ANALISA DAN PEMBAHASAN
F- Hitung tabel Probability Keputusan 157.367 2.814 0.00000 Hipotesis Diterima
4.3.12. Hasil Persamaan Regresi
Berdasarkan hasil análisis data pada tabel 4.8 maka model regresi untuk kedelapan daerah Kabupaten/kota yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
LOG (PPKSB) = 8.330642 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) – 0.103223 LOG (DAU SB)
2. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Tapanuli Tengah (PPKTT)
LOG (PPKTT) = 7.718976 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) +
0.083138 LOG (DBH) - 0.115693 LOG (DAU TT)
3. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Toba Samosir (PPKTS)
LOG (PPKTS) = 8.972215 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) - 0.133790 LOG (DAU TS)
4. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Tapanuli Utara (PPKTU)
LOG (PPKTU) = 7.55322 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) – 0.072959 LOG (DAU TU)
5. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Humbang Hasundutan (PPKHH)
LOG (PPKHH) = 7.471055 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) – 0.59983 LOG (DAU HH)
6. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Samosir (PPKSA)
LOG (PPKSA) = 8.847811 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) – 0.138556 LOG (DAU SA)
7. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Dairi (PPKDA)
LOG (PPKDA) = 8.903137 + 0.022084 LOG (DAU) + 0.090398 LOG (DAK) + 0.083138 LOG (DBH) – 0.149313 LOG (DAU DA)
8. Model regressi Pendapatan perkapita daerah Pakpak Bharat (PPKPB)
LOG (PPKPB) = 9.567331 + 0.022084 LOG(DAU) + 0.090398 LOG(DAK) + 0.083138 LOG(DBH) – 0.232932 LOG (DAU PB)
Model masing-masing regressi tersebut di atas dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kota Sibolga apabila dana alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah kota sibolga dengan Nilai konstanta sebesar 8.330642 atau sebesar 4.149,08 rupiah atau dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah kota Sibolga dapat diartikan bahwa akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0.833 persen.
2. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah apabila dana alokasi umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 7.718976 atau sebesar 2.250,56 rupiah atau dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU) dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,771 persen.
3. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, apabila dana alokasi umum (DAU) dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 7.553222 atau sebesar 1.906,88 rupiah dengan kata lain bahwa jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,755 persen.
4. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Toba Samosir, apabila dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Toba Samosir dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 8.972215 atau sebesar 7.881,04 rupiah atau dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah Kabupaten Toba Samosir akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,897 persen.
5. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, apabila dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Nilai
konstanta Nilai konstanta sebesar 7.471055 atau sebesar 1.756,46 rupiah dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan akan mengakibatkan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,747 persen.
6. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Samosir (fixed effect), apabila dana alokasi umum (DAU), dana bagi hasil (DBH) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Samosir dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 8.847811 atau sebesar 6.959,14 rupiah dengan kata lain jika terjadi penambahan peningkatan pendapatan perkapita di Daerah Kabupaten samosir akan mengakibatkan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,884 persen. 7. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah
Kabupaten Dairi, apabila dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Dairi dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 8.903137 atau sebesar 7.355,01 rupiah dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah Kabupaten Dairi akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,90 persen.
8. Pengaruh perubahan External akibat kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, apabila dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat terhadap pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Nilai konstanta Nilai konstanta sebesar 9.567331 atau sebesar 14.290.22 rupiah dengan kata lain jika terjadi penambahan dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus dan dana bagi hasil (DBH) sebesar 1% pada daerah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita daerah sebesar 0,956 persen. 4.3.13.Pembahasan Hasil Penelitian
Nilai Koefisien regressi Logaritma alokasi Dana Alokasi Umum (LogDAU) yang sama untuk masing-masing kabupaten/kota sebesar 0.022 berarti bahwa variabel Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap pendapatan perkapita daerah untuk masing-masing kabupaten/kota. dengan kata lain jika terjadi pengurangan atau pertambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1% yang diberikan pemerintah pusat maka akan sangat berpengaruh untuk masing-masing daerah terhadap pendapatan perkapita daerah tersebut sebesar 0,022%
Sedangkan untuk Nilai Koefisien regressi Logaritma alokasi Dana Alokasi Khusus LOG (DAK) yang sama untuk masing-masing kabupaten/kota sebesar 0.090 berarti bahwa variabel Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif terhadap pendapatan perkapita daerah untuk masing-masing kabupaten/kota, dengan kata lain jika terjadi pertambahan 1% Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk masing-masing daerah maka akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah tersebut sebesar 0,090%.
Demikian juga Nilai Koefisien regressi Logaritma alokasi Dana Bagi Hasil (LogDBH) yang sama untuk masing-masing kabupaten/kota sebesar 0.083 berarti bahwa variabel Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap pendapatan perkapita daerah untuk masing-masing kabupaten/kota, dengan kata lain jika terjadi pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk masing-masing daerah maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan pendapatan perkapita daerah tersebut sebesar 0,083%. Sedangkan Pengaruh perubahan eksternal, teknologi dan lain-lain (Fixed Effects) akibat Alokasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH ) terhadap pendapatan perkapita di delapan kabupaten/kota yang paling tinggi adalah Kabupaten Pakpak Bharat sebesar 9.567331 diikuti oleh Kab. Samosir sebesar 8.972215, Kab.Dairi 8.903137, Kab.Samosir sebesar 8.847811, Kota Sibolga 8.330642, Kab. Tapanuli Tengah sebesar 7.718976, Kab. Tapanuli Utara sebesar 7.553222 dan Kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 7.471055. Sehingga pengujian hipótesis serta hasil perhitungan dan análisis terbukti bahwa variabel Dana Alakosi Khusus, Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positip secara simultan dan secara parsial terhadap pendapatan perkapita di delapan kabupaten/kota.
Berpengaruh secara simultan berarti bahwa dengan model regressi yang ada perubahan yang terjadi pada setiap variabel bebas secara serempak akan berpengaruh terhadap perubahan variabel bebas tersebut. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Hamzah (2009) yang menyimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan baik secara langsung dan tidak langsung tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 38 Kabupten/kota di Propinsi Jawa Timur. Selanjutnya pengaruh secara parsial masing-masing variabel bebas dapat dijelaskan seseaui dengan bentuk pengaruh variabel bebas tersebut.
4.3.14.Pengaruh Alokasi dana perimbangan Pemerintah Pusat terhadap daerah