• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Refleksi Siklus ke 1

Dalam dokumen PTK Bahasa Inggris 2018 (Halaman 40-50)

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.4. Hasil Refleksi Siklus ke 1

Yang dimaksud dengan refleksi adalah mengingat dan merenungkan

kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Lewat

refleksi penulis berusaha (1) memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala

yang nyata dalam tindakan strategis, dengan mempertimbangkan ragam

 perspektif yang mungkin ada dalam situasi pembelajaran di kelas, dan (2)

memahami persoalan pembelajaran dan keadaan kelas di mana pembelajaran

dilaksanakan.

Sesuai dengan tahap perencanaan yang telah disusun, refleksi siklus ke-1

dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2010 bertempat di SMPN 6 Banjar yang dihadiri

oleh para observer dan guru pemandu sebagai nara sumber. Para observer yang hadir

memberikan evaluasi berdasarkan catatan dan pendapatnya mengenai proses

 pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Dari hasil pengamatan dapat ditemukan sebanyak 18 orang (43%) siswa saja

yang secara aktif mengikuti pelajaran sesuai dengan harapan. Sedangkan mayoritas

siswa, yaitu sebanyak 23 siswa (56%) masih terlihat pasif dalam proses pembelajaran

menggunakan model pembelajaran make a match. Nilai yang diperoleh siswa pun

 belum menunjukkan hasil yang signifikan, bahkan dalam indikator mengidentifikasi

A (excellent). Mayoritas siswa, atau sebanyak 25 siswa (0,61) mendapat nilai E (poor),

satu siwa (0,02%) mendapat nilai B (Very Good), satu siswa (0,02%) mendapat nilai C

(Good), sembilan siswa (0,22%) mendapat nilai D (fair). Pada Indikator menyusun

relevansi susunan kalimat menjadi sebuah text secara individu siswa masih belum

menghasilkan nilai yang diharapkan. Bahkan tidak ada satu pun siswa yang

mendapatkan nilai ‘excellent’ dan ‘very good’. Mayoritas siswa,

atau sebanyak 28 siswa (0,68%) mendapat nilai E (poor).

Merujuk pada data dan hasil refleksi pelaksanaan siklus ke 1 di atas dapat ditarik

kesimpulan bahwa pembelajaran menulis menyusun kalimat menjadi teks berbentuk

 prosedur yang dilaksanakan pada siklus ke 1 dapat dikatakan gagal dan belum berhasil

dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat acak menjadi

teks padu berbentuk procedure. Hal tersebut merupakan masalah dan temuan yang harus

segera dicari solusinya sebagai upaya peningkatan mutu kualitas pembelajaran.

Kegagalan ini menurut para observer terjadi pada media pembelajaran yang

 belum optimal, efektif dan efisien. Pendapat ini muncul dari Ibu Ai, S.Pd sebagai

observer yang mengatakan bahwa penggunaan media sangat penting dalam tahap BKOF

dan MOT, pada tahap ini siswa seharusnya diberi penguatan materi secara spesifik

mengenai langkah-langkah retorika membuat sebuah teks  procedure. Senada dengan

 pendapat Ibu Ai, S.Pd, Ibu attin dan Pak Nana sebagai observer juga memberikan

komentar, bahwa aktifitas siswa di kelas cenderung tidak disiplin dan kurang efektif

mengingat tidak semua siswa diberi kartu yang berisi penggalan kalimat. Guru model

hanya memberi satu buah kartu per-kelompok, dimana tidak semua siswa diberi

dan Ibu Maya Ulfah, S.Pd memberikan pendapatnya bahwa guru model hendaknya

menjelaskan secara rinci aturan main dan batasan waktu dalam tahap JCOT (kerja

kelompok) sehingga siswa tidak kebingungan dan mampu mengimplementasikan

 perintah yang diberikan oleh guru.

Pendapat dan saran para pengamat/observer merupakan dasar tindakan

selanjutnya. Peneliti merasa perlu melangkah ke siklus ke 2. Dalam hal ini peneliti

memutuskan untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menyusun rencana

 perbaikan pada siklus ke-2. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang,

diharapkan pada siklus ke-2 pembelajaran dapat berjalan dengan lebih baik, berhasil

dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa.

4.2. Deskripsi Laporan Tindakan Siklus ke 2

4.2.1. Hasil Tindakan

Rencana tindakan siklus ke 2 mengacu pada hasil refleksi yang dilakukan pada

siklus pertama. Perencanaan tindakan dimulai dari tahap perencanaan program

 pengajaran yang dilakukan oleh peneliti berkonsultasi dengan guru pemandu dan

guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bermutu Bahasa Inggris kelompok kelas 3 dengan

memperbaiki RPP (Rencana Program Pengajaran) sebagai skenario pembelajaran siklus

kedua. Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam siklus kedua terdiri dari satu pertemuan

(2x40 menit). Siklus ke 2 dilaksanakan pada tanggal 2 maret 2010 di SMP Pasundan

Banjar.

Berbeda dengan siklus ke 1, pada siklus kedua ini peneliti menggunakan media

yang di download dari www.youtube.com tentang prosedur cara menggunakan mesin

ATM. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperjelas materi sehingga diharapkan siswa

dapat dengan mudah menangkap materi yang ditampilkan. Selain itu, peneliti juga

membuat kartu untuk melaksanakan pembelajaran make a match yang berisi kalimat

acak sebanyak 10 teks yang terbagi menjadi 5 bagian, yang masing-masing bagian

diabagikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 41 orang.

Pada langkah BKOF (Buliding Knowlwdge of the Field) , guru memulai

 pembelajaran dengan melakukan tegur sapa dan mengabsen siswa. Guru melakukan

tanya jawab tentang materi yang akan dibahas sesuai tema. Penjelasan silabus dan

indikator pembelajaran dijelaskan pula dalam tahap ini. Hal tersebut dilakukan agar

siswa mempunyai batasan dan tujuan dalam pembelajaran. Tahap BKOF dibatasi waktu

10 menit. Pada tahap ini ada beberapa siswa yang dapat menjawab beberapa pertanyaan

yang diajukan oleh guru. Hal ini membuat guru merasa terhibur dan termotivasi, guru

dapat mengetahui seberapa besar siswa yang mempunyai kemampuan dasar materi yang

akan dibahas dalam pertemuan kali ini.

Pada langkah MOT (Modeling of the Text), guru menggunakan media Video

dalam mentransfer materi pembelajaran. Sebelum film diputar, guru memberikan

 beberapa catatan di papan tulis berupa kata kunci dan apa saja yang harus dilakukan

siswa pada saat melihat film. Selanjutnya siswa diberi kesempatan melihat dan

mengamati film berisi tata cara menggunakan mesin ATM serta langkah-langkah

menyusun teks  procedure. Siswa diminta mencatat langkah-langkah pembuat teks

 procedure dan informasi yang tersirat dari film yang mereka lihat dan amati. Pada

terlihat sibuk dengan temannya mendiskusikan apa saja yang mereka lihat dan mereka

membuat beberapa catatan kecil. Pada langkah ini waktu dibatasi 10 menit.

Setelah siswa dibekali materi pada tahap BKOF, Langkah selanjutnya

merupakan kerja kelompok atau JCOT. Siswa diminta untuk menggabungkan diri pada

kelompoknya. Masing masing kelompok terdiri dari 5 dan 6 orang siswa. Jumlah

kelompok siswa sebanyak 8 kelompok dari 41 siswa. Sebelum membagikan kartu yang

 berisi kalimat acak, guru memberikan arahan dan aturan permainan make a match

dimana siswa harus mencari pasangan kartu yang berisi kalimat  procedure di

kelompoknya masing masing. Kelompok yang dapat meyelesaikan permainan dengan

cepat dan benar mendapat poin tertinggi. Penjelasan guru dibatasi 5 menit, kemudian

guru mulai membagikan kartu yang berisi kalimat dari beberapa topik teks procedure

kepada setiap siswa. Kartu tersebut dibagikan ke siswa sebanyak 41 kartu. Pada langkah

ini siswa dibatasi waktu 20 menit.

Pada ICOT, siswa diberi kertas kerja yang merupakan lembar soal foto copy

 berisi kalimat acak ( jumbled sentences) yang harus disusun menjadi teks  procedure

yang benar. Langkah ini dibatasi waktu 20 menit.

4.2.2. Hasil Pengamatan/ Observasi

Pada tahap pengamatan, peneliti melakukan penilaian proses dengan cara

 berkeliling ke tiap kelompok dan mengamati aktifitas belajar siswa. Peneliti

menggunakan form check list

(√) untuk mengukur aktifitas siswa dalam pembelajaran.

Penilaian proses ini terfokus pada indikator penilaian proses meliputi  perhatian siswa

mengerjakan tugas. Penilaian proses ini berupa check list 

(√) yang berisi nama

-nama siswa. Hasil pengamatan pada siklus ke 2 dapat dilihat pada lembar penilaian dibawah

ini.

TABEL HASIL PENILAIAN PROSES

PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH SIKLUS 2

Kelas : IX A Aspek Skill : Writing

NO NAMA INDIKATOR TOTAL KATEGORI

1 2 3 AKTIF PASIF 1 Ade Entris Firmansyah √ √ √ 3 √

2 Adis Yudistira √ √ √ 3 √ 3 Agus Rusdiat √ 1 √ 4 Arapat Sahara √ 1 √ 5 Asep Rianto √ √ 2 √ 6 Cici √ √ 2 √ 7 Darus √ √ √ 3 √ 8 Dadan Ramdani √ 1 √ 9 Delis Meliani √ √ √ 3 √ 10 Deri Gumilar √ √ 2 √ 11 Dikha Puspa W √ √ 2 √ 12 Doni Kurniawan √ √ 2 √ 13 Eli Wahyuni √ 1 √ 14 Enci Supriatin √ √ 2 √ 15 Endah Yulianti √ √ 2 √ 16 Erik Darusman √ √ 2 √ 17 Erna Wati √ √ 2 √ 18 Erni √ 1 √ 19 Euis Solihat √ √ √ 3 √ 20 Handi Sunantoro 0 √ 21 Hendiana √ √ 2 √ 22 Hera Cahyaningsih √ 1 √ 23 Ika Kartika √ 1 √ 24 Jenal MA √ 1 √ 25 Kicin Dini √ √ √ 3

26 Lastri √ √ √ 3 √ 27 Muhrohil √ √ √ 3 √ 28 Neni Suhesti √ √ 2 √ 29 Nia Kaningsih √ √ 2 √ 30 Okfi Lestari √ √ 2 √ 31 Reni Nuraeni √ √ √ 3 √ 32 Riyan Supriadi √ √ 2 √ 33 Risa Fatmawati √ √ 2 √ 34 Rully Nurdianti √ √ 2 √ 35 Saepul Uyun 0 √ 36 Sena Destiana √ √ √ 3 √ 37 Tati Sudarti √ 1 √ 38 Usi √ √ √ 3 √ 39 Veni Lutviani √ √ 2 √ 40 Wandini Srilya M √ 1 √ 41 Yuli Yulianti √ √ 2 √ TOTAL 30 22 27 79 29 12 PROSENTASE 73,17 53,66 65,85 64,23 70,73 29,27  Keterangan Indikator: 1.  Perhatian 2.  Kerjasama 3.  Partispasi

Berdasarkan data yang diperoleh pada sikus ke 2 dapat dilihat sejauh mana

keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Ada peningkatan hasil pada proses

 pembelajaran dibandingkan dengan pelaksanaan tindakan siklus ke 1, yaitu sebanyak 29

siswa (70,73%) aktif dalam proses pembelajaran dan siswa yang pasif sebanyak 12

orang (29,27%).

Siswa mengalami peningkatan dalam hasil proses pembelajaran dimungkinkan

oleh situasi pembelajaran yang asyik dan tidak kaku. Siswa senang dan enjoy dengan

media pembelajaran video dimana siswa dapat dengan fokus mengikuti proses

kesempatan untuk melakukan hal yang lain diluar kerja kelompok dengan pembatasan

waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif.

4.2.3. Hasil Test Performance Siswa

Hasil evaluasi siswa pada test tulis terfokus pada kemampuan siswa menyusun

kalimat acak menjadi teks yang berterima. Siswa diminta mengisi instrumen berupa

LKS (lembar kerja siswa) yang dibagikan secara individu. Siswa mengisi LKS yang

diberikan dengan dibatasi waktu 15 menit. Test tersebut dilaksanakan pada akhir

 pembelajaran pada pertemuan yang sama.

Hasil dari test tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 3: Hasil test Writing Menyusun Kalimat Siklus 2

DAFTAR NILAI SISWA KELAS IX A

SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2009-2010 MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

 No NAMA L/P SCORE JML

RATA-RATA

1 Ade Entris Firmansyah L 65 60 125 62,5

2 Adis Yudistira L 75 70 145 72,5 3 Agus Rusdiat L 75 70 145 72,5 4 Arapat Sahara L 80 70 150 75 5 Asep Rianto L 65 60 125 62,5 6 Cici P 75 70 145 72,5 7 Darus L 80 70 150 75 8 Dadan Ramdani L 65 60 125 62,5 9 Delis Meliani P 75 70 145 72,5 10 Deri Gumilar L 75 70 145 72,5 11 Dikha Puspa W P 85 80 165 82,5 12 Doni Kurniawan L 75 70 145 72,5 13 Eli Wahyuni P 70 65 135 67,5 14 Enci Supriatin P 65 60 125 62,5 15 Endah Yulianti P 75 65 140 70 16 Erik Darusman L 70 65 135 67,5 17 Erna Wati P 70 65 135 67,5

18 Erni P 65 60 125 62,5 19 Euis Solihat P 75 75 150 75 20 Handi Sunantoro L 65 60 125 62,5 21 Hendiana L 80 75 155 77,5 22 Hera Cahyaningsih P 70 65 135 67,5 23 Ika Kartika P 70 75 145 72,5 24 Jenal MA L 65 65 130 65 25 Kicin Dini P 80 70 150 75 26 Lastri P 95 85 180 90 27 Muhrohil L 75 65 140 70 28  Neni Suhesti P 65 60 125 62,5 29  Nia Kaningsih P 70 65 135 67,5 30 Okfi Lestari P 80 70 150 75 31 Reni Nuraeni P 65 60 125 62,5 32 Riyan Supriadi L 60 60 120 60 33 Risa Fatmawati P 85 75 160 80 34 Rully Nurdianti P 80 75 155 77,5 35 Saepul Uyun L 75 70 145 72,5 36 Sena Destiana P 75 65 140 70 37 Tati Sudarti P 65 60 125 62,5 38 Usi P 80 80 160 80 39 Veni Lutviani P 70 55 125 62,5 40 Wandini Srilya M L 65 60 125 62,5 41 Yuli Yulianti P 75 70 145 72,5 TOTAL 2990 2760 5750 2875 RATA-RATA 72,93 67,32 140,24 70,12 Aspek Penilaian:

1. Mengidentifikasi generic structure dan language feature

2. Menyusun kalimat acak (jumbled text) menjadi sebuah text secara individu

Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Hasil Test performance pada Siklus 2

No Aspek Penilaian sikap Jumlah Siswa Presentase

A B C D E F A B C D E F

1

Mengidentifikasi generic structure dan language feature

0 1 9 19 12 0 0,00 0,02 0,22 0,46 0,29 0,00

2

Menyusun relevansi susunan kalimat menjadi sebuah text secara individu

0 0 3 17 20 1 0,00 0,00 0,07 0,41 0,49 0,02

Catatan:

 A: Excellent (10) B: Very Good (8.0 - 9.9) C: Good (8.0 –  8.9)  D: Fair (7.0 – 7.9) E: Poor (6.0 – 6.9) F: Very Poor (5.0 –  5.9)

1. Identifikasi generic structure dan language feature

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu siswa pun yang

mendapat nilai A ‘excellent’, Satu siswa (0,02%) mendapat nilai B ‘good’, 9 siswa

(0,22%) mendapan nilai C ‘good’, 19 siswa (0,46%) mendapat nilai D ‘fair’, 12 siswa

(0,29%) men

dapat nilai E ‘poor’ dan tidak ada satu pun siswa yang mendapat nilai F

‘very poor’ dalam mengidentidikasi generic structure teks prosedur.

C, 9, 21% D; 19 E, 12, 29% F, 0, 0% A, 0.00, 0% B, 0.02, 0% F, 0.00, 0% A B C D E F A

2. Menyusun kalimat acak menjadi teks

 procedure

 yang berterima

Pada chart di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada satu pun siswa

yang mendapat nilai A ‘excellent’ dan B ‘very good’. Sebanyak 3 siswa (0,07%)

mendapat nilai C ‘good’, 17 siswa (0,41%) mendapat nilai D ‘fair’, 20 siswa (0,49%)

mendapat nilai E ‘poor’ dan 1 siswa (0,02%) mendapat nilai F ‘very poor’.

Dalam dokumen PTK Bahasa Inggris 2018 (Halaman 40-50)

Dokumen terkait