• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. PEMBAHASAN

1. Langkah-langkah Pengembangan Modul

Peneliti mengembangkan modul pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan jenis penelitian research and development (R&D). Peneliti menggunakan langkah-langkah model ADDIE. Menurut (Rusdi, 2018: 121) model ADDIE terdiri dari 5 tahap yaitu Analisis (Analysi), Desain (Design), Pengembangan (Development), Impelementasi (Implementation), Evaluasi (Evaluate). Pada tahap pertama peneliti melakukan tahap analisis (analysi). Pada tahap ini peneliti melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan yang sedang dialami oleh peserta didik kelas V SD Negeri 1 Pagersari.

Hal yang dilakukan oleh peneliti saat melakukan analisis kebutuhan yaitu melakukan observasi dan wawancara guru

kelas V SD Negeri 1 Pagersari. Sebelum melakukan observasi dan wawancara peneliti membuat instrument analisis kebutuhan untuk mengetahui kondisi awal yang ada di sekolah. Hasil wawancara guru mengatakan bahwa, kurangnya bahan ajar.

Bahan ajar yang digunakan oleh guru hanyalah buku tematik dan BSE (Buku Sekolah Elektronik). Ketika guru kesulitan dalam mencari refrensi saat mengisi jam pelajaran, guru mencari referensi yang lain dengan menggunakan google atau youtube.

Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar tanpa seorang fasilitator (Praswoto, 2016: 377). Dengan adanya modul pembelajaran peserta didik dapat belajar secara mandiri untuk mendapatkan suatu informasi dan pengetahuan.

Bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik SD Negeri 1 Pagersari untuk proses belajar pada muatan Bahasa Indonesia sangat terbatas. Pembelajaran adalah sebuah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan (Gagne dan Briggs, 1979: 3). Bahasa Indonesia adalah alat yang digunakan untuk dapat berkomunikasi sehari-hari, baik secara lisan ataupun tertulis (Felicia, 2001:1). Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah sebuah proses yang diselenggarakan oleh

guru untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari serta mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Adapun hasil wawancara terhadap guru kelas V SD Negeri 1 Pagersari mengatakan bahwa peserta didik masih kesulitan untuk memahami materi 5W+1H. Salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik kelas V sekolah dasar pada KD 3.2 Mengklasifikasikan informasi yang didapatkan dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Modul pembelajaran Bahasa Indonesia dapat memperdalam pemahaman peserta didik mengenai materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H. Hal yang dilakukan termasuk tahap pertama model ADDIE yaitu tahap Analisis (Analysisi).

Tahap kedua, peneliti membuat rancangan produk sesuai dengan analisis kebutuhan yang didapat oleh peneliti.

Rancangan desain produk yang dirancang seperti cover, kata pengantar, petunjuk umum, daftar isi, kompetensi dasar, indikator, tujun pembelajaran, ringkasan materi, contoh soal, aktivitas mandiri, latihan soal, lembar refleksi, kunci jawaban, daftar pustaka, dan sampul dibuat menggunakan aplikasi canva.

Hal yang dilakukan termasuk tahap kedua model ADDIE yaitu tahap desain (design).

Tahap ketiga, peneliti mengembangkan produk berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Peneliti mencari

beberapa sumber materi serta desain modul melalui buku tematik, buku bergambar, jurnal, google, dan youtube. Pertama kali peneliti membuat modul menggunakan aplikasi Microsoft Word 2013 untuk mengumpulkan materi pembelajaran sebelum didesain oleh peneliti melalui aplikasi canva. Setelah peneliti menemukan semua materi yang akan di masukkan ke dalam bahan ajar, peneliti dapat mendesain modul pembelajaran sesuai dengan rancangan sebelumnya menggunakan aplikasi canva.

Hasil akhir yang diciptakan oleh peneliti adalah sebuah bahan ajar yang dapat memantu peserta didik dalam belajar secara mandiri. Peneliti menciptakan modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H untuk siswa kelas V sekolah dasar. Bahan yang telah dikumpulkan berisi cover (halaman utama), kata pengantar (halaman ii), petunjuk umum (halaman iii), daftar isi (halaman iv), kompetensi dasar kemudian indikator serta tujuan pembelajaran (halaman v), ringkasan materi (halaman 1,2, dan 3), contoh soal (halaman 4 dan 5), aktivitas mandiri (halaman 6, 7, 8, 9, dan 10), latihan soal (11,12,13,14 dan 15), lembar refleksi (halaman 16), kunci jawaban (halaman 17, 18, dan 19), daftar pustaka (halaman 20), sampul (halaman 21). Setelah peneliti menyelesaikan pembuatan produk modul pembelajaran, peneliti melakukan validasi produk kepada

kedua ahli yaitu dosen ahli serta guru kelas V sekolah dasar SD Negeri 1 Pagersari. Tujuan peneliti melakukan validasi untuk mengetahui kualitas modul yang dikembangkan. Peneliti melakukan perbaikan jika ada dan sesuai dengan saran. Jika modul pembelajaran sudah diperbaiki, maka peneliti dapat menguji coba kepada peserta didik. Hal yang dilakukan di atas termasuk tehap ke tiga model ADDIE yaitu pengembangan (Development).

Tahap keempat, peneliti melakukan uji coba kepada peserta didik. Peneliti melakukan uji coba produk kepada 5 peserta didik SD Negeri 1 Pagersari. Peneliti melakukan uji coba secara tatap muka dengan keterbatasan 5 peserta didik karena sedang adanya wabah virus corona . Peneliti melakukan perkenalan agar memudahkan peneliti dan peserta didik saat melakukan kegiatan. Kemudian, peneliti memberitahu peserta didik bahwa peneliti akan melakukan tes awal (pretest), uji coba modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H, tes akhir (posttest), dan mengisi kuesioner.

Pertama peneliti melakukan tes awal (pretest) untuk mengetahui kemampuan peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks dalam teks 5W+1H selama 1 hari pada hari selasa 19 oktober 2021.

Setelah peseta didik menyelesaikan tes awal (pretest) peneliti

memberikan cetakan berupa modul pembelajaran Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H berupa foto copy untuk peserta didik dapat memahami serta berlatih selama 5 hari dimulai dari hari selasa 19 oktober 2021 sampai sabtu 23 oktober 2021. Kemudian peserta didik diminta untuk melakukan tes akhir (posttest) untuk mengetahui kemampuan peserta didik setelah mempelajari modul. Peserta didik dapat melakukannya selama 1 hari pada hari sabtu, 23 oktober 2021. Peneliti juga memberikan lembar kuesioner untuk mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran yang telah dikembangkkan oleh peneliti. Hal yang dilakukan termasuk tahap keempat model ADDIE yaitu implementasi (Implementation).

Tahap kelima, peneliti melakukan rekapitulasi dari hasil validasi yang dilakukan oleh dosen ahli serta guru ahli kelas V SD Negeri 1 Pagersari. Selain itu, peneliti melakukan evaluasi formatif untuk mengumpulkan data pada setiap tahapan digunakan untuk menyempurnakan. Evaluasi sumatif digunakan secara menyeluruh terhadap proses pengembangan yang dilakukan pada akhir program untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Hal yang dilakukan di atas termasuk tehap kelima model ADDIE yaitu evaluasi (Evaluation).

Dalam merancang modul pembelajaran, terdapat 5 karakteristik yaitu Self instructional, Self contained, Stand alone, Adaptif, dan User friendly (Daryanto, 2013: 9-11) . Pada karakteristik pertama yaitu Self instructional, berarti peserta didik mampu belajar secara mandiri, tidak tergantung pada pihak lainnya. Jika peserta didik diminta untuk memenuhi karakteristik tersebut maka modul yang dikembangkan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas tidak membuat pengguna modul bingung. Modul yang dikembangkan memuat materi pembelajaran yang spesifik sehingga pengguna dapat memahami modul yang digunakan dengan jelas. Dalam modul pembelajaran yang dikembangkan tersedia contoh soal dan ilustrasi yang dapat mendukung kejelasan isi modul pembelajaran, terdapat latihan soal yang dapat mengukur kemampuan peserta didik, memuat materi yang kontekstual agar pengguna mampu dengan cepat memahami isi modul pembelajaran, menggunakan bahasa yang sederhana dan efektif.

Pada karakteristik kedua Self contained, berarti seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi terdapat di dalam satu modul pembelajaran yang utuh. Bagian modul pembelajaran yang dimaksud dalam karakteristik kedua adalah modul pembelajaran yang dikembangkan fokus sesuai dengan

materi yang akan diajarkan yaitu muatan Bahasa Indonesia materi klasifikasi informasi dalam teks 5W+1H.

Pada karakteristik ketiga Stand alone, berarti modul yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain. Bagian modul pembelajaran yang dimaksud dalam karakteristik tahap ketiga adalah modul pembelajaran yang dikembangkan memuat materi pembelajaran, latihan soal, lembar refleksi, dan kunci jawaban.

Pengguna modul dapat menggunakan modul yang telah dikembangkan tanpa buku pendukung lainnya.

Karakteristik keempat yaitu Adaptif, berarti modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Bagian modul pembelajaran yang dimaksud dalam karakteristik keempat adalah modul yang dikembangkan dapat digunakan sampai kurun waktu tertentu.

Modul pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Klsifikasi Informasi Dalam Teks 5W + 1H untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar dikembangkan melalui kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013. Maka dari itu, modul hanya dapat digunakan pada kurikulum yang sedang berlaku.

Pada karakteristik kelima User friendly, berarti modul hendaknya memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya. Bagian modul pembelajaran yang dimaksud dalam

bersahat/konseptual agar memudahkan pengguna dalam mempelajarinya.