HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian
4.4 Hasil Regresi Linear Berganda
Regresi linier berganda merupakan suatu persamaan yang menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen. Regresi linier berganda diterapkan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website terhadap variabel
49 terikat frekuensi perdagangan saham, serta mengetahui besar pengaruhnya.
Hasil analisis regresi linear pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.3
Hasil Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 9,839 ,902 10,913 ,000
IFR -,016 1,078 -,002 -,015 ,988
TPIW ,047 ,021 ,284 2,231 ,029
a. Dependent Variable: LNFREKS
Dari tabel hasil analisis regresi linear berganda diatas diperoleh persamaan berikut:
FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM = 9.839 + 0,016 INTERNET FINANCIAL REPORTING + 0,047 TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE+e
Berdasarkan model regresi diatas dapat dijelaskan bahwa:
1. Konstanta (a) sebesar 9.839 menyatakan bahwa jika variabel independen internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi websitebdianggap konstan, maka rata rata frekuensi saham 9.839.
2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0, 016 menyatakan bahwa jika variabel independen internet financial repoerting (X1) meningkat satu satuan maka akan akan menaikkan return saham sebesar 0,016
50 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0,042 menyatakan bahwa jika variabel independen tingkat pengungkapan informasi website (X2) meningkat satu satuan maka akan akan menaikkan frekuensi perdagangan saham sebesar 0,042.
4.5 Hasil Uji Hipotesis 1. Uji Parsial (uji t)
Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah suatu variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen.
Hasil uji t dapat dilihat pada tabel dan hasil perhitungan dengan rumus dibawah ini:
Tabel 4.4 Hasil Uji t
Coefficientsa
Model t Sig.
1 (Constant) 10,913 ,000
IFR -,015 ,988
TPIW 2,231 ,029
a. Dependent Variable: LNFREK
Dari tabel output SPSS hasil uji parsial dengan membandingkan t hitung dan t tabel.
1) Berdasarkan uji parsial t antara variabel independen internet financial reporting terhadap frekuensi perdagangan saham dengan hitungan t hitung -0,015 sedangkan t table adalah sebesar 1,98350 dan nilai sig 0,988. Karena nilai t hitung < t table dan nilai sig > 0.05, maka hipotesis pertama ditolak dan
51 H0 diterima yang berarti bahwa internet financial reporting secara parsial tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham.
2) Berdasarkan uji parsial t antara variabel indepensen tingkat pengungkapan informasi website terhadap frekuensi perdagangan saham dengan nilai t hitung 2,231 sedangkan t table adalah sebesar 1,98350 dan nilai sig 0,029. Karena nilai t hitung > t table nilai sig <0,05, maka hipotesis kedua diterima dan H0 ditolak berarti bahwa tingkat pengungkapan informasi website secara parsial berpengaruh signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham.
2. Uji Simultan (uji F)
Uji F-statistik digunakan untuk menguji besarnya pengaruh dari seluruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5 Hasil Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 16,585 2 8,292 3,400 ,038b
Residual 190,213 78 2,439
Total 206,798 80
a. Dependent Variable: LNFREK b. Predictors: (Constant), TPIW, IFR
Uji F dilakukan untuk menguji hipotesis internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website berpengaruh secara simultan terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan
52 property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014. Dari hasil perhitungan uji F, nilai F hitung adalah 3,400 dan nilai F tabel sebesar 2,69 dan sig sebesar 0,038. Jika nilai Fhitung ≥ Ftabel, maka H0 ditolak, yang berarti variabel independen secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa nilai Fhitung 3,400
>Ftabel 2,69 dan sig 0,038 < 0,05 yang berarti hipotesis ketiga diterima yaitu bahwa internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website berpengaruh signifikan secara simultan terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real etate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
3. Uji Koefisien Determinasi (r2)
Koefisien determinasi adalah kemampuan variabel X (variabel independen) mempengaruhi variabel Y (variabel dependen). Semakin besar koefisien determinasi menunjukkan semakin baik kemampuan X menerangkan Y. Hasil perhitungan uji Koefisien Determinasi (r2) dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6
Hasil Uji Koefisien Determinasi (r2)
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), TPIW, IFR b. Dependent Variable: LNFREK
53 Dari tampilan output SPSS besarnya adjusted R2 adalah 0,080 hal ini berarti hanya 8,0% frekuensi perdagangan saham dapat dijelaskan oleh variabel independen internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website, sedangkan sisanya (100% - 8,0% = 92 dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
4.6 Pembahasan
1. Pengaruh internet financial reporting terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa internet financial reporting tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2914. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung 0.05 sedangkan t tabel adalah sebesar 1,98350 dan sig 0,988. Karena nilai t hitung < t tabel dan nilai sig > 0,05, maka berdasarkan hasil uji t tersebut maka hipotesis pertama “ internet financial reporting tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014”, ditolak yang berarti baha internet financial reporting tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh sigit (2013) yang menyimpulkan bahwa internet financial reporting
54 berpengaruh negative dan signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham.
2. Pengaruh tingkat pengungkapan informasi website terhadapa frekuensi perdagangan saham perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
Berdasarkan had=sil uji t diketahui bahwa tingkat pengungkapan informasi website berpengaruh signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham. Hal ini dapat terlihat nilai t hitung 2,231 sedangkan t tabel adalah sebesar 1,98350 dan nilai sig 0,029. Karena nilai t hitung > t tabel nilai sig < 0,05, maka hipotesis ke dua “ Internet financial reporting terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014”, diterima yang berate bahwa tingkat pengungkapan informasi website secara parsial berpengaruh signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
3. Pengurah internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website secara simultan terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftyar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014.
Berdasarkan hasil uji simultan, Uji F nilai F hitung adalah 3.400 dan nilai F tabel sebesar 2,69 dan sig sebesar 0,038. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa nilai F hitung 0,038 > F tabel
55 2,29 dan sig 0,038 < 0,05 yang berate bahwa hipotesis ketiga “ internet financial reporting dan tingkat pengungkapan informasi website berpengaruh secara simultan terhadap frekuensi perdagangan saham pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2012-2014.
56 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN