• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Pengembangan Produk

Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang mengacu learning trajectory dan berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah dikembangkan menurut model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penjabaran dari masing-masing tahapan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.

a. Tahap Analisis (Analysis)

Tahap analisis ini dilakukan untuk memeroleh data-data awal baik yang didapatkan dari lapangan maupun melalui sumber bacaan. Selain itu, tahap analisis digunakan untuk mengetahui harapan serta pemilihan alternatif penyelesaian masalah dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan tiga analisis yaitu analisis kompetensi, analisis karakteristik siswa dan analisis instruksional (analisis pembelajaran) yang dijabarkan sebagai berikut.

1) Analisis Kompetensi

Kompetensi yang digunakan mengacu pada kurikulum 2013 yang terdiri dari kompetensi inti dan kompetensi dasar. Selanjutnya dikembangkan menjadi indikator pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut.

69 a) Kompetensi Inti

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

b) Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran

Tabel 12. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 3.6. Menjelaskan dan

membuktikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

3.6.1. Menjelaskan dan merumuskan teorema Pythagoras

3.6.2. Menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang kedua sisi yang lain diketahui 3.6.3. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang ketiga sisi-sisinya. 3.6.4. Menentukan kelompok tiga bilangan yang merupakan tripel Pythagoras

3.6.5. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku menggunakan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30°, 45°, atau 60°)

4.6. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

4.6.1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata

70 2) Analisis Karakteristik Siswa

Analisis karakteristik siswa digunakan untuk proses penyusunan LKS sehingga sesuai dengan tingkat kemampuan penalaran dan keterampilan anak di sekolah. Peneliti memeroleh data mengenai karakter siswa melalui observasi pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di kelas, proses kegiatan belajar menggunakan slide power point sebagai media guru untuk mengajar. Penggunaan slide power point tersebut kurang memerhatikan aktivitas siswa dalam menemukan suatu konsep atau menyelesaikan permasalahan dengan baik. Meskipun demikian, siswa SMP N 1 Mlati aktif ketika proses pembelajaran berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang siswa ajukan serta keaktifan siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan guru.

Di sisi lain, soal-soal yang diberikan sebatas penerapan rumus, sehingga siswa dengan mudah untuk menjawabnya. Sehingga ketika diberikan soal yang melatih keterampilan memecahkan suatu masalah yang tidak secara langsung menerapkan rumus, siswa belum dapat menyelesaikan dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah siswa dinilai masih sangat kurang ketika dihadapkan dengan masalah yang harus membutuhkan pemahaman terlebih dahulu.

Siswa SMP kelas VIII berada pada tahap operasional formal, artinya anak sudah mampu menuliskan masalah matematika menggunakan simbol atau notasi maupun model matematika yang menggambarkan suatu permasalahan. Penggunaan simbol atau menggambarkan model merupakan

71

salah satu indikator dari kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, perlunya soal-soal yang dapat melatih keterampilan pemecahan siswa. Berdasarkan pemasalahan tersebut akan dikembangkan suatu perangkat pembelajaran berupa LKS Matematika berbasis pendekatan pemecahan masalah yang dapat memfasilitasi siswa dalam menyelesaikan suatu persoalan matematika.

3) Analisis Instruksional (Analisis Pembelajaran)

Analisis instruksional diperoleh melalui observasi di kelas. Hasil yang didapatkan yaitu pembelajaran yang dilakukan mengacu pada buku paket yang berisi teori serta LKS yang berupa soal-soal. Proses pembelajaran juga tergolong teacher-centered artinya pembelajaran yang terpusat pada guru. Sehingga siswa cenderung lebih banyak mendengarkan dalam kegiatan belajar karena hanya memusatkan perhatian pada guru ketika menjelaskan. Ketika mempelajari suatu konsep matematika, siswa lebih mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru baik itu merupakan penjelasan konsep yang dipelajari maupun contoh soal yang diberikan. Meskipun demikian, siswa juga tergolong aktif bertanya dan menjawab ketika guru memberikan umpan pertanyaan maupun persoalan kepada siswa.

Dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar tidak memberikan aktivitas-aktivitas yang cukup bagi siswa dalam mempelajari suatu konsep. Selain itu, guru tidak begitu memerhatikan cara berpikir atau cara siswa dalam belajar karena guru hanya terfokus pada penjelasan materi kepada siswa. Sehingga lintasan belajar (learning trajectory) siswa disini tidak

72

begitu diperhatikan. Untuk itu, perlu dikembangkan pula RPP dan LKS Matematika berbasis pendekatan pemecahan masalah yang mengacu pada learning trajectory yang memberikan fasilitas siswa maupun guru untuk mempermudah dalam pengajaran.

b. Tahap Desain (Design)

Pada tahap ini dilakukan perancangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS yang dijabarkan sebagai berikut.

1) Penyusunan Rancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berdasarkan rumusan KI, KD dan indikator, disusunlah enam RPP untuk 6 pertemuan. Setiap pertemuan membutuhkan waktu 2×40 menit sehingga total waktu yang diperlukan sebanyak 12×40 menit atau 12 jam pelajaran. Pada tahap perancangan RPP diperoleh hasil sebagai berikut:

a) Menentukan kolom identitas yang meliputi nama satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu yang mencantumkan jumlah pertemuan.

b) Menuliskan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pembelajaran serta Tujuan Pembelajaran

c) Menentukan skema pembelajaran

Skema pembelajaran berisi alur belajar siswa yang terdiri dari materi apersepsi, materi yang akan diajarkan serta materi yang akan datang. Skema ini memudahkan guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswa.

73 d) Menentukan materi pembelajaran

e) Penentuan metode pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah, pendekatan saintifik dan mengacu pada learning trajectory.

f) Menentukan Media Pembelajaran /Alat, Bahan dan Sumber Belajar g) Menentukan kegiatan pembelajaran

Hypothetical learning trajectory sebagai salah satu hal yang diperlukan dalam pembelajaran dicantumkan dalam RPP pada bagian kegiatan pembelajaran. Seperti yang telah dikatakan oleh Simon (1995:136) bahwa hypothetical learning trajectory memuat tiga komponen yaitu tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran dan proses hipotesis belajar. Berdasarkan analisis instruksional, guru tidak mementingkan aktivitas pembelajaran serta hipotesis bagaimana siswa berpikir dan belajar terhadap suatu materi tertentu. Oleh karena itu, pada bagian kegiatan pembelajaran RPP dituliskan kegiatan siswa dalam mempelajari suatu konsep/materi dan dugaan-dugaan jawaban/kegiatan siswa yang akan dilakukan. Selain itu, diberikan pula motivasi guru atau dukungan guru dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

h) Teknik Penilaian

Penilaian terdiri dari penilaian keterampilan dan penilaian pengetahuan. Penilaian keterampilan menggunakan jurnal keterampilan sikap sedangkan untuk penilaian pengetahuan menggunakan tes hasil belajar siswa yang berbentuk soal uraian. Soal uraian dipilih untuk

74

melatih ketrampilan siswa dalam memecahkan suatu masalah matematika dan mengukur pemahaman siswa.

2) Penyusunan Rancangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Pada proses penyusunan rancangan LKS menghasilkan sebagai berikut. a) Kerangka LKS

LKS terbagi atas tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir/penutup. Pada bagian awal terdiri dari:

(1) Halaman sampul

(2) Halaman identitas pemilik LKS (3) Halaman identitas LKS

(4) Kata pengantar (5) Daftar isi

Bagian inti LKS berupa kegiatan-kegiatan maupun soal-soal pemecahan masalah yang disusun sesuai pendekatan pemecahan masalah dan mengacu pada learning trajectory. Pada bagian inti LKS terdiri atas 6 LKS untuk 6 pertemuan. Masing-masing LKS terdiri atas KD, indikator, tujuan pembelajaran dan petunjuk pengerjaan LKS. Selanjutnya untuk memulai kegiatan pembelajaran diberikan apersepsi yang dilanjutkan ke masalah yang dapat diselesaikan setelah melakukan kegiatan penemuan konsep. Diberikan pula uji pemahaman untuk menilai kemampuan siswa dalam memahami suatu materi yang sedang dipelajari. Kolom refleksi juga diberikan pada akhir LKS sebagai tempat

75

penulisan kesimpulan maupun refleksi pembelajaran. Bagian akhir/penutup LKS merupakan daftar pustaka yang berisi sumber referensi yang digunakan untuk menyusun LKS.

b) Sumber Referensi LKS

LKS berbasis pemecahan masalah yang mengacu learning trajectory disusun berdasarkan sumber referensi tentang teorema Pythagoras baik berupa materi maupun rujukan soal. Berikut ini referensi yang digunakan dalam penyusunan LKS:

(1) As’ari, A. dkk. 2015. Buku Siswa Matematika SMP Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud.

(2) Nuharini, D. & Wahyuni, T. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

(3) Adinawan, C. & Sugijono. 2007. Matematika 2A Untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

(4) Siswono, T.Y.E. & Lastiningsih, N. 2007. Matematika SMP dan MTs untuk Kelas VIII. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

3) Penyusunan Rancangan Instrumen Penelitian

Pada proses ini dihasilkan kisi-kisi dan deskripsi kisi-kisi dari lembar penilaian RPP dan LKS, angket respon siswa, angket respon guru dan soal tes kemampuan pemecahan masalah.

76

Lembar penilaian RPP disusun berdasarkan pedoman ketersediaan komponen RPP berdasarkan Permendiknas yang dilengkapi dengan pengembangan RPP berbasis pemecahan masalah dan mengacu pada learning trajectory. Berikut ini merupakan komponen lembar penilaian RPP serta jumlah butir penilaian tiap komponen.

Tabel 13. Komponen Penilaian RPP dan Banyak Butir Aspek Penilaian Indikator Penilaian Banyak

butir I. Identitas Sekolah A. Kejelasan identitas 5 B. Kelengkapan identitas 4 II. Rumusan Tujuan Pembelajaran

C. Kejelasan rumusan tujuan dengan SK dan KD

3 III. Materi pokok D. Kesesuaian dengan tujuan

pembelajaran

1 E. Kesesuaian dengan

kemampuan dan kebutuhan siswa

1 IV. Alokasi waktu F. Ketepatan alokasi waktu 1

V. Metode Pembelajaran

G. Kesesuaian pendekatan dan model pembelajaran dengan tujuan pembelajaran

2 H. Kesesuaian pendekatan dan

model pembelajaran dengan karakteristik siswa

2 VI. Media dan

sumber belajar

I. Kesesuaian media yang digunakan dengan tujuan pembelajaran

1 J. Kesesuaian sumber belajar

dengan tujuan pembelajaran

2 VII.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran

K. Kesesuaian dengan standar proses

16

VIII. Penilaian L. Kesesuaian teknik penilaian dengan tujuan pembelajaran

2 M. Keberadaan dan kejelasan

prosedur penilaian

77

Kisi-kisi lembar penilaian RPP dapat dilihat secara detail pada Lampiran A.1, deskripsi penilaian RPP dapat dilihat pada Lampiran A.2, dan lembar penilaian RPP dapat dilihat pada Lampiran A.3. b) Lembar Penilaian LKS

Lembar penilaian LKS disusun berdasarkan syarat-syarat LKS yang baik menurut Darmojo dan Kaligis (1992:42-45) dilengkapi dengan penilaian berdasarkan pengembangan LKS berbasis pemecahan masalah dan mengacu learning trajectory. Berikut ini komponen lembar penilaian LKS serta jumlah butir penilaian tiap komponen.

Tabel 14. Komponen Penilaian LKS dan Banyak Butir Aspek Penilaian Banyak Butir I. Kesesuaian dengan syarat didaktik 4 II.Kesesuaian dengan syarat konstruksi 6

III.Kesesuaian materi/isi 6

IV.Kesesuaian LKS berbasis pendekatan pemecahan masalah mengacu pada learning trajectory

12

V.Kesesuaian dengan syarat teknis 15

Kisi-kisi lembar penilaian LKS dapat dilihat secara detail pada Lampiran A.4, deskripsi penilaian LKS dapat dilihat pada Lampiran A.5, dan lembar penilaian LKS dapat dilihat pada Lampiran A.6. c) Angket Respon Siswa

Berikut ini merupakan komponen serta jumlah butir penilaian yang terdapat pada angket respon siswa.

78

Tabel 15. Komponen dan Banyak Butir pada Angket Respon Siswa

No. Aspek Banyak butir

1. Ketepatan penggunaan bahasa 3

2. Materi/Isi LKS 6 3. Penggunaan LKS dalam pembelajaran 3 4. Kemenarikan 3 Total 15

Kisi-kisi dan angket respon siswa secara lebih detail dapat dilihat pada Lampiran A.7. dan A.8.

d) Angket Respon Guru

Penyusunan angket respon guru dimulai dengan menuliskan komponen beserta butir penilaian yang menilai perangkat yang sudah dikembangkan. Kisi-kisi dan angket respon guru secara detail dapat dilihat pada Lampiran A.10. dan A.11

e) Soal tes kemampuan pemecahan masalah

Kisi-kisi soal tes hasil belajar berupa tes kemampuan pemecahan masalah dibuat dengan memuat seluruh indikator pembelajaran dan mencakup semua materi yang dipelajari. Soal tes kemampuan pemecahan masalah juga dibuat menurut indikator kemampuan pemecahan masalah. Soal yang dibuat sebanyak 6 soal yang berbentuk uraian. Secara lebih detail, kisi-kisi soal tes kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat pada Lampiran A.13.

79 c. Tahap Pengembangan (Development)

Draft perangkat pembelajaran dikembangan sesuai dengan kerangka awal yang telah dirancang sebelumnya. Perangkat pembelajaran baik RPP maupun LKS berbentuk media cetak. RPP yang dikembangkan sebanyak 6 RPP. LKS yang dikembangkan juga sebanyak 6 LKS.

Pada tahap ini terdapat 4 kegiatan utama yaitu penyusunan RPP dan LKS, penyusunan instrumen penelitian, validasi perangkat pembelajaran dan revisi perangkat pembelajaran. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut. 1) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Proses yang dilalui dalam penyusunan RPP ini sebagai berikut. a) Menuliskan Identitas RPP

Identitas RPP yang dituliskan meliputi nama satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu yang mencantumkan jumlah pertemuan. Berikut merupakan tampilan dari kolom identitas RPP.

Gambar 8. Tampilan Kolom Identitas RPP b) Menuliskan Kompetensi Inti

Berisi uraian mengenai kompetensi inti yang telah ditetapkan pada kurikulum 2013.

80

c) Menuliskan Kompetensi Dasar dan Mengembangkan Indikator

Berisi uraian mengenai kompetensi dasar yang dijabarkan dari kompetensi inti kemudian dikembangkan lagi menjadi indikator-indikator pembelajaran. Kompetensi dasar dan indikator-indikator sudah tertera pada Tabel 16. Kompetensi dasar dan indikator pada tiap-tiap RPP sebagai berikut.

Tabel 16. Kompetensi Dasar dan Indikator pada Tiap RPP RPP

ke- Kompetensi Dasar Indikator 1 3.6. Menjelaskan dan

membuktikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

3.6.1. Menjelaskan dan merumuskan teorema Pythagoras

2 3.6.2. Menghitung panjang salah

satu sisi segitiga siku-siku jika panjang kedua sisi yang lain diketahui

3 3.6.3. Menentukan jenis segitiga

jika diketahui panjang ketiga sisi-sisinya.

4 3.6.4. Menentukan kelompok tiga

bilangan yang merupakan tripel Pythagoras

5 3.6.5. Menghitung panjang sisi

segitiga siku-siku menggunakan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30°, 45°, atau 60°) 6 4.6. Menyelesaikan masalah

yang berkaitan dengan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras

4.6.1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata

d) Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran merupakan capaian pembelajaran yang diharapkan sesuai indikator pembelajaran yang telah dikembangkan. Berikut ini merupakan tujuan pembelajaran dari masing-masing RPP.

81

Tabel 17. Tujuan Pembelajaran Pada Tiap RPP RPP

ke- Tujuan Pembelajaran

1 Siswa mampu menjelaskan dan merumuskan teorema Pythagoras

2 Siswa mampu menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika panjang kedua sisi yang lain diketahui 3 Siswa mampu menentukan jenis segitiga jika diketahui

panjang ketiga sisi-sisinya.

4 Siswa mampu menentukan kelompok tiga bilangan yang merupakan tripel Pythagoras

5 Siswa mampu menghitung panjang sisi segitiga siku-siku menggunakan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30°, 45°, atau 60°)

6 Siswa mampu menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata

e) Membuat Skema Pembelajaran

Berikut ini merupakan skema pembelajaran pada tiap-tiap RPP. Tabel 18. Skema Pembelajaran Pada Tiap RPP

RPP Skema Pembelajaran

82

RPP Skema Pembelajaran

2

3

83

RPP Skema Pembelajaran

5

6

f) Menentukan Materi Pembelajaran

Berisi uraian mengenai materi teorema Pythagoras yang disampaikan setiap pertemuan, baik berupa teori maupun contoh-contoh soal. Uraian materi tersebut sebagai pedoman guru untuk menyiapkan pembelajaran di kelas. Berikut ini materi yang disajikan pada tiap RPP.

84

Tabel 19. Materi yang Disajikan pada Tiap RPP RPP

ke- Materi

1 Konsep Pythagoras

2 Menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua panjang sisi yang lain diketahui

3 Menentukan jenis segitiga berdasarkan sudut 4 Tripel Pythagoras

5 Perbandingan sisi-sisi pada segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30°, 45° atau 60°)

6 Menggunakan teorema Pythagoras dalam kehidupan sehari-hari

g) Menentukan Media Pembelajaran /Alat, Bahan dan Sumber Belajar Media pembelajaran yang digunakan adalah laptop, LCD serta alat tulis. Sedangkan untuk bahan belajar menggunakan LKS berbasis pemecahan masalah. Secara keseluruhan, pada setiap pertemuan menggunakan acuan sumber belajar yang sama yaitu:

1. Buku Siswa: Abdurrahman As’ari, dkk. 2015. Matematika SMP Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud.

2. Buku Guru: Abdurrahman As’ari, dkk. 2015. Matematika SMP Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Kemdikbud.

3. Nuharini, D. & Wahyuni, Tri. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Pada pembelajaran menggunakan slide power point sebagai media pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar dan masing-masing pertemuan disiapkan slide presentasi materi/kegiatan sesuai LKS yang dikembangkan.

85 h) Menentukan Metode Pembelajaran

Model pembelajaran menggunakan pendekatan pemecahan masalah sedangkan metode yang digunakan adalah saintifik. Untuk strategi pembelajaran menggunakan diskusi dan tanya jawab.

i) Menyusun Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pendahuluan meliputi:

1) Penyiapan siswa dalam mengikuti pelajaran 2) Membuka kelas

3) Pemberian motivasi dalam belajar 4) Penyampaian tujuan pembelajaran 5) Penyampaian apersepsi

Berikut ini merupakan tampilan kegiatan pendahuluan yang terdapat pada RPP.

Gambar 9. Tampilan Kegiatan Pendahuluan pada RPP

Pada kegiatan inti berisikan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran

86

berbasis pemecahan masalah dan mengacu learning trajectory, kegiatan inti meliputi kegiatan siswa maupun guru dalam pembelajaran. Siswa dituntut lebih banyak berperan dalam proses belajar, sedangkan guru bertugas sebagai fasilitator dalam belajar. Menurut analisis instruksional, siswa yang harus berperan pokok dalam pembelajaran, bukan berpusat pada guru terus menerus. Pada kegiatan inti diberikan pula dugaan cara berpikir siswa dalam mempelajari suatu konsep. Berikut ini merupakan tampilan dari kegiatan inti yang terdapat pada RPP.

87

Pada kegiatan inti dijelaskan secara detail tahapan proses pembelajaran baik menurut model pemecahan masalah maupun pendekatan 5M sesuai kurikulum 2013. Sedangkan pada akhir kegiatan pembelajaran terdapat kegiatan penutup yang berisi kegiatan refleksi pembelajaran serta penyampaian materi yang akan dipelajari. Berikut ini tampilan dari kegiatan penutup yang terdapat pada RPP.

Gambar 11. Tampilan Kegiatan Penutup pada RPP j) Menentukan Teknik Penilaian

Teknik penilaian yang digunakan yaitu teknik penilaian sikap dan pengetahuan. Teknik penilaian sikap menggunakan jurnal penilaian sikap sedangkan teknik penilaian pengetahuan berupa soal uraian sesuai kisi-sisi. Berikut merupakan tampilan dari teknik penilaian pada RPP.

88

Gambar 12. Tampilan Teknik Penilaian Sikap pada RPP

89

2) Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Penyusunan Lembar Kerja Siswa berawal dari penyusunan kerangka (outline) LKS yang menggambarkan keseluruhan isi materi di LKS dan urutan penyajian. Proses penyusunan LKS menghasilkan sebagai berikut. a) Bagian Awal

(1) Halaman sampul LKS

Halaman sampul LKS memuat judul, materi ajar, identitas penulis, logo K-13 dan instansi penulis, kelas dan semester. Tampilan halaman sampul LKS yang dikembangkan sebagai berikut.

Gambar 14. Tampilan Halaman Sampul LKS (2) Halaman identitas pemilik LKS

Berisi identitas siswa pemilik LKS dan instansi penulis LKS. Tampilan halaman identitas pemilik LKS yang dikembangkan sebagai berikut.

90

Gambar 15. Tampilan Halaman Identitas Pemilik LKS (3) Halaman identitas LKS

Berisi struktur penyusun LKS mulai dari penulis, pembimbing, validator, desain sampul dan layout. Berikut merupakan tampilan dari halaman identitas LKS.

91 (4) Kata pengantar

Kata pengantar berisi ucapan syukur, kegunaan LKS yang dikembangkan serta berisi motivasi kepada para pembaca (siswa) dalam belajar matematika. Kata pengantar yang dikembangkan tertera pada Gambar 17.

Gambar 17. Kata Pengantar LKS (5) Daftar isi

Daftar isi berisi bagian-bagian dari LKS beserta nomor halamannya yang memudahkan siswa dalam mencari materi yang diinginkan. Tampilan daftar isi dapat dilihat pada Gambar 18. berikut.

92

Gambar 18. Tampilan Daftar isi b) Bagian Inti

Lembar Kegiatan Siswa yang dikembangkan sebanyak 6 LKS dimana masing-masing LKS digunakan untuk satu pertemuan. Pada lembar kegiatan terdiri dari kompetensi dasar dan indikator, tujuan pembelajaran, petunjuk umum penggunaan LKS, dan kegiatan siswa.

Gambar 19. Tampilan Halaman Awal LKS Judul LKS Tujuan pembelajaran KD dan indikator Petunjuk umum penggunaan LKS

93

Gambaran dari isi tiap LKS dapat diuraikan sebagai berikut.

(1) LKS 1 membahas penemuan konsep Pythagoras. Siswa melakukan kegiatan penemuan konsep Pythagoras melalui percobaan. Diberikan suatu peraga yang berupa segitiga siku-siku dengan bangun persegi pada masing-masing sisi segitiga. Siswa diminta untuk menutupi bangun persegi yang terdapat pada sisi miring dengan menggunakan potongan papan penyusun dari bangun persegi yang ada pada sisi siku-siku segitiga. Melalui kegiatan tersebut siswa akan menemukan konsep bahwa kuadrat sisi miring suatu segitiga merupakan jumlah kuadrat dari sisi siku-siku segitiga.

(2) LKS 2 membahas mengenai cara menghitung salah satu panjang sisi segitiga siku-siku jika diketahui kedua sisi yang lain. LKS berisi latihan soal berupa pemahaman soal pada kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan menggunakan teorema Pythagoras. (3) LKS 3 membahas bagaimana cara menentukan jenis suatu segitiga

dilihat dari sudut-sudutnya jika diketahui panjang sisi dari segitiga tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan mengukur panjang sisi dari segitiga lancip, siku-siku maupun tumpul. Kemudian siswa membandingkan kuadrat dari sisi terpanjang dengan kuadrat dari kedua sisi yang lain. Dengan menggunakan konsep Pythagoras siswa dapat mengetahui bagaimana cara menentukan jenis dari segitiga tersebut.

94

(4) LKS 4 membahas mengenai tripel Pythagoras. Siswa diminta untuk menentukan kelompok tiga bilangan yang merupakan tripel Pythagoras yaitu kelompok tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras.

(5) LKS 5 membahas perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30°, 45°, atau 60°). Siswa melakukan kegiatan untuk mengetahui perbandingan sisi tersebut yang diperoleh melalui segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga sama sisi. LKS

Dokumen terkait