IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.4. Hasil Refleksi Siklus ke 1
Yang dimaksud dengan refleksi adalah mengingat dan merenungkan
kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Lewat
refleksi penulis berusaha (1) memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala
yang nyata dalam tindakan strategis, dengan mempertimbangkan ragam
perspektif yang mungkin ada dalam situasi pembelajaran di kelas, dan (2)
memahami persoalan pembelajaran dan keadaan kelas di mana pembelajaran
dilaksanakan.
Sesuai dengan tahap perencanaan yang telah disusun, refleksi siklus ke-1
dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2010 bertempat di SMPN 6 Banjar yang dihadiri
oleh para observer dan guru pemandu sebagai nara sumber. Para observer yang hadir
memberikan evaluasi berdasarkan catatan dan pendapatnya mengenai proses
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Dari hasil pengamatan dapat ditemukan sebanyak 18 orang (43%) siswa saja
yang secara aktif mengikuti pelajaran sesuai dengan harapan. Sedangkan mayoritas
siswa, yaitu sebanyak 23 siswa (56%) masih terlihat pasif dalam proses pembelajaran
menggunakan model pembelajaran make a match. Nilai yang diperoleh siswa pun
belum menunjukkan hasil yang signifikan, bahkan dalam indikator mengidentifikasi
A (excellent). Mayoritas siswa, atau sebanyak 25 siswa (0,61) mendapat nilai E (poor),
satu siwa (0,02%) mendapat nilai B (Very Good), satu siswa (0,02%) mendapat nilai C
(Good), sembilan siswa (0,22%) mendapat nilai D (fair). Pada Indikator menyusun
relevansi susunan kalimat menjadi sebuah text secara individu siswa masih belum
menghasilkan nilai yang diharapkan. Bahkan tidak ada satu pun siswa yang
mendapatkan nilai ‘excellent’ dan ‘very good’. Mayoritas siswa,
atau sebanyak 28 siswa (0,68%) mendapat nilai E (poor).Merujuk pada data dan hasil refleksi pelaksanaan siklus ke 1 di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa pembelajaran menulis menyusun kalimat menjadi teks berbentuk
prosedur yang dilaksanakan pada siklus ke 1 dapat dikatakan gagal dan belum berhasil
dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat acak menjadi
teks padu berbentuk procedure. Hal tersebut merupakan masalah dan temuan yang harus
segera dicari solusinya sebagai upaya peningkatan mutu kualitas pembelajaran.
Kegagalan ini menurut para observer terjadi pada media pembelajaran yang
belum optimal, efektif dan efisien. Pendapat ini muncul dari Ibu Ai, S.Pd sebagai
observer yang mengatakan bahwa penggunaan media sangat penting dalam tahap BKOF
dan MOT, pada tahap ini siswa seharusnya diberi penguatan materi secara spesifik
mengenai langkah-langkah retorika membuat sebuah teks procedure. Senada dengan
pendapat Ibu Ai, S.Pd, Ibu attin dan Pak Nana sebagai observer juga memberikan
komentar, bahwa aktifitas siswa di kelas cenderung tidak disiplin dan kurang efektif
mengingat tidak semua siswa diberi kartu yang berisi penggalan kalimat. Guru model
hanya memberi satu buah kartu per-kelompok, dimana tidak semua siswa diberi
dan Ibu Maya Ulfah, S.Pd memberikan pendapatnya bahwa guru model hendaknya
menjelaskan secara rinci aturan main dan batasan waktu dalam tahap JCOT (kerja
kelompok) sehingga siswa tidak kebingungan dan mampu mengimplementasikan
perintah yang diberikan oleh guru.
Pendapat dan saran para pengamat/observer merupakan dasar tindakan
selanjutnya. Peneliti merasa perlu melangkah ke siklus ke 2. Dalam hal ini peneliti
memutuskan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menyusun rencana
perbaikan pada siklus ke-2. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang,
diharapkan pada siklus ke-2 pembelajaran dapat berjalan dengan lebih baik, berhasil
dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa.
4.2. Deskripsi Laporan Tindakan Siklus ke 2
4.2.1. Hasil Tindakan
Rencana tindakan siklus ke 2 mengacu pada hasil refleksi yang dilakukan pada
siklus pertama. Perencanaan tindakan dimulai dari tahap perencanaan program
pengajaran yang dilakukan oleh peneliti berkonsultasi dengan guru pemandu dan
guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bermutu Bahasa Inggris kelompok kelas 3 dengan
memperbaiki RPP (Rencana Program Pengajaran) sebagai skenario pembelajaran siklus
kedua. Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam siklus kedua terdiri dari satu pertemuan
(2x40 menit). Siklus ke 2 dilaksanakan pada tanggal 2 maret 2010 di SMP Pasundan
Banjar.
Berbeda dengan siklus ke 1, pada siklus kedua ini peneliti menggunakan media
yang di download dari www.youtube.com tentang prosedur cara menggunakan mesin
ATM. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperjelas materi sehingga diharapkan siswa
dapat dengan mudah menangkap materi yang ditampilkan. Selain itu, peneliti juga
membuat kartu untuk melaksanakan pembelajaran make a match yang berisi kalimat
acak sebanyak 10 teks yang terbagi menjadi 5 bagian, yang masing-masing bagian
diabagikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 41 orang.
Pada langkah BKOF (Buliding Knowlwdge of the Field) , guru memulai
pembelajaran dengan melakukan tegur sapa dan mengabsen siswa. Guru melakukan
tanya jawab tentang materi yang akan dibahas sesuai tema. Penjelasan silabus dan
indikator pembelajaran dijelaskan pula dalam tahap ini. Hal tersebut dilakukan agar
siswa mempunyai batasan dan tujuan dalam pembelajaran. Tahap BKOF dibatasi waktu
10 menit. Pada tahap ini ada beberapa siswa yang dapat menjawab beberapa pertanyaan
yang diajukan oleh guru. Hal ini membuat guru merasa terhibur dan termotivasi, guru
dapat mengetahui seberapa besar siswa yang mempunyai kemampuan dasar materi yang
akan dibahas dalam pertemuan kali ini.
Pada langkah MOT (Modeling of the Text), guru menggunakan media Video
dalam mentransfer materi pembelajaran. Sebelum film diputar, guru memberikan
beberapa catatan di papan tulis berupa kata kunci dan apa saja yang harus dilakukan
siswa pada saat melihat film. Selanjutnya siswa diberi kesempatan melihat dan
mengamati film berisi tata cara menggunakan mesin ATM serta langkah-langkah
menyusun teks procedure. Siswa diminta mencatat langkah-langkah pembuat teks
procedure dan informasi yang tersirat dari film yang mereka lihat dan amati. Pada
terlihat sibuk dengan temannya mendiskusikan apa saja yang mereka lihat dan mereka
membuat beberapa catatan kecil. Pada langkah ini waktu dibatasi 10 menit.
Setelah siswa dibekali materi pada tahap BKOF, Langkah selanjutnya
merupakan kerja kelompok atau JCOT. Siswa diminta untuk menggabungkan diri pada
kelompoknya. Masing masing kelompok terdiri dari 5 dan 6 orang siswa. Jumlah
kelompok siswa sebanyak 8 kelompok dari 41 siswa. Sebelum membagikan kartu yang
berisi kalimat acak, guru memberikan arahan dan aturan permainan make a match
dimana siswa harus mencari pasangan kartu yang berisi kalimat procedure di
kelompoknya masing masing. Kelompok yang dapat meyelesaikan permainan dengan
cepat dan benar mendapat poin tertinggi. Penjelasan guru dibatasi 5 menit, kemudian
guru mulai membagikan kartu yang berisi kalimat dari beberapa topik teks procedure
kepada setiap siswa. Kartu tersebut dibagikan ke siswa sebanyak 41 kartu. Pada langkah
ini siswa dibatasi waktu 20 menit.
Pada ICOT, siswa diberi kertas kerja yang merupakan lembar soal foto copy
berisi kalimat acak ( jumbled sentences) yang harus disusun menjadi teks procedure
yang benar. Langkah ini dibatasi waktu 20 menit.
4.2.2. Hasil Pengamatan/ Observasi
Pada tahap pengamatan, peneliti melakukan penilaian proses dengan cara
berkeliling ke tiap kelompok dan mengamati aktifitas belajar siswa. Peneliti
menggunakan form check list
(√) untuk mengukur aktifitas siswa dalam pembelajaran.
Penilaian proses ini terfokus pada indikator penilaian proses meliputi perhatian siswa
mengerjakan tugas. Penilaian proses ini berupa check list
(√) yang berisi nama
-nama siswa. Hasil pengamatan pada siklus ke 2 dapat dilihat pada lembar penilaian dibawahini.
TABEL HASIL PENILAIAN PROSES
PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH SIKLUS 2
Kelas : IX A Aspek Skill : Writing
NO NAMA INDIKATOR TOTAL KATEGORI
1 2 3 AKTIF PASIF 1 Ade Entris Firmansyah √ √ √ 3 √
2 Adis Yudistira √ √ √ 3 √ 3 Agus Rusdiat √ 1 √ 4 Arapat Sahara √ 1 √ 5 Asep Rianto √ √ 2 √ 6 Cici √ √ 2 √ 7 Darus √ √ √ 3 √ 8 Dadan Ramdani √ 1 √ 9 Delis Meliani √ √ √ 3 √ 10 Deri Gumilar √ √ 2 √ 11 Dikha Puspa W √ √ 2 √ 12 Doni Kurniawan √ √ 2 √ 13 Eli Wahyuni √ 1 √ 14 Enci Supriatin √ √ 2 √ 15 Endah Yulianti √ √ 2 √ 16 Erik Darusman √ √ 2 √ 17 Erna Wati √ √ 2 √ 18 Erni √ 1 √ 19 Euis Solihat √ √ √ 3 √ 20 Handi Sunantoro 0 √ 21 Hendiana √ √ 2 √ 22 Hera Cahyaningsih √ 1 √ 23 Ika Kartika √ 1 √ 24 Jenal MA √ 1 √ 25 Kicin Dini √ √ √ 3 √
26 Lastri √ √ √ 3 √ 27 Muhrohil √ √ √ 3 √ 28 Neni Suhesti √ √ 2 √ 29 Nia Kaningsih √ √ 2 √ 30 Okfi Lestari √ √ 2 √ 31 Reni Nuraeni √ √ √ 3 √ 32 Riyan Supriadi √ √ 2 √ 33 Risa Fatmawati √ √ 2 √ 34 Rully Nurdianti √ √ 2 √ 35 Saepul Uyun 0 √ 36 Sena Destiana √ √ √ 3 √ 37 Tati Sudarti √ 1 √ 38 Usi √ √ √ 3 √ 39 Veni Lutviani √ √ 2 √ 40 Wandini Srilya M √ 1 √ 41 Yuli Yulianti √ √ 2 √ TOTAL 30 22 27 79 29 12 PROSENTASE 73,17 53,66 65,85 64,23 70,73 29,27 Keterangan Indikator: 1. Perhatian 2. Kerjasama 3. Partispasi
Berdasarkan data yang diperoleh pada sikus ke 2 dapat dilihat sejauh mana
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Ada peningkatan hasil pada proses
pembelajaran dibandingkan dengan pelaksanaan tindakan siklus ke 1, yaitu sebanyak 29
siswa (70,73%) aktif dalam proses pembelajaran dan siswa yang pasif sebanyak 12
orang (29,27%).
Siswa mengalami peningkatan dalam hasil proses pembelajaran dimungkinkan
oleh situasi pembelajaran yang asyik dan tidak kaku. Siswa senang dan enjoy dengan
media pembelajaran video dimana siswa dapat dengan fokus mengikuti proses
kesempatan untuk melakukan hal yang lain diluar kerja kelompok dengan pembatasan
waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif.
4.2.3. Hasil Test Performance Siswa
Hasil evaluasi siswa pada test tulis terfokus pada kemampuan siswa menyusun
kalimat acak menjadi teks yang berterima. Siswa diminta mengisi instrumen berupa
LKS (lembar kerja siswa) yang dibagikan secara individu. Siswa mengisi LKS yang
diberikan dengan dibatasi waktu 15 menit. Test tersebut dilaksanakan pada akhir
pembelajaran pada pertemuan yang sama.
Hasil dari test tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 3: Hasil test Writing Menyusun Kalimat Siklus 2
DAFTAR NILAI SISWA KELAS IX A
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2009-2010 MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS
No NAMA L/P SCORE JML
RATA-RATA
1 Ade Entris Firmansyah L 65 60 125 62,5
2 Adis Yudistira L 75 70 145 72,5 3 Agus Rusdiat L 75 70 145 72,5 4 Arapat Sahara L 80 70 150 75 5 Asep Rianto L 65 60 125 62,5 6 Cici P 75 70 145 72,5 7 Darus L 80 70 150 75 8 Dadan Ramdani L 65 60 125 62,5 9 Delis Meliani P 75 70 145 72,5 10 Deri Gumilar L 75 70 145 72,5 11 Dikha Puspa W P 85 80 165 82,5 12 Doni Kurniawan L 75 70 145 72,5 13 Eli Wahyuni P 70 65 135 67,5 14 Enci Supriatin P 65 60 125 62,5 15 Endah Yulianti P 75 65 140 70 16 Erik Darusman L 70 65 135 67,5 17 Erna Wati P 70 65 135 67,5
18 Erni P 65 60 125 62,5 19 Euis Solihat P 75 75 150 75 20 Handi Sunantoro L 65 60 125 62,5 21 Hendiana L 80 75 155 77,5 22 Hera Cahyaningsih P 70 65 135 67,5 23 Ika Kartika P 70 75 145 72,5 24 Jenal MA L 65 65 130 65 25 Kicin Dini P 80 70 150 75 26 Lastri P 95 85 180 90 27 Muhrohil L 75 65 140 70 28 Neni Suhesti P 65 60 125 62,5 29 Nia Kaningsih P 70 65 135 67,5 30 Okfi Lestari P 80 70 150 75 31 Reni Nuraeni P 65 60 125 62,5 32 Riyan Supriadi L 60 60 120 60 33 Risa Fatmawati P 85 75 160 80 34 Rully Nurdianti P 80 75 155 77,5 35 Saepul Uyun L 75 70 145 72,5 36 Sena Destiana P 75 65 140 70 37 Tati Sudarti P 65 60 125 62,5 38 Usi P 80 80 160 80 39 Veni Lutviani P 70 55 125 62,5 40 Wandini Srilya M L 65 60 125 62,5 41 Yuli Yulianti P 75 70 145 72,5 TOTAL 2990 2760 5750 2875 RATA-RATA 72,93 67,32 140,24 70,12 Aspek Penilaian:
1. Mengidentifikasi generic structure dan language feature
2. Menyusun kalimat acak (jumbled text) menjadi sebuah text secara individu
Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Hasil Test performance pada Siklus 2
No Aspek Penilaian sikap Jumlah Siswa Presentase
A B C D E F A B C D E F
1
Mengidentifikasi generic structure dan language feature
0 1 9 19 12 0 0,00 0,02 0,22 0,46 0,29 0,00
2
Menyusun relevansi susunan kalimat menjadi sebuah text secara individu
0 0 3 17 20 1 0,00 0,00 0,07 0,41 0,49 0,02
Catatan:
A: Excellent (10) B: Very Good (8.0 - 9.9) C: Good (8.0 – 8.9) D: Fair (7.0 – 7.9) E: Poor (6.0 – 6.9) F: Very Poor (5.0 – 5.9)
1. Identifikasi generic structure dan language feature
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu siswa pun yang
mendapat nilai A ‘excellent’, Satu siswa (0,02%) mendapat nilai B ‘good’, 9 siswa
(0,22%) mendapan nilai C ‘good’, 19 siswa (0,46%) mendapat nilai D ‘fair’, 12 siswa
(0,29%) men
dapat nilai E ‘poor’ dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat nilai F
‘very poor’ dalam mengidentidikasi generic structure teks prosedur.
C, 9, 21% D; 19 E, 12, 29% F, 0, 0% A, 0.00, 0% B, 0.02, 0% F, 0.00, 0% A B C D E F A
2. Menyusun kalimat acak menjadi teks
procedure
yang berterimaPada chart di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada satu pun siswa