HASIL PENILAIAN (SELF ASSESSMENT)
DAN KESIMPULAN
A. Hasil Penilaian (Self Assessment)
Memenuhi ketentuan pasal 77 POJK nomor 4/POJK.03/2015 tentang
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat, Kop. BPR Wedarijaksa
Pati melakukan self assessment untuk periode yang berakhir pada 31 Desember
2020 Kertas kerja dan kesimpulan self assessment dilampirkan dalam laporan
ini.
Berikut adalah ringkasan hasil perhitungan nilai komposit self assessment
untuk periode 2020:
No Faktor yang dinilai Bobot (B) Peringkat Nilai
1 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Direksi 20% 1,38 0,28
2 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Dewan Komisaris 15% 1.82 0,27
3 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas
atau Fungsi Komite (bagi BPR yang
memiliki modal inti paling sedikit
Rp80.000.000,00 (delapan puluh
milyar rupiah)
0% 0.00 0,00
4 Penanganan Benturan Kepentingan 10% 2,00 0,20
5 Penerapan Fungsi Kepatuhan 10% 2,17 0,22
6 Penerapan Fungsi Audit Intern 10% 2,28 0,23
7 Penerapan Fungsi Audit Ekstern (bagi
BPR dengan total aset paling sedikit
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar
rupiah)
2,5% 1.60 0,04
8 Penerapan Manajemen Risiko,
Termasuk Sistem Pengendalian Intern
*)10% 2,24 0,22
9 Batas Maksimum Pemberian Kredit 7,5% 2,15 0,16
10 Rencana Bisnis BPR 7,5% 1.93 0,15
11 Transparansi Kondisi Keuangan dan
Non Keuangan
7,5% 2,00 0,15
Nilai Komposit 1,91
Peringkat Komposit Baik
1. Penerapan struktur dan infrastuktur tata kelola yang berkaitan dengan
Direksi sesuai dengan ketentuan OJK diantaranya kecukupan anggota
Direksi termasuk persyaratan yang harus dipenuhi. Pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab Direksi secara umum telah dilaksanakan sesuai ketentuan
OJK maupun ketentuan perundang-undangan yang lain. Dalam
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020 16
melaksanakan tugas dan wewenangnya Direksi bersikap independen,
mengambil keputusan berdasarkan musyawarah, tidak menggunakan BPR
untuk kepentingan pribadi, cukup kompeten untuk menerapkan peraturan
OJK maupun peraturan perundang-undangan yang lain dan selalu
mengembangkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, workshop
disemua bidang dan jenjang organisasi. Proses penerapan tata kelola telah
dilaksankan dengan baik berupa tindak lanjut temuan OJK dan pemberian
informasi yang lengkap, akurat terkini dan tepat waktu kepada dewan
Pengawas.
2. Penerapan struktur dan infrastruktur tata kelola Dewan Pengawas telah
memenuhi ketentuan OJK termasuk persyaratan yang harus dipenuhi.
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas secara umum
telah memenuhi ketentuan OJK diantaranya melaksanakan fungsi
pengawasan baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari
pemantauan terhadap pemenuhan hasil temuan OJK maupun hasil audit
intern dan ekstern, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan operasional
bank sesuai dengan ketentuan maupun kebijakan yang telah diambil oleh
Direksi, serta selalu bersikap independen dan tidak terlibat dalam
pengambilan keputusan operasional. Sedangkan hasil penerapan tata kelola
berupa rapat rutin Dewan Pengawas dan Direksi dituangkan dalam notulen
rapat yang diadministrasikan dengan baik.
3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas dan fungsi komite belum diberlakukan
karena modal inti masih dibawah Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar
rupiah).
4. BPR telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur untuk menyelesaikan
benturan kepentingan sesuai dengan ketentuan OJK. Namun sejauh ini
tidak pernah terjadi benturan kepentingan diantara Dewan Pengawas,
Direksi maupun Pejabat Eksekutif yang dapat merugikan bank.
5. Struktur dan infrastruktur dalam menerapkan fungsi kepatuhan telah
terpenuhi sesuai dengan ketentuan. Dalam melaksanakan fungsi
kepatuhan, Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan melalui pejabat
eksekutifnya selalu melakukan pengkinian kebijakan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku serta secara bertahap melakukan sosialisasi kepada
seluruh jenjang organisasi yang terkait dengan kebijakan yang dikinikan.
Sedangkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya, fungsi
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020 17
kepatuhan melaporkan kepada Direktur Utama sekaligus yang
membawahkan fungsi kepatuhan.
6. Penetapan fungsi audit intern bank telah berjalan sesuai ketentuan OJK.
Struktur organisasi telah terbentuk serta telah memiliki pedoman kerja serta
sistem dan prosedur untuk melaksanakan tugas sebagai auditor intern.
Pelaksanaan audit intern telah melalui tahap-tahap yang mencakup
persiapan audit, penyusunan program audit, pelaporan hasil audit. Namun
tindak lanjut pasca audit masih perlu pemantauan/ monitoring lebih
intensive. Peningkatan kualitas SDM senantiasa dilakukan secara berkala
untuk pejabat eksekutif fungsi audit intern. Laporan hasil audit juga telah
memenuhi ketentuan OJK yaitu disampaikan kepada Direktur Utama dan
tembusan kepada Dewan Pengawas.
7. Penerapan fungsi audit ekstern telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
OJK. KAP yang ditunjuk terdaftar di OJK dengan ketentuan ruang lingkup
audit sesuai ketentuan OJK. Hasil audit dilaporkan langsung ke OJK dan
KAP yang ditunjuk. Sedangkan laporan hasil audit untuk BPR telah
dilengkapi dengan management letter yang menggambarkan permasalahan
bank dan disampaikan tepat waktu.
8. Struktur dan infrastruktur untuk penerapan manajemen risiko telah
terbentuk sesuai dengan ketentuan OJK. Penerapan tata kelola untuk
manajemen risiko baru sebagaian dapat dilaksanakan dimana kebijakan,
sistem dan prosedur penerapan manajemen risiko telah dibuat, yang
didukung dengan sistem informasi manajemen yang cukup memadai dan
mampu menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, kini dan
utuh. Namun untuk pemantauan dan pengendalian risiko yang
dilaksanakan oleh Direksi dan Dewan Pengawas belum sepenuhnya berjalan
dengan baik terutama untuk pengendalian risiko kredit yang tercermin dari
NPL masih diatas 5%. Laporan profil risiko telah dilaksanakan sesuai
dengan pentahapannya.
9. Kebijakan yang mengatur Batas Maksimum Pemberian Kredit telah dimiliki
sesuai ketentuan dan diupdate setiap ada perubahan. Demikian pula
kebijakan yang mengatur proses pemberian kredit telah mengacu pada
ketentuan yang mengatur BMPK KBPR Wedarijaksa tidak pernah melanggar
ketentuan BMPK, sedangkan laporan dikirimkan sesuai ketentuan yang
berlaku.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020 18
10. Rencana bisnis KBPR Wedarijaksa telah melalui pembahasan dalam rapat
Direksi dan dewan Pengawas yang telah mendapatkan persetujuan dari
dewan Pengawas dan dikirimkan ke OJK tepat waktu. Secara garis besar
rencana bisnis tahunan disusun berdasarkan tahun-tahun yang lalu. Dewan
Pengawas ikut mengawasi pelaksanaan RBB.
11. Transparasi kondisi keuangan bank telah didukung sistem teknologi
informasi yang memadai, namun untuk informasi non keuangan belum
sepenuhnya biasa diakses melalui sistem teknologi informasi. Laporan
keuangan publikasi telah disampaikan sesuai ketentuan, demikian pula
laporan tahunan dan laporan pengaduan nasabah. Transparasi informasi
produk, layanan dan penggunaan data nasabah telah sesuai dengan
ketentuan OJK.
B. Kesimpulan
Hasil Penilaian Sendiri (self Assessment) Penerapan Tata Kelola
Nilai Komposit Peringkat Komposit
1, 91 Baik
Analisis
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan dewan Pengawas telah
dilaksanakan dengan cukup baik. Pemenuhan struktur dan infrastruktur
Direksi dan Dewan Pengawas sesuai dengan ketentuan OJK. Direksi dan
Dewan Pengawas memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, independen dan tidak memanfaatkan bank untuk
kepentingan pribadi. Dalam hal penerapan fungsi kepatuhan sudah berjalan
baik untuk tahun 2020. Penunjukan anggota Direksi yang membawahkan
fungsi kepatuhan telah melalui penilaian kemampuan dan kepatutan yang
dilakukan oleh OJK. Sedangkan pengangkatan pejabat eksekutif yang
menangani fungsi kepatuhan telah ditunjuk. Penerapan fungsi audit dan audit
ektern telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Kelemahan yang diungkap
dalam hasil audit telah ditindaklanjuti dan dilakukan monitoring
pelaksanaanya oleh Direksi dan dewan Pengawas sehingga kelemahan yang
sama tidak akan terulang lagi ditahun-tahun yang akan datang. Hasil
penerapan fungsi manajemen risiko telah berjalan meskipun belum secara
keseluruhan dapat dilaksanakan. Terdapat kelemahan dalam pengendalian
risiko, namun akan dilakukan upaya perbaikan dari tahun ke tahun melalui
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020 19
monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Direksi dan dewan Pengawas
secara berkesinambungan. Rencana bisnis disusun berdasarkan realisasi
tahun-tahun sebelumnya dengan memproyeksikan pertumbuhan kinerja
untuk jangka menengah dan jangka panjang. RBB yang disusun telah melalui
pembahasan dengan Dewan Pengawas. Transparansi kondisi keuangan telah
disusun dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tepat
waktu yang meliputi laporan tahunan, laporan publikasi, laporan pengaduan
nasabah serta informasi layanan produk kepada nasabah.
Profil BPR Nama BPR Alamat BPR Posisi Laporan Modal Inti BPR Total Aset BPR Bobot BPR
Kop. BPR Wedarijaksa Pati
Jl. Raya Juwana - Tayu Km.08 Kec. Trangkil Kab. Pati Desember, 2020
Rp9.430.889.260 Rp51.658.339.636 B
1
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
v
KBPR Wedarijaksa per 31 Desember 2020
memiliki 2 (dua) orang Direksi. - 1 orang sebagai Direktur Utama sekaligus
yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan
- 1 orang sebagai Direktur Kredit. Dan telah disahkan berdasarkan Rapat
Anggota Tahunan pada tanggal 03/04/2020. Dan telah dinotariskan dengan notaris Dra. Selawati, S.H dengan nomor akta notaris 01 serta telah mendapat persetujuan dari OJK pada tanggal 05/08/2020. Nomor surat S-240/KR.0313/2020.
2) Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama, atau kota/kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama, atau kota/kabupaten di provinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada provinsi lokasi Kantor Pusat BPR. v
Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di Kabupaten Pati. 1. Moh. Mahfud sebagai Direktur Utama yang sekaligus Membawahkan Fungsi Kepatuhan,
tinggal di Kec. Margorejo Kab. Pati 2. Zaidun Niam sebagai Direktur Kredit yang
bertempat tinggal di Ds. Asempapan Kec. Trangkil Kab. Pati
3) Anggota Direksi tidak merangkap jabatan pada Bank, Perusahaan Non Bank dan/atau lembaga lain (partai politik atau organisasi kemasyarakatan).
v
Semua anggota Direksi tidak ada yang merangkap jabatan pada bank, lembaga jasa keuangan lain, dan/atau lembaga lain kecuali sebagai pengurus asosiasi industri BPR dan/atau lembaga pendidikan yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia BPR sepanjang tidak mengganggu pelaksanaan tugas sebagai Direksi BPR.
4) Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris. v
Semua anggota Direksi tidak ada yang memiliki hubungan keluarga atau semenda
sampai dengan derajat kedua dengan :
a. Sesama anggota Direksi dan/atau b. Anggota Dewan Komisaris
5) Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan kecuali memenuhi persyaratan yaitu untuk proyek yang bersifat khusus yang dari sisi karakteristik proyeknya membutuhkan adanya konsultan; telah didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan, dan jangka waktu pekerjaan, serta biaya; dan perorangan dan/atau penyedia jasa profesional adalah pihak independen yang memiliki kualifikasi untuk proyek yang bersifat khusus dimaksud.
v
Direksi tidak menggunakan penasehat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
RUPS sebelum berakhir masa jabatannya.
v
perpanjangan masa jabatan Direksi telah ditetapkan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT)
sebelum berakhir masa jabatannya. Anggota Direksi, yaitu : 1. Moh. Mahfud, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2023. 2. Zaidun Niam, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2021. berakhir masa jabatannya pada tanggal
30/04/2020. Kemudian anggota Direksi tersebut diangkat kembali melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 03/04/2020 dan dinotariskan dengan Notaris Dra. Selawati, S.H. Kepengurusan anggota Direksi mulai tanggal 01/05/2020 sampai dengan 30/04/2025. Dan mendapat persetujuan dari OJK dengan nomor surat S-240/KR.0313/2020.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 6 0 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 6
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
6 1,00 0,50
1
7) Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas. v
Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas. Tidak ada satupun surat kuasa umum yang diterbitkan.
8) Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas
Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. v
Semua temuan audit dari OJK, Audit Intern dan Audit Ekstern telah ditindaklanjuti.
9) Direksi menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
v
Direksi selalu menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat terkini dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
10) Pengambilan keputusan rapat Direksi yang bersifat strategis dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Setiap pengambilan keputusan atau kebijakan yang bersifat strategis selalu melalui musyawarah dan mufakat.
11) Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang
ditetapkan RUPS. v
Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan Rapat Anggota Tahunan.
12) Anggota Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan keikutsertaan pegawai BPR dalam pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.
v
Direksi secara rutin mengirimkan karyawan untuk mengikuti pelatihan baik yang diselenggarakan oleh OJK, Perbarindo maupun lembaga lain yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkat jenjang organisasi serta penyelenggaraan pendidikan sosialisasi yang diselenggarakan secara mandiri yang berkaitan dengan operasional bank. Semua kegiatan tersebut diadministrasikan dengan baik.
13) Anggota Direksi mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian.
v
Direksi cukup kompoten dalam memahami dan mengimplementasikan semua ketentuan yang berlaku, termasuk dalam penerapan prinsip kehati-hatian. Namun demikian dalam pelaksanaannya masih terdapat kelemahan diantaranya perlunya
peningkatan pengawasan dan pengendalian risiko kredit.
14) Direksi memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan
rapat. v
Direksi sudah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja, etika kerja dan peraturan rapat. Pedoman tersebut tertuang dalam SOP tentang Pedoman dan Tata Tertib Dewan Direksi.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 2 12 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
14 1,75 0,70
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
1
15) Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS.
v
Setiap Triwulan Direksi
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada anggota melalui Rapat Anggota Tahunan. Pertanggungjawaban Direksi tersebut antara lain berupa bidang organisasi/ kelembagaan, bidang usaha dan permodalan dan bidang lainnya yang terkait kemajuan bank. Kemudian dilaporkan juga Rencana Bisnis Bank untuk tahun yang akan datang.
16) Direksi mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai mengenai kebijakan strategis BPR di bidang kepegawaian.
v
Setiap kebijakan strategis di bidang
kepegawaian selalu dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, semua kewajiban dan hak karyawan dituangkan dalam SOP SDM dan disosialisasikan kepada semua karyawan.
17) Hasil rapat Direksi dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik, termasuk pengungkapan secara jelas dissenting opinions yang terjadi dalam rapat
Direksi, serta dibagikan kepada seluruh Direksi. v
Hasil rapat Direksi didokumentasikan dalam bentuk notulen. Dissenting Opinions sejauh ini belum ada, kalau ada perbedaan pendapat dalam rapat, selalu dimusyawarahkan untuk mencari titik temu.
18) Terdapat peningkatan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh pegawai dalam pengelolaan BPR yang ditunjukkan antara lain dengan peningkatan kinerja BPR, penyelesaian permasalahan yang dihadapi BPR, dan pencapaian hasil sesuai ekspektasi stakeholders.
v
Peningkatan pengetahuan, keahlian dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh
karyawan belum optimah tercermin dari : 1. Target Kredit, NPL < 5 % belum tercapai.
2. Kemampuan analisis kredit belum optimal. Namun demikian terdapat kenaikan kredit
yang diberikan sebesar 0,40% dari tahun 2019 meskipun pada tahun 2020 terjadi pandemi covid-19.
19) Direksi menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia, dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan. v
Direksi menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
2 4 3 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 1 Dikalikan dengan bobot Faktor 1
1,38 0,28
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
9 1,8 0,18
2
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50 M: Jumlah
anggota Dewan Komisaris paling sedikit 3 (tiga) orang.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Dewan Komisaris paling sedikit 2 (dua)
orang. v
Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember 2020 adalah 3 (tiga) orang.
2) Jumlah anggota Dewan Komisaris tidak melampaui jumlah anggota Direksi sesuai ketentuan.
v
Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember 2020 berjumlah 3 (tiga) orang namun jumlah Direksi berjumlah 2 (dua) orang, hal ini belum sesuai ketentuan. Karena calon Direksi yang diajukan bersama dengan pengajuan Komisaris dinyatakan tidak lulus dari uji kelayakan & kepatuhan OJK, sehingga diajukan calon yang baru.
3) Seluruh anggota Dewan Komisaris telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS. Dalam hal BPR memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris, RUPS yang menetapkan perpanjangan masa jabatan anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum berakhirnya masa jabatan. v
Semua anggota Dewan Komisaris telah lulus Fit and Proper Test dan diangkat melalui Rapat Anggota Tahunan. 1. Sri Widodo, jatuh tempo serifikasi
kompetensi pada tahun 2025 2. Muhammadun, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2023 3. Zaenuri, jatuh tempo sertifikasi kompetensi
pada tahun 2021 4) Paling sedikit 1 (satu) anggota Dewan Komisaris
bertempat tinggal di provinsi yang sama atau di kota/kabupaten pada provinsi lain yang berbatasan langsung dengan provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.
v
Bahwa semua anggota Dewan Komisaris berdomisili kota/ kabupaten dan di provinsi
yang sama. 1. Sri Widodo, bertempat tinggal di Ds.
Bulumanis, Kec. Margoyoso, Kab. Pati 2. Muhammadun, bertempat tinggal di Ds.
Jambean Kec. Pati Kab. Pati 3. Zaenuri, bertempat tinggal di Ds.
Guyangan, Kec. Trangkil, Kab. Pati berakhir masa jabatannya pada tanggal
30/04/2020. Kemudian anggota Dewan Komisaris tersebut diangkat kembali melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 03/04/2020 dan dinotariskan dengan Notaris Dra. Selawati, S.H. Kepengurusan anggota Dewan Komisaris mulai tanggal 01/05/2020 sampai dengan 30/04/2025. Dan mendapat persetujuan dari OJK dengan nomor surat S-240/KR.0313/2020.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. b. Untuk BPR dengan modal inti paling sedikit
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) dan kurang dari Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah), paling sedikit satu anggota Dewan
Komisaris merupakan Komisaris Independen.
v
memiliki Komisaris Independen.
6) Dewan Komisaris memiliki pedoman dan tata tertib kerja
termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja, dan rapat. v
Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang tertuang dalam bentuk SOP
7) Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih dari 2 (dua) BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau pejabat eksekutif pada BPR, BPRS dan/atau Bank Umum. v
Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau Pejabat Eksekutif pada BPR, BPRS dan Bank Umum.
8) Mayoritas anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau
Direksi. v
Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau Direksi
9) Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
v
Belum memiliki Komisaris Independen karena modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliyar rupiah)
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
7 2 0 4 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 9
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
13 1,44 0,72
2
10) Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait dengan pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
v
Dalam pelaksanaan tugasnya Dewan
Komisaris selalu memberikan nasehat kepada Direksi yang tertuang dalam notulen rapat.