HASIL DAN PEMBAHASAN
4.8 Hasil Pengujian Aktivitas Anti Aging
Pengujian efektivitas anti-aging krim ekstrak daun ubi jalar ungu konsentrasi 2% secara klinik menggunakan skin analyzer, parameter uji meliputi pengukuran kadar air (moisture), kehalusan kulit (evenness) dan besar pori (pore), banyaknya noda (spot), dan keriput (wrinkle). Pengukuran efektivitas anti-aging dimulai dengan mengukur kondisi awal kulit wajah sukarelawan, kemudian dioleskan krim ekstrak daun ubi jalar ungu 2% setiap pagi dan malam hari.
Seminggu sekali diukur perubahannya, sampai lima kali pengukuran, dari sebelum pemakaian sampai minggu ke empat pemakaian.
Data yang diperoleh dari setiap parameter anti-aging selama pengujian yaitu sebagai berikut :
1. Pada pengukuran kelembapan (moisture) mengalami peningkatan dari minggu pertama sampai miggu ke empat.
2. Pada pengukuran kehalusan kulit (evenness) mengalami penurunan tingkat kekasaran kulit menjadi normal dan halus dari minggu pertama sampai miggu ke empat.
3. Pada pengukuran besar pori (pore) mengalami perubahan dari pori besar menjadi normal dari minggu pertama sampai miggu ke empat.
4. Pada pengukuran banyaknya noda (spot) mengalami penurunan noda dari minggu pertama sampai miggu ke empat.
5. Pada pengukuran keriput (wrinkle) mengaami penurunan nilai keriput menjadi tidak berkeriput dari minggu pertama sampai miggu ke empat pemakaian krim anti-aging.
4.8.1 Kelembapan (moisture)
Pengukuran kadar air dilakukan dengan menggunakan alat moisture checker yang terdapat dalam perangkat skin analyzer Aramo. Hasil pengukuran
dapat dilihat pada Tabel 4.8 dan Gambar 4.1. Menunjukkan bahwa kadar air pada kulit wajah semua sukarelawan sebelum pemakaian krim anti-aging adalah dehidrasi dan normal. Setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu, semua kelompok sukarelawan mengalami peningkatan kadar air.
Setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu, semua formula mengalami peningkatan kadar air. Hal ini menunjukkan bahwa kadar air pada wajah sukarelawan yang sebelum pemakaian krim anti-aging adalah dehidrasi dan
normal. Setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu, semua sukarelawan mengalami peningkatan kadar air.
Tabel 4.8 Data hasil pengukuran kadar air (moisture) pada kulit wajah sukare-lawan setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu
Formula Sukarelawan
Kadar air (moisture) Peningkatan kadar air Keterangan: Dehidrasi: 0-29; Normal 30-50; Hidrasi 51-100 (Aramo, 2012)
F1: Krim ekstrak daun ubi jalar ungu 2 %
Gambar 4.1 Grafik peningkatan kadar air pada kulit wajah sukarelawan selama 4 minggu.
4.8.2 Kehalusan (Evenness)
Kehalusan kulit wajah sukarelawan diukur menggunakan alat skin analyzer lensa perbesaran 60x (normal lens) dengan sensor biru. Hasil
pengukuran kehalusan kulit dapat dilihat pada Tabel 4.9 dan Gambar 4.2.
memperlihatkan bahwa kondisi awal kulit semua sukarelawan adalah normal (32-51) dan pada pemakaian krim antiaging dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan konsentrasi 2% selama empat minggu mengalami peningkatan dari normal menjadi halus.
Tabel 4.9 Data hasil pengukuran kehalusan (evenness) pada kulit wajah sukare- lawan setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu.
Formula Sukarelawan Keterangan: Halus: 0-31; Normal 32-51; Kasar: 52-100 (Aramo, 2012)
F1 : Krim ekstrak daun ubi jalar ungu 2 %.
Gambar 4.2 Grafik hasil pengukuran kehalusan (evenness) pada kulit wajah selama 4 minggu.
4.8.3 Pori (Pore)
Pengukuran pori menggunakan perangkat skin analyzer yaitu dengan lensa perbesaran 60 kali (normal lens) dengan warna lampu sensor berwarna biru, pada waktu melakukan analisa kehalusan maka secara otomatis pengukuran pori ikut terbaca (Aramo,2012). Hasil pengukuran pori dapat dilihat pada Tabel 4.10 dan Gambar 4.3, yang menunjukkan bahwa pori kulit wajah sukarelawan pada kondisi awal adalah besar (40-100). Setelah pemakaian krim anti aging selama 4 minggu, hasil pengukuran pori pada sukarelawan yang memakai krim anti-aging dari ekstrak daun ubi jalar ungu mengalami perubahan dari pori besar menjadi normal.
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
0 7 14 21 28
Waktu (hari)
K ehal usan
Tabel 4.10 Data hasil pengukuran pori (pore) pada kulit wajah sukarelawan setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu
Formula Sukarelawan Keterangan: Halus: 0-19; Normal: 20-39; Besar: 40-100 (Aramo, 2012)
F1 : Krim ekstrak daun ubi jalar ungu 2 %
Gambar 4.3 Grafik penurunan ukuran pori pada kulit wajah sukarelawan selama 4 minggu
4.8.4 Noda (Spot)
Pengukuran banyaknya noda dengan menggunakan perangkat skin analyzer dengan perbesaran 60 kali dengan warna lampu sensor jingga. Pada
Table dan gambar memperlihatkan hasil pengukuran noda (spot) pada kulit, dimana kondisi awal kulit sukarelawan sebelum pemakaian krim anti aging adalah normal (20-39) dan banyak noda (40-100). Setelah pemakaian krim anti aging selama 4 minggu, sukarelawan mengalami pengurangan noda yaitu dari
banyak noda menjadi normal. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan ekstrak daun ubi jalar ungu didalam sediaan krim maka berperan dalam mengurangi jumlah noda pada kulit. Data hasil penurunan noda (spot) dapat dilihat pada Tabel 4.11, dan Grafik pengaruh perubahan penggunaan krim anti-aging dapat dilihat pada Gambar 4.4 .
Hiperpigmentasi adalah gangguan pigmen wajah karena produksi melanin secara berlebihan atau distribusi melanin yang tidak merata. Pada kondisi ini, kulit dapat terlihat lebih gelap dan timbul noda hitam pada bagian-bagian tertentu dari wajah (Juwita dkk., 2013).
Tabel 4.11 Data hasil pengukuran noda (spot) pada kulit wajah sukarelawan setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu
Formula Sukarelawan Keterangan: Halus: 0-19; Normal: 20-39; Banyak noda: 40-100 (Aramo, 2012)
F1 : Krim ekstrak daun ubi jalar ungu 2 %
Gambar 4.4 Grafik penurunan jumlah noda pada kulit wajah sukarelawan selama 4 minggu
4.8.5 Keriput (Wrinkle)
Pengukuran keriput dengan menggunakan perangkat skin analyzer menggunakan lensa perbesaran 10 kali dengan warna lampu sensor berwarna biru.
Hasil pengukuran keriput dapat dilihat pada Tabel, yang menunjukkan kondisi awal kulit sukarelawan adalah berkeriput (20-52). Setelah pemakaian krim anti aging selama 4 minggu hasil pengukuran perubahan keriput di sudut mata
sukarelawan pada penggunaan krim anti-aging ekstrak daun ubi jalar ungu mengalami perubahan dari berkeriput menjadi tidak berkeriput. Tabel hasil penurunan keriput dapat dilihat pada Tabel 4.12 dan Grafik pengaruh perubahan penggunaan krim anti-aging dapat dilihat pada Gambar 4.5 .
Tabel 4.12 Data hasil pengukuran keriput (wringkle) pada kulit wajah sukare- lawan setelah pemakaian krim anti-aging selama 4 minggu
Formula Sukarelawan
Gambar 4.5 Grafik hasil pengukuran Keriput (Wrinkle) pada kulit wajah sukarelawan selama 4 minggu
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
0 7 14 21 28
Waktu (Hari)
P enurunan K eri put
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN