DATA JUMLAH SISWA SMA NEGERI 52 JAKARTA NO KELAS Banyaknya
C. Data Persepsi dan Upaya Guru PAI dalam Implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 52 Jakarta Utara Saintifik pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 52 Jakarta Utara
1. Hasil Pengamatan Pelaksanaan Guru PAI dalam Implementasi Pendekatan Saintifik
a. Kegiatan Pendahuluan (Awal)
Kegiatan pembelajaran meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan bertujuan untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Berdasarkan pengamatan terhadap guru PAI pada tanggal 19 Februari 2014 di SMA Negeri 52 Jakarta Utara dalam melaksanakan kegiatan pendahuluan pembelajaran yaitu sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung,ketika memulai pembelajaran, guru menyapa anak dengan nada bersemangat dan gembira (mengucapkan salam), mengecek kehadiran para siswa dan menanyakan ketidakhadiran siswa apabila ada yang tidak hadir, kemudian guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah dipelajari oleh siswa yang berhubungan dengan materi baru yang akan
dibelajarkan. Guru menanyakan konsep memahami makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran.
Dalam metode saintifik tujuan utama kegiatan pendahuluan adalah memantapkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang telah dikuasai yang berkaitan dengan materi pelajaran baru yang akan dipelajari oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru harus mengupayakan agar siswa yang belum paham suatu konsep dapat memahami konsep tersebut, sedangkan siswa yang mengalami kesalahan konsep, kesalahan tersebut dapat dihilangkan. Pada kegiatan pendahuluan, disarankan guru menunjukkan fenomena atau kejadian “aneh” atau “ganjil” yang dapat menggugah timbulnya pertanyaan pada diri siswa.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan kegiatan utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajarsiswa. Kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. Kegiatan inti dalam metode saintifik ditujukan untuk terkonstruksinya konsep, hukum atau prinsip oleh siswa dengan bantuan dari guru melalaui langkah-langkah kegiatan yang diberikan di muka.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, dapat dijelaskan kegiatan inti pembelajaran dalam implementasi pendekatan saintifik di SMA Negeri 52 Jakarta Utara adalah sebagai berikut:
1) Mengamati (Observing)
Pengamatan pertama pada hari selasa, penulis melakukan penelitian dengan mengamati, proses pembelajaran. Guru meminta siswa untuk mengkaji buku atau mencari informasi
terkait makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT di perpustakaan sekolah.
Dalam pengamatan kedua, pada materi QS. At-Taubah: 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu,
menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama. Dalam pelaksanaan pembelajaran terlihat guru menggunakan media audio yaitu tape recorder.
Pengamatan ketiga guru menggunakan media laptop, berupa presentasi power point, slide dalam menjelaskan materi kedudukan Al-Qur’an, Hadits dan Ijtihad sumber hukum Islam.
Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah diamati, guru PAIdalam proses kegiatan belajar mengajar guru membuka kesempatan bagi peserta didik untuk secara luas dan bervariasi melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Selanjutnya guru membuka kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dan dibaca.
2) Menanya (Questioning)
Upaya guru PAI di SMA Negeri 52 Jakarta Utara dalam implementasi pendekatan saintifik salah satunya dengan memberi kegiatan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan diskusi dan kelompok kerja, praktik diskusi kelompok memberi ruang pada peserta didik untuk mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri.Kegiatan belajarnya adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa
yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).
Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.. Pada kegiatan pembelajaran ini siswa melakukan pembelajaran bertanya. Salah satu peserta didik
bertanya, “bagaimana menerapakan makna Surah At-Taubah ayat 122, dalam kehidupan sehari-hari?, Mengenai tentang menyampaikan ilmu dengan sesama, kadangkala ada rasa tidak ingin memberi tahu kepada teman tentang ilmu yang kita pahami, bagaimana tentang hal tersebut dan apa yang dilakukan agar sesuai dengan Surah At-Taubah:122). Apa makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah? Penjelasan mengenai Al-Qur’an,
hadits, dan ijtihad, adakah persamaan dan perbedaan, Jelaskan? Bagaimana kedudukan Al-Qur’an, Hadits dan Ijtihad sumber hukum Islam serta bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?
Kompetensi Dasar 3.6 Memahami makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah. KD. 3.7Memahami QS. At-Taubah: 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama. KD. 3.8 Memahami kedudukan Al-Qur’an, Hadits dan Ijtihad sumber hukum
Islam.Pada langkah ini suasana pembelajaran yang berhasil adalah terjadinya komunikasi aktif diskusi materi pelajaran. Siswa akan saling bertanya dan saling menjawab mengenai materi pembelajaran terkait.
3) Mencoba (Experimenting)
Kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi/eksperimen. Kegiatan belajarnya adalah melakukan
eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/ aktivitas, wawancara dengan nara sumber. Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Pada langkah pembelajaran ini, setiap siswa dituntut untuk mencoba mempraktekkan apa yang dipelajari.Pada KD 4.1.2 dan KD 4.22 yaitu mendemonstrasikan hafalan Qs. Anfal: 72 dan Qs. Al-Isra: 32. Kegiatan ini bisa dilakukan secara kelompok, secara berpasangan dan secara individu. Siswa akan mencoba mempraktikkan apa yang dipelajari baik pada keterampilan reseptif (membaca dan mendengarkan, maupun pada`keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Mereka juga dituntut untuk mengembangkan kemampuan penguasan kosakata berkaitan dengan KD yang dipelajarai. Keaktifan siswa dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan bahasa pada contoh ini, sangat diperlukan dan sangat dipentingkan.
Guru membimbing seluruh siswa dalam mencoba
mempraktikkan dan mengembangkan kemampuan penguasaan pengetahuan dan penguasaan keterampilan pada bidang ini. Hal yang sangat penting adalah bahwa seluruh siswa harus bisa mengikuti pembelajaran dengan riang dan gembira.
4) Menalar (Associating)
Kegiatan belajarnya adalah pertama, mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi, kedua, pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. Pada kegiatan ini siswa akan menalar yaitu menghubungkan apa yang sedang dipelajari dengan apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. pada kegiatan ini siswa berlatih menerapkan apa yang dipelajari sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
5) Mengomunikasikan (Communicating)
Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut. Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/atau unjuk karya.