METODE PENELITIAN
E. Operasional Variabel Penelitian 1. Variabel Independen
4. Hasil Uji Regresi Berganda
Berdasarkan tabel 4.9 dan 4.10 dapat disimpulkan atas hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan sebagai berikut:
a. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerial (KM) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.026 < 0.05. Dikatakan
berpengaruh negatif karena variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar - 2.643. Maka dapat disimpulkan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Koefisien yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemilikan manajerial maka nilai perusahaan akan menurun, karena keberadaan pemegang saham manajerial dapat menurunkan nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Haruman (2008), Siallagan dan Machfoedz (2008), serta Herawaty (2008), tetapi bertentangan dengan Nurlela dan Islahuddin (2008) serta Wahyudi dan Pawestri (200) yang menyatakan kepemilikan manajerial berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan.
b. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Nilai
Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel kepemilikan instutisional (KI) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.644 > 0.05. Maka dapat disimpulkan H2 ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa kepemilikan instutisional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Wahyudi dan Pawestri (2006), Rahmwati dan Triatmoko (2007), Susanto dan Subekti (2013), Sholekah dan Venusita (2014). Hal ini disesabkan pihak institusional tidak dapat mengontrol perusahaan dengan lebih teliti sehingga kemungkinan manajemen melakukan manajemen laba lebih tinggi yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. hasil ini teetapi bertentangan dengan Haruman (2008) dan Herawaty (2008) yang menyatakan kepemilikan instutisional berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan.
c. Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel
leverage (LEV) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.013 < 0.05. dikatakan berpengaruh negatif karena variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai koefisien regresi negatif sebesar -0.012. Maka dapat disimpulkan H3 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Koefisien yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi leverage maka nilai perusahaan akan
menurun, karena keberadaan pemegang saham manajerial dapat menurunkan nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Haruman (2008), Machfoedz dan Siallagan (2008), serta Herawaty (2008), tetapi bertentangan dengan Nurlela dan Islahuddin (2008) serta Wahyudi dan Pawestri (200) yang menyatakan kepemilikan manajerial berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan, serta pada penelitian.
d. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.614 > 0.05. Maka dapat disimpulkan H4 ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian, Ardimas (2012) Susanto dan Subekti (2013), Sholekah dan Venusita (2014). Hal ini disesabkan perusahaan belum mengkomunikasikan corporate social responsibility secara tepat dan sebagian besar perusahaan publik hanya berfokus pada faktor keuangan (Susanto dan Subekti: 2013). Hasil ini
bertentangan dengan Nurlela dan Islahuddin (2008), yang menyatakan CSR berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan.
e. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai
Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.530 > 0.05. Maka dapat disimpulkan H5 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian, Sholekah dan Venusita (2014). Hal ini disesabkan para pemegang saham yang merupakan penentu dari nilai perusahaan tidak melihat besar atau kecilnya suatu perusahaan untuk menanamkan sahamnya. Mereka cenderung akan membeli saham yang harganya akan naik tiap tahunnya. Hasil ini bertentangan dengan Siallagan dan Machfoedz (2006), yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh secara negatif terhadap nilai perusahaan, serta Herawaty (2008) yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan.
f. Pengaruh Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel manajamen laba (EM) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan yang dilihat dari tingkat signifikansi 0.964 > 0.05. Maka dapat disimpulkan H6 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Ujiyanto dan Pramuka (2007). Hal ini menunjukkan bahwa tinggi atau rendahnya manajemen laba oleh manajer tidak memberikan dampak terhadap harga saham yang merupakan salah satu indikator dalam penentu nilai perusahaan. Para investor tidak fokus pada kegiatan para manajer dalam mengelola laba perusahaannya, mereka lebih fokus pada harga saham perusahaan tersebut, apakah naik tiap tahunnya. Hasil ini bertentangan dengan Herawaty (2008), yang menyatakan manajemen laba berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan.
g. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan
Institusional, Leverage, Pengungkapan Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan. Ukuran Perusahaan, dan Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan
Hasil uji hipotesis pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, ukuran perusahaan, pengungkapan tanggung jawab sosial, dan manajemen laba secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan proksi Tobin’s Q dengan tingkat signifikansi 0.023 atau lebih kecil dari 0.05. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, ukuran perusahaan, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, dan manajemen laba secara bersama-sama dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Sehingga dapat dikatakan model regresi yang terbentuk adalah signifikan.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Leverage,
Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Ukuran Perusahaan, dan Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian menggunakan perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Pengujian menggunakan model regresi berganda.
Sampel penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2014. Terdapat 70 perusahaan yang menjadi populasi dan sebanyak 13 perusahaan dijadikan sampel dalam penelitian ini sehingga jumlah data laporan keuangan dan laporan tahunan masing-masing sebanyak 5.(lima) Berdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan
2. Variabel kepemilikan instutisional tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan
3. Variabel leverage (LEV) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel nilai perusahaan
4. Variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan. 5. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh terhadap
variabel nilai perusahaan
6. Variabel manajamen laba (EM) tidak berpengaruh terhadap variabel nilai perusahaan
7. Variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional,
leverage, ukuran perusahaan, pengungkapan tanggung jawab sosial, dan manajemen laba secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan
B. Implikasi
Hasil keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional, leverage, ukuran perusahaan, pengungkapan tanggung jawab sosial, dan manajemen laba secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Artinya setiap penambahan kepemilikan saham manajerial dan penambahan tingkat hutang akan meniurunkan nilai perusahaan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penelitian ini dapat diimplikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti bagi:
1. Manajemen perusahaan
Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, seperti kepemilikan manajerial dan leverage. Peningkatan kepemilikan manajerial secara umum berdampak pada
penurunan nilai perusahaan. Oleh karena itu, peningkatan leverage secara umum berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus berhati-hati dalam menentukan kebijakan hutang dengan mempertimbangkan tingkat manfaat dan risiko.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan keuangan perusahaan, karena setiap keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruh keputusan keuaangan lain dan kelangsungan perusahaan di masa yang akan datang
2. Investor
Penelitian atas variabel-variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam memutuskan investasi yang akan dilakukan, sehingga memperkecil risiko keuangan yang akan dihadapi. 3. Akademisi
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik khususnya ilmu pengetahuan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan teori-teori yang berhubungan dengan nilai perusahaan
C. Keterbatasan
Penelitian ini memiliki keterbatasan yang mungkin dapat melemahkan hasil penelitian. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini hanya mencakup Perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga tidak dapat dikatakan mencakup semua hasil temuan untuk seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI. 2. Pengukuran variabel ukuran perusahaan menggunakan proksi
logaritma natural (ln) dari total asset. Terdapat proksi lain untuk menggambarkan variabel ukuran perusahaan yang mungkin jika digunakan dalam penelitian ini akan memberikan hasil yang berbeda. Penggunaan model perhitungan manajemen laba dalam penelitian ini masih cukup rumit dan mudah terjadi kekeliruan data. Pengukuran variabel nilai perusahaan menggunakan proksi Tobin’s Q. Terdapat proksi lain untuk menggambarkan variabel nilai perusahaan yang mungkin jika digunakan dalam penelitian ini akan memberikan hasil yang berbeda.
3. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya 6 (enam) variabel independen untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.
D. Saran
1. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambah populasi perusahaan yang akan dijadikan populasi penelitian diberbagai sektor seperti manufaktur, konstruksi bangunan, maupun lainnya yang mempunyai sektor yang berbeda.
2. Dalam penelitian selanjutnya variabel ukuran perusahaan dapat menggunakan proksi lain untuk pengukurannya seperti, total penjualan, dan kapitalisasi pasar. Penggunaan model untuk mendeteksi manajemen laba dalam penelitian ini mungkin belum mampu mendeteksi manajemen laba dengan baik dan juga merupakanmodel yang cukup rumit sehingga rentan mengalami kekeliruan pengolahan data. Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan model lain yang lebih sederhana dan akurat. variabel nilai perusahaan dapat menggunakan proksi lain untuk pengukurannya seperti price to book value dan sebagainya
3. Dalam penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel baru