ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Pengujian Hipotesis
38
Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas
Dimensi Signifikansi Keterangan
Arah Manajemen Laba 0,000 Tidak signifikansi
Jangka Waktu Pengaruh Manajemen Laba 0,000 Tidak signifikansi
Jenis Manajemen Laba 0,019 Tidak signifikansi
Kecenderungan Manajemen Laba 0,006 Tidak signifikansi
Materialitas Manajemen Laba 0,000 Tidak signifikansi
Sumber: data primer diolah 2010
Tabel uji normalitas diatas tampak semua dimensi menunjukkan tidak terdistribusi dengan normal karena signifikansi kurang dari 0,05. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan dengan statistik non-parametik yaitu dengan menggunakan uji Wilcoxon Mann Whitney U test.
4.3 Hasil Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan persepsi etis pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik earnings management. Kedua kelompok sampel tersebut diuji untuk masing-masing skenario soal penerimaan etika terhadap praktik manajemen laba. Pengujian hipotesis ini menggunakan teknik analisis Wilcoxon-Mann-Whitney Test. Hasil pengujian perhitungan statistik ditunjukkan pada tabel 4.9 berikut ini:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
39
Tabel 4.9
Hasil Uji Mann Whitney UTest
Faktor Signifikasi (2 – tailed ) Kesimpulan Mean Rank Pelaku Bisnis Mahasiswa Akuntansi
Arah Manejemen Laba 0,014 Signifikan 98,71 119,48
Jangka Waktu Pengaruh Manajemen Laba 0,000 Signifikan 85,97 130,19
Jenis Manejemen Laba 0,000 Signifikan 74,06 140,21
Kecenderungan Manajemen Laba 0,001 Signifikan 94,17 123,30
Materialitas Manajemen Laba 0,000 Signifikan 86,19 130,01
Sumber: data primer diolah 2010
Pada tabel 4.9 dapat dilihat bahwa 7 skenario soal kuesioner yang digunakan menunjukkan signifikansi perbedaan persepsi etis pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik manajemen laba. Disamping itu, pengujian keseluruhan skenario soal menunjukkan signifikansi perbedaan antara kedua kelompok responden yaitu lebih kecil dari α = 0,05.
Hasil perhitungan dengan Mann Whitney U Test menunjukkan bahwa untuk faktor jenis manajemen laba memiliki probabilitas 0,000 < 0,05 maka Ha diterima, yang berarti ada perbedaan persepsi antara dua kelompok responden terhadap praktik
earnings management. Faktor arah manajemen laba menunjukkan probabilitas 0,014
< 0,05, ini berarti terdapat perbedaan persepsi kedua kelompok responden terhadap praktik manajemen laba. Demikian pula untuk tiga faktor yang lain yaitu kecenderungan, materialitas dan jangka waktu pengaruh manajemen laba menunjukkan nilai probabilitas 0,001, 0,000 dan 0,000 < 0,05, berarti Ha didukung atau terbukti dan terdapat perbedaan persepsi etis kedua kelompok responden terhadap praktik earnings management. Pada pengujian hipotesis berdasarkan hasil perhitungan sebagaimana tampak pada tabel 4.9 dapat dikatakan bahwa terdapat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
40
perbedaan yang signifikan antara persepsi etis pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi tentang praktik manajemen laba.
Berdasarkan penelusuran terhadap masing-masing faktor situasional yang mempengaruhi persepsi etis tentang earnings management, menemukan bukti empiris bahwa responden pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi memiliki perbedaan dalam hal melihat seberapa pentingnya kelima faktor yang diuji dapat mempengaruhi persepsi mereka. Hal ini ditunjukkan dengan mean rank untuk responden mahasiswa akuntansi lebih melihat etis dan tidaknya praktik manajemen laba dengan urutan jenis manajemen laba, jangka waktu manajemen laba, materialitas, kecenderungan dan arah manajemen laba.
Sedangkan responden pelaku bisnis melihat arah manajemen laba mempunyai pengaruh tertinggi terhadap etis atau tidaknya praktik manajemen laba. Urutan berikutnya yang mempengaruhi praktik manajemen laba adalah kecenderungan manajemen laba, materialitas, jangka waktu pengaruh manajemen laba dan yang terakhir jenis manajemen laba.
Tabel 4.10
Mean & Standar Deviasi Persepsi Etis Pelaku Bisnis dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Praltik Manajemen Laba
Dimensi
Mean Standar Deviasi
Pelaku Bisnis Mahasiswa Akuntansi Pelaku bisnis Mahasiswa Akuntansi
1. Arah Manejemen Laba 5,89 6,46 2,41 2,53
2. Jangka Waktu Pengaruh Manajemen Laba 5,37 6,66 2,31 2,57
3. Jenis Manejemen Laba 14,1 17,3 3,73 4,14
4. Kecenderungan Manajemen Laba 5,91 6,85 2,42 2,61
5. Materialitas Manajemen Laba 5,60 6,92 2,36 2,62
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
41
Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan bahwa mean dan standar deviasi untuk responden mahasiswa akuntansi lebih tinggi dibandingkan pelaku bisnis dari kelima faktor yaitu jenis manajemen laba, arah manajemen laba, kecenderungan manajemen laba, materialitas manajemen laba dan jangka waktu pengaruh manajemen laba yang mempengaruhi persepsi etis terhadap praktik earnings management. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi memiliki orientasi etis lebih tinggi atau cenderung tidak menerima praktik earnings management secara etika dibandingkan pelaku bisnis.
4.4 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis sebagaimana tampak pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan persepsi etis antara pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik manajemen laba. Selanjutnya dengan menelusuri masing-masing faktor situasional yang mempengaruhi persepsi etis tentang earnings management didapatkan bahwa untuk kelima faktor situasional yaitu jenis manajemen laba, arah manajemen laba, kecenderungan manajemen laba, materialitas manajemen laba dan jangka waktu pengaruh manajemen laba, menunjukkan hasil Ha didukung atau terbukti. Ini berarti dari kelima faktor situasional tersebut terdapat perbedaan yang signifikan antara pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi. Mahasiswa akuntansi cenderung lebih etis dibandingkan pelaku bisnis terhadap praktik earnings management, hal ini dikarenakan mahasiswa akuntansi belum dihadapkan pada pengambilan keputusan untuk melakukan praktik manajemen laba sehingga tingkat kepersepsiannya cenderung lebih etis dibandingkan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
42
pelaku bisnis yang lebih banyak bekerja menggunakan pikiran dari pada hati sehingga lebih berani melakukan tindakan-tindakan atau praktik yang dipertanyakan keetisannya.
Temuan penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Clikeman et al. (2000) yaitu perbandingan persepsi mahasiswa akuntansi pria dan wanita terhadap praktik earnings management. Penelitian Clikeman menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara persepsi etis mahasiswa pria dan wanita terhadap praktik manajemen laba. Akan tetapi temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Fischer dan Rosenzweig yaitu membandingkan respon kelompok mahasiswa dan praktisi akuntan terhadap praktik
earnings management. Penelitian Fischer dan Rosenzweig menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok responden mahasiswa dan praktisi akuntan.
Penelitian ini juga menemukan bukti empiris bahwa dua kelompok responden mempunyai perbedaan dalam hal melihat seberapa pentingnya kelima faktor yang diuji dapat mempengaruhi persepsi mereka. Hal ini ditunjukkan dengan mean rank, dimana responden pelaku bisnis melihat etis tidaknya praktik earnings management dengan mempertimbangkan terlebih dahulu arah manajemen laba kemudian kecenderungan, materialitas, jangka waktu pengaruh manajemen laba, dan jenis manajemen laba. Hal ini didasarkan pada karakteristis profil responden pelaku bisnis dari segi latar belakang pekerjaan yang sangat variatif sehingga beranggapan bahwa faktor arah manajemen laba yaitu mempercepat atau menunda pengeluaran untuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
43
memanipulasi laba tahun berjalan dianggap faktor yang paling mempengaruhi praktik manajemen laba.
Sedangkan responden mahasiswa akuntansi sebaliknya menilai etis tidaknya praktik earnings management dengan melihat terlebih dahulu jenis manajemen laba kemudian jangka waktu pengaruh manajemen laba, materialitas manajemen laba, kecenderungan manajemen laba dan arah manajemen laba. Hal ini dikarenakan responden mahasiswa akuntansi memiliki kecenderungan rule-based view of ethics sehingga mahasiswa akuntansi beranggapan bahwa manipulasi untuk memenuhi target kuartal dan target tahunan dianggap faktor yang paling mempengaruhi praktik manajemen laba.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
44 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisis yang telah dibahas pada bab IV, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah :
1. Penelitian ini berhasil menunjukkan bukti empiris bahwa terdapat perbedaan persepsi etis antara pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik ma-najemen laba. Mahasiswa akuntansi memiliki orientasi etis lebih tinggi atau cenderung tidak menerima praktik earnings management secara etika dibandingkan pelaku bisnis. Hasil analisis penelitian ini sekaligus mendukung beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya seperti penelitian yang telah dilakukan Fisher dan Rosenzweig (1995) yang menunjukkan perbedaan persepsi antara students dan accounting practioners terhadap ethical acceptability praktik earnings management. Responden mahasiswa akuntansi lebih memiliki kecenderungan tidak menerima praktik
earnings management dibandingkan dengan pelaku bisnis.
2. Penelitian ini juga menemukan bukti empiris bahwa terdapat perbedaan dalam hal melihat seberapa pentingnya kelima faktor yang diuji dapat memberi pengaruh terhadap persepsi etis mereka. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean rank responden pelaku bisnis lebih melihat etis dan tidaknya praktik manajemen laba dengan pertama melihat pada arah manajemen laba, kecenderungan manajemen
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
laba kemudian materialitas, jangka waktu pengaruh manajemen laba dan jenis manajemen laba. Sedangkan mean rank untuk responden mahasiswa akuntansi lebih melihat etis dan tidaknya praktik manajemen laba dengan urutan jenis manajemen laba, jangka waktu manajemen laba, materialitas, kecenderungan dan arah manajemen laba. Hal ini berarti memberikan gambaran bahwa apa ynag dianggap penting oleh responden pelaku bisnis belum tentu dianggap penting juga oleh responden mahasiswa akuntansi.
5.2 Keterbatasan
Penelitian ini memiliki banyak keterbatasan yang diharapkan dapat disempurnakan dengan penelitian di masa yang akan datang. Adapun keterbatasan dari penelitian ini antara lain :
1. Penelitian ini mengambil sampel pelaku bisnis dan mahasiswa akuntansi yang berlokasi di wilayah karisidenan surakarta. Penelitian ini akan lebih sempurna dengan orentasi sampel yang lebih luas.
2. Informasi dalam skenario soal kuesioner masih sangat terbatas, sehingga menyebabkan responden mengalami kesulitan dalam pengisian jawaban karena masih memerlukan informasi lain yang tidak tercantum dalam kuesioner.
3. Penelitian ini tidak mensyaratkan kriteria sampel pelaku bisnis, sehingga pemahaman tentang praktik bisnis belum terpenuhi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
5.3 Saran
1. Untuk penelitian earnings management selanjutnya hendaknya semakin digiatkan dengan melakukan pengembangan sampel yang lebih banyak dan dalam melakukan pengukuran tingkat etis terhadap praktik manajemen laba menggunakan faktor –faktor pengukur yang lebih bervariasi.
2. Bagi Perguruan Tinggi dengan adanya penelitian tentang earnings management bisa menjadi gambaran pentingnya memperhatikan materi pembelajaran yang banyak muatan etika, agar mahasiswa akuntansi lebih mendapatkan kemantapan pertimbangan dimensi etik dalam menanggapi perilaku earnings management pada profesi yang akan digelutinya.