BAB V PENUTUP
Bagan 2.4 Hasil Penetapan KKM Indikator Berlanjut pada KD, SK, MP
Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK dan MP KKM Indikator KKM KD KKM SK KKM MP
69
b. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian.
c. KKM yang ditetapkan disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan. d. KKM dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) pada saat
penilaian dilaporkan kepada orang tua atau wali peserta didik (Kemendiknas, 2008: 8).
70
BAB III
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga 1. Identitas Madrasah
Nama Madrasah : MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo
NSM : 111233730006
NPSN : 60713829
Tahun Berdiri : 1964
Tgl Sk. Berdiri : 01-05-1964
Nomor SK ijin Operasional : Lk/3.c/135/pgm.MI/1978 Tgl Sk ijin Operasional : 01-01-1970
Status Akreditasi : B
Tahun Akreditasi : 2012
NPWP : 00.382.434.9-505.000
Alamat Madrasah : Jl. Merbabu 83 A RT/RW: 03/07 Desa/Kel : Noborejo
Kecamatan : Argomulyo Kabupaten / Kota: Salatiga Nomor Telepon/HP : 085325537508
Alamat Email : [email protected]
Kode Pos : 50736
71 2. Visi dan Misi Madrasah
a. Visi
Visi dari MI Tarbiyatul Islamiyah adalah “Terbentuknya
generasi muslim yang beriman, beramal sholeh, beralhkaqul karimah, trampil, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam beragama,
berbangsa, dan bernegara”.
b. Misi
Misi MI Tarbiyatul Islamiyah adalah:
1) Menyelenggarakan pendidikan umum dan agama yang mengedepankan peningkatan kualitas guru dan siswa dalam bidang IPTEK dan IMTAQ.
2) Mengembangkan dan mengamalakan nilai-nilai akhlakul karimah yang sesuai dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. 3) Membina dan mengembangkan potensi siswa sehingga mampu,
terampil dan kreatif dalam menghadapi tuntutan zaman, inovatif dan mandiri dalam bidang sosial keagamaan, berbudaya, berbangsa dan bernegara.
4) Meningkatkan kebiasaan berprilaku disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat baik dalam lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat.
72 3. Data Personalia
a. Data Guru
MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga memiliki 10 orang pengajar dan 2 orang karyawan. Seluruh tenaga pengajar di MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo telah mendapatkan gelar S1. Hal ini sesuai dengan harapan pemerintah yang menyebutkan bahwa tenaga pengajar di sekolah tingkat dasar minimal lulusan S1.
Tabel 3.1
Data Guru MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga No . Nama Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir 1 Drs. Marno L S1
2 Yuli Inayati Amin, S.PdI P S1
3 Pranti Lestari, S.Pd P S1
4 Agus Gufroni, S.Pd.I. L S1
5 Indah Sri Riyanti, S.Pd.I. P S1
6 Ratna Puspitasari, S.Pdl P S1
7 Muzayinah, S.Ag P S1
8 Abdul Wahab, S.Ag. L S1
9 Agus Setiyoko, S.Pd.I. L S1
10 Muntaha, S.PdI L S1
11 Kasmin L SLTA
12 Solikan L SLTA
b. Data Siswa
MI Tarbiyatul Islamiyah Salatiga memiliki jumlah siswa yang semakin tahun semakin meningkat, itu terbukti dengan jumlah siswa yang meningkat pada tiap kelas dan tiap tahunnya.
73
Tabel 3.2
Data Siswa MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga
No Kelas Tahun Pelajaran 2014/2015 2015/2016 Jumlah Jumlah Lk. Pr. Lk. Pr. 1 I 15 9 10 11 2 II 15 10 15 8 3 III 8 12 15 10 4 IV 5 6 9 12 5 V 7 4 5 6 6 VI 7 4 7 4 Jumlah 57 45 61 51 Jumlah keseluruhan 102 112
4. Sarana Prasarana dan Fasilitas
Luas lahan MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo memeng tidak terlalu luas yaitu hanya 685 m2, dengan luas bangunan 655 m2. Keterbatasan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas belajar sekaligus bermain. Sarana prasarana dan fasilitas yang menunjang pendidikan sudah cukup lengkap. Sarana prasarana itu didapatkan dari pemerintah yaitu Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Nasional. Adapun sarana prasarana dan fasilitas tersebut adalah:
Tabel 3.3
Daftar Sarana Prasarana
No. Jenis Bangunan dan Barang Jumlah Unit
Baik Rusak
1 Ruang kelas 6
2 Ruang kepala madrasah 1
3 Ruang guru 1
4 Ruang tata usaha 1
74 6 Laboratorium bahasa 1 7 Perpustakaan 1 8 UKS 1 9 Toilet guru 1 10 Toilet siswa 1 11 Masjid/musholla 1 12 Kursi siswa 115 13 Meja siswa 115
14 Kursi guru di ruang kelas 6 15 Meja guru diruang kelas 6
16 Papan tulis 7
17 Lemari diruang kelas 6
18 Bola sepak 3 1
19 Bola volli 2 1
20 Bola basket 1 1
21 Lapangan bulu tangkis 1
22 Lapangan basket 1
Selain sarana prasarana yang ada di atas, terdapat juga fasilitas lain yang dapat mendukung pembelajaran di sekolah antara lain:
Tabel 3.4
Daftar Fasilitas Pendukung
No. Jenis Bangunan dan Barang Jumlah Unit
Baik Rusak 1 Laptop 2 2 Personal komputer 6 3 Printer 2 4 Televisi 1 5 Mesin scanner 1 6 LCD proyektor 1 7 Layar (screen) 1 8 Meja guru 8 1 9 Kursi guru 8 1 10 Lemari arsip 3 11 Kotak obat (P3K) 1 12 Pengeras suara 2 1
13 Tempat cuci tangan 1
75
Sarana prasarana dan fasilitas pendukung yang dimiliki oleh Madrasah tersebut dapat digunakan untuk menunjang proses dan kegiatan belajar mengajar, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
5. Kegiatan Pengembangan Diri
Di MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga, juga ada beberapa kegiatan Ektrakulikuler yang dilaksanakan untuk mengembangkan diri peserta didik. Kegiatan ekstrakulikuler tersebut adalah kepramukaan, marching band, dan tari daerah/tradisional.
B. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kegiatan Pra Siklus
MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga ini merupakan tempat yang dipilih untuk mengadakan penelitian tindakan kelas. Dengan subjek yang dikenai tindakan adalah siswa kelas IV yang berjumlah 21 siswa, dengan fokus penelitian pada pembelajaran matematika semester genap dengan masih menggunakan kurikulum KTSP pada materi bilangan pecahan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan peneliti terdiri dari 3 siklus. Penelitian ini menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru di kelas. Hal ini mengingat salah satu tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki hasil belajar siswa di kelas serta kualitas
76
proses pembelajaran. Karena peneliti menyadari bahwa proses pembelajaran proses pembelajaran yang selama ini berlangsung kurang memberi dampak yang positif pada siswa, serta belum mampu membangkitkan aktivitas dan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa.
Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik dengan tujuan untuk menarik perhatian siswa sehingga perdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat. Selain itu, pendekatan pembelajaran ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengembangkan gagasan mengenai pendekatan pembelajaran yang kreatif, inovatig, efektif, dan sesuai yang dapat memicu tercapainya kompetensi pada tiap siswa.
Pre test dilakukan sebelum tindakan penelitian. Pre test dilaksanakan dengan cara siswa mengerjakan soal uraian yang terdiri dari 10 soal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2016 dan diikuti oleh 21 siswa kelas IV. Dari hasil pre test tersebut diketahui ada 12 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (70), dan ada 9 siswa yang sudah mencapai KKM (70).
2. Deskripsi Kegiatan Siklus I
Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga, peneliti melakukan penelitian sebanyak 3 siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2016 yang diikuti oleh 21 siswa. Dalam pelaksanaan siklus ini terdiri dari empat tahapan
77
yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun rincian pembelajaran yang dilakukan pada siklus I adalah sebagai berikut:
a. Tahapan Perencanaan (Planning)
1) Studi pendahuluan dan observasi terhadap proses pembelajaran di kelas serta hasil belajar siswa.
2) Membuat desain pembelajaran (RPP) dengan penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik.
3) Membuat dan menyiapkan alat peraga yang akan digunakan untuk media pembelajaran.
4) Membuat lembar tugas yang akan dikerjakann oleh kelompok. 5) Menyusun soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur
kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran.
6) Membuat kunci jawaban dari soal evaluasi yang telah dibuat. 7) Membuat lembar pengamatan keterampilan guru dalam
melaksanakan pembelajaran Matematika.
8) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika.
9) Melakukan dokumentasi. b. Tahapan Pelaksanaan (Acting)
Pada siklus I membahas tentang operasi penjumlahan bilangan pecahan, pertemuan dilakukan selama 2 x 35 menit. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahapan pelaksanaan tindakan ini adalah:
78 1) Pendahuluan
a) Guru memberi salam
b) Guru menanyakan kabar siswa
c) Guru menyuruh Ketua Kelas untuk memimpin do’a sebelum
pelajaran
d) Guru melakukan absensi
e) Guru memeriksa kerapian, posisi tempat duduk siswa, serta memeriksa kebersihan kelas.
f) Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan alat tulis
g) Guru memotivasi siswa dan melakukan apersepsi tentang operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari.
h) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2) Kegiatan inti
Eksplorasi
a) Guru meminta siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai penjumlahan bilangan pecahan dengan bantuan benda konkrit.
b) Siswa memperhatikan penjelasan guru menyelesaikan masalah nyata tentang penjumlahan pecahan dengan bantuan benda nyata berupa kue lapis (tahapan matematika konkret). c) Guru memotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan
mengenai materi yang sudah dijelaskan d) Guru menanggapi pertanyaan siswa
79 Elaborasi
a) Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, yang tiap kelompoknya terdiri dari 4-5 orang.
b) Setiap kelompok mengerjakan tugas tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan dengan bantuan model konkrit perupa plastisin (tahapan model konkrit).
c) Siswa mengerjakan tugas tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan dengan bantuan model formal perupa kertas pecahan (tahapan model formal). d) Siswa mengubah hasil kerjanya menggunakan model konkret
dan model formal ke dalam bahasa matematika (tahapan matematika formal).
e) Setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan.
f) Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang pemaparan hasil diskusi yang disampaikan.
g) Guru dan siswa membuat kesimpulan berdasarkan hasil pembelajaran tentang operasi hitung penjumlahan.
Konfirmasi
a) Guru memberikan tanggapan mengenai hasil yang sudah disampaikan.
80
b) Siswa mengerjakan soal-soal mengenai penjumlahan bilangan pecahan yang diberikan oleh guru.
c) Guru memberikan penguatan mengenai hasil kerja siswa. 3) Penutup
a) Guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai hasil belajar yang sudah dilakukan
b) Guru mengomentari hal-hal yang terjadi dalam proses kegiatan belajar hari ini. Misalnya, mengomentari siswa yang aktif atau kurang akti saat belajar.
c) Guru memberikan tugas tindak lanjut.
d) Guru menyampaikan pelajaran yang akan dilakukan hari besuk.
e) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a setelah
belajar.
f) Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Peneliti memberi tes evaluasi siklus I sebanyak 10 soal uraian. Dari hasil tersebut diketahui ada 8 anak yang mendapat nilai di bawah KKM (70), dan 13 siswa mendapat nilai di atas KKM (70).
c. Tahapan Pengamatan (Observation)
Pengamatan yang dilakukan dalam siklus ini adalah pengamatan terhadap ketrampilan guru dalam proses belajar mengajar serta pengamatan terhadap aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.
81
Pengamat mengamati dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan untuk melakukan pengamatan.
d. Refleksi
Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan pengamat melakukan refleksi. Peneliti dan pengamat mendiskusikan hasil pembelajaran siklus I dan mendiskusikan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran siklus II, serta membandingkan hasil belajar pre test dan siklus I serta kelebihan dan kekurangan yang ditemukan dalam pembelajaran siklus I. Kelebihan dan kekurangan tersebut meliputi:
1) Sebagian besar siswa sudah mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru.
2) Sebagian siswa aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung.
3) Sebagian besar siswa menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru.
Akan tetapi terdapat juga banyak kekurangan pada saat pembelajaran diantaranya:
1) Masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru.
2) Masih ada siswa yang kurang aktif dalam berdiskusi.
82 3. Deskripsi Kegiatan Siklus II
Kegiatan siklus II dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2016, dengan waktu 2 x 35 menit. Dan diikuti oleh 21 siswa kelas IV MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo. Dalam pelaksanaan siklus ini terdiri dari empat tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun rincian pembelajaran yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:
a. Tahapan Perencanaan (Planning)
1) Studi pendahuluan dan observasi terhadap proses pembelajaran di kelas serta hasil belajar siswa.
2) Membuat desain pembelajaran (RPP) dengan penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik.
3) Membuat dan menyiapkan alat peraga yang akan digunakan untuk media pembelajaran.
4) Membuat lembar tugas yang akan dikerjakann oleh kelompok. 5) Menyusun soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur
kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran.
6) Membuat kunci jawaban dari soal evaluasi yang telah dibuat. 7) Membuat lembar pengamatan keterampilan guru dalam
melaksanakan pembelajaran Matematika.
8) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika.
83 b. Tahapan Pelaksanaan (Acting)
Pada siklus II membahas tentang operasi penjumlahan bilangan pecahan, pertemuan dilakukan selama 2 x 35 menit. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahapan pelaksanaan tindakan ini adalah:
1) Pendahuluan
a) Guru memberi salam
b) Guru menanyakan kabar siswa
c) Guru menyuruh Ketua Kelas untuk memimpin do’a sebelum
pelajaran
d) Guru melakukan absensi
e) Guru memeriksa kerapian, posisi tempat duduk siswa, serta memeriksa kebersihan kelas.
f) Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan alat tulis
g) Guru memotivasi siswa dan melakukan apersepsi tentang operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari.
h) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2) Kegiatan inti
Eksplorasi
a) Guru meminta siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai pengurangan bilangan pecahan dengan bantuan benda konkrit.
b) Siswa memperhatikan penjelasan guru menyelesaikan masalah nyata tentang pengurangan pecahan dengan bantuan
84
benda konkrit berupa sirup dan gelas ukur (tahap matematika konkrit).
c) Guru memotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi yang sudah dijelaskan
d) Guru menanggapi pertanyaan siswa. Elaborasi
a) Siswa berkelompok sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
b) Setiap kelompok mengerjakan tugas tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan pecahan dengan bantuan media model konkrit berupa air dan gelas ukur (tahap model konkrit).
c) Siswa mengerjakan tugas tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan pecahan dengan bantuan model formal berupa kertas pecahan (tahap model formal). d) Siswa mengubah hasil kerja yang telah dilakukan dengan
media denda konkrit ke dalam bahasa matematika (tahap matematika formal).
e) Siswa mempresentasikan hasil kerjanya.
f) Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang pemaparan hasil diskusi yang disampaikan.
g) Siswa dan guru membuat kesimpulan berdasarkan hasil pembelajaran tentang operasi hitung pengurangan pecahan.
85 Konfirmasi
a) Guru memberikan tanggapan mengenai hasil yang sudah disampaikan.
b) Siswa mengerjakan soal-soal mengenai pengurangan bilangan pecahan yang diberikan oleh guru.
c) Guru memberikan penguatan mengenai hasil kerja siswa. 3) Penutup
a) Guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai hasil belajar yang sudah dilakukan
b) Guru mengomentari hal-hal yang terjadi dalam proses kegiatan belajar hari ini. Misalnya, mengomentari siswa yang aktif atau kurang akti saat belajar.
c) Guru memberikan tugas tindak lanjut.
d) Guru menyampaikan pelajaran yang akan dilakukan hari besuk.
e) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a setelah
belajar.
f) Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Peneliti memberi soal evaluasi sebanyal 10 soal uraian. Hasil tes evaluasi pada siklus II ini ada 6 siswa yang tidak mencapai KKM (70) dan ada 15 siswa yang dapat mencapai KKM (70).
86 c. Tahap Pengamatan (Observation)
Pengamatan yang dilakukan dalam siklus ini adalah pengamatan terhadap ketrampilan guru dalam proses belajar mengajar serta pengamatan terhadap aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.
Dari pengamatan yang dilakukan menggunakan lembar observasi, terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa yang cukup baik. Meskipun peningkatan tersebut belum dapat memenuhi standar ketuntasan yang sudah ditentukan. Guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran dengan cukup baik akan tetapi masih ada siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut.
d. Refleksi
Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan pengamat melakukan refleksi. Peneliti dan pengamat mendiskusikan hasil pembelajaran siklus II dan mendiskusikan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan pada pembelajaran siklus III.
4. Deskripsi Kegiatan Siklus III
Siklus III dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2016, diikuti oleh 21 siswa kelas IV Tarbiyatul Islamiyan Noborejo. Dalam pelaksanaan siklus ini terdiri dari empat tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun rincian pembelajaran yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:
87 a. Tahapan Perencanaan (Planning)
1) Studi pendahuluan dan observasi terhadap proses pembelajaran di kelas serta hasil belajar siswa.
2) Membuat desain pembelajaran (RPP) dengan penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik.
3) Membuat dan menyiapkan alat peraga yang akan digunakan untuk media pembelajaran.
4) Membuat lembar tugas yang akan dikerjakann oleh kelompok. 5) Menyusun soal evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur
kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran. 6) Membuat kunci jawaban dari soal evaluasi ang telah dibuat. 7) Membuat lembar pengamatan keterampilan guru dalam
melaksanakan pembelajaran Matematika.
8) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika.
9) Melakukan dokumentasi. b. Tahapan Pelaksanaan (Acting)
Pada siklus III membahas tentang permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan pecahan, pertemuan dilakukan selama 2 x 35 menit. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahapan pelaksanaan tindakan ini adalah:
88 1) Pendahuluan
a) Guru memberi salam
b) Guru menanyakan kabar siswa
c) Guru menyuruh Ketua Kelas untuk memimpin do’a
sebelum pelajaran d) Guru melakukan absensi
e) Guru memeriksa kerapian, posisi tempat duduk siswa, serta memeriksa kebersihan kelas.
f) Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan alat tulis g) Guru memotivasi siswa dan melakukan apersepsi tentang
operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari. h) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2) Kegiatan inti
Eksplorasi
a) Guru meminta siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai masalah yang ada dikehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi bilangan pecahan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan model konkrit berupa buah duku.
b) Guru memotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi yang sudah dijelaskan
89 Elaborasi
a) Siswa berkelompok sesuai dengan kelompoknya masing-masing
b) Setiap kelompok mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru masalah sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan media model konkrit tepung terigu (tahap model konkrit).
c) Setiap kelompok mengerjakan tugas tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan menggunakan kertas pecahan (tahap model formal).
d) Siswa mengubah hasil kerja yang telah dilakukan dengan media denda konkrit dan model formal ke dalam bahasa matematika (tahap matematika formal).
e) Siswa mempresentasikan hasil kerjanya
f) Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang pemaparan hasil diskusi yang disampaikan.
g) Guru dan siswa membuat kesimpulan berdasarkan hasil pembelajaran tentang masalah sehari-hari yang berhubungan dengan pecahan.
90 Konfirmasi
a) Guru memberikan tanggapan mengenai hasil yang sudah disampaikan.
b) Siswa mengerjakan soal-soal pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
c) Guru memberikan penguatan mengenai hasil kerja siswa. 3) Penutup
a) Guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai hasil belajar yang sudah dilakukan
b) Guru mengomentari hal-hal yang terjadi dalam proses kegiatan belajar hari ini. Misalnya, mengomentari siswa yang aktif atau kurang akti saat belajar.
c) Guru memberikan tugas tindak lanjut.
d) Guru menyampaikan pelajaran yang akan dilakukan hari besuk.
e) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin do’a setelah
belajar.
f) Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Peneliti memberi soal evaluasi pada ssiklus III sebanyak 10 soal uraian. Dan hasil tes tersebut diketahui ada 3 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (70), dan ada 18 siswa yang mendapat nilai di atas KKM (70). Ini menunjukkan bahwa tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 85, 71 %.
91 c. Tahapan Pengamatan (Observation)
Pengamatan yang dilakukan dalam siklus ini adalah pengamatan terhadap ketrampilan guru dalam proses belajar mengajar serta pengamatan terhadap aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.
Berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus III, peneliti sangat baik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Siswa juga sudah mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias. Kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I dan siklus II sekarang sudah tidak terlihat lagi. Siswa juga sangat aktif dalam mengikuti pembelajaran.
d. Refleksi
Dari pengumpulan dan analisis data, didapati hasil belajar pada siklus III sudah jauh lebih baik dari siklus I dan II, karena hampir semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Selain itu hasil nilai yang diperoleh siswa juga sangat baik. Dalam siklus III ini, guru dan siswa dapat menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Akhirnya hasil belajar yang diperoleh pada siklus III membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bilangan pecahan.
92
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian Pra Siklus
Kegiatan pra siklus dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 7 Mei 2016. Kegiatan pra siklus ini dilakukan dengan memberikan soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Soal tersebut terdiri dari 10 soal uraian. Berikut adalah hasil pra siklus dari kelas IV MI Tarbiyatul Islamiyah Noborejo Salatiga.
Tabel 4.1
Hasil Belajar Siswa Pra Siklus
No Nama Jenis
Kelamin Nilai
KKM Individu
1 Ani Nur Azizah P 70 √
2 Diva Esti Riyanti P 40 −
3 Faiz Nur Alfin Al Ghofar L 70 √
4 Fitri Nasyirotul Azizah P 40 −
5 Jihan Syifa Agustin P 50 −
6 Lia Nurul Istiqomah P 60 −
7 Kevin Oscar Pellupesyy L 70 √
8 Muhammad Royhan L 40 −
9 M. Faisal Rifani L 40 −
10 M. Khoirun Nasiqin L 50 −
11 Marwah Setiyani P 70 √
12 Mila Cahya Kusuma P 70 √
13 Juniasih P 60 −
14 Nabilla Ari Maulana P 80 √
15 Pasya Wahyu Adi Nugroho L 60 −
16 Putri Yunita Arsanti P 80 √
93
18 Satria Aji Pratama L 70 √
19 Salwa Setyawati P 50 −
20 Yusi Dwi Larasati P 30 −
21 Aldi Bagus Saputra L 30 −
Jumlah 1200 9
Rata-rata 57,14
Ketuntasan klasikal 42,85 %
KKM : 70
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar pada kegiatan pra siklus yang diikuti oleh 21 siswa ini diperoleh nilai tertinggi 80, dan nilai terendah 30. Siswa yang tuntas pada kegiatan pra siklus ini adalah 9 siswa, sedangkan siswa yang belum tuntas adalah 12 siswa. Nilai rata-rata siswa yaitu 57,14 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 42,85 %. Nilai rata-rata tersebut masih sangat jauh di bawah nilai KKM mata pelajaran Matematika kelas IV yang ditentukan yaitu 70, dan presentase ketuntasan 85 %.
2. Hasil Penelitian Siklus I a. Data Hasil Pengamatan
Kegiatan pembelajaran matematika materi bilangan pecahan pada siklus I ini dapat dilaksanakan. Data yang diperoleh dari siklus