• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL RANCANGAN

Dalam dokumen Bandung science center (Halaman 18-85)

Bab ini berisi tentang peta situasi, gambar – gambar hasil. rancangan, dan foto - foto maket

Hadi Septian N | 10409026 6

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1 Gambaran Umum

Science center merupaka sebuah fasilitas yang berperan penting dalam tumbuh kembang pelajar seiring berkembangnya jaman dan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Fasilitas ini diperlukan untuk menmpung kebutuhan akan pembelajaran yang interaktif dan menarik berbasis alat peraga. Dengan teknik pembelajaran yang interaktif membantu perkembang anak.

Oleh karena itu dalam sub bab ini akan menerangkan pengertian Science Center yang berbasis alat peraga dalam perancangan Bandung Science Center.

Secara pengertian science center berbasis pendidikan dengan mengunakan alat peraga dapat di jabarkan sebagai berikut :

 Ilmu Pengetahuan ( Science )

Ilmu Pengetahauan adalah definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang dapat di mengerti manusia.  Pusat Peraga

Merupakan museum ilmiah dengan pameran berupa peraga ilmu pengetahuan berwujud artefak dan Audio fisual yang di sajikan secara terbuka bebas dengan metode berinteraksi mencoba, melihat, mendengar, merasakan, dan meraba sehingga tercapai pemahaman antara pengunjung dengan pencobaan.

 Menurut filsafat Auguste conte ilmu Pengetahauan digolongkan sebagai berikut:

1. Ilmu Pasti ( Matematika ) 2. Ilmu Alam ( Fisika )

3. Ilmu Perbintangan ( Astronomi ) 4. Ilmu Kimia

Hadi Septian N | 10409026 6

5. Ilmu Hayat ( Fisiologi dan Biologi ) 6. Fisika Sosial ( Sosiologi )

Pada perancangan bangungan Science Center ini tidak ada tipologi yang dikhususkan namun dalam berbagai sumber pustaka (Time Saver , Metric Handbok Design and planing data) sering disebutkan tipologi Science Museum.

Jadi, scince center ini merupakan sebuah wadah penting dalam pembelajaran yang berperan tumbuh kembang anak dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Fasilitas ini dibutuhkan untuk pembelajaran edukasi dengan alat peraga. Pusat peraga dalam ilmu pengetahuan dinilai menjadi sebuah fasilitas yang efektif dan dapat digunakan oleh segala kalangan sehingga dapat menedukasi pemakai pengadaan alat peraga di sekolah.

Proyek perancangan Science Center ini bersifat fiktif, pemerintah kota Bandung sebagai pihak pemilik proyek memiliki sumber dana dari APBD kota Bandung untuk mengalokasikan angaran serta pihak swasta yang merupakan sponsor dalam IPTEK. Pengguna fasilitas pada khususnya merupakan pelajar sekolah SD, SMP, SMA serta pada umumnya keluarga dan masyarakat umum. Fungsi bangunan Bandung Science Center merupakan tempat wisata yang berbasis pendidikan.

Hadi Septian N | 10409026 6

Lokasi Site berada di Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) Kel.Dago Kec.Coblong dengan luas lahan 1,2 Ha. Berikut pada gambar peta dibawah ini merupakan lokasi site Bandung Science Center.

Gambar. 1 Lokasi Proyek

Peraturan garis sepadan bangunan (GSB) Dari Jl. Dago 8 m, dari Jl. Bukit Dago Selatan 4 m. Koefisien dasar bangunan (KDB) 40% → 40/100 x 12000 = 4800 m² , jadi dasar bangunan maksimal yang di perbolehkan untuk di bangun adalah 4800 m². Koefisien lantai bangun (KLB) 0,8 → 0,8 x 12000 = 9600 m², jadi jumlah keseluruhan luas lantai bangunan yang di perbolehkan di bangun adalah 9600 m². Peruntukan lahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2013 lokasi berada Pendidikan, pemerintahan, perdagangan, dan kawasan lindung.

Hadi Septian N | 10409026 6

2.2 Pengguna

Adapun sasaran pengguna dari perancangan science center ini adalah :

 Pelajar Taman kanak kanak usia 5-6 tahun  Pelajar Sekolah dasar usia 6-12 tahun

 Pelajar Sekolah menengah pertama 12-14 tahun  Pelajar Sekolah menengah atas 14-17 tahun  Keluarga terdiri orang tua dan anak dan,  Kelompok umum .

2.3 Program Kegiatan

Dalam program kegiatan pada Bandung Science Center ini adalah sebagai berikut :

Pendidikan Berbasis Alat Peraga

Secara umun ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan cara interaktif yang dapat disentuh.

Pendidikan Berbasis Pelatihan

Pada kunjungan tertentu, biasanya rombongan siswa atau guru memiliki kegiatan khusus yang perlu didampingi oleh pemandu, dalam kegiatan ini bisa menggunakan ruang khusus agar tidak mengganggu kunjungan reguler.

Pendidikan Berbasis Ceramah Ilmu Pengetahuan

Ataupun dapat disebut Presentasi Ilmu Pengetahuan formal yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga keilmuan untuk berbagi ilmu kepada masyarakat umum, juga digunakan pihak seponsor untuk presentasi.

Acara Khusus

Merupakan acara dengan tema tertentu, pada even tertentu dapat diadakan rangkaian acara. Seperti pada saat terjadi fenomena alam dapat dijadikan acara presentasi mengenaia hal yang bersangkutan.

Hadi Septian N | 10409026 6

Adapun kegiatan yang sifatnya menunjang diantaranya : • Kegiatan Administrasi dan Pengelolaan Bangunan

Mengurus penerimaan pengunjung, pembiayaan perawatan alat-alat, bangunan, karyawan, serta pengurusan kerjasama dengan pihak sponsor.

Pengelolaan Kegiaatan

Mengurus adanya riset analisis kegiatan, rencana kegiatan promosi.

Pengelolaan Produksi dan Perbaikan Alat Peraga

Menjaga dan memperbaiki alat peraga.

2.4 Kebutuhan Ruang

Jenis – jenis ruang utama fungsi publik yang mewadahi Science center antara lain :

Fungsi Penerima

Merupakan rungan tanpa sekat yang menyambut Seperti lobby, ruang tunggu, atrium, plaza terbuka.

Fungsi Peraga

Fungsi yang dapat memperlihatkan pengunjung berinteraksi mencoba, melihat, mendengar, meraba, terdiri dari ruang besar bersekat yang menurut subjek ilmu pengetahuan alam.

Fungsi Museum

Sebagai tempat pamer alat atau barang,namun tidak boleh disentuh.

Fungsi Rekreasi

Sebagai ruang publik interaksi dengan ruang terbuka agar dapat berdiskusi. Ruang terbentuk seperti ruang terbuka.

Fungsi penunjang

Terdiri dari beberapa saran publik yang dibutuhkan fasilitas tersebut seperti Cafe, Toko cinderamata, perpustakaan.

Hadi Septian N | 10409026 6

2.5 Kriteria Umum Perancangan

Berikut merupakan kriteria dari buku MetrieHandbook Planing and Design Data (David Atler, 1969), yaitu:

Sirkulasi

Merupak isu penting dalam bangunan yang berfungsi benda karya pameran. Pada prinsipnya benda karya dapat dilihat seluruh oleh pengunjung. Pengguna sistem sirkulasi pada bangunan mempengaruhi alur aktifitas kegiatan.

Keamanan

Fungsi alat peraga dan bendapamer dalam bangunan perlu perhatian khususdalam penggunaannya pada beberapa alat peraga perlu halnya pengarahan khusus untuk menggunakannya.

Lokasi dan Tapak

Pemilihan lokasi tapak memiliki pertimbangan seperti: - Dekat dengan kawasan pendidikan.

- Memiliki lingkungan yang tenang sehingga nyaman untuk beraktifitas.

- Berada dikawasan yang kuat dengan citra pendidikan  Pencahayaan dan Udara

Penggunaan pada bangunan publik dengan kapasitas pengguna yang banyak harus memperhatikan faktor kenyamanan terutama dalam ruangan agar pengguna tetap betah dalam beraktifitas.  Utilitas

Sistem utilitas mencakup sistem listrik ruang genset, trafo, panel listrik, sistem plumbing air bersih dan kotor.

Hadi Septian N | 10409026 6

2.6 Studi Literatur

Emerging issue terkait dalam proses dalam perancangan Bandung Science Centeri ini sebagai adalah :

 Sirkulasi

Pentingnya sirkulasi dalam fungsi Science Center ini, Terdapat dalam buku Mettic Handbook Planing and Design Data berbagai jenis sirkulasi yang sering digunakan menjadi alur cerita tersendiri. Berikut jenis sirkulasi yang umumnya sering digunakan.

Gambar.2 Contoh alur sirkulasi museum

Hadi Septian N | 10409026 6

 Display

Pentingnya ruang display dalam fungsi Science Center ini, Terdapat dalam buku Architects' Handbook berbagai jenis display yang sering digunakan dalam ruang pamer. Berikut jenis display yang umumnya sering digunakan.

Gambar 3 Jenis display

Sumber: Metric Handbook Planing and Design Data, David Atler,(1969)

Gambar 4 Jenis display Sumber: Architects' Handbook, (2002)

Hadi Septian N | 10409026 6

2.7 Studi Banding Proyek sejenis

2.7.1 Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan

Luas Tanah 7.850 m2 Luas Lantai 2000 m2 Arsitek Ahmad D.Tardiyana. Memiliki 150 alat peraga lengkap dengan lembar kerja panduan, pada alat peraga kebanyakan meripakan bidang keilmuan fisika, seperti fluida, listrik, magnet dan lain – lain. Fasilitas ruang yang dimiliki Puspa IPTEK, Kota Baru Parahyangan diantaranya R. Pamer Peraga, R.Pengelola, R. Tiket, Kantin, R. Jam matahari , Toilet, Toko Asecoris.

Gambar.5 Foto maket Puspa IPTEK, Kota Baru Parahyangan

Gambar.6 Suasana dalam Puspa IPTEK

Lokasi area parkir berada di luar kawasan bangunan yang terletak di sebrang bangunan , pengunjung harus berjalan kaki menuju pintu masuk utama, sebelum masuk pengunjung disambut dengan penekanan entrance ikonik dari bangunan. Area sirkulasi dalam

Hadi Septian N | 10409026 6

bangunan kurang teratur, pengunjung dapat bebas mencoba alat peraga dengan beberapa alat peraga harus didampingi pemandu.

Kesimpulan dari hasil studi banding yang dilakukan terdapat lima poin yang di dapat yaitu dijabarkan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Gambar. 7 Sistem Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan

2.7.2 PUSAT PERAGA IPTEK TMII

Luas Tanah : 4,23 Ha Luas Lantai : 23.400 m2 Arsitek : Frank Duville and Associate . Menyajikan 290 alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi secara interktif untuk pengunjung tingkat TK hingga SMA dengan alat yang harus dimainkan, dilihat, didengar lengkap dengan lembar kerja panduan pengunjung. Menyelanggarakan kegiatn khusus seperti sanggar kerja alat, demonstrasi IPTEK, Sains Fair, loka karya IPTEK siswa dan kegiatan ilmiah lainnya.

P

A B

C

C

C

C

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar. 8 Pusat Peraga IPTEK, TMII

Sumber: //http/labiru-home-aneka wisata-Museum IPTEK TMII Jakarta Adapun area parkir yang cukup luas berada di sekeliling bangungan dengan keberadaan vegetasi yang rindang. Bangunan arsitektur IPTEK TMII dapat dikatakan ikonik memiliki ciri khas dalam memcerminkan bangungan pusat IPTEK.

Gambar.9 Ikon IPTEK, TMII

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar.10 Denah Pusat Peraga IPTEK, TMII

Sumber: //http/labiru-home-aneka wisata-Museum IPTEK TMII Jakarta

Kesimpulan dari hasil studi banding yang dilakukan terdapat lima poin yang di dapat yaitu dijabarkan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar. 11 Sistem Pusat IPTEK TMII

2.7.3 PUSAT IPTEK SABUGA BANDUNG

Lokasi Berada di Kawasan Sasana Budaya Ganesa (Lt.Atas) Fasilitas R. Pamer, R.Pengelola, R. Tiket, Teater Imax, Toilet. Peraga IPTEK Sasana budaya Ganesa meski berada dikota Bandung fungsi ini belum bisa berkontribusi dengan maksimum karena skalanya yang terlalu kecil Pengunjung minimal harus rombongan 50 orang serta kurangnnya publikasi.

A B

C

C

C

C

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar. 12 IPTEK Sabuga Bandung

Sumber: //http/sasanabudayaganesa -Museum IPTEK sabuga

Fasilitas alat peraga pada pusat IPTEK Sabuga ini merupakan pada bidang ilmu fisika seperti listrik, magnet , gerak dan lain – lain.

Gambar.13 Jenis alat Peraga IPTEK Sabuga Bandung Sumber: //http/sasanabudayaganesa -Museum IPTEK sabuga

Kesimpulan dari hasil studi banding yang dilakukan terdapat empat poin yang di dapat yaitu dijabarkan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar. 14 Sistem Puspa IPTEK Sasana Budaya Ganesa

2.7.4 SINGAPORE SCIENCE CENTER

Lokasi berada di Singpore, Asia Tenggara dengan Arsitek Raymond Woo. Singapore Science Center adalah salah satu science center yang representatif di kawan Asia tenggara dengan perogram kegiatan bermacam – macam dan terus menerus berganti.

P

A B

C C

C

C

D

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar.15 Singapore Science Center Sumber: www.science.edu.sg/ssc

Fasilitas yang terdapat pada Singapore Science Center ini adalah :  Science Exhibitions terdiri dari fasilitas Amazing Electron,

Atrium, Aviation, Christry Exhibition, Dinosaurus, Discovery zone, Eco Gerden, Eco Friendly garden.

Gambar.16Wahana Amazing Electron Sumber: www.science.edu.sg/ssc

 Science Theatre terdiri dari fasilitas IMAX Movies, Observatorium, Omniplanetarium, Omnimax projection system.

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar 17. Theatre Sumber: www.science.edu.sg/ssc

 Science Net terdiri dari fasilitas Computer Science/ IT/ Mathematics, Earth science, Enginering/ Technology/ Enginering Materials, Life Science, Physical science, Astronomy and space science.

 Science Publlication

Fasilitas seperti toko cindramata, mini market, ATM galeri .

Gambar.18 Publlication Sumber: www.science.edu.sg/ssc  Science Promotional

Ruang pengelola dan pemasaran Science Center Singapore.

Adapun sekematik denah yang didapat dari sumber internet yang terkait dapat di kelompokan dalam gambar di bawah ini.

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar.19 Denah 1 Singapore Science Center Sumber: www.science.edu.sg/ssc

Gambar.20 Denah 2 Singapore Science Center Sumber: www.science.edu.sg/ssc

Kesimpulan dari hasil studi banding yang dilakukan terdapat lima poin yang di dapat yaitu dijabarkan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Hadi Septian N | 10409026 6

Gambar.21 Sistem Science Center Singapore

2.7.5 Kesimpulan Studi Banding

1. Sirkulasi

Memadukan sistem sirkulasi memiliki kelebihan tersendiri dalam pengalaman ruang yang dilalui menjadi suatu atraksi yang menarik menghilangkan kesan monoton atau jenuh. Sirkulasi juga harus memperhatikan kebutuhan bagi pengguna alat bantu seperti adanya ramp dan lift.

2. Ruang Pamer

Ruang harus fleksibel untuk memungkinkan terjadinya perubahan susunan ruang. Area ruang pamer dapat dibagi menjadi sesuai dengan bidang keilmuan tema yang diinginkan, yaitu dapat dengan cara mengoptimalkan penggunaan interior atau menggunakan sekat partisi . Hal utama yang menjadi pertimbangan bagaimana merencanakan interior sesuai tema.

3. Zonasi

P

A B

C

C

C

C

Hadi Septian N | 10409026 6

Pengelompokan zonasi dalam lahan yang minim menjadi sangat penting, dari hasil studi banding zonasi dari Pinisi Edutaiment Park dapat menjadi acan.

4. Image

Image suatu bangunan sangat penting memberikan citra dari ilmu pengetahuan dan teknologi, mengingat Science Center Bandung ini bersekala kota sehingga sedapat mungkin dapat mempresentasikan kota Bandung, baik dengan metode analogi, metafora maupun metode lain.

5. Tipologi

Perancangan harus memperhatikan hubungan dengan bangungn sekirat agar tidak tetap menghormati lingkungan yang telah ada.

Hadi Septian N | 10409026 25

BAB III

ELABORASI TEMA

3.1 Pengertian

Tema yang dipilih pada proyek Bandung Science Center adalah Efisiensi Energi karena tipologi Science Center dalam sumber dari daftar pustaka sebelumnya buku Metric Planing and Design Data (David Atler, 1969), Science Center bertipologi seperti museum. Fungsi yang lebih banyak berperan sebagai media informasi dan refrensi, mebawa pada kebutuhan akan pentingnya informasi visual tidak lepas dari pembahasan akan pentingnya pencahayaan.

3.2 Tinjauan Teoritis

Fungsi arsitektur sebagai wadah atau tempat untuk menunjang sarana kegiatan Science center yang merupakan sebagai sarana edukasi yang interktif dan menyenagkan. Oleh sebab itu interpretasi bangungan harus mencerminkan sebagai sarana edukasi , dengan menerapkan konsep mengurangi pemakaian energi cahaya buatan secara berlebihan dan pentingnya area resapan ruang terbuka hijau.

Diagram.2 Uraian tema

MASALA

H DESAIN

EFISIENSI

Hadi Septian N | 10409026 25

Efisiensi energi dalam arsitektur adalah meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan maupun produktivitas penghuni. Arsitektur hemat energi berdasarkan pada prinsip konservasi energi (sumber energi yang tidak terbaharui).

Prinsip perancangan arsitektur hemat energi dilihat dari parameter disain arsitektural adalah sebagai berikut :

• Konfigurasi bangunan dipengaruhi oleh iklim • Orientasi bangunan merupakan hal yang krusial • Fasade bangunan yang responsif terhadap iklim

• Sumer energy berasal dari pembangkit yang terbarukan • Penggunaan system operasional aktif dan kombinasi • Konsumsi energi yang rendah

• Tingkat kenyamanan yang konsisten • Pertimbangan terhadap ekologi tapak

Sumber: Energy-efficient Architectute, Paradigma dan Manifestasi Arsitektur Hijau, Jimmy Priatman, (2002)

3.3 Interpretasi Tema

Penerapan Efesiensi energi pada arsitektur melalui pendekatan perancangan yang dapat dibagi dua, yaitu:

• Perancangan Pasif

Perancangan pasif merupakan cara penghematan energi melalui pemanfaatan energi matahari secara pasif, yaitu tanpa mengonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Rancangan pasif lebih bagaimana rancangan bangunan dengan sendirinya mampu dan dapat mengantisipasi iklim luar. Perancangan pasif di wilayah tropis basah seperti Indonesia umumnya dilakukan untuk mengupayakan bagaimana pemanasan bangunan karena radiasi matahari dapat dicegah, tanpa harus mengorbankan kebutuhan penerangan alami.

Untuk mengetahui arah sinar matahari langsung yang dapat mempengaruhi bangunan dan jatuhnya bayangan, pada perencanaan

Hadi Septian N | 10409026 25

mengunakan program Shadow Analisis Sketchup agar menjadi suatu acuan dalam penyelesaian konsep treatment pada bangunan.

Dari hasil analisis pada gambar 18 dibawah, lokasi site dapat dilihat arah jatuhnya sinar matahari penuh menyinari hampir seluruh sisi tapak meski sedikit terkena jatuh bayangan dari bangungan hotel Jayakarta pada sore hari.

Gambar. 22 Shadow Analisis Tapak

Dalam penerapannya sistem pencahayaan alami pada siang hari pada bangungan dimaksimalkan masuk dengan mengurangi intensitas cahaya yang masuk dengan treatment sun shading dan vegetasi sebagai buffer juga berfungsi sebagai peradam panas.

Hadi Septian N | 10409026 25 Gambar.23 Shadow Analisis Pada Bangunan

Dari hasil analisis pada lokasi site yang sudah di letakan masa bangungan pada gambar 19 di atas, perlu adanya treatment pada bagian barat dan timur dengan diletakannya sun shading. Dan buffer. Pada bagian timur dan barat beberapa bagian intensitas sinar matahari tertahan oleh ramp yang berfungsi sebagai sirkulasi vertikal dan bagian dari treatment. Adapun penerapannya dapat digambarkan pada skematik perancangan pasif dibawah.

Gambar. 24 Perancangan Pasif • Perancangan Aktif.

Perancangan aktif bersifat tambahan. Pengertian perancangan aktif adalah salah cara penghematan energi dengan bantuan alat-alat teknolgi yang dapat mengontrol, mengurangi pemakaian, atau menghasilkan energi baru. Dalam perancangan secara aktif, harus

skyligth

Su shadi g

vegetasi Atriu skyligt h skyligt h Sun shading

eget

U

Hadi Septian N | 10409026 25

menerapkan strategi perancangan secara pasif. Tanpa penerapan strategi perancangan pasif, penggunaan energi dalam bangunan akan tetap tinggi apabila tingkat kenyamanan termal dan visual harus dicapai.

Gambar. 25 skematik Photovoltaic Sumber: //http/solarpv - simple diagram

Dalam penerapan perancangan secara aktif pengunaan photovoltaic dapat menjadi soluli untuk mengahasilakan tenaga listrik. Lokasi penempatan photovoltaic pada bagunan diletakan dilantai top roof sehinnga pancaran sinar matahari dapat langsung tanpa terhalang. Dan konversi pengunaan kembali air hujan yang ditampung melalui ground water dan selanjutnya digunakan kembali untuk keperluan menyiram tanaman.

Gambar. 26 Perancangan aktif

photo oltaic Air hujan

Grou d ater

Hadi Septian N | 10409026 25

3.4 Studi Banding Tema Sejenis

Untuk mengetaui skala pembanding dengan tema yang akan dingkat dalam peroses perancangan, dilakukan dua contoh studi banding tehadap bangunan yang memiliki tema efesiensi energi sejenis. Yaitu Gedung administrasi Dahana di Subang dan Kampus ITSB, Kota Deltamas – Bekasi.

3.4.1 Gedung administrasi Dahana di Subang

Proyek kampus Dhana merupakan bagian dari Energentic Material Center (EMC). Gedung ini dirancang dengan tanpa menggunakan lampu sebagai penerangan di siang hari pada sudut ruangan manapun.Penghawaan ruangan meskipun minim namun masih memberikan sirkulasi udara yang sangat lancar dengan bukaan pada setiap dinding yang dirancang.

Gambar.27 Gedung administrasi Dahana di Subang

Sumber: Buku Pedoman Energi Efisiensi Untuk Desain Bangunan Gedung Di Indonesia,(2012)

Hadi Septian N | 10409026 25

Desain lahan hijau

Sejak awal dalam perencanaan konstruksi oprasi dan pemeliharaan perhatian diberikan pada aspek oprasional untuk menjaga, memelihara, mengurangi penggunaan penggunan sumber daya alam, menjaga kualitas udara dalam ruangan.

100 % penghematan Air

Konsumsi air dengan pengurangan konsumsi air dari sumber primer, dimana 100% dari seluruh air diambil dari sumber altrnatif sungai, hujan dan kondensat AC.

Hadi Septian N | 10409026 25

Sumber: Buku Pedoman Energi Efisiensi Untuk Desain Bangunan Gedung Di Indonesia,(2012)

Irigasi Lansekap

Pemasangan sistem daur ulang air dengan kapasitas yang cukup untuk keseluruhan sistem untuk kebutuhan flushing irigasi, dan air pengganti untuk menara pendingin.

Perangkat lunak modeling energi untuk menghitung konsumsi energi dasar di bangunan setiap penghematan sebesar 2,5% dimulai pada pengurangan energi 10% dari bangunan baselin

Pencahayaan alami

Pengunaan cahaya alami yang optimal sehingga 30% lantai mendapatkan minimal intensitas sebesar 300 lux. Dengan pola sunshading sebagai peredam panas ke dalam bangunan.

Gambar.28 Sun shading Gedung administrasi Dahana di Subang Sumber: Buku Pedoman Energi Efisiensi Untuk Desain Bangunan Gedung Di

Indonesia,(2012)

Hadi Septian N | 10409026 25

Desain kampus ITSB didasarkan pada konsep ramah lingkungan sesuai dengan prinsip ekologi dengan ruang terbuka hijau yang cukup untuk menyediakan kenyamanan bagi aktifitas kampus.

Gambar. 29 Kampus ITSB, Kota Deltamas – Bekasi

Sumber: Buku Pedoman Energi Efisiensi Untuk Desain Bangunan Gedung Di Indonesia,(2012)

Area hijau

Area bervegetasi ini mengikuti permendagri No.1 Tahun 2007 dengan komsumsi 60,7% area tanah ditutupi dengan pohon berukuran kecil, sedang, besar, tanaman dan pepohonan dengan jenis tanamanruang terbuka hijau.

Efesiensi energi dan konservasi

Memasang meteran kWh untuk mengukur konsumsi listrik dalam empat keompok beban sistem,

Konservasi Air

ITSB mengunakan air ledeng sebagai sumber air utama dengan memiliki tempat pengolahan air (water treatment plan/WTP). Air hujan di gunakan untuk mngaliri lanskap.

Hadi Septian N | 10409026 25

Mendesain ruangan dengan menjamin tercukupinya kebutuhan udara segar kepada seluruh penghuni bangunan.

Manajemen lingkungan bangunan

Mendirikan fasilitas untuk memilah dan mengumpulkan sampah tipe organik atau tidak organik.

Diagram 4.Sistem manajemen pengolahan sampah

Sumber: Buku Pedoman Energi Efisiensi Untuk Desain Bangunan Gedung Di Indonesia,(2012)

Hadi Septian N | 10409026 34 BAB IV

ANALISIS

4.1 Analisis Fungsional 1.4.1 Program Kegiatan

Program kegiatan yang dilakukan penguna bangunan science center ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

 Program kegiatan Pengelola, Staf, dan Servis

Tabel. 1 Program Kegiatan pengelola, staf, servis

KEGIATAN KEBUTUHAN RUANGAN PENGELOLA STAFF SERVIS Datang Plaza

Masuk utama Lobby pegawai

Masuk barang Loading

Mengisi absen Ruang absen

Pergantian karyawan Ruang karyawan

Mengurus administrasi Ruang administrasi

Menerima pengunjung Receptionis

Mengwasi kegiatan Ruang keamanan

Mengurus kebersihan Gudang kebersihan

Menyimpan alat peraga Gudang alat

Memperbaiki Work shop

Hadi Septian N | 10409026 34

 Program kegiatan pengunjung

Adapun program kegiatan pengunjung yang dilakukan dapat dijabarkan sebagai berikut pada tabel di bawah ini :

Hadi Septian N | 10409026 34 1.4.2 Program Ruang

Berdasarkan data program kegiatan yang ada serta data dari hasil studi banding ruang yang dibutuhkan dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Fasilita Penerima

1. Fasilita R.Pameran tetap

NAMA RUANG KETERANGAN LUAS (m2)

a. Keamanan 10

b. R. Tiket 10

c. R. Informasi 20

d. Tempat penitipan barang 10

Sirkulasi 20 % TOTAL 60

NAMA RUANG KETERANGAN LUAS (m2)

a. R. Ilmuan Mengetahui ilmuan 400

b. Galeri astronomi Mempelajari tata surya dan benda langit

400

c. Galeri dunia sekitar kita mempelajri tempat di seluruh

Dalam dokumen Bandung science center (Halaman 18-85)

Dokumen terkait