4.1.HASIL PENELITIAN
4.1.1
4.1.1 Gambaran Umum KPRI Kabupaten JeparaGambaran Umum KPRI Kabupaten Jepara 1.
1. Tujuan Didirikannya KPRI Kabupaten JeparaTujuan Didirikannya KPRI Kabupaten Jepara
Dinas Koperasi dan UKM di Kabupaten Jepara memiliki Dinas Koperasi dan UKM di Kabupaten Jepara memiliki kurang lebih 60 anggota KPRI, yang masing-masing berkedudukan kurang lebih 60 anggota KPRI, yang masing-masing berkedudukan diinstansi pemerintahan yaitu kantor dinas, dan sekolah-sekolah yang diinstansi pemerintahan yaitu kantor dinas, dan sekolah-sekolah yang tersebar di kabupaten Jepara yang sebagian besar melakukan usaha tersebar di kabupaten Jepara yang sebagian besar melakukan usaha simpan pinjam. Setiap KPRI mempunyai tujuan untuk simpan pinjam. Setiap KPRI mempunyai tujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan untuk mencari keuntungan mensejahterakan anggotanya dan untuk mencari keuntungan sebagaimana layaknya badan usaha yang lain.
sebagaimana layaknya badan usaha yang lain.
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah koperasi yang merupakan badan usaha yang beranggotakan koperasi yang merupakan badan usaha yang beranggotakan pegawai-pegawai negeri dan pensiunan dalam suatu daerah kerja. Pendirian pegawai negeri dan pensiunan dalam suatu daerah kerja. Pendirian KPRI bertujuan untuk membantu meringankan beban pegawai negeri KPRI bertujuan untuk membantu meringankan beban pegawai negeri dalam memenuhi kebutuhannya serta meningkatkan kesejahteraan dalam memenuhi kebutuhannya serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Disamping itu KPRI mempunyai tanggung jawab lain, yaitu hidupnya. Disamping itu KPRI mempunyai tanggung jawab lain, yaitu ikut serta dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang ikut serta dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
KPRI sebagai badan usaha mempunyai tujuan untuk KPRI sebagai badan usaha mempunyai tujuan untuk mencapai keuntungan atau laba yang besar. Selain tujuan ekonomi mencapai keuntungan atau laba yang besar. Selain tujuan ekonomi tersebut, KPRI juga memiliki tujuan untuk mengupayakan pendidikan tersebut, KPRI juga memiliki tujuan untuk mengupayakan pendidikan berorganisasi. Pendidikan berorganisasi ini diarahkan pada berorganisasi. Pendidikan berorganisasi ini diarahkan pada penghayatan dan pengamalan jiwa-jiwa berkoperasi. Dengan penghayatan dan pengamalan jiwa-jiwa berkoperasi. Dengan pendidikan perkoperasian tersebut diharapkan tumbuhnya militansi pendidikan perkoperasian tersebut diharapkan tumbuhnya militansi jiwa koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional pada pegawai jiwa koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional pada pegawai
negeri anggotanya. Adapun tujuan didirikannya KPRI adalah : negeri anggotanya. Adapun tujuan didirikannya KPRI adalah : a.
a. Memperbaiki kualitas hidup anggotanyaMemperbaiki kualitas hidup anggotanya b.
b. Mempertinggi taraf hidup anggotanya sebagai dasar landasan danMempertinggi taraf hidup anggotanya sebagai dasar landasan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya
meningkatkan kesejahteraan anggotanya c.
c. Pemberian jasa/pelayanan yang bermanfaat bagi anggota sesuaiPemberian jasa/pelayanan yang bermanfaat bagi anggota sesuai jenis koperasi.
jenis koperasi. d.
d. Memperoleh keuntungan ekonomisMemperoleh keuntungan ekonomis 2.
2. Jenis UsahaJenis Usaha
Koperasi sebagai badan usaha telah menjalankan kegiatan Koperasi sebagai badan usaha telah menjalankan kegiatan perekonomian yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dan perekonomian yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dan mensejahterakan anggota. Setiap KPRI di Kabupaten Jepara memiliki mensejahterakan anggota. Setiap KPRI di Kabupaten Jepara memiliki unit usaha utama yang menjadi penopang kelangsungan hidup unit usaha utama yang menjadi penopang kelangsungan hidup koperasi, yaitu unit simpan pinjam atau perkreditan. Disampin itu koperasi, yaitu unit simpan pinjam atau perkreditan. Disampin itu KPRI di Kabupaten Jepara kebanyakan juga memiliki unit usaha KPRI di Kabupaten Jepara kebanyakan juga memiliki unit usaha pertokoan atau “waserda” yang menjual berbagai macam kebutuhan pertokoan atau “waserda” yang menjual berbagai macam kebutuhan anggota koperasi. Selain simpan pinjam dan pertokoan, masih
51 51
beberapa koperasi yang mengembangkan unit usaha-unit usaha jasa beberapa koperasi yang mengembangkan unit usaha-unit usaha jasa lainnya seperti; wartel, persewaan gedung, kapling tanah dan foto lainnya seperti; wartel, persewaan gedung, kapling tanah dan foto copy.
copy.
Berdasarkan hasil penelitian tahun 2005 mengenai unit Berdasarkan hasil penelitian tahun 2005 mengenai unit usaha-unit usaha yang telah diselenggarakan oleh KPRI yang menjadi sampel unit usaha yang telah diselenggarakan oleh KPRI yang menjadi sampel dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :
dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.1
Tabel 4.1
Unit Usaha KPRI Sampel Unit Usaha KPRI Sampel Kabupaten Jepara Tahun 2004 – Kabupaten Jepara Tahun 2004 – 20052005
Unit Usaha Unit Usaha No.
No. Nama Nama KPRIKPRI USPUSP TokoToko WWaarrtteell SSeewwaa Gedung Gedung Kapling Kapling tanah tanah Foto Foto Copy Copy 1.
1. Sido Sido MulyoMulyo √√ √√ √√ √√ -- √√ 2. Pelita
2. Pelita √√ √√ √√ - - - -
--3.
3. Tunas Tunas MakmurMakmur √√ - - - - - - - -
--4.
4. Karya Karya UtamaUtama √√ - - - - - - - -
--5. Hikmah
5. Hikmah √√ √√ - - - - - -
--6. Waspada
6. Waspada √√ √√ - - - - - -
--7.
7. Rukun Rukun MakmurMakmur √√ √√ - - - - - -
--8.
8. Sedyo Marsudi AsihSedyo Marsudi Asih √√ - - - - - - - -
--9. Karya
9. Karya √√ √√ - - -- √√
--10.
10. Bhatara Bhatara JayaJaya √√ - - - - - -
--11. Rajin
11. Rajin √√ - - - - - - - -
--12. Assuada
12. Assuada √√ - - - - - - - -
--13.
13. Sumber Sumber RejekiRejeki √√ - - - - - - - -
--14.
14. Setyo Marsudi AmalSetyo Marsudi Amal √√ √√ - - - - - -
--15. Pembangunan
15. Pembangunan √√ - - - - - - - -
--16. Setia
16. Setia √√ - - - - - - - -
--17.
17. Guyub Guyub RukunRukun √√ - - - - - - - -
--18. Bhakti 18. Bhakti √√ √√ - - -- √√ --19. Kalingga 19. Kalingga √√ √√ -- √√ -- √√ 20. Perindagkop 20. Perindagkop √√ - - - - - - - -
--Sumber : Data Laporan RAT Sumber : Data Laporan RAT
Unit usaha simpan pinjam pada KPRI di Kabupaten Jepara Unit usaha simpan pinjam pada KPRI di Kabupaten Jepara merupakan usaha unggulan yang paling banyak memberikan manfaat merupakan usaha unggulan yang paling banyak memberikan manfaat kepada anggotanya. Unit usaha ini dilakukan secara terpisah untuk kepada anggotanya. Unit usaha ini dilakukan secara terpisah untuk
pengelolaan administrasi dan keuangannya, walaupun ada laporannya pengelolaan administrasi dan keuangannya, walaupun ada laporannya pada kantor pusat masing-masing KPRI di Kabupaten Jepara. Hal pada kantor pusat masing-masing KPRI di Kabupaten Jepara. Hal tersebut berdasar pada Surat Keputusan Menteri Koperasi dan PPK RI tersebut berdasar pada Surat Keputusan Menteri Koperasi dan PPK RI No. 226/KEP/M/V/1996 yang disempurnakan dengan Surat keputusan No. 226/KEP/M/V/1996 yang disempurnakan dengan Surat keputusan Menteri Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah No. Menteri Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah No. 35/KEP/M/XII/1998 tertanggal 17 Desember tahun 1998, yang 35/KEP/M/XII/1998 tertanggal 17 Desember tahun 1998, yang menyatakan tentang pengelolaan administrasi dan keuangan Unit menyatakan tentang pengelolaan administrasi dan keuangan Unit Simpan Pinjam (USP harus dilakukan secara
Simpan Pinjam (USP harus dilakukan secara terpisah).terpisah).
USP dikatakan sebagai unit usaha unggulan karena usaha ini USP dikatakan sebagai unit usaha unggulan karena usaha ini yang dapat memberikan keuntungan besar bagi KPRI. Hal ini yang dapat memberikan keuntungan besar bagi KPRI. Hal ini dibuktikan dengan makin meningkatnya volume kredit atau pinjaman dibuktikan dengan makin meningkatnya volume kredit atau pinjaman yang diberikan koperasi kepada anggotanya. Rata-rata volume kredit yang diberikan koperasi kepada anggotanya. Rata-rata volume kredit pada USP KPRI yang menjadi sampel di Kabupaten Jepara pada tahun pada USP KPRI yang menjadi sampel di Kabupaten Jepara pada tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai
terakhir dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut :berikut : Tabel 4.2
Tabel 4.2
Rata-rata Volume Pinjaman Rata-rata Volume Pinjaman USP KPRI di Kabupaten Jepara USP KPRI di Kabupaten Jepara Tahun
Tahun Volume Volume Unit Unit Simpan Simpan PinjamPinjam 2003 2003 Rp. Rp. 473.568.523,20473.568.523,20 2004 2004 Rp. Rp. 576.457.594,80576.457.594,80 2005 2005 Rp. Rp. 597.500.404,62597.500.404,62 Rata
Rata - - rata rata Rp. Rp. 549.175.507,54549.175.507,54 Sumber : Laporan Keuangan KPRI
Sumber : Laporan Keuangan KPRI
Jenis-jenis pinjaman yang diberikan oleh KPRI di Kabupaten Jenis-jenis pinjaman yang diberikan oleh KPRI di Kabupaten Jepara yang menjadi sampel dalam penelitian dapat digolongkan Jepara yang menjadi sampel dalam penelitian dapat digolongkan dengan dasar waktu pinjaman yaitu :
53 53
a.
a. Pinjaman Jangka PanjangPinjaman Jangka Panjang
Pinjaman yang jangka waktu pelunasannya maksimal 36 bulan Pinjaman yang jangka waktu pelunasannya maksimal 36 bulan atauatau 3 tahun dengan jasa bunga rata-rata 21% pertahun dari pokok 3 tahun dengan jasa bunga rata-rata 21% pertahun dari pokok pinjaman.
pinjaman. b.
b. Pinjaman Jangka MenengahPinjaman Jangka Menengah
Pinjaman ini mempunyai jangka waktu maksimal 24 bulan atau 2 Pinjaman ini mempunyai jangka waktu maksimal 24 bulan atau 2 tahun dengan jasa bunga rata-rata 21% pertahun dari pokok tahun dengan jasa bunga rata-rata 21% pertahun dari pokok pinjaman.
pinjaman. c.
c. Pinjaman Jangka Pendek Pinjaman Jangka Pendek
Pinjaman yang jangka waktu pelunasannya maksimal 12 bulan Pinjaman yang jangka waktu pelunasannya maksimal 12 bulan atauatau 1 tahun dengan jasa bunga rata-rata 20.4% pertahun dari pokok 1 tahun dengan jasa bunga rata-rata 20.4% pertahun dari pokok pinjaman.
pinjaman.
Selain simpan pinjam, masih ada unit usaha pertokoan yang Selain simpan pinjam, masih ada unit usaha pertokoan yang menjadi usaha KPRI di Kabupaten Jepara. Unit pertokoan ini menjadi usaha KPRI di Kabupaten Jepara. Unit pertokoan ini diutamakan untuk melayani kebutuhan anggota berupa barang secara diutamakan untuk melayani kebutuhan anggota berupa barang secara kontan maupun secara kredit barang, baik barang yang telah ada pada kontan maupun secara kredit barang, baik barang yang telah ada pada unit pertokoan tersebut maupun yang dipesan oleh anggota. unit pertokoan tersebut maupun yang dipesan oleh anggota. Barang-barang yang dijual pada unit pertokoan ini antara lain; sembako, barang yang dijual pada unit pertokoan ini antara lain; sembako, barang-barang konsumsi, kelontong, konfeksi, alat tulis dan barang-barang konsumsi, kelontong, konfeksi, alat tulis dan sebagainya. Unit pertokoan KPRI di Kabupaten Jepara juga sebagainya. Unit pertokoan KPRI di Kabupaten Jepara juga menjualkan barang konsinyasi yang dimiliki anggota maupun partner menjualkan barang konsinyasi yang dimiliki anggota maupun partner usaha lain.
3.
3. Keanggotan Pada KPRI di Kabupaten JeparaKeanggotan Pada KPRI di Kabupaten Jepara
Koperasi sebagai badan usaha yang dibentuk secara Koperasi sebagai badan usaha yang dibentuk secara bersama-sama oleh sejumlah orang yang bertekad untuk mewujudkan bersama-sama oleh sejumlah orang yang bertekad untuk mewujudkan cita-cita yang sama. Koperasi dimaksudkan untuk mencapai perbaikan cita-cita yang sama. Koperasi dimaksudkan untuk mencapai perbaikan hidup dengan usaha bersama-sama. Jalan yang sebaik-baiknya adalah hidup dengan usaha bersama-sama. Jalan yang sebaik-baiknya adalah kerjasama dengan tujuan membela kepentingan bersama, maka kerjasama dengan tujuan membela kepentingan bersama, maka koperasi harus dapat memainkan peranan-peranan perekonomian koperasi harus dapat memainkan peranan-peranan perekonomian sehingga nanti koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian sehingga nanti koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Indonesia.
Sesuai dengan salah satu prinsip koperasi, keanggotaan pada Sesuai dengan salah satu prinsip koperasi, keanggotaan pada dasarnya bersifat terbuka dan suka rela, yang dimaksudkan bersifat dasarnya bersifat terbuka dan suka rela, yang dimaksudkan bersifat sukarela dalam hal ini adalah bahwa
sukarela dalam hal ini adalah bahwa setiap anggota koperasi mendaftarsetiap anggota koperasi mendaftar sebagai anggota koperasi atas kemauannya sendiri dan dapat sebagai anggota koperasi atas kemauannya sendiri dan dapat mengajukan pengunduran diri jika merasa kurang memperoleh manfaat mengajukan pengunduran diri jika merasa kurang memperoleh manfaat dari usaha orang itu atau karena alasan-alasan lain seperti perpindahan dari usaha orang itu atau karena alasan-alasan lain seperti perpindahan alamat terbuka dan lain
alamat terbuka dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud bersifatsebagainya. Sedangkan yang dimaksud bersifat terbuka adalah bahwa keanggotaan koperasi tidak mengenal terbuka adalah bahwa keanggotaan koperasi tidak mengenal diskriminasi dalam bentuk apapun. Setiap orang mampu untuk diskriminasi dalam bentuk apapun. Setiap orang mampu untuk memenuhi syarat-syarat keanggotaan sebuah koperasi dapat diterima memenuhi syarat-syarat keanggotaan sebuah koperasi dapat diterima menjadi anggota koperasi itu. Syarat-syarat itu misalnya adalah sudah menjadi anggota koperasi itu. Syarat-syarat itu misalnya adalah sudah harus dewasa, mampu membayar uang simpanan, bertempat tinggal di harus dewasa, mampu membayar uang simpanan, bertempat tinggal di daerah kerja koperasi dan lain sebagainya.
55 55
Jumlah anggota akan mempengaruhi permodalan pada KPRI di Jumlah anggota akan mempengaruhi permodalan pada KPRI di Kabupaten Jepara. Karena anggota koperasi memiliki status ganda, Kabupaten Jepara. Karena anggota koperasi memiliki status ganda, yaitu sebagai pemilik koperasi dan sebagai pengguna jasa koperasi. yaitu sebagai pemilik koperasi dan sebagai pengguna jasa koperasi. Banyak sedikitnya anggota KPRI akan menentukan pada besar Banyak sedikitnya anggota KPRI akan menentukan pada besar kecilnya simpanan pokok dan simpanan wajib serta volume usaha yang kecilnya simpanan pokok dan simpanan wajib serta volume usaha yang dicapai KPRI. Untuk lebih jelasnya keadaan keanggotaan pada KPRI dicapai KPRI. Untuk lebih jelasnya keadaan keanggotaan pada KPRI yang terpilih sebagai sampel dalam penelitian adalah sebagai berikut yang terpilih sebagai sampel dalam penelitian adalah sebagai berikut ::
Tabel 4.3 Tabel 4.3
Jumlah Anggota KPRI Sampel di Kabupaten Jepara Jumlah Anggota KPRI Sampel di Kabupaten Jepara
Tahun Tahun No.
No. Nama Nama KPRIKPRI
2004 2004 (Orang) (Orang) 2005 2005 (Orang) (Orang) Rata-rata Rata-rata (Orang) (Orang) 1.
1. Sido Sido Mulyo Mulyo 520 520 520 520 520520 2.
2. Pelita Pelita 283 283 280 280 282282 3.
3. Tunas Tunas Makmur Makmur 42 42 46 46 4444 4.
4. Karya Utama Karya Utama 39 39 43 43 4141 5.
5. Hikmah Hikmah 318 318 475 475 397397 6.
6. Waspada Waspada 74 74 74 74 7474 7.
7. Rukun Rukun Makmur Makmur 40 40 43 43 4242 8.
8. Sedyo Sedyo Marsudi Marsudi Asih Asih 36 36 39 39 3737 9.
9. Karya Karya 55 55 57 57 3131
10.
10. Bhatara Bhatara Jaya Jaya 60 60 61 61 6060 11.
11. Rajin Rajin 49 49 47 47 4848
12.
12. Assuada Assuada 52 52 59 59 5555 13.
13. Sumber Sumber Rejeki Rejeki 48 48 46 46 4747 14.
14. Setyo Setyo Marsudi Marsudi Amal Amal 62 62 73 73 6767 15.
15. Pembangunan Pembangunan 386 386 402 402 394394 16.
16. Setia Setia 44 44 45 45 4444
17.
17. Guyub Guyub Rukun Rukun 333 333 331 331 332332 18. 18. Bhakti Bhakti 297 297 288 288 292292 19. 19. Kalingga Kalingga 267 267 225 225 246246 20. 20. Perindagkop Perindagkop 56 56 57 57 5656 Sumber : Laporan Pertanggungjawaban KPRI
4.
4. Keadaan Finansial Pada KPRI di Kabupaten JeparaKeadaan Finansial Pada KPRI di Kabupaten Jepara
Masalah finansial merupakan masalah yang berhubungan Masalah finansial merupakan masalah yang berhubungan dengan asset yang dimiliki oleh koperasi. Asset merupakan modal dengan asset yang dimiliki oleh koperasi. Asset merupakan modal finansial yang akan digunakan dalam operasional kegiatan koperasi finansial yang akan digunakan dalam operasional kegiatan koperasi yang mencakup masalah kelangsungan hidup koperasi dan yang mencakup masalah kelangsungan hidup koperasi dan pengembangannya. Asset merupakan aspek utama pembentukan pengembangannya. Asset merupakan aspek utama pembentukan koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha. Meskipun demikian, koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha. Meskipun demikian, assetasset yang dimiliki merupakan aspek penting yang akan menunjang yang dimiliki merupakan aspek penting yang akan menunjang tercapainya tujuan-tujuan KPRI dalam
tercapainya tujuan-tujuan KPRI dalam mensejahterakan anggotanya.mensejahterakan anggotanya. Kondisi finansial masing-masing KPRI yang menjadi sampel Kondisi finansial masing-masing KPRI yang menjadi sampel dalam penelitian dapat digambarkan pada Tabel 4.4 :
dalam penelitian dapat digambarkan pada Tabel 4.4 : Tabel 4.4
Tabel 4.4
Keadaan Rata-rata Assets pada KPRI Keadaan Rata-rata Assets pada KPRI
Kabupaten Jepara Kabupaten Jepara No.
No. Besarnya Besarnya Asset Asset Nama Nama KPRIKPRI 1.
1. < < Rp. Rp. 100.000.000100.000.000 1.1. Karya UtamaKarya Utama 2.
2. Rukun MakmurRukun Makmur 2.
2. Rp. Rp. 100.000.000 100.000.000 – – Rp. Rp. 499.999.999499.999.999 1.1. RajinRajin 2.
2. Bhatara JayaBhatara Jaya 3.
3. Tunas MakmurTunas Makmur 4.
4. PerindagkopPerindagkop 5.
5. WaspadaWaspada 6.
6. Sedyo Marsudi A.Sedyo Marsudi A. 7.
7. Sumber RejekiSumber Rejeki 3. 3. Rp. Rp. 500.000.000 500.000.000 – – Rp. Rp. 999.999.999999.999.999 1.1. As-suadaAs-suada 2. 2. KaryaKarya 3. 3. SetiaSetia 4. 4. PelitaPelita 5.
5. Setyo Marsudi ASetyo Marsudi A 6.
6. Bhakti.Bhakti. 4.
4. Rp. Rp. 1.000.000.000 1.000.000.000 – – Rp. Rp. 1.499.999.9991.499.999.999 1.1. Sido MulyoSido Mulyo 2.
2. KalinggaKalingga 3.
3. Guyub RukunGuyub Rukun 4.
4. HikmahHikmah 5.
5. >Rp. >Rp. 1.500.000.0001.500.000.000 1.1. PembangunanPembangunan Sumber : data Laporan Keuangan KPRI yang diolah
57 57
Berdasarkan Tabel 4.2 diatas tampak bahwa secara umum asset Berdasarkan Tabel 4.2 diatas tampak bahwa secara umum asset yang dimiliki oleh KPRI di Kabupaten Jepara rata-rata telah mencapai yang dimiliki oleh KPRI di Kabupaten Jepara rata-rata telah mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan asset yang dimiliki beberapa KPRI ratusan juta rupiah. Bahkan asset yang dimiliki beberapa KPRI nilainya mencapai miliaran rupiah. Hal ini merupakan salah satu nilainya mencapai miliaran rupiah. Hal ini merupakan salah satu potensi yang dimiliki KPRI di Kabupaten Jepara dalam menghadapi potensi yang dimiliki KPRI di Kabupaten Jepara dalam menghadapi persaingan usahanya. Dari jumlah asset yang dimiliki oleh KPRI persaingan usahanya. Dari jumlah asset yang dimiliki oleh KPRI tersebut akan mampu menaikan SHU dalam setiap periode, sehingga tersebut akan mampu menaikan SHU dalam setiap periode, sehingga rentabilitas ekonominya juga akan mengalami kenaikan.
rentabilitas ekonominya juga akan mengalami kenaikan. 4.1.2
4.1.2 Deskripsi Variabel PenelitianDeskripsi Variabel Penelitian 1.
1. Posisi Kas, Piutang terhadap Modal Kerja pada KPRI diPosisi Kas, Piutang terhadap Modal Kerja pada KPRI di Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara
Modal kerja menurut Riyanto (1999:57) adalah dana yang Modal kerja menurut Riyanto (1999:57) adalah dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar. Aktiva lancar perusahaan tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar. Aktiva lancar perusahaan sendiri terdiri atas semua aktiva atau
sendiri terdiri atas semua aktiva atau asset asset yang dapat dicairkanyang dapat dicairkan dalam jangka waktu paling lama satu tahun. Modal kerja dalam dalam jangka waktu paling lama satu tahun. Modal kerja dalam jumlah yang optimal akan memberikan nilai tambah bagi
jumlah yang optimal akan memberikan nilai tambah bagi koperasi.koperasi. Modal kerja erat hubungannya dengan kegiatan operasional Modal kerja erat hubungannya dengan kegiatan operasional koperasi sehari-hari. Modal kerja yang dimiliki diharapkan dapat koperasi sehari-hari. Modal kerja yang dimiliki diharapkan dapat dikelola secara ekonomis sehingga KPRI tidak mengalami kesulitan dikelola secara ekonomis sehingga KPRI tidak mengalami kesulitan di bidang keuangan serta mampu digunakan secara lebih efektif dan di bidang keuangan serta mampu digunakan secara lebih efektif dan efisien.
Besarnya modal kerja dalam penelitian ini adalah sebesar Besarnya modal kerja dalam penelitian ini adalah sebesar jumlah aktiva lancar yang dimiliki KPRI. Diantaranya jumlah aktiva lancar yang dimiliki KPRI. Diantaranya komponen-komponen aktiva lancar yang berupa kas, dan piutang.Untuk komponen aktiva lancar yang berupa kas, dan piutang.Untuk rata-rata posisi kas dan piutang terhadap modal kerja dalam neraca telah rata posisi kas dan piutang terhadap modal kerja dalam neraca telah dikonsolidasi pada masing-masing KPRI. Secara lebih jelasnya dikonsolidasi pada masing-masing KPRI. Secara lebih jelasnya dapat
dapat dilihat pada dilihat pada Tabel 4.5:Tabel 4.5:
Tabel 4. 5 Tabel 4. 5
Rata-rata Posisi Kas dan Piutang Terhadap Aktiva Lancar Rata-rata Posisi Kas dan Piutang Terhadap Aktiva Lancar
KPRI Kabupaten Jepara Tahun
KPRI Kabupaten Jepara Tahun 2004-20052004-2005
Posisi Rata-rata Posisi Rata-rata No.
No. Nama Nama KPRIKPRI KasKas (%) (%) Piutang Piutang (%) (%) 1.
1. Sido Sido Mulyo Mulyo 4.49 4.49 1.721.72 2.
2. Pelita Pelita 3.85 3.85 1.861.86
3.
3. Tunas Tunas Makmur Makmur 5.84 5.84 1.281.28 4.
4. Karya Karya Utama Utama 7.84 7.84 1.041.04 5.
5. Hikmah Hikmah 2.01 2.01 1.211.21
6.
6. Waspada Waspada 3.89 3.89 1.171.17 7.
7. Rukun Rukun Makmur Makmur 6.26 6.26 2.002.00 8.
8. Sedyo Sedyo Marsudi Marsudi Asih Asih 2.88 2.88 2.422.42 9.
9. Karya Karya 6.90 6.90 1.791.79
10.
10. Bhatara Bhatara Jaya Jaya 3.59 3.59 1.211.21 11.
11. Rajin Rajin 6.03 6.03 1.661.66
12.
12. Assuada Assuada 7.42 7.42 2.382.38 13.
13. Sumber Sumber Rejeki Rejeki 10.01 10.01 1.951.95 14.
14. Setyo Setyo Marsudi Marsudi Amal Amal 3.93 3.93 1.331.33 15.
15. Pembangunan Pembangunan 7.07 7.07 2.412.41 16.
16. Setia Setia 6.70 6.70 2.192.19
17.
17. Guyub Guyub Rukun Rukun 2.48 2.48 2.682.68 18. 18. Bhakti Bhakti 6.02 6.02 1.111.11 19. 19. Kalingga Kalingga 4.03 4.03 1.691.69 20. 20. Perindagkop Perindagkop 6.83 6.83 1.211.21 Sumber : Data Laporan Keuangan KPRI yang diolah
59 59
Manajemen modal kerja yang baik sangat penting dalam Manajemen modal kerja yang baik sangat penting dalam bidang keuangan karena kesalahan dalam mengelola modal kerja bidang keuangan karena kesalahan dalam mengelola modal kerja dapat mengakibatkan kegiatan operasional menjadi terhambat/ dapat mengakibatkan kegiatan operasional menjadi terhambat/ terhenti. Dana yang
terhenti. Dana yang telah ditanamkan datelah ditanamkan dalam komponen mlam komponen model kerjaodel kerja diharapkan segera masuk kembali menjadi kas dalam jangka waktu diharapkan segera masuk kembali menjadi kas dalam jangka waktu yang relatif pendek melalui penjualan dan pendapatan atau yang relatif pendek melalui penjualan dan pendapatan atau pelunasan pinjaman. Komponen modal kerja ini harus selalu di pelunasan pinjaman. Komponen modal kerja ini harus selalu di putarputar dengan tingkat perputaran yang relatif tinggi. Dengan tingkat dengan tingkat perputaran yang relatif tinggi. Dengan tingkat perputaran yang tinggi, dana akan masuk kembali dengan cepat perputaran yang tinggi, dana akan masuk kembali dengan cepat sehingga dapat digunakan untuk operasional kembali serta dapat sehingga dapat digunakan untuk operasional kembali serta dapat meminimalkan dari masalah resiko keuangan.
meminimalkan dari masalah resiko keuangan.
Berdasarkan Tabel 4.3 diatas, rata-rata posisi kas dan piutang