada kurikulum 2013. Indikator untuk mengetahui pencapaian saat menggunakan modul. Tujuan pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalam menggunakan modul. Berikut adalah gambar yang telah peneliti desain:
6) Materi Pembelajaran
Pada halaman ini peneliti menulis materi pembelajaran di dalamnya berisi uraian materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H secara terperinci agar memudahkan pengguna dalam menggunakan modul.
Berikut adalah gambar dari materi pembelajaran yang telah peneliti desain:
7) Contoh Soal
Halaman ini berisi contoh soal yang telah peneliti buat untuk pengguna modul dapat memahami bagaimana cara mengerjakan aktivitas mandiri dan soal latihan. Berikut adalah gambar contoh soal yang telah peneliti desain:
8) Aktivitas Mandiri
Dalam halaman ini berisi aktivitas mandiri.
Pengguna diminta membaca, menulis, serta mengisi latihan soal yang telah disediakan, bertujuan untuk mengetahui sampai mana kemampuan pengguna modul pembelajaran Bahasa Indonesia. Berikut adalah gambar aktivitas mandiri yang telah peneliti desain:
Gambar 4.8 Aktivitas Mandiri
9) Latihan Soal
Dalam halaman ini terdapat latihan soal yang telah dibuat oleh peeliti sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Latihan soal bertujuan untuk mengetahui sampai mana kemampuan pengguna setelah menggunakan modul pembelajaran. Berikut adalah gambar latihan soal yang telah peneliti desain:
10) Lembar Refleksi
Dalam halaman ini terdapat lembar refleksi untuk mengetahui tanggapan pengguna modul pembelajaran Bahasa Indonesia setelah menggunakan modul. Berikut adalah gambar lembar refleksi yang telah peneliti desain:
Gambar 4.10 Lembar Refleksi
11) Kunci Jawaban
Dalam halaman ini terdapat kunci jawaban dari soal-soal yang ada dalam modul pembelajaran. Berikut adalah gambar kunci jawaban yang telah peneliti buat :
Gambar 4.11 Kunci Jawaban
12) Daftar Pustaka
Dalam halaman ini terdapat daftar pustaka.
Seluruh sumber belajar yang digunakan untuk membuat modul klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Berikut adalah gambar daftar pustaka yang telah peneliti buat :
Gambar 4.12 Daftar Pustaka
d. Implementasi (implement)
Tahap implementasi, peneliti melakukan uji coba terbatas kepada 5 peserta didik di SD Negeri 1 Pagersari selama 5 hari, dimulai pada tanggal 19 oktober 2021 sampai tanggal 23 oktober 2021. Uji coba terbatas dilakukan oleh peneliti secara tatap muka.
Peneliti melakukan uji coba terbatas karena kondisi yang tidak memungkinkan yaitu sedang adanya wabah covid-19.
Tahap pertama uji coba produk dilakukan dengan cara memberikan tes awal (pretest) kepada peserta didik yang berisikan 10 soal. Tes awal (pretest) dilakukan untuk mengetahui sampai mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Tes awal (pretest) dilakukan selama 1 hari pada tanggal 19 oktober 2021.
Tahap uji coba produk kedua, setelah peserta didik melakukan tes awal (pretest), peneliti memberikan modul pembelajaran yang telah divalidasikan oleh dosen ahli serta guru ahli kelas V untuk dipelajari terlebih dahulu di rumah. Dalam hal ini peneliti telah melakukan kerja sama dengan guru kelas serta orang tua wali agar dapat mendampingi peserta didik dalam menggunakan modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Peserta didik diberikan waktu untuk mempelajari modul dalam waktu 5 hari dimulai sejak tanggal 19 oktober 2021 sampai 23 oktober 2021.
Pada tahap ketiga uji coba, peneliti memberikan tes akhir (posttest) dilakukan selama 1 hari pada tanggal 23 otober 2021.
Tes akhir (posttest) dilakukan untuk mengetahui sampai mana kemampuan peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran Bahasa Inodonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H yang telah diberikan oleh peneliti sebelumnya. Selanjutnya peneliti memberikan lembar kuesioner yang diisi oleh peserta didik bertujuan agar peneliti mengetahui bagaimana respon peserta didik setelah menggunakan modul klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Pengisian kuesioner dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 23 oktober 2021 setelah melakukan tes akir (posttest).
e. Evaluasi (Evaluation)
Pada tahap ini, peneliti melakukan uji validasi produk modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H untuk siswa kelas V sekolah dasar. Peneliti melakukan uji coba produk kepada dosen ahli serta guru ahli kelas V sekolah dasar. Hasil uji coba produk digunakan untuk mengetahui apakah produk ini layak digunakan atau tidak layak digunakan. Hasil validasi dapat dilihat melalui penjelasan dibawah ini:
1. Validasi Ahli
Tabel 4.3 Skor Penilaian Modul Pembelajaran oleh Ahli
Aspek yang dinilai Penilai
Pakar/Dosen Ahli Guru
Komponen Isi 4,22 4,11
Kriteria Keseluruhan Baik
Penilaian produk oleh dosen ahli Universitas Sanata Dharma mendapat skor validasi 15,52 menghasilkan rata-rata 3,88. Skor yang diperoleh termasuk ke dalam rentang 3,4 < X ≤ 4,2 berarti baik/ layak diuji coba dan perlu revisi. Sedangkan penilaian produk dilakukan oleh guru ahli yang mengajar kelas V sekolah dasar di salah satu sekolah Kabupaten Temanggung, mendapatkan skor 15,56 rata-rata 3,89.
Skor diperoleh ke dalam rentang 3,4 < X ≤ 4,2 berarti baik/ layak diuji coba dan
dua ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti sudah baik/ layak diuji coba dan masih memerlukan revisi.
2. Revisi Produk
Berdasarkan hasil validasi deson ahli serta guru ahli kelas V sekolah dasar, produk yang peneliti kembangkan sudah layak digunakan tetapi peneliti harus merevisi terlebih dahulu. Berikut adalah komentar umum serta saran untuk melakukan perbaikan dari para ahli:
Tabel 4.4 Skor Penilaian Modul Pembelajaran oleh Ahli
NO Saran dan Masukan oleh Ahli gambar orang bertanya atau sejenisnya yang cover agar sesuai dengan isi materi di dalamnya
2
- Memperbaiki beberapa kata yang kurang baku - Memperbaiki tanda baca - Memperbaiki kalimat
yang tidak efektif
melihat KBBI, penggunaan kalimat efektif dan tanda baca.
a. Memperbaiki Font dan gambar pada cover
Peneliti mengganti jenis font serta ukurannya yang semula menggunakan Oreganio dengan ukuran 25,4pt menjadi jenis Alice dengan ukuran 21,4pt pada cover modul. Selain itu, peneliti juga menambahkan identitas peneliti, mengganti tulisan kelas 5 dan mengganti gambar cover menjadi lebih menarik dan mengetahui inti dalam isi modul pembelajaran tersebut.
Gambar 4.14 Sesudah Revisi
b. Kata yang tidak baku
Peneliti merubah beberapa kata yang masih tidak baku menjadi baku. Selain itu peneliti juga memperbaiki tanda baca yang masih belum sesuai penempatannya.
Gambar 4.15 Sebelum Revisi
Gambar 4.16 Sesudah Revisi
Gambar 4.17 Sebelum Revisi
Gambar 4.18 Sesudah Revisi
Gambar 4.19 Sebelum Revisi
Gambar 4.20 Sesudah Revisi
c. Kalimat tidak efektif
Peneliti merubah kalimat yang masih kurang efektif agar menjadi kalimat yang efektif dan mudah dipahami oleh pengguna saat mempelajari modul pembelajaran.
Gambar 4.21 Sebelum Revisi
Gambar 4.22 Sesudah Revisi
3. Hasil Uji Coba Peserta didik kelas V sekolah dasar Pada tahap ini, peneliti melakukan tes awal (pretest) kepada 5 peserta didik kelas V untuk mengetahui penguasaan materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H sebelum menggunakan modul. Selanjutnya peneliti meberikan tes akhir (posttest) kepada 5 peserta didik kelas V untuk mengetahui sampai mana potensi dalam mempelajari modul. Peneliti juga memberikan lembar kuesioner kepada peserta didik, untuk mengetahui kualitas produk yang telah peneliti kembangkan. Hasil uji coba yang peneliti lakukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.5 Nilai Tes Awal (Pretest) No Nama Jumlah
Berdasarkan table 4.5 nilai tes awal (pretest) dapat diketahui, terdapat 1 peserta didik menjawab 3 soal dengan benar, terdapat 1 peserta didik menjawab 8 soal dengan benar, terdapat 2 peserta didik menjawab 6 soal dengan benar, terdapat 1 peserta didik menjawab 7 soal dengan benar. Nilai tertinggi saat melakukan tes awal (pretest) mendapat nilai 80 sedangkan nilai terendah saat melakukan tes awal (pretest) yaitu 30. Nilai rata-rata yang didapatkan saat melakukan tes awal (pretest) yaitu 60. Setelah melakukan tes awal (pretest), peserta didik diminta untuk melakukan posttest (tes akhir).
Tabel 4.6 Nilai Tes Akhir (Posttest) No Nama Jumlah
Berdasarkan tabel 4.6 nilai tes akhir (posttest) dapat diketahui, terdapat 1 peserta didik menjawab 7 soal dengan benar, terdapat 1 peserta didik menjawab 10 soal dengan benar, terdapat 2 peserta didik menjawab 9 soal dengan benar, terdapat 1 peserta didik menjawab 8 soal dengan benar. Nilai tertinggi saat melakukan tes akhir (posttest) mendapat nilai 100 sedangkan nilai terendah saat
melakukan tes akhir (posttest) yaitu 70. Nilai rata-rata yang didapatkan saat melakukan tes akhir (posttest) yaitu 86. Setelah melakukan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), peneliti melakukan rekapitulas berguna untuk mengetahui selisih serta peningkatan antara hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest).
Berikut ini adalah tabel rekapitulasi serta penjelasannya :
Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Tes Awal (Pretest) Dan Tes Akhir (Posttest) NO Nama Nilai Tes
Awal
Nilai Tes Akhir
Peningkatan
Selisih %
1 Maulita 30 70 40 133,3
2 Arga 80 100 20 25
3 Adhell 60 90 30 50
4 Fangga 60 80 20 33,33
5 Nggiok 70 90 20 28,57
Rata-rata 60 86 26 43,33
Peningkatan rata-rata skor tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Peningkatan Posttest ke Pretest
Gambar 4.23 Diagram Peningkatan Nilai Pretest dan Post-Test
Persentase Peningkatan = 𝑋̅ 𝑇𝑒𝑠 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟− 𝑋̅ 𝑇𝑒𝑠 𝑎𝑤𝑎𝑙
Sedangkan nilai rata-rata tes akhir (posttest) 86. Selisih nilai tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) yang dilakukan peserta didik kelas V adalah 26. Setelah peneliti mendapatkan nilai rata-rata dan selisih antara tes awal (pretest) dan tes
akhir (posttest) peneliti menghitung persentasenya. Peneliti menghitung persentase dengan cara nilai rata-rata tes akhir (posttest) dikurangi dengan nilai tes awal (pretest) lalu dibagai dengan nilai tes awal (pretest) kemudian dikalikan 100.
Peneliti menghitung menggunakan cara tersebut mendapatkan hasil 43,33%.
Setelah melakukan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) peserta didik diminta untuk memberikan penilaian modul pembelajaran melalui kuesioner yang telah peneliti buat. Berikut adalah hasil penilaian yang diberikan kepada kelas V SD Negeri 1 Pagersari:
Tabel 4.8 Hasil Penilaian Produk oleh Peserta Didik
No Pertanyaan Peneliti Jawaban Peserta Didik 1 Judul modul pembelajaran menarik
minat saya untuk membaca modul lebih lanjut.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Sangat Setuju Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Sangat Setuju 2 Desain sampul modul membuat saya
tertarik untuk membaca modul lebih lanjut.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Setuju Fangga : Setuju Nggiok : Setuju 3 Saya merasa kesulitan menemukan
topik yang dicari sesuai halaman yang tertera di daftar isi.
Maulita : Sangat Tidak Setuju Arga : Sangat Tidak Setuju
Adhell : Sangat Tidak Setuju Fangga : Sangat Tidak Setuju Nggiok : Sangat Tidak Setuju 4 Tujuan pembelajaran membantu saya
untuk mengetahui kemampuan yang harus saya kuasai.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Setuju Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Sangat Setuju 5 Saya merasa kesulitan memahami
bahasa yang digunakan dalam modul pembelajaran
Maulita : Tidak Setuju
Arga : Sangat Tidak Setuju Adhell : Setuju
Fangga : Sangat Tidak Setuju Nggiok : Sangat Tidak Setuju 6 Ukuran huruf yang digunakan pada
modul memudahkan saya saat membaca.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Setuju Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Sangat Setuju 7 Jenis huruf yang digunakan pada
modul memudahkan saya saat membaca.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Sangat Setuju
Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Sangat Setuju 8 Saya merasa kesulitan mengikuti
langkah-langkah penggunaan modul.
Maulita : Sangat Tidak Setuju Arga : Sangat Tidak Setuju Adhell : Tidak Setuju Fangga : Setuju
Nggiok : Sangat Tidak Setuju 9 Teks yang disajikan pada modul
membantu saya dalam memahami materi pembelajaran.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Tidak Setuju Fangga : Setuju
Nggiok : Sangat Setuju 10 Saya merasa kesulitan memahami
materi pembelajaran mengenai Materi Klasifikasi Informasi Dalam Teks Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar.
Maulita : Tidak Setuju
Arga : Sangat Tidak Setuju Adhell : Tidak Setuju
Fangga : Sangat Tidak Setuju Nggiok : Sangat Tidak Setuju 11 Saya memperoleh tambahan
pengetahuan setelah belajar dengan modul.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Setuju
Adhell : Sangat Setuju Fangga : Setuju
Nggiok : Setuju 12 Saya dapat mengembangkan
kemampuan berpikir melalui tugas yang diberikan pada modul.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Setuju Fangga : Setuju
Nggiok : Sangat Setuju 13 Modul dilengkapi contoh, gambar dan
ilustrasi yang memudahkan saya memahami materi pembelajaran.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Sangat Setuju Adhell : Tidak Setuju Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Setuju
14 Penyajian materi pembelajaran pada modul membuat saya merasa kurang bersemangat saat belajar.
Maulita : Setuju
Arga : Sangat Tidak Setuju Adhell : Tidak Setuju
Fangga : Tidak Setuju
Nggiok : Sangat Tidak Setuju 15 Lembar refleksi memudahkan saya
untuk menjelaskan pengalaman yang saya dapatkan selama belajar dengan modul.
Maulita : Setuju
Arga : Sangat Setuju Adhell : Setuju
Fangga : Setuju
Nggiok : Sangat Setuju
16 Soal evaluasi membantu saya untuk mengukur sejauh mana pemahaman saya selama belajar dengan modul.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Setuju
Adhell : Sangat Setuju Fangga : Setuju
Nggiok : Setuju 17 Kunci jawaban membantu saya untuk
menemukan jawaban dari soal yang diberikan pada modul.
Maulita : Sangat Setuju Arga : Setuju Adhell : Sangat Setuju Fangga : Sangat Setuju Nggiok : Sangat Setuju
Berdasarkan tabel 4.8 hasil penilaian produk yang dilakukan oleh peserta didik kelas V SD Negeri 1 Pagersari, masing-masing anak mengisi 1 kuesioner melalui tujuh belas pertanyaan yang telah dibuat oleh peneliti. Pertama adalah Judul modul pembelajaran menarik minat peserta didik untuk membaca modul lebih lanjut, ada 5 anak sangat setuju. Kedua adalah desain sampul modul membuat peserta didik tertarik untuk membaca modul lebih lanjut, ada 2 anak sangat setuju dan 3 anak setuju. Ketiga adalah peserta didik merasa kesulitan menemukan topik yang dicari sesuai halaman yang tertera di daftar isi, ada 5 anak sangat tidak setuju.
Keempat tujuan pembelajaran dapat membantu peserta didik mengetahui kemampuan yang harus dikuasai, ada 4 anak sangat setuju dan 1 anak setuju.
Kelima adalah tujuan pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk mengetahui kemampuan yang harus dikuasai, ada 1 anak tidak setuju, 3 anak
sangat setuju, dan 1 anak setuju. Keenam adalah ukuran huruf yang digunakan pada modul mudah peserta didik saat membaca, ada 4 anak sangat setuju dan 1 anak setuju.
Ketujuh adalah jenis huruf yang digunakan pada modul memudahkan peserta didik untuk membaca, ada 5 anak sangat setuju. Kedelapan adalah peserta didik merasa kesulitan mengikuti langkah-langkah penggunaan modul, ada 3 anak sangat tidak setuju, 1 anak tidak setuju, dan 1 anak setuju. Kesembilan adalah teks yang disajikan pada modul membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, ada 3 anak sangat setuju, 1 anak tidak setuju, dan 1 anak setuju.
Kesepuluh adalah teks yang disajikan pada modul membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, ada 2 anak tidak setuju, dan 3 anak sangat setuju.
Kesebelas adalah peserta didik memperoleh tambahan pengetahuan setelah belajar dengan modul, ada 2 anak sangat setuju, dan 3 anak setuju. Kedua belas adalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui tugas yang diberikan pada modul, ada 3 anak sangat setuju,dan 2 anak setuju.
Ketiga belas adalah modul dilengkapi contoh, gambar dan ilustrasi yang memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran ada 3 anak sangat setuju, 1 anak tidak setuju, dan 1 anak setuju. Keempat belas adalah penyajian materi pembelajaran pada modul membuat peserta didik merasa kurang bersemangat saat belajar, ada 1 anak setuju, 2 anak sangat tidak setuju, dan 2 anak
Ketiga belas adalah modul dilengkapi contoh, gambar dan ilustrasi yang memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran ada 3 anak sangat setuju, 1 anak tidak setuju, dan 1 anak setuju. Keempat belas adalah penyajian materi pembelajaran pada modul membuat peserta didik merasa kurang bersemangat saat belajar, ada 1 anak setuju, 2 anak sangat tidak setuju, dan 2 anak