• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Perhitungan

Data perhitungan frekwensi, debit, tekanan, daya pompa, efisiensi pompa dan perhitungan untuk daya pemanas dapat dihitung dengan persamaan (2.1-2.7) pada dasar teori. Berikut ini adalah contoh perhitungan pada pengambilan data percobaan variasi pertama.

Daya pemanas dengan bahan bakar spirtus dapat dihitung dari (Tabel 4.14) dan hasil dari perhitungan dapat dilihat pada (Tabel 4.15). Daya pemanas yang dihasilkan dapat dihitung setelah diketahui ∆ t 120 detik, mair 1 kg dan ΔT 11 ºC dengan Cp sebesar 4200 J/kg ºC melalui persamaan seperti berikut :

Berikut ini adalah contoh perhitungan pada pengambilan data percobaan tabel (4.1) pada pipa osilasi. Banyak langkah osilasi yang diambil adalah 10 kali dan waktu yang diperlukan adalah 14.0 detik, maka frekuensi yang dihasilkan :

Karena frekuensi didapat 0,714 dan panjang langkah osilasi diketahui dari tabel (4.1) maka kecepatan osilasi didapat :

Debit air yang didapatkan :

Tekanan pemompaan yang dihasilkan dapat dihitung dari tinggi langkah osilasi sebesar 0,05 m, ρsebesar1000 kg/m3 dan g sebesar 9,8 m/s2 :

Daya pemompaan dapat diketahui dari hasil debit air yang didapat 0,000005 m³/s dengan tekanan pemompaan 490 kg/m³:

Dari hasil rata-rata daya pemanas yaitu 360 watt maka efisiensi pompa didapatkan :

Berikut ini adalah contoh perhitungan pada pengambilan data percobaan tabel (4.1) pada pipa fluidyn. Banyak langkah yang diambil adalah 10 kali dan waktu yang diperlukan adalah 13.0 detik, maka frekuensi yang dihasilkan :

Karena frekuensi didapat 0,77 dan panjang langkah fluidyn diketahui dari tabel (4.1) maka kecepatan osilasi didapatkan :

Debit air yang didapatkan :

Tekanan pemompaan yang dihasilkan dapat dihitung dari tinggi langkah fluidyn sebesar 0,04 m, ρsebesar1000 kg/m3 dan g sebesar 9,8 m/s2 :

Daya pemompaan dapat diketahui dari hasil debit air yang didapat 0,000009 m³/s dengan tekanan pemompaan 392 kg/m³ :

Dari hasil rata-rata daya pemanas yaitu 360 watt maka efisiensi pompa didapatkan :

Tabel 4.15 Perhitungan daya pemanas

waktu

(detik) T air ∆T Daya

pemanas 0 27 0 0 120 38 11 385 240 46 8 280 360 51 5 175 480 57 6 210 600 63 6 210 w pemanas total 1260 w pemanas rata-rata 360

Tabel 4.16 Perhitungan pompa pada variasi keran dibuka penuh 0° dengan pendingin udara dan air ditengah evaporator

Tabel 4.17 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 22,5º dengan pendingin udara dan air ditengah evaporator

pipa osliasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fuidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,71 0,77 0,04 0,03 0,000005 0,000009 491 392 0,002 0,003 0,0006 0,0010 20 0,67 0,77 0,04 0,03 0,000005 0,000010 589 441 0,003 0,004 0,0008 0,0012 30 0,71 0,77 0,04 0,04 0,000005 0,000011 589 491 0,003 0,005 0,0009 0,0015 40 0,77 0,77 0,03 0,03 0,000004 0,000008 392 343 0,002 0,003 0,0004 0,0007 50 0,77 0,83 0,03 0,03 0,000003 0,000007 343 294 0,001 0,002 0,0003 0,0006 60 0,71 0,83 0,04 0,03 0,000005 0,000009 491 392 0,002 0,004 0,0006 0,0010 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,77 0,71 0,05 0,04 0,000007 0,000012 687 589 0,005 0,0072 0,0013 0,0020 20 0,77 0,91 0,04 0,04 0,000005 0,000010 540 392 0,003 0,0041 0,0008 0,0011 30 0,91 0,91 0,05 0,01 0,000006 0,000004 540 147 0,003 0,0006 0,0009 0,0002 40 0,91 1,00 0,04 0,01 0,000005 0,000003 441 98 0,002 0,0003 0,0006 0,0001 50 0,77 0,77 0,02 0,01 0,000002 0,000002 196 98 0,000 0,0002 0,0001 0,0001 60 0,91 0,91 0,04 0,01 0,000005 0,000004 392 147 0,002 0,0006 0,0005 0,0002 osi lasi

Tabel 4.18 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 45º dengan pendingin udara dan air ditengah evaporator

Tabel 4.19 Perhitungan pompa pada variasi keran dibuka penuh 0° dengan pendingin air dan air ditengah evaporator

Tabel 4.20 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 22,5º dengan pendingin air dan air ditengah evaporator

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fludyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,91 0,91 0,01 0,01 0,000001 0,000003 98 98 0,00011 0,0003 0,00003 0,00007 20 1,11 1,00 0,01 0,01 0,000001 0,000001 49 49 0,00003 0,0001 0,00001 0,00002 30 0,91 1,00 0,00 0,01 0,000001 0,000001 49 49 0,00003 0,0001 0,00001 0,00002 40 0,83 0,91 0,01 0,01 0,000002 0,000003 147 98 0,00023 0,0003 0,00006 0,00007 50 0,83 0,91 0,03 0,02 0,000004 0,000005 392 196 0,00166 0,0010 0,00046 0,00028 60 0,83 1,00 0,03 0,02 0,000004 0,000004 343 147 0,00127 0,0006 0,00035 0,00017 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 1,11 0,83 0,03 0,02 0,000004 0,000005 294 196 0,001 0,001 0,0003 0,0003 20 0,77 0,77 0,05 0,04 0,000006 0,000011 589 491 0,003 0,005 0,0010 0,0015 30 0,83 0,77 0,04 0,03 0,000005 0,000010 491 441 0,003 0,004 0,0007 0,0012 40 0,77 0,77 0,04 0,03 0,000005 0,000009 491 392 0,002 0,003 0,0007 0,0010 50 0,77 0,77 0,05 0,03 0,000006 0,000009 589 392 0,003 0,003 0,0010 0,0010 60 0,77 0,77 0,05 0,03 0,000006 0,000010 589 441 0,003 0,004 0,0010 0,0012 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 1,11 0,77 0,11 0,05 0,000014 0,000015 981 687 0,014 0,011 0,0038 0,0029 20 0,83 0,83 0,04 0,02 0,000005 0,000006 491 245 0,003 0,001 0,0007 0,0004 30 0,83 0,83 0,04 0,03 0,000005 0,000007 491 294 0,003 0,002 0,0007 0,0006 40 0,83 0,77 0,04 0,02 0,000005 0,000007 491 294 0,003 0,002 0,0007 0,0005 50 0,83 0,83 0,04 0,02 0,000005 0,000006 491 245 0,003 0,001 0,0007 0,0004 60 0,83 0,83 0,03 0,03 0,000004 0,000008 392 343 0,002 0,003 0,0005 0,0008 osi lasi

Tabel 4.21 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 45º dengan pendingin air dan air ditengah evaporator

Tabel 4.22 Perhitungan pompa pada variasi keran dibuka penuh 0° dengan pendingin udara dan air diatas evaporator

Tabel 4.23 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 22,5º dengan pendingin udara dan air diatas evaporator

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,91 0,83 0,05 0,02 0,000006 0,000006 491 245 0,0028 0,0015 0,0008 0,0004 20 0,91 0,83 0,05 0,02 0,000007 0,000006 589 245 0,0041 0,0015 0,0000 0,0004 30 0,83 0,83 0,03 0,02 0,000004 0,000005 392 196 0,0017 0,0009 0,0005 0,0003 40 0,91 1,00 0,03 0,02 0,000003 0,000006 294 196 0,0010 0,0011 0,0003 0,0003 50 0,83 0,91 0,03 0,02 0,000004 0,000005 392 196 0,0017 0,0010 0,0005 0,0003 60 0,83 1,00 0,03 0,02 0,000004 0,000004 343 147 0,0013 0,0006 0,0004 0,0002 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 1,25 0,77 0,18 0,04 0,000022 0,000011 1373 491 0,030 0,005 0,0085 0,0015 20 0,83 0,77 0,05 0,04 0,000006 0,000011 589 491 0,004 0,005 0,0010 0,0015 30 0,77 0,91 0,02 0,02 0,000003 0,000005 294 196 0,001 0,001 0,0002 0,0003 40 0,91 0,77 0,05 0,03 0,000006 0,000009 491 392 0,003 0,003 0,0008 0,0010 50 0,91 0,83 0,05 0,03 0,000006 0,000008 491 343 0,003 0,003 0,0008 0,0008 60 0,71 0,77 0,04 0,03 0,000005 0,000010 491 441 0,002 0,004 0,0006 0,0012 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,91 0,83 0,05 0,02 0,000006 0,000005 491 196 0,0028 0,0009 0,0008 0,0003 20 0,77 0,83 0,04 0,03 0,000005 0,000007 491 294 0,0024 0,0021 0,0007 0,0006 30 0,83 0,83 0,03 0,02 0,000004 0,000005 392 196 0,0017 0,0009 0,0005 0,0003 40 0,77 0,83 0,04 0,02 0,000005 0,000005 491 196 0,0024 0,0009 0,0007 0,0003 50 0,83 0,83 0,04 0,02 0,000005 0,000005 441 196 0,0021 0,0009 0,0006 0,0003 60 0,83 0,83 0,04 0,02 0,000005 0,000006 441 245 0,0021 0,0015 0,0006 0,0004 osi lasi

Tabel 4.24 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 45º dengan pendingin udara dan air diatas evaporator

Tabel 4.25 Perhitungan pompa pada variasi keran dibuka penuh 0° dengan pendingin air dan air diatas evaporator

Tabel 4.26 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 22,5º dengan pendingin air dan air diatas evaporator

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 1,11 0,83 0,04 0,02 0,000006 0,000005 392 196 0,0022 0,0009 0,00061 0,00026 20 0,91 0,83 0,05 0,01 0,000006 0,000004 491 147 0,0028 0,0005 0,00078 0,00015 30 0,83 0,91 0,02 0,01 0,000003 0,000004 245 147 0,0006 0,0006 0,00018 0,00016 40 0,83 0,91 0,03 0,00 0,000003 0,000001 294 49 0,0009 0,0001 0,00026 0,00002 50 0,77 0,83 0,03 0,01 0,000004 0,000004 392 147 0,0015 0,0005 0,00042 0,00015 60 0,77 0,83 0,04 0,01 0,000005 0,000004 491 147 0,0024 0,0005 0,00066 0,00015 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,71 0,77 0,14 0,08 0,000017 0,000022 1864 981 0,03 0,02 0,009 0,006 20 0,77 0,67 0,12 0,06 0,000016 0,000017 1570 883 0,02 0,02 0,007 0,004 30 0,67 0,71 0,13 0,06 0,000016 0,000018 1864 883 0,03 0,02 0,008 0,004 40 0,71 0,67 0,19 0,08 0,000024 0,000022 2649 1128 0,06 0,02 0,018 0,007 50 0,67 0,71 0,21 0,09 0,000026 0,000024 3041 1177 0,08 0,03 0,022 0,008 60 0,67 0,67 0,19 0,07 0,000024 0,000019 2845 981 0,07 0,02 0,019 0,005 osi lasi

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn

menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 1,00 0,77 0,33 0,04 0,000042 0,000011 3237 491 0,14 0,005 0,038 0,001 20 0,77 0,77 0,08 0,06 0,000010 0,000018 981 785 0,01 0,014 0,003 0,004 30 0,91 0,83 0,11 0,02 0,000014 0,000005 1177 196 0,02 0,001 0,005 0,000 40 0,91 0,83 0,14 0,03 0,000017 0,000009 1472 392 0,03 0,004 0,007 0,001 50 1,00 0,83 0,26 0,08 0,000033 0,000024 2551 981 0,08 0,023 0,023 0,006 60 1,00 0,77 0,28 0,03 0,000035 0,000009 2747 392 0,10 0,003 0,027 0,001 osi lasi

Tabel 4.27 Perhitungan pompa pada variasi keran ditutup 45º dengan pendingin air dan air diatas evaporator

4.3. Pembahasan

Data yang telah didapat, akan dibandingan pada setiap variasi yang dilakukan dalam percobaan. Untuk lebih memudahkan dalam pembahasan, maka hasil perhitungan untuk daya dan efisiensi di atas dapat disajikan dalam bentuk grafik.

Gambar 4.1 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn pipa osilasi pipa fluidyn menit Frekuensi (Hz) V (m/s) Q (m³/s) P (N/m²) Daya (W) efisiensi (%) keterangan

osi lasi 10 0,71 0,77 0,07 0,03 0,000009 0,000008 981 343 0,009 0,0026 0,0025 0,0002 20 0,83 0,83 0,09 0,02 0,000012 0,000005 1079 196 0,013 0,0009 0,0035 0,0003 30 0,77 0,83 0,08 0,02 0,000010 0,000005 981 196 0,010 0,0009 0,0027 0,0003 40 0,83 0,83 0,09 0,02 0,000012 0,000006 1079 245 0,013 0,0015 0,0035 0,0004 50 0,83 0,83 0,13 0,02 0,000016 0,000006 1472 245 0,023 0,0015 0,0018 0,0004 60 0,83 0,77 0,09 0,02 0,000012 0,000007 1079 294 0,013 0,0019 0,0035 0,0005 osi lasi

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.1 bahwa daya pipa osilasi maksimum yaitu 0,0035 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 20, dan pada menit selanjutnya daya menurun sampai pada menit ke 40. Hal ini disebabkan terjadi pengembunan setelah menit ke 20, sehingga terjadi penurunan daya dalam pipa osilasi dan pada menit ke 50 sampai menit ke 60 terjadi kenaikan daya kembali. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara daya maksimum mencapai 0,0032 W terjadi pada menit ke 30 dan daya turun pada menit ke 30 sampai menit ke 40 kemudian naik pada menit ke 50 dan stabil sampai menit ke 60 hal ini karena pemanasan yang stabil sehingga menghasilkan daya stabil.

Gambar 4.2 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.2 bahwa daya pipa fluidyn maksimum terjadi pada variasi pendingin udara dan pendingin air yaitu 0,0053 W. Daya maksimum pada pendingin udara terjadi di menit ke 30 dan untuk pendingin air terjadi di menit ke 20, pada menit selanjutnya daya menurun sampai pada

menit ke 50 dan naik kembali pada menit ke 60 tetapi kenaikan dayanya tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan terjadi pengembunan sehingga terjadi penurunan daya kemudian selain karena terjadi pengembunan juga karena pemanas yang tidak stabil.

Gambar 4.3 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.3 bahwa efisiensi pipa osilasi maksimum yaitu 0,00100 % terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 20,50 dan 60. Pada menit ke 30 ada penurunan efisiensi sampai pada menit ke 40 kemudian mulai setabil pada menit ke 50 sampai menit ke 60 . Hal ini di sebabkan daya yang dihasilkan pada pendingin air lebih besar . Sedangkan pada variasi pendingin udara efisiensi maksimum yang dihasilkan yaitu 0,00089 % mulai meningkat dari menit ke 10 sampai pada menit ke 30 kemudian menurun pada menit ke 40 sampai 50 dan naik lagi mulai menit ke 60. Hal ini di sebabkan karena pemanasan dan pendinginan kurang seimbang yang menyebabkan efisiensi yang dihasilkan menurun.

Untuk Percobaan pada Gambar 4.4 bahwa efisiensi pipa fluidyn maksimum yaitu 0,0015 % terjadi pada variasi pendingin udara. Hal ini juga hanya terjadi pada menit ke 20, dan pada menit selanjutnya ada penurunan efisiensi sampai pada menit ke 50 dan naik lagi pada menit ke 60. Hal ini juga disebabkan daya yang dihasilkan pompa sangat kecil. Pada variasi pendingin air efisiensi maksimum yaitu 0,000044 % kenaikan dan penurunan efisiensinya pun sama dengan variasi yang menggunakan pendingin udara.

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.5 bahwa daya pipa osilasi maksimum yaitu 0,0047 W terjadi pada variasi pendingin udara. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 10, dan pada menit selanjutnya daya menurun sampai pada menit ke 50 dan pada menit ke 60 naik tapi tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan terjadi pengembunan setelah menit ke 10, sehingga terjadi penurunan daya dalam pipa osilasi. Selain karena pengembunan juga karena pemanas yang tidak stabil. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara ada sedikit kestabilan daya sampai pada menit terakhir.

Gambar 4.4 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Gambar 4.5 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Gambar 4.6 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.6 bahwa daya pipa fluidyn maksimum yaitu 0,011 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini juga terjadi pada menit ke 10 sama seperti daya yang terjadi pada pipa osilasi, pada menit selanjutnya ada penurunan daya sampai pada menit ke 50. Hal ini juga disebabkan terjadi pengembunan setelah menit ke 10 sehingga terjadi penurunan daya. Selain karena terjadi pengembunan juga karena pemanas yang tidak stabil. Sedangkan pada variasi pendingin udara daya maksimum yang dihasikan yaitu 0,007 W terjadi pada menit ke 10 dan pada menit ke 30 sampai menit ke 60 mengalami kestabilan.

Gambar 4.7 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu dari pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.7 bahwa efisiensi pipa osilasi maksimum yaitu 0,0026 % terjadi pada variasi pendingin udara. Hal ini terjadi pada menit ke 10 dan daya setabil sampai dengan menit ke 40, dan pada menit selanjutnya ada penurunan efisiensi sampai pada menit ke 60. Hal ini disebabkan daya yang dihasilkan pompa sangat kecil. Sedangkan pada variasi pendingin air grafik efisiensi dari menit ke 10 sampai pada menit ke 60 setabil karena ada kesetimbanan antara pemanasan dan pendinginan.

Untuk Percobaan pada Gambar 4.8 bahwa efisiensi pipa fluidyn maksimum yaitu 0,0029 % terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 10, dan pada menit selanjutnya ada penurunan efisiensi sampai pada menit ke 60. Hal ini disebabkan daya yang dihasilkan pompa sangat kecil. Sedangkan pada variasi pendingin udara efisiensi maksimum juga terjadi pada menit ke 10 dan setabil pada menit ke 30 sampai 60 sama dengan variasi pada pendinigin air.

Gambar 4.8 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Gambar 4.9 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 45° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada Percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.9 bahwa daya pipa osilasi maksimum yaitu 0,0041 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 10 dan pada menit selanjutnya terjadi penurunan daya sampai menit ke 60. Hal ini disebabkan karena terjadi pengembunan setelah menit ke 10

sehingga terjadi penurunan daya sedangkan pada variasi pendingin udara ada peningkatan daya dari menit ke 20 sampai menit ke 60 jika dibandingkan dengan daya sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadi penguapan yang yang meningkat dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh pemanas yang stabil, juga karena bukaan keran 450 yang mengakibatkan diameter aliran dalam keran mengecil sehingga

tekanan dalam pipa semakin besar dan menghasilkan daya yang besar.

Gambar 4.10 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran ditutup 45° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.10 bahwa daya pipa fluidyn maksimum yaitu 0,0015 W, terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 10 sampai 20 dan pada menit ke 30 terjadi penurunan daya, hal ini disebabkan karena pada menit ke 20 terjadi pengembunan sehingga terjadi penurunan daya dan pada menit ke 40 terjadi penguapan yang membuat daya menjadi naik tapi pada menit ke 50 sampai menit 60 daya mulai turun kembali. Pada variasi pendingin udara ada peningkatan daya dari menit ke 30 sampai menit ke 60. Hal ini disebabkan terjadi penguapan yang yang meningkat dari waktu ke

waktu dan karena pemanas yang stabil dan juga di sebabkan karena ditutupnya karan sebesar 45° yang mengakibatkan diameter aliran dalam keran mengecil sehingga tekanan dalam pipa semakin besar dan menghasilkan daya yang besar.

Gambar 4.11 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 45° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.11 bahwa efisiensi pipa osilasi maksimum yaitu 0,0008% terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 10 dan pada menit 20 terjadi penurunan daya yang sangat besar diakibatkan karena pengembunan yang sangat besar sehingga tekanan yang terjadi sangat kecil kemudian pada menit ke 30 daya naik kembali tetapi tidak terlalu tinggi sampai pada menit ke 60 daya yang dihasilkan stabil, hal ini disebabkan pada menit ke 20 terjadi pengembunan sehingga terjadi penurunan efisiensi, sedangkan pada variasi dengan pendingin udara grafiknya tidak jauh berbeda dengan daya pada pipa osilasi ditutup kran 450, dimana dari menit ke 10 sampai

menit terakhir terjadi peningkatan efisiensi. Hal ini disebabkan karena penguapan yang meningkat dan juga karena pemanasan dan pendinginan seimbang.

Gambar 4.12 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran ditutup 45° dan posisi ketinggian awal air ditengah evaporator

Pada Percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.12 bahwa efisiensi pipa fluidyn maksimum yaitu 0,00040 % terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini terjadi dari menit ke 10 dan menit ke 20, pada menit ke 30 sampai menit ke 60 efisiensi menurun disebabkan karena pada menit ke 30 terjadi pengembunan sehingga terjadi penurunan efisiensi, sedangkan pada variasi dengan pendingin udara grafiknya tidak jauh berbeda dengan daya pada pipa fluidyn bukaan kran ditutup 450, dimana dari menit ke 40 sampai menit terakhir terjadi peningkatan efisiensi.

Namun pada menit ke 20 sampai 30 ada sedikit penurun daya . Hal ini karena dengan variasi pendingin udara, terjadi penguapan yang lebih besar jika dibandingkan dengan penguapan variasi pendingin air sehingga daya yang besar mengakibatkan tekanan naik maka efisiensi juga ikut naik.

Gambar 4.13 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.13 bahwa daya pipa osilasi maksimum yaitu 0,080 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 40, dan pada menit ke 10 sampai dengan menit ke 30 terjadi kesetabilan daya. Hal ini disebabkan terjadi pengembunan setelah menit ke 10 sehingga tekanan dan daya dalam pipa osilasi setabil. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara daya maksimum terjadi pada menit ke 10 dan penurunan daya terjadi pada menit ke 20 itu di sebabkan adanya pengembunan yang terjadi pada menit ke 20 sehingga daya turun dan setabil sampai dengan menit ke 60. Untuk percobaan pada Gambar 4.14 bahwa daya pipa fluidyn maksimum yaitu 0,029 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 50. Setelah menit ke 10 sampai dengan menit ke 30 terjadi penurunan daya, dan setelah menit ke 40 terjadi peningkatan daya sampai pada menit ke 50 dan turun kembali pada menit ke 60. Hal ini disebabkan terjadi pengembunan yang besar

setelah menit ke 20 sampai dengan menir ke 30 sehingga terjadi penurunan tekanan dan daya dalam pipa fluidyn. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara, daya setabil dari menit ke 30 sampai menit ke 60 hal ini disebabkan karena pendinginan dan pemanasan seimbang maka daya yang terjadi setabil.

Gambar 4.14 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Gambar 4.15 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.15 bahwa efisiensi pipa osilasi maksimum yaitu 0,022% terjadi pada variasi pendingin air. Disini ada kesamaan grafik efisiensi dan daya pada pipa osilasi karena terjadi pengembunan setelah menit ke 10 sampai dengan menit ke 30 sehingga terjadi penurunan tekanan dan daya sehingga mengakibatkan terjadi penurunan efisiensi, dan juga karena pemanas yang tidak stabil. Pada variasi dengan pendingin udara, daya setabil dari menit ke 30 sampai menit ke 60 hal ini disebabkan karena pendinginan dan pemanasan seimbang maka daya yang terjadi setabil.

Gambar 4.16 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran dibuka penuh 0° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.16 bahwa efisiensi pipa fluidyn maksimum yaitu 0,0080% terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 50. Setelah menit ke 10 sampai dengan menit ke 30 terjadi penurunan efisiensi, dan setelah menit ke 40 terjadi peningkatan efisiensi sampai ke 50 kemudian daya turun lg pada menit ke 60. Hal ini disebabkan setelah menit

ke 10 sampai 30 terjadi pengembunan yang besar mengakibatkan penurunan efisiensi. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara, daya setabil dari menit ke 30 sampai menit ke 60 hal ini disebabkan karena pendinginan dan pemanasan seimbang maka daya yang terjadi setabil.

Gambar 4.17 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.17 bahwa daya pipa osilasi maksimum yaitu 0,10 W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 50, dari menit ke 10 sampai dengan menit ke 30 daya naik tapi tidak terlalu tinggi kemudian pada menit ke 40 daya meningkat sangat tinggi sampai menit ke 60. Ini disebabkan terjadi penguapan yang besar, sehingga terjadi kenaikan daya yang sangat pada pipa osilasi. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara dari menit ke 10 sampai dengan menit ke 60 daya yang terjadi setabil di sebabkan karena penguapan dan pemanasan seimbang sehingga daya yang terjadi setabil.

Untuk percobaan pada Gambar 4.18 bahwa daya pipa fluidyn maksimum yaitu 0,023W terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini terjadi pada menit ke 50. Dari menit ke 10 penguapan yang terjadi sangat kecil maka kenaikan daya sangat kecil pada menit ke 20 kemudian pada menit ke 30 sampai dengan menit ke 40 terjadi penurunan daya di sebabkan karena pendinginan dan pemanasan kurang seimbang dan setelah menit ke 40 daya meningkat pada menit ke 50 kemudian turun lagi pada menit ke 60. Hal ini disebabkan terjadi penguapan yang besar sebelum akhirnya terjadi pengembunan setelah menit ke 50 sama seperti yang terjadi pada pipa osilasi, sehingga setelah menit ke 50 terjadi penurunan daya dalam pipa fluidyn. Sedangkan pada variasi dengan pendingin udara dari menit ke 10 sampai dengan menit ke 60 daya yang terjadi setabil di sebabkan karena pendinginan dan pemanasan seimbang sehingga daya yang terjadi setabil.

Gambar 4.18 Grafik hubungan daya dengan waktu pada pipa fluidyn, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Gambar 4.19 Grafik hubungan efisiensi dengan waktu pada pipa osilasi, variasi bukaan keran ditutup 22,5° dan posisi ketinggian awal air diatas evaporator

Pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar 4.19 bahwa efisiensi pipa osilasi maksimum yaitu 0,027% terjadi pada variasi pendingin air. Hal ini hanya terjadi pada menit ke 50, dari menit ke 10 sampai dengan menit ke 40 efisiensi naik tapi tidak terlalu tinggi kemudian pada menit ke 50 efisiensi meningkat sangat tinggi

Dokumen terkait