• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Uji Data Penelitian 1.Hasil Uji Validitas

3) Hasil Uji Secara Simultan Sub Struktur 2

Berikut ini tabel 4.16 yang menjelaskan Anova untuk uji sub struktural 2.

Tabel 4.16 Anova – Sub Struktur 2

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression Residual Total 1190.927 149.007 1339.933 3 56 59 396.976 2.661 149.192 .000a a. Predictors: (Constant), GCG, DPS, KA b. Dependent Variable: KBS

Sumber: Data primer yang diolah

Dari tabel 4.16 anova diperoleh nilai F sebesar 149,192 dengan nilai probabilitas (sig) = 0,000 karena nilai sig < 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima, artinya koefisien analisis jalur adalah signifikan. Jika F secara manual dihitung dengan rumus F, berdasarkan koefisien R2 pada tabel 4.19

summary, nilai F dapat dihitung sebagai berikut:

F =

Keterangan: n = Jumlah sampel

k = Jumlah variabel eksogen (variabel independen) Rsquare = R2

F = = 228,257

Berikut ini tabel 4.17 yang menjelaskan Summary untuk uji sub struktural 2. k (1– Rsquare) (n – k – 1)Rsquare (60 – 2 – 1) (0,889) 2 (1 – 0,889) 76

Tabel 4.17

Summary – Sub Struktur 2

Model R R Square Adjusted R Square

Std Error of the Estimate 1 .943a .889 .883 1.631 a. Predictors: (Constant), GCG, AI, KA

Sumber: Data primer yang diolah

Untuk melihat pengaruh komite audit, dewan pengawas syariah dan good corporate governance secara gabungan dapat dilihat dari hasil penghitungan dalam model summary, khususnya angka Rsquare. Besarnya angka Rsquare (r2) adalah 0,889 angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh komite audit, dewan pengawas syariah dan good corporate governance

terhadap peran kinerja perbankan syariah, dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut: KD = r2 x 100% KD = 0,889 x 100% KD = 88,9% Keterangan: KD : Koefisien Determinasi r2 : Rsquare

Angka tersebut mempunyai maksud bahwa pernyataan komite audit, dewan pengawas syariah dan good corporate governance secara bersama terhadap kinerja perbankan syariah

adalah 88,9%. Adapun sisanya sebesar 11,1% (100% - 88,9%) dipengaruhi oleh variabel lain, seperti auditor internal.

Kerangka hubungan kausal Sub-Struktur 2 antara jalur (X1

terhadap Z, X2 terhadap Z, Y terhadap Z dan X1, X2, Y terhadap Z)

dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut: X3 = ρX1Z X1 + ρX2Z X2 + ρYZ X3 + ρYε1

Diketahui:

R2 X1 . X2 . Y, Z = 0,889

ρY1ε1 = 1R2 = √1 – 0,889 = 0,333 Keterangan:

ρX1Z :standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh

langsung X1 terhadap Z.

ρX2Z : standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh

langsung X2 terhadap Z.

ρYZ : standardized coefficients, koefisien jalur pengaruh

langsung X2 terhadap Z.

ρYε1 : besarnya pengaruh variable lain

R2 : RSquare

X1 : Komite Audit

X2 : Dewan Pengawas Syariah

Y : Good Corporate Governance

Z : kinerja perbankan syariah

Z = 0,418 X1 + 0,248 X2 + 0,307 Y+ 0,333 ε1

Gambar 4.2

Hubungan Kausal Empiris Sub Struktur 2 Variabel X1, X2 dan Yterhadap Z

Pengaruh bersama atau koefisien X1 dan X2 terhadap Y atau

koefisien determinan dan faktor residual dihitung sebagai berikut: R2 Z(X1 Y X2) = ∑(ρZXk).(rZk) = (ρZX1).(rZX1)+(ρZX2).(rZX2)

+ (ρZY).(rZY)

keterangan:

R2 Z(X1X2Y) : Rsquare

ΡZ :standardized coefficients Beta

rZ : korelasi variabel X terhadap variabel Z

X1 : komite audit

X2 :dewan pengawas syariah Y : good corporate governance

Z : kinerja perbankan syariah

ε1 Г12 = 0,908 Komite Audit (X1) Dewan Pengawas Syariah (X2) Kinerja Bank Syariah (Z) Good Corporate Governance (Y) ε2 ρzε2 = 0,351 ρzε2 = 0,333 ρzx1 = 0,418 ρyx1 = 0,896 ρzy = 0,307 ρyx2 = 0,928 ρzx2 = 0,248 79

R2 Z(X1 Y X2) = ∑(ρZXk).(rZk)

= (ρZX1).(rZX1)+(ρZX2).(rZX2) + (ρZY).(rZY)

=(0,418)x(0,918)+(0,248)x(0,912)+(0,307)x(0,911) = 0,889

Berdasarkan tabel 4.16 anova diperoleh nilai F sebesar 149,192 dengan nilai probabilitas (sig) = 0,000 karena nilai sig

0,000 < 0,05, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga terbukti bahwa komite audit, dewan pengawas syariah, dan good corporate governance, berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kinerja perbankan perusahaan. Hasil pengujian Sub-Struktur 2 dapat diringkas seperti tabel 4.18 sebagai berikut:

Tabel 4.18

Koefisien Jalur, Kontribusi Langsung, Tidak Langsung, Kontribusi Total, Kontribusi Komite Audit (X1), Dewan Pengawas Syariah (X2),

dan Good Corporate Governance (Y), Secara Simultan dan Signifikan Terhadap Kinerja Perbankan Syariah (Z)

Kontribusi Variabel

Koefisien

Jalur Langsung Tidak Berpengaruh Total

Kontribusi Bersama X1 0,418 0,418 17,47% X2 0,248 0,248 6,15% Y 0,307 0,307 9,42% ε1 0,351 0,351 12,32% ε2 0,333 0,333 11,09% X1, X2 dan Y 0,889 = 88,9 % Sumber: Data Primer yang diolah

Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur Sub-Struktur 2 tersebut, maka memberikan informasi secara objektif sebagai berikut:

(1) Besarnya kontribusi komite audit (X1) yang secara langsung dan

signifikan mempengaruhi kinerja perbankan syariah (Z) adalah 0,4182 = 0,1747 atau 17,47%.

(2) Besarnya kontribusi dewan pengawas syariah (X2) yang secara tidak

langsung mempengaruhi kinerja perbankan syariah (Z) tetapi melalui

good corporate governance (Y) adalah 0,2482 = 0,0615 atau 6,15%. (3) Besarnya kontribusi good corporate governance (Y) yang secara

langsung dan signifikan mempengaruhi kinerja perbankan syariah (Z) adalah 0,3072 = 0,0942 atau 9,42%.

Besarnya kontribusi komite audit (X1), dewan pengawas syariah (X2), dan good corporate governance (Y) secara simultan yang langsung

dan signifikan mempengaruhi kinerja perbankan syariah (Z) adalah 0,889 = 88,9%. Sisanya sebesar 0,3332 = 0,1109 atau 11,09% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian.

Berikut merupakan pembahasan berdasarkan analisis tersebut diatas:

1. Pengaruh Komite Audit Terhadap Good Corporate Governance.

Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa komite audit berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap good corporate governance. Dengan demikian, dengan adanya komite audit semua kegiatan atau semua rencana harus sesuai dengan rekomendasi komite audit. Semakin tinggi peran yang dilakukan komite audit, maka semakin baik juga penerapan

good corporate governance dalam perbankan syariah. Sedangkan,

semakin rendah peran komite audit, maka semakin tidak baik penerapan

good corporate governance di perbankan syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian I Putu Sughiarta (2005) dan Santi Yustini (2009) bahwa komite audit sangat berperan penting dalam pelaksanaan good corporate governance di perbankan syariah yang berguna untuk pemberian keputusan dan pemberian kebijakan bagi perbankan syariah. 2. Pengaruh Dewan Pengawas Syariah Terhadap Good Corporate

Governance.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Dewan Pengawas Syariah berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap good corporate governance. Dengan demikian, dengan adanya dewan pengawas syariah semua pengawasan kegiatan atau semua rencana harus sesuai dengan pengawasan dewan pengawas syariah. Semakin tinggi pengawasan yang dilakukan dewan pengawas syariah, maka semakin baik juga penerapan

good corporate governance dalam perbankan syariah. Sedangkan, semakin rendahnya pengawasan dari dewan pengawas syariah, maka semakin tidak baik penerapan good corporate governance dilakukan di perbankan syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan Wibowo Ari (2009), bahwa pengawasan yang dilakukan oleh dewan pengawas syariah mengenai akan sangat baik untuk penerapan good corporate governance

di perbankan syariah tersebut. Dari pernyataan tersebut bahwa dewan pengawas syariah mempengaruhi good corporate governance dengan cara

melakukan pengawasan atas laporan penerapan good corporate governance kepada Bank Indonesia.

3. Pengaruh Komite Audit dan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Good Corporate Governance.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa komite audit dan dewan pengawas syariah sangat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap good corporate governance di Perbankan Syariah. Dengan demikian, dengan adanya komite audit dan dewan pengawas syariah semua keputusan dan pengawasan kegiatan atau semua rencana harus sesuai dengan keputusan komite audit dan pengawasan dewan pengawas syariah. Semakin tinggi keputusan dan pengawasan yang dilakukan, maka semakin baik juga penerapan good corporate governance dalam perbankan syariah. Sedangkan, semakin rendahnya pengawasan dari audit internal, maka semakin tidak baik penerapan good corporate governance

dilakukan di perbankan syariah.

4. Pengaruh Komite Audit terhadap Kinerja Perbankan Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja perbankan syariah. Dengan demikian, dengan adanya keputusan dari komite audit semua kegiatan atau semua rencana harus sesuai dengan rekomendasi komite audit. Semakin tinggi peran yang dilakukan komite audit, maka semakin baik juga kinerja perbankan syariah tersebut. Sedangkan, semakin rendah peran komite audit, maka semakin tidak baik kinerja perbankan syariah

tersebut. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiyono Wahyu Nugroho (2010). Karena keputusan yang dikeluarkan oleh komite sangat berpengaruh dalam pelaporan keuangan perbankan syariah dan itu yang melihatkan kinerja perbankan tersebut baik atau tidak.

5. Pengaruh Dewan Pengawas Syariah Terhadap Kinerja Perbankan Syariah Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Dewan Pengawas Syariah tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan syariah, karena kegiatan dewan pengawas syariah hanya mengawasi dan dari pengawasan tersebut tidak berpengaruh bagi kinerja perbankan syariah. Jadi, semakin tinggi atau rendahnya pengawasan yang dilakukan dewan pengawas syariah, maka tidak akan berpengaruh bagi kinerja perbankan syariah. Pernyataan tersebut didukung oleh Usamah (2009) fungsi utama Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah mengawasi jalannya operasional bank syariah sehari-hari agar selalu sesuai dengan petunjuk dan ketentuan-ketentuan

syari’at Islam. Jadi dalam penelitian ini dewan pengawas syariah tidak signifikan dan tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan syariah. 6. Pengaruh Komite Audit dan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Kinerja

Perbankan Syariah.

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa komite audit sangat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja perbankan syariah. Dengan demikian, keputusan komite audit sangat berpengaruh dan pengawasan yang dilakukan dewan pengawas syariah tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan syariah. Pernyataan komite audit didukung

oleh Wiyono Wahyu Nugroho (2010). Karena keputusan yang dikeluarkan oleh komite sangat berpengaruh dalam pelaporan keuangan perbankan syariah dan itu yang memperlihatkan kinerja perbankan tersebut baik atau tidak. Jadi dalam penelitian ini dewan pengawas syariah tidak signifikan dan tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan syariah.

BAB V

Dokumen terkait