• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

4.4. Analisis Regresi Linier Berganda

4.4.3. Hasil Regresi

Berikut ini akan dijelaskan hasil regresi antara partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya.

4.4.3.1. Persamaan Regresi

Nilai estimasi koefisien regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.15. : Hasil Estimasi Koefisien Regresi

Variabel Bebas Unstandardized Coefficients (B)

Konstanta 2.656

Partisipasi Pemakai (X1) 0.407 Kemampuan Teknik Personal (X2) 0.037 Dukungan Manajemen Puncak (X3) 0.058 Program Pelatihan dan Pendidikan (X4) 0.108 Sumber : Lampiran 9

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 2.656 + 0.407 X1 + 0.037 X2 + 0.058 X3 + 0.108 X4 Penjelasan masing-masing koefisien regresi adalah sebagai berikut: β0 = Konstanta = 2.656

Menunjukkan besarnya kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya. Artinya apabila partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan

dengan nol atau konstan, maka kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya adalah sebesar 2.656.

β 1 = Koefisien regresi partisipasi pemakai (X1) = 0.407

Artinya apabila partisipasi pemakai naik 1 satuan, maka kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya akan naik sebesar 0.407 satuan, dengan asumsi pengaruh dari kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan adalah konstan/tidak berubah.

β 2 = Koefisien regresi kemampuan teknik personal (X2) = 0.037

Artinya apabila kemampuan teknik personal naik 1 satuan, maka kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya akan naik sebesar 0.037 satuan, dengan asumsi pengaruh dari partisipasi pemakai, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan adalah konstan/tidak berubah. β 3 = Koefisien regresi dukungan manajemen puncak (X3) = 0.058

Artinya apabila dukungan manajemen puncak naik 1 satuan, maka kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya akan naik sebesar 0.058 satuan, dengan asumsi pengaruh dari partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, program pelatihan dan pendidikan adalah konstan/tidak berubah.

β 4 = Koefisien regresi program pelatihan dan pendidikan (X4) = 0.108 Artinya apabila program pelatihan dan pendidikan naik 1 satuan, maka kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya akan naik sebesar 0.108 satuan, dengan asumsi pengaruh dari partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak adalah konstan/tidak berubah.

4.4.3.2.Uji Kecocokan Model (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji cocok atau tidaknya model regresi yang dihasilkan guna melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika uji F menghasilkan nilai signifikansi (probabilitas) < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Berikut ini adalah uji F antara partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi:

Tabel 4.16 : Hasil Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 1.374 4 0.343 3.564 0.036 Residual 1.253 13 0.096 Total 2.627 17 Sumber : Lampiran 9

Berdasarkan Tabel 4.16 diperoleh F hitung sebesar 3.564 dengan nilai signifikansi (probabilitas) sebesar 0.036 kurang dari 0.05 (α=5%), maka diputuskan untuk menolak H0 dan menerima H1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya.

Berikut adalah nilai koefisien determinasi (R Square) yang dihasilkan dari model regresi :

Tabel 4.17 : Nilai Koefisien Determinasi (R Square) Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error of the Estimate 1 0.723 0.523 0.376 0.31042 Sumber : Lampiran 9

Berdasarkan Tabel 4.17 nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang dihasilkan sebesar 0.376, hasil ini menunjukkan bahwa perubahan kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya mampu dijelaskan secara bersama-sama oleh perubahan partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan sebesar 37.6%, sedangkan sisanya 62.4% dijelaskan oleh faktor lain.

4.4.3.3. Uji Pengaruh (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika uji t menghasilkan nilai signifikansi (probabilitas) < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.

Berikut ini adalah uji t antara partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi:

Tabel 4.18. : Hasil Uji t

Model Unstandardized Coefficients t Sig. B Std. Error Partisipasi Pemakai (X1) 0.407 0.169 2.405 0.032 Kemampuan Teknik Personal

(X2) 0.037 0.141 0.266 0.794

Dukungan Manajemen Puncak

(X3) 0.058 0.211 0.277 0.786 Program Pelatihan dan

Pendidikan (X4) 0.108 0.145 0.745 0.470 Sumber : Lampiran 9

Untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) dapat dilihat dari koefisien regresi dan nilai t hitung :

1. Pengujian pengaruh partisipasi pemakai terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi menghasilkan t hitung sebesar 2.405 dengan nilai signifikansi (probabilitas) sebesar 0.032 kurang dari 0.05, sehingga diputuskan untuk menolak H0 dan menerima H1. Dengan demikian

disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan partisipasi pemakai terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya. Dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 0.407, partisipasi pemakai berpengaruh positif terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi, dimana pengaruh positif tersebut signifikan. Hal ini berarti peningkatan partisipasi pemakai dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya secara nyata (peningkatannya besar). 2. Pengujian pengaruh kemampuan teknik personal terhadap kinerja

Sistem Informasi Akuntansi menghasilkan t hitung sebesar 0.266 dengan nilai signifikansi (probabilitas) sebesar 0.794 lebih besar dari 0.05, sehingga diputuskan untuk menerima H0 dan menolak H1. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan kemampuan teknik personal terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya. Dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 0.037, kemampuan teknik personal berpengaruh positif terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi, akan tetapi pengaruh positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti peningkatan kemampuan teknik personal tidak dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya secara nyata (peningkatannya hanya kecil).

3. Pengujian pengaruh dukungan manajemen puncak terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi menghasilkan t hitung sebesar 0.277 dengan nilai signifikansi (probabilitas) sebesar 0.786 lebih besar dari 0.05, sehingga diputuskan untuk menerima H0 dan menolak H1. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dukungan manajemen puncak terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya. Dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 0.058, dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi, akan tetapi pengaruh positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti peningkatan dukungan manajemen puncak tidak dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya secara nyata (peningkatannya hanya kecil).

4. Pengujian pengaruh program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi menghasilkan t hitung sebesar 0.745 dengan nilai signifikansi (probabilitas) sebesar 0.470 lebih besar dari 0.05, sehingga diputuskan untuk menerima H0 dan menolak H1. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan program pelatihan dan pendidikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya. Dilihat dari nilai koefisien regresi sebesar 0.108, program pelatihan dan pendidikan berpengaruh positif terhadap kinerja Sistem Informasi

Akuntansi, akan tetapi pengaruh positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti peningkatan program pelatihan dan pendidikan tidak dapat meningkatkan kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya secara nyata (peningkatannya hanya kecil).

Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang menduga bahwa partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, program pelatihan dan pendidikan berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada PT. Karya Anugerah Mandiri Surabaya, tetapi hanya pada partisipasi pemakai yang berpengaruh signifikan.

4.5. Pembahasan Hasil Penelitian

Dokumen terkait