DAFTAR PUSTAKA
D. Hasil Pengamatan
Tabel 6.1. Spesifikasi dan Bagian-bagian Thresher
1. Jenis Power Thresher
2. Merk dagang Quick
3. Model/tipe ER-50B
4. Negara pembuat Indonesia
5. Mesin/motor penggerak
b. Tipe/nomor seri c. Jumlah silinder d. Volume silinder e. HP/RPM f. Bahan bakar g. Kapasitas tangki BBM G200 1 197 cc 3/500 Bensin 4 liter 6. Dimensi Thresher a. Panjang b. Lebar c. Tinggi
d. Berat tanpa mesin
120 cm 110 cm 135 cm
-7. Kapasitas teoritis
-8. Sistem pemasukan bahan Throw in 9. Bagian-bagian Thresher 1. Hopper 2. Motor mesin 3. Blower 4. Outlet utama 5. Outlet sekunder 6. Outlet tersier 7. Gigi perontok 8. Drum 9. Filter
Tabel 6.2. Keadaan Bahan
Jenis tanaman Padi
Varietas IR64 Kadar air a. Gabah 23% b. Jerami 23% Perhitungan Kapasitas perontokan (Kp) = = = 210,98 kg/jam Efisiensi perontokan (Ep) =
= (1 - ) x 100% = ( = = 98,48% Rendemen (Tr) = = = 55,76% Presentase kehilangan hasil =
= = 2,64% Presentase gabah rusak =
= = 2,38%
Kemurniaan gabah =
= 85,71% Presentase gabah tidak terontok =
=
= 1,51%
E. Pembahasan
Power thresher adalah mesin perontok padi dengan sumber tenaga mesin. Padi yang dirontokkan adalah varietas IR64. Sistem pemasukan bahan yang digunakan adalah throw in, yaitu semua bagian bahan dimasukkan ke dalam mesin. Bagian-bagian threser, yaitu hopper, motor mesin, blower, outlet utama (tempat keluar gabah utuh), outlet sekunder (tempat keluar gabah hampa), outlet tersier (tempat keluar jerami), gigi perontok, drum dan filter.
Untiuk mengoperasikan power thresher yaitu dengan menyiapkannya terlebih dahulu bahan bakar pada tangki, dan menempatkan tempat penampung di masing-masing tempat jatuhnya bahan dari masing-masing output. Setelah itu, mesin dihidupkan dengan cara memutar tuas ke mode on. kemudian sambil menyiapkan padi yang akan dirontokkan pada tempat input padi atau tempat lubang penggilingan padi. Selanjutnya tarikan gas ditambah sesuai dengan kecepatan perontokan yang diinginkan. Setelah padi masuk dan rontok akibat putaran gigi paku, maka masing-masing bahan akan keluar menurut outputnya, yaitu gabah utuh, gabah hampa, dan jerami. Dan apabila mesin akan dimatikan, tarikan gas dikurangi terlebih dahulu. Selanjutnya mesin dapat dimatikan dengan memutar tuas on ke arah off.
Bahan yang keluar dari masing-masing outlet kemudian diambil sampel. Lalu, dari sampel tersebut dibagi lagi menjadi gabah utuh, gabah hampa, gabah tidak terontok dan kotoran/sampah. Dari data tersebut didapatkan hasil perhitungan kapasitas perontokan adalah 210,98 kg/jam, efisiensi perontokan adalah 98,48%, rendemen adalah 55,76%, presentase
kehilangan hasil adalah 2,64%, presentase gabah rusak adalah 2,38%, kemurnian gabah adalah 85,71% dan presentase gabah tidak terontok 1,51%. F. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum dan pengamatan diketahui bahwa threser yang digunakan adalah jenis power thresher. Komponen dari power thresher, yaitu hopper, motor mesin, blower, outlet utama (tempat keluar gabah utuh), outlet sekunder (tempat keluar gabah hampa), outlet tersier (tempat keluar jerami), gigi perontok, drum dan filter. Dari data dapat diketahui juga kapasitas perontokkan threser adalah 201, 98 kg/jam.
Untiuk mengoperasikan power thresher yaitu dengan menyiapkannya terlebih dahulu bahan bakar pada tangki, dan menempatkan tempat penampung di masing-masing tempat jatuhnya bahan dari masing-masing output. Setelah itu, mesin dihidupkan dengan cara memutar tuas ke mode on. kemudian sambil menyiapkan padi yang akan dirontokkan pada tempat input padi atau tempat lubang penggilingan padi. Selanjutnya tarikan gas ditambah sesuai dengan kecepatan perontokan yang diinginkan. Setelah padi masuk dan rontok akibat putaran gigi paku, maka masing-masing bahan akan keluar menurut outputnya, yaitu gabah utuh, gabah hampa, dan jerami. Dan apabila mesin akan dimatikan, tarikan gas dikurangi terlebih dahulu. Selanjutnya mesin dapat dimatikan dengan memutar tuas on ke arah off.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. The Effect of Threshing Ttechnology (Threshers/DOS and slam) in Improving The Production of Rice Crops in B Srikaton Village.
http://oase-harapan.blogspot.co.id/2011/06/effect-of-threshing-technology.html (Diakses pada 26 Mei 2016 pukul 05.55 WIB).
Purba, D. 2012. Laporan Praktikum Mekanisasi.
http://mawanpurbasidadolog.blogspot.co.id/2012/06/laporan-praktikum-mekanisasi.html (Diakses pada 26 Mei 2016 pukul 05.45 WIB).
Wahyudi, D. 2012. Alat Perontok Padi (Thresher). http://putrablk.blogspot.co.id/2012/06/alat-perontok-padi-thresher.html (Diakses pada 26 Mei 2016 pukul 05.30 WIB).
1. Mengetahui spesifikasi teknis dari pompa air.
2. Mengetahui bagian-bagian dari alat dan fungsinya serta cara pengoperasiannya.
3. Menentukan prestasi kerja pompa air. B. Alat dan Mesin
1. Pompa air. 2. Roll meter. 3. Stop watch. 4. Tachometer. 5. Penampung air. C. Landasan Teori
Pompa adalah suatu alat yang dapat menaikkan atau memindahkan fluida cair dari suatu permukaan yang lebih rendah ke permukaan yang lebih tinggi untuk suatu tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan pompa irigasi merupakan pompa air yang digunakan untuk keperluan mengairi suatu luasan lahan pertanian yang membutuhkan pengairan pada suatu pertanaman (Sularso, 2004). Klasifikasi pompa secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).
1) Pompa pemindah positif (positive displacement pump)
Pompa jenis ini merupakan pompa dengan ruangan kerja yang secara periodik berubah dari besar ke kecil atau sebaliknya, selama pompa bekerja. Energi yang diberikan kepada cairan ialah energi potensial, sehingga cairan berpindah volume per volume. Contoh yang termasuk dalam kelompok pompa pemindah positif antara lain,
pompa torak, pompa plunger, pompa vane, pompa lobe, pompa screw dan pompa roda gigi.
2) Pompa kerja dinamis (non positive displacement pump)
Pompa jenis ini adalah pompa dengan volume ruang yang tidak berubah pada saat pompa bekerja. Energi yang diberikan pada cairan adalah enersi kecepatan, sehingga cairan berpindah karena adanya perubahan energi kecepatan yang kemudian dirubah menjadi energi dinamis di dalam rumah pompa itu sendiri. Contoh yang termasuk dalam kelompok pompa kerja dinamis antara lain, pompa jet, pompa hydran, pompa elektromagnetik dan pompa sentrifugal (centrifugal pumps).
Secara khusus yang dibahas adalah pompa sentrifugal. Salah satu jenis pompa kerja dinamis adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi potensial melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Gaya sentrifugal yang timbul karena adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar). Pompa sentrifugal merupakan pompa kerja dinamis yang paling banyak digunakan karena mempunyai bentuk yang sederhana dan harga yang relatif murah.
Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa perpindahan positif adalah gerakan impeler yang kontinyu menyebabkan aliran tunak dan tidak berpulsa, keandalan operasi tinggi disebabkan gerakan elemen yang sederhana dan tidak adanya katup-katup, kemampuan untuk beroperasi pada putaran tinggi, yang dapat dikopel dengan motor listrik, motor bakar atau turbin uap ukuran kecil sehingga hanya membutuhkan ruang yang kecil, lebih ringan dan biaya instalasi ringan, harga murah dan biaya perawatan murah.
D. Hasil Pengamatan
Tabel 7.1. Spesifikasi Teknis dan Bagian-bagian Pompa Air
Jenis Pompa Sentrifugal
Negara Pembuat Jepang
Diameter 50 mm 2 inch
Pipa tekan 60 mm 2 inch
Debit 370/60
Tinggi 1,4 meter
Spesifikasi Mesin/Motor Penggerak
Pompa Sentrifugal
Jenis/Tipe Motor Motor bensin/GX 110
RPM 3,5 HP
Bagian-bagian pompa
a. Stuffing Box, untuk menerima kebocoran pada daerah dimana poros pompa menembus casing. b. Packing, untuk mencegah dan
mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui poros. c. Shaft (poros), untuk meneruskan
momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian– bagian berputar lainnya.
d. Shaft sleeve, untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan pada stuffing box.
e. Vane, sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
f. Casing, bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffuser (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage). g. Eye of Impeller, bagian sisi masuk
pada arah isap impeller.
h. Impeller, untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang
masuk sebelumnya.
i. Chasing Wear Ring, untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.
j. Discharge Nozzle, untuk mengeluarkan cairan dari impeller. Di dalam nosel ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan.
Tabel 7.2. Hasil Penghitungan Waktu Pemompaan Air Pada Masing-masing Ketinggian Tinggi (m) Ulangan I (detik) Ulangan II (detik) Ulamgan III (detik) Rerata (detik) 2 44,89 45,57 46,57 45,67 3 44,91 45,85 45,74 45,5 5 45,04 45,91 44,84 45,26
Tabel 7.3. Hasil Penghitungan Debit, BHP, WHP dan EP Pompa Sentrifugal Tinggi Hisap (m) Tinggi Tekan (m) Debit (lt/detik) BHP WHP EP (%) 0,6 2 5,80 0,201 0,198 98,5 0,6 3 5,77 0,276 0,273 98,9 0,6 5 5,75 0,429 0,423 98,6 E. Pembahasan
Pompa adalah suatu alat yang dapat menaikkan atau memindahkan fluida cair dari suatu permukaan yang lebih rendah ke permukaan yang lebih tinggi untuk suatu tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Pompa sentrifugal adalah salah satu jenis pompa kerja dinamis yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi potensial melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Motor penggerak pompa sentrifugal adalah motor bensin dengan tipe GX 110, dengan RPM 3,5 HP.
Bagian-bagian pompa sentifugal adalah stuffing box, packing, shaft (poros), shaft sleeve, vane, casing, eye of impeller, impeller, chasing wear ring
dan discharge nozzle. Ketinggian total pemompaan adalah 2,6 meter, 3,6 meter dan 5,6 meter. Pada ketinggian 2,6 meter, debit air mengalir 5,80 liter/detik, dengan BHP 0,201, WHP 0,198 dan efisiensi pemompaan 98,5%. Pada ketinggian 3,6 meter, debit air mengalir 5,77 liter/detik, dengan BHP 0,276, WHP 0,273 dan efisiensi pemompaan 98,9%. Pada ketinggian 5,6 meter, debit air mengalir 5,75 liter/detik, dengan BHP 0,429, WHP 0,423 dan efisiensi pemompaan 98,6%
F. Kesimpulan
Motor penggerak pompa sentrifugal adalah motor bensin dengan tipe GX 110, dengan RPM 3,5 HP. Bagian-bagian pompa sentifugal adalah stuffing box, packing, shaft (poros), shaft sleeve, vane, casing, eye of impeller, impeller, chasing wear ring dan discharge nozzle. Ketinggian total pemompaan adalah 2,6 meter, 3,6 meter dan 5,6 meter. Pada ketinggian 2,6 meter, debit air mengalir 5,80 liter/detik, dengan BHP 0,201, WHP 0,198 dan efisiensi pemompaan 98,5%. Pada ketinggian 3,6 meter, debit air mengalir 5,77 liter/detik, dengan BHP 0,276, WHP 0,273 dan efisiensi pemompaan 98,9%. Pada ketinggian 5,6 meter, debit air mengalir 5,75 liter/detik, dengan BHP 0,429, WHP 0,423 dan efisiensi pemompaan 98,6%.
Daftar Pustaka
Sularso. 2014. Modul Pompa Air Irigasi. Kementerian Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. (Diunduh pada 29 Mei 2016 pukul 10.32 WIB).