BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Pengujian Tegangan Flashover pada Isolator
4.3.2 Hasil Pengujian Tegangan Flashover pada Isolator Kondisi Terpolutan
Isolator diberi polutan dengan lima jenis polutan dengan intensitas ringan yaitu KNO3, ZnSO4, Sulfur (S), CaCO3, dan KCl, untuk nilai tegangan flashovernya dapat dilihat seperti pada Tabel 4.10 dan 4.11.
40
a. Isolator Porselen Terpolutan Ringan
Tabel 4.10 menyajikan data hasil pengujian arus bocor isolator porselen terpolutan ringan dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.27 dan Gambar 4.28.
Tabel 4.10 Tegangan flashover isolator porselen terpolutan ringan
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase penurunan terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Ringan 150gr
Gambar 4.27 menunjukkan penurunan nilai tegangan flashover dari kering ke basah. Sehingga, dapat dilihat penurunan yang paling besar terjadi pada isolator yang terpolutan ZnSO4 yaitu sebesar 44,610% sedangkan penurunan terkecil tegangan flashover terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 12,456%.
30
Gambar 4.28 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Ringan 250gr
Gambar 4.28 dapat dilihat penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator yang terpolutan KCl yaitu sebesar 59,456% sedangkan penurunan paling kecil terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 12,577%.
b. Isolator Gelas Terpolutan Ringan
Tabel 4.11 menyajikan data hasil pengujian arus bocor isolator gelas terpolutan ringan dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.29 dan Gambar 4.30.
Tabel 4. 11 Tegangan flashover isolator gelas terpolutan ringan
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase penurunan
TEGANGAN FLASHOVER (kV)
JENIS POLUTAN
Kering Basah
Gambar 4.29 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Ringan 150gr
Bilamana dilihat Gambar 4.29 penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan ZnSO4 sebesar 35,93 sedangkan penurunan nilai tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan S sebesar 17,744%.
Gambar 4.30 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Ringan 250gr
Penurunan tegangan flashover dari kering ke basah pada Gambar 4.30 paling besar terjadi pada isolator terpolutan KNO3 sebesar 49,225% sedangkan penurunan tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 5,503%.
4.3.3 Hasil Pengujian Tegangan Flashover pada Isolator Kondisi Terpolutan Sedang
Isolator diberi polutan dengan lima jenis polutan dengan intensitas sedang yaitu KNO3, ZnSO4, Sulfur (S), CaCO3, dan KCl, untuk nilai tegangan flashovernya dapat dilihat seperti pada Tabel 4.12 dan Tabel 4.13.
a. Isolator Porselen Terpolutan Sedang
Tabel 4.12 menyajikan data hasil pengujian arus bocor isolator porselen terpolutan sedang dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.31 dan Gambar 4.32.
Tabel 4.12 Tegangan flashover isolator porselen terpolutan sedang
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase penurunan terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Sedang 500gr
20
Gambar 4.31 dapat dilihat penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan KNO3 sebesar 38,607% sedangkan penurunan tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan ZnSO4 yaitu sebesar 12,473%.
Gambar 4.32 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Sedang 600gr
Gambar 4.32 memaparkan bahwa penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan KCl sebesar 44,32% sedangkan penurunan tegangan flashover paling kecil pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 14,76%.
b. Isolator Gelas Terpolutan Sedang
Tabel 4.13 menyajikan data hasil pengujian arus bocor isolator porselen terpolutan sedang dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.33 dan Gambar 4.34.
Tabel 4.13 Tegangan flashover isolator gelas terpolutan sedang
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase penurunan
Gambar 4.33 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Sedang 500gr
Penurunan paling besar nilai tegangan flashover pada Gambar 4.33 saat isolator terpolutan KNO3 yaitu sebesar 47,77% sedangkan penurunan tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan KCl sebesar 26,710%.
Gambar 4.34 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Sedang 600gr
Gambar 4.34 menunjukkan penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan S yaitu sebesar 45,06% sedangkan penurunan tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 23,075%.
4.3.4 Hasil Pengujian Tegangan Flashover pada Isolator Kondisi Terpolutan Berat
Isolator diberi polutan dengan lima jenis polutan dengan intensitas ringan yaitu KNO3, ZnSO4, Sulfur (S), CaCO3, dan KCl, untuk nilai tegangan flashovernya dapat dilihat seperti pada Tabel 4.14 dan Tabel 4.15.
a. Isolator Porselen Terpolutan Berat
Tabel 4.14 menyajikan data hasil pengujian tegangan flashover pada isolator porselen terpolutan berat dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.35 dan Gambar 4.36.
Tabel 4.14 Tegangan flashover isolator porselen terpolutan berat
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase penurunan terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Berat 900gr
15
Gambar 4.35 dapat dilihat penurunan nilai tegangan flashover paling signifikan terjadi pada isolator terpolutan KCl sebesar 58,113% sedangkan penurunan nilai tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan ZnSO4 sebesar 11,638%.
Gambar 4.36 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Berat 1000gr
Gambar 4.36 menunjukkan penurunan nilai tegangan flashover paling signifikan terjadi pada isolator terpolutan KCl yaitu sebesar 59,085% sedangkan penurunan nilai tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan ZnSO4 sebesar 15%.
b. Isolator Gelas Terpolutan Berat
Tabel 4.15 menyajikan data hasil pengujian tegangan flashover pada isolator gelas terpolutan berat dan digambarkan secara grafik seperti Gambar 4.37 dan Gambar 4.38.
Tabel 4.15 Tegangan flashover isolator gelas terpolutan berat
Jenis Polutan
Berat polutan
(gr)
Tegangan Flashover (kV) Persentase
penurunan
Gambar 4.37 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Berat 900gr
Gambar 4.37 menunjukkan penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan S yaitu sebesar 48,53% sedangkan penurunan nilai tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 22,097%.
Gambar 4.38 Grafik Pengaruh berbagai Polutan Kondisi Kering dan Basah terhadap Tegangan Flashover Terpolutan Berat 1000gr
Gambar 4.38 dapat dilihat penurunan nilai tegangan flashover paling besar terjadi pada isolator terpolutan KN03 yaitu sebesar 51,138% sedangkan penurunan nilai tegangan flashover paling kecil terjadi pada isolator terpolutan CaCO3 sebesar 26,823%.