BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
TINDAKAN YANG DILAKUKAN
6.8. Hasil Preventive maintenance Analysist
Sparepart MTTF (day) Waktu penggantian (day) MTTR (hour) Waktu Pemeriksaan (day) Availability (%) (%) peningkatan Valve 32.56 30 1.3 146 97.6 49 Motor 111.5 110 2.9 126 98.7 -9.67
Hasil diatas mengindikasikan adanya peningkatan availability yang menjamin ketersediaan mesin semakin besar, artinya dengan mesin yang periodik dilakukan penggantian terhadap consumable sparepart-nya
membuat mesin tersebut berada pada spesifikasi optimalnya dalam rangka penjaminan tidak terjadinya breakdown mesin pada saat mesin tersebut digunakan sehingga tidak menggangu output level produksi. Adapun penggantiannya dilakukan pada saat mesin tersebut offline maupun saat beroperasi tetapi dengan berbeban rendah.
c. Efektifitas peralatan
Jika preventive maintenance analisyst sudah data diestimasi maka harus ada kepanjangan intensifikasi darinya, yaitu dengan efektifitas peralatan. Efektifitas peralatan focus kepada bagaimana cara mengatisipasi dan meminimalisir six big losses dengan cara memperhatikan pada instalasi permasinanan dan peralatan yang digunakan sehari-hari oleh operator.
d. Autonomous Maintenance
Salah satu pilar penting selain analisis preventive maintenance adalah
autonomous maintenance. Autonomous maintenance berkaitan dengan
subjek produksi yaitu para operator mesin dimana autonomous fokus kepada hubungan operator dengan mesinnya dengan disertai adanya standar-standar operasional maupun accidental yang harus ditaati. Autonomous menjadikan operator harus mencintai mesin yang digunakannya sehari-hari dengan baik agar autonomous maintenance
sebagai integrasi dari preventive maintenance dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
e. Maintenance Preventive
Jika semua pilar telah dilaksanakan dengan baik maka hal terakhir dalam pelaksanakan dari implementasi total preventive maintenance adalah
maintenance preventive. Maintenance preventive ini lebih berorientasi
kepada masa depan, dimana apabila terdapat hal yang tidak efesien, efektif dan produktif maka diharapkan hal demikian tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. Semisal melakukan penelitian permesianan sebelum membeli mesin yang baru, artinya mesin yang baru tidak boleh memiliki sifat-sifat yang tidak efektif seperti pada mesin yang lama. Hal-hal yang menjadi kelemahan dan kecenderungan kerugian pada mesin yang lama dicatat dan diteliti sedemikian rupa sehingga pada saat pembelian mesin yang baru hal tersebut dapat dihindarkan sehingga didapat mesin yang menguntungkan dengan efetivitas, efisiensi dan produktivitas yang tinggi. 3. Tahap Pemantapan
Merupakan tahapan akhir dari implementasi preventive maintenance. Pada tahapan ini dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan preventive maintenance
Tabel 6.9. Hasil Analisa Perbandingan Maintenance Hasil Analisa Perbandingan Maintenance
Kategori Kondisi saat ini: Kondisi Usulan:
Breakdown Maintenance Preventive maintenance
Definisi Merupakan kegiatan
maintenance melalui kegiatan perbaikan, perawatan dan
pemeliharaan dimana penggantian parts menunggu
sampai parts tersebut rusak
Merupakan kegiatan maintenance melalui kegiatan perbaikan, perawatan dan pemeliharaan mesin secara terencana dengan mengkolaborasikan pendekatan kuantitatif berupa analisis
preventive maintenance dan
pendekatan kualitatif berupa
pemeliharaan terencana, efektifitas peralatan, autonomous
preventive.
Motif Melakukan perbaikan dan penggantian part hanya apabila terjadi kerusakan pada mesin.
Mengadopsi pendekatan lifecycle untuk meningkatkan performa mesin dan juga partisipasi aktif pekerja.
Tabel 6.9. Hasil Analisa Perbandingan Maintenance (Lanjutan) Hasil Analisa Perbandingan Maintenance
Kategori Kondisi saat ini: Kondisi Usulan:
Breakdown Maintenance Preventive maintenance Keterlibatan
sumberdaya
Staf maintenance sebagai tulang punggung penjamin mesin agar terus berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi optimalnya.
Sinergis staf maintenance dan operator mesin untuk menjamin dan membuat mesin dapat terus berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi optimalnya. Perbaikan dan
penggantian parts
Jika mengalami kerusakan Terencana dengan perbaikan dan penggantian part sesuai dengan analisis useful lifetime parts-nya
Machine failure Tidak dapat dikendalikan Dapat dikendalikan dengan
penggantian pencegahan yang terencana dengan baik
Tipe
penanggulangan
Tabel 6.9. Hasil Analisa Perbandingan Maintenance (Lanjutan) Hasil Analisa Perbandingan Maintenance
Kategori Kondisi saat ini: Kondisi Usulan:
Breakdown Maintenance Preventive maintenance Keuntungan
penerapan
- Sederhana
- Tidak terlalu membutuhkan sumber daya yang banyak dan cakap
- Praimplementasi tidak memerlukan waktu yang lama
- Kompleks namun berorientasi jangka panjang
- Membutuhkan sumberdaya yang lebih terstruktur dan cakap
- Menghasilkan multiskiled dan flexible workers
- Praimplementasi memakan waktu relative lama
Dari hasil dan penjelasan sebelumnya selayaknya dapat diterapkan
preventive maintenance guna meminimalisir kerusakan mesin dan melakukan
penjaminan terhadap kelancaran aktivitas produksi yang berkenan dengan penggunaan mesin yang ada. Disamping itu dengan implementasi preventive
maintenance membuat kesadaran operator terhadap mesinnya meningkat,
dengan memberlakukan mesin sesuai dengan standar instruksi operasional. Dan yang paling utama adalah diharapkan dengan implementasi prenventive
maintenance alokasi biaya yang menyangkut biaya-biaya maintenance dapat
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian, perhitungan, pembahasan serta analisa pada data histories PT. PLN (Persero) Pembangkitan Bagian Selatan Sektor Tarahan untuk mendukung pembuatan preventive maintenance, maka diperoleh beberapa kesimpulan antara lain:
1. PLTU Tarahan sudah menerapkan perawatan tetapi belum terjadwal sehingga dengan preventive maintenance yang direncanakan dapat meningkatkan
reliability dan avabaility dari perusahaan.
2. Dari hasil perhitungan di dapat peningkatan hasil reliability, untuk valve BFP sekitar 49%, sedangkan motor mengalami penurunan performance sekitar 9.67% penyebab ini kemungkinan terlalu singkatnya jenjang waktu perbaikan.
3. Tingkat ketersediaan (availability) pada valve mencapai 97% sedangkan pada motor mencapai 98% dengan demikian pada saat terjadi kerusakan dapat segera diperbaiki karena tingkat ketersediaan setiap sparepart cukup tinggi. 4. Waktu penggantian berkala untuk valve selang waktunya 30 hari sedangkan
untuk motor 110 hari.
5. Berdasarkan kartu kerusakan (KK), mesin BFP (Boiler Feed Pump) merupakan mesin yang tingkat kekritisannya paling tinggi, frekuensi
sehingga dilakukan pelaksanaan Preventive Maintenance pada mesin tersebut dan mesin tersebut perlu mendapat perhatian khusus.
6. Berdasarkan prinsip pareto “80-20” ditentukan sparepart BFP yang akan dilakukan preventive maintenance analysist, yaitu valve dan motor dikarenakan jumlah kumulatif dari kedua sparepart tersebut telah mewakili dari keseluruhan sparepart, dengan demikian valve dan motor perlu mendapat perhatian yang lebih khusus dari pada peralatan BFP lain.
7. Pelaksanaan preventive maintenance meliputi empat program kerja, yaitu program kerja, program kerja preventive maintenance, program kerja
predictive maintenance, dan program kerja autonomous maintenance.
Program kerja Preventive maintenance dan predictive maintenance
dilaksanakan langsung oleh bagian maintenance. Sedangkan program kerja
dan autonomous maintenance dilaksanakan oleh para operator.
8. Dampak penerapan preventive maintenance terhadap produktivitas berdasarkan komitmen para operator dan supervisor operasi menunjukkan terdapat peningkatan produktivitas, hal ini terbukti dengan hasil produksi PLTU Tarahan pada saat beban puncak bisa mencapai beban full 2 x 100 MW.
7.2. Saran
Saran yang dapat diberikan kepada perusahaan agar menjadi masukan yang berguna untuk perbaikan di masa yang akan datang yaitu:
1. Preventive maintenance merupakan salah satu sarana untuk menjadikan
perusahaan menjadi lebih produktif apabila dijalankan dengan sungguh- sungguh dan dengan dukungan dari management. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan preventive maintenance
agar kegiatan preventive maintenance diperusahaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
2. Pelaksanaan preventive maintenance pada area kerja lain perlu diteliti juga untuk mengevaluasi apakah kegiatan preventive maintenance di area kerja lain tersebut apakah sudah efektif atau belum.
3. Sebaiknya pihak perusahaan lebih memperhatikan kinerja dari operator dengan melakukan pengawasan, diskusi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan.
4. Pihak operator harus mencintai mesin yang digunakannya sehari-hari dengan baik.
5. Melakukan knowlade sharing antar bagian, supaya semua pihak mengetahui tentang pekerjaan bagian lain.