HASIL DAN PEMBAHASAN
6.4 Hasil Pengujian Hipotesis
Untuk membuktikan hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini, maka akan dilakukan analisis regresi linear berganda yaitu regresi yang memiliki variabel
68 dependen dan lebih dari satu variabel independen. Dalam penelitian ini juga akan dilakukan uji F dan uji t (α = 0,05).
6.4.1 Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi
Analisis determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1, X2, ….Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukan seberapa besar persentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai R2 sama dengan 0 berarti tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya Nilai R2 sama dengan 1, maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna (Priyatno, 2010). Hasil analisis regresi terhadap analisis determinasi dapat dilihat dari Model Summary pada tabel 6.6
Tabel 6.6 Nilai Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 917a .840 .835 1.39307
a. Predictors: (Constant), komoditas dominan wilayah binaaan, sistem penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana.
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data Diolah) Dari tabel 6.6 dapat disimpulkan bahwa :
1. Nilai koefisien determinasi R2 (R Square) sebesar 0,840 atau (84%). Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana, komoditas dominan wilayah binaan terhadap variabel kinerja penyuluh pertanian sebesar 84%. Sedangkan sisanya sebesar 16 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
69 2. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,917 menunjukkan bahwa terjadi
hubungan yang sangat erat antara sistem penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana, komoditas dominan wilayah binaan terhadap variabel kinerja penyuluh pertanian.
6.4.2 Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji F)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1, X2 dan X3) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y) untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak seperti dapat dilihat pada tabel 6.7 Tabel 6.7 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 1010.731 3 336.910 173.608 .000a
Residual 192.123 99 1.941
Total 1202.854 102
a. Predictors: (Constant), komoditas dominan wilayah binaan, sistem penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana
b. Dependent Variable: kinerja penyuluh pertanian
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5% diperoleh nilai F-hitung pada tabel 6.7 adalah sebesar 173.608 oleh karena itu besarnya F tabel dapat dicari pada tingkat alpha 5% dengan df1 atau df pembilang (horizontal) 3 dan df2 atau df penyebut (vertikal) 99 yaitu sebesar 2.69. Karena nilai F-hitung > F-tabel (173.608 >
2,69), maka Ho ditolak dan menerima H1 artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama antara variabel penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana, komoditas dominan wilayah binaan dengan kinerja penyuluh pertanian.
70 6.4.3 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1 sampai dengan X3) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Hasil uji parsial (Uji t) dapat dilihat pada tabel 6.8 : Tabel 6.8 Hasil Uji t
a. Dependent Variable: Kinerja Penyulh Pertanian
Berdasarkan tabel 6.8 didapat hasil sebagai berikut :
1. Tabel distribusi t pada α = 5% dengan derajat kebebasan dengan taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n-2, atau 103-2 =101, diperoleh angka t tabel sebesar 1,660.
2. Dari hasil output SPSS didapat hasil t-hitung variabel (X1) sebesar 5.520 , (X2) sebesar 5.289, (X3) sebesar 3.009.
3. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5.520 > t tabel 1,660 sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh antara penghargaan dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai.
4. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5.289 > t tabel 1.660 sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh
71 antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai.
5. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 3.009 > t tabel 1,660 sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh antara komoditas dominan wilayah binaan dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai.
6.4.4 Persamaan pada Model Regresi
Berdasarkan tabel 6.8 pada kolom B Unstandardized Coefficients, maka persamaan regresi berganda dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = 7.582+ 0,789 X1 + 0,596 X2 + 0,269 X3 Berdasarkan persamaan diatas dapat menunjukkan bahwa :
1. Konstanta sebesar 7.582 artinya jika variabel penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana, komoditas dominan wilayah binaan nilainya 0 atau tidak ada, maka besarnya variabel kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai adalah sebesar 7.582 persen
2. Koefisien regresi penghargaan (X1) sebesar 0,789 dengan nilai Sig. lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan sistem penghargaan mengalami kenaikan 1 %, maka kinerja penyuluh pertanian akan mengalami peningkatan sebesar 0,789.
3. Koefisien regresi ketersediaan sarana dan prasarana (X2) sebesar 0,596 dengan nilai Sig. lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana mengalami kenaikan 1 %, maka kinerja penyuluh pertanian akan mengalami peningkatan sebesar 0,596.
72 4. Koefisien regresi komoditas dominan wilayah binaan (X3) sebesar 0,269
dengan nilai Sig. lebih kecil dari 0,05 (0,03 < 0,05) artinya jika variabel independen lain nilainya tetap sedangkan komoditas dominan wilayah binaan mengalami kenaikan 1 %, maka kinerja penyuluh pertanian akan mengalami peningkatan sebesar 0,269.
6.5 Pembahasan
Berdasarkan analisis terhadap kuesioner yang disebarkan kepada 103 responden, diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,840 yang berarti 84% kinerja penyuluh pertanian dipengaruhi oleh variabel penghargaan, ketersediaan sarana dan prasarana, komoditas dominan wilayah binaan. Sedangkan 16% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
6.5.1 Pengaruh Variabel Sistem Penghargaan
Sebagaimana diketahui bahwa setiap orang yang bekerja baik pada perusahaan swasta maupun instansi pemerintah, tentunya mengharapkan adanya balas jasa atau imbalan yang diberikan atas sumbangan kerja, pikiran dan waktu yang diberikannya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan diberikannya penghargaan kepada karyawan. penghargaan yang diberikan di BP2KP Serdang Bedagai terkait dengan sistem penggajian, tunjangan fungsional dan dana operasional serta jabatan atau kepangkatan. Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) dari variabel sistem penghargaan 5.520 > t tabel 1,660 sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh antara penghargaan dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai. Hal tersebut menggambarkan bahwa pemberian bantuan operasional penyuluh (BOP) yang diterima penyuluh sangat
73 membantu penyuluh pertanian dalam menjalankan tugas tugas penyuluh pertanian, BOP yang diberikan oleh BP2KP Serdang Bedagai dapat digunakan oleh penyuluh sebagai pendukung penyuluh dalam bekerja. Kemudian jenjang karir yang jelas dan penghargaan yang sesuai dapat memacu penyuluh dalam meningkatkan kinerja.
6.5.2 Pengaruh Variabel Ketersediaan Sarana dan Prasana
Sarana dan prasarana adalah merupakan seperangkat alat yang digunakan dalam suatu proses kegiatan baik alat tersebut adalah merupakan peralatan pembantu maupun peralatan utama, yang keduanya berfungsi untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil uji parsial (uji-t) nilai variabel ketersediaan sarana dan prasarana 5.289 > t tabel 1.660 sehingga H0 di tolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai. Hal tersebut menggambarkan bahwa sarana dan prasarana yang berikan di BP2KP Serdang Bedagai seperti teknologi pertanian, pelatihan, transportasi, computer, dan lain-lain sangat diperlukan penyuluh dalam pelaksanaan tugasnya seperti pemberian buku kerja PPL memudahkan penyuluh mencatat semua kegiatan penyuluh karena didalam buku tersebut sudah tersedia kolom kolom yang diisi setiap melakukan kunjungan kepada petani.
6.5.3 Pengaruh Variabel Komoditas Dominan Wilayah Binaan
Komoditas dominan wilayah binaan adalah hasil bumi dan kerajinan setempat dapat dimanfaatkan sebagai ekspor atau bahan mentah yang digolongkan menurut mutunya sesuai dengan standar yang berpengaruh kuat/unggul dilingkungan daerah kabupaten setempat. Kebiasaan pola tanam yang dilakukan oleh petani secara turun temurun telah memberikan pengetahuan teknologi usaha tani dan pengalaman berharga kepada petani untuk dapat dikembangkan kearah yang lebih maju dan
74 rasional dalam interaksinya bersama-sama dengan penyuluh seperti peningkatan hasil hasil petanian yang unggul diderah tersebut. Berdasarkan hasil uji parsial (uji-t) nilai variabel 3.009 > t tabel 1,660 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh antara komoditas dominan wilayah binaan dengan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Serdang Bedagai. Hal tersebut menggambarkan bahwa dalam meningkatkan kinerja penyuluh perhatian berinteraksi dengan petani secara langsung seperti supervisi kelapangan dapat membantu petani dalam mengatasi masalah – masalah yang dihadapi petani secara langsung seperti pola tanam petani yang tepat dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya.