BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
TINDAKAN YANG DILAKUKAN
5.2. Sistem Perawatan Yang Dilakukan
Dalam usaha untuk meningkatkan pemeliharaan mesin pada Boiler Feed Pump (BFP) maka dilakukan system perawatan untuk perusahaan. Perawatan ini terdiri dari flow chart system perawatan, penjadwalan mesin kritis dan Manajemen perawatan.
1. Flow Chart Sistem Perawatan
Flow chart dalam system perawatan terdiri dari beberapa urutan proses
dalam perawatan. Dalam hal ini flow chart dibuat sesuai dengan urut-urutan dari perencanaan perawatan hingga kepada evaluasi perawatan. Urutan yang pertama dimulai dari proses perencanaan perawatan. Pada proses ini dilakukan perencanaan untuk kegiatan perawatan yang akan dilakukan di lantai produksi, yang meliputi, pertama ialah perencanaan mesin apa saja yang akan dimasukkan ke dalam proses perawatan. Hal ini dilakukan agar kebutuhan dalam perawatan seperti peralatan ataupun komponen mesin yang ada dapat disediakan dalam mendukung proses perawatan. Hal ini dilakukan agar kebutuhan dalam perawatan seperti peralatan ataupun komponen mesin yang ada dapat disediakan dalam mendukung proses perawatan. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi agar apabila terjadi kerusakan, dapat dilakukan perbaikan dengan cepat tanpa menunggu kedatangan komponen. Selain itu perencanaan ini juga untuk mengetahui komponen mana saja yang perlu dirawat, bagaimana caranya dan kapan harus dilakukan yang nantinya dapat diinterpretasikan kedalam sebuah penjadwalan perawatan. Selain itu juga melakukan perencanaan dalam menentukan personil yang secara khusus melakukan perawatan mesin pada lantai
produksi. Hal ini dilakukan agar terdapat bagian khusus yang mengawasi perawatan di lantai produksi sehingg proses perawatan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya setelah ditentukan mesin, waktu dan orang-orang yang melakukan maka di buat jadwal perawatan mesin.
Jadwal perawatan dibuat sesuai dengan manual dari mesin produksi yang ada. Sehingga dapat diketahui pasti kapan jadwal yang tepat untuk melakukan perawatan. Pada jadwal perawatan dibuat dengan beban yang sesuai dengan jumlah mesin yang ada dan personil yang akan melakukan perawatan tersebut. Sehingga perawatan dapat berjalan sesuai dengan rencana tanpa mengganggu proses produksi dan tidak memberikan beban yang berlebihan kepada personil yang melakukan tugas tersebut. Setelah adanya penjadwalan perawatan, maka dibuat lembaran pemeriksaan rutun. Sebagai alat bagi operator yang melakukan perawatan untuk pencatatan dalam perawatan. Pada lembaran tersebut terdapat point-point atau komponen yang harus diperiksa dan catatan komponen yang digunakan atau kerusakan yang terjadi. Point-point ini terdiri dari komponen yang diperiksa harian, mingguan ataupun bulanan sesuai dengan jadwal perawatan yang ada. Hal ini dilakukan agar pencatatan perawatan ataupun kerusakan dapat teroganisir dengan baik, sehingga perawatan dapat berjalan dengan baik dan kerusakan dapat ditanggulangi dengan baik sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar selain itu agar pencatatan komponen-komponen yang rusak atau diganti tercatat dengan baik sehingga bermanfaat untuk persedian komponen- komponen mesin produksi apabila diperlukan tersedia untuk digunakan.
Setelah melakukan perencanaan dan penjadwalan maka masuk ke dalam proses perawatan. Urutan proses dalam perawatan adalah:
a. Lihat jadwal perawatan
Hal ini dilakukan untuk mengetahui mesin mana dan apa saja yang harus dilakukan personil selama perawatan.
b. Proses perawatan/inspeksi
Proses dilakukan sesuai jadwal perawatan yang ada. c. Perbaikan
Personil melihat apakah perlu dilakukan pergantian komponen. Selanjutnya personil melihat ketersediaan dari komponen yang diperlukan. Apabila komponen tidak tersedia maka dilakukan pelaporan kepada supervisor dan dilanjutkan dengan melakukan pemesanan kepada bagian gudang. Ketika persediaan komponen sudah tersedia maka perbaikan dapat dilakukan.
d. Pencatatan
Pencatatan dilakukan personil menggunakan lembar pemeriksaan rutin. Personil mencatat kegiatan apa saja yang sudah dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada, komponen ataupun kerusakan yang terjadi juga dicatat dan waktu selama melakukan pencatatan juga dicatat sesuai isi dari lembar pemeriksaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk membuat rekam jejak apabila nantinya diperlukan.
e. Evaluasi
Pencatatan yang sudah lengkap diberikan kepada supervisor. Kemudian supervisor melakukan evaluasi dari hasil pencatatan. Dari sana supervisor
dapat melihat bagaimana proses perawatan apakah sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Supervisor pun dapat mengetahui mesin dan komponen apa saja yang sering diperbaiki, agar supervisor dapat mengambil langkah kedepan untuk mengatasi masalah tersebut, apakah diperlukan pergantian mesin ataupun penggantian komponen yang lebih berkualitas. Selanjutnya supervisor dapat memprediksi dari ketersediaan komponen atau peralatan yang diperlukan untuk melakukan perawatan. Sehingga ketersediaan dapat terjamin apabila nantinya diperlukan. Selanjutnya evaluasi ini disimpan sebagai rekam jejak apabila nantinya diperlukan untuk melakukan peningkatan dalam perawatan atapun sebagai database bagi perusahaan.
2. Penjadwalan Mesin Kritis
Jadwal perawatan dibuat untuk mesin kritis yaitu mesin BFP. Jadwal terdiri dari harian mingguan dan bulanan. Bobot perawatan disesuaikan untuk setiap harinya dapat dilihat dari posisi mesin yang berdekatan dan juga bobot dari perawatan tersebut. Hal ini dilakukan agar perawatan tidak memakan waktu yang lama dan tidak menggangu proses produksi. Selain itu dimasukkan angka interval waktu pemeriksaan yang didapatkan dari hitungan ke dalam penjadwalan perawatan.
Dari hasil perhitungan di dapatkan interval waktu pemeriksaan untuk valve ialah 30 hari atau tiap 1 bulan dan untuk motor ialah 110 hari. Jadwal pemeliharaan dapat dilihat dilampiran.
Setelah adanya penjadwalan perawatan, maka dibuat lembaran pemeriksaan rutin. Sebagai alat bagi operator yang melakukan perawatan untuk pencatatan dalam perawatan. Pada lembaran tersebut terdapat point-point atau komponen yang harus diperiksa dan catatan komponen yang digunakan atau kerusakan yang terjadi. Point-point ini terdiri dari komponen yang harus diperiksa harian, mingguan ataupun bulanan sesuai dengan jadwal perawatan yang ada. Hal ini dilakukan agar pencatatan perawatan ataupun kerusakan dapat terorganisir dengan baik, sehingga perawatan dapat berjalan dengan baik dan kerusakan dapat ditanggulangi dengan baik sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Contoh lembar pemeriksaan rutin dapat dilihat di lampiran.