Ijin Usaha No : KEP. 339 / Km.13 / 1990
Tanggal : 07 Juli 1990
Badan Hukum No.518/ 11183b / BH / FAD / IV / 2001
Alamat : Jl. Raya Juwana Tayu Km.08 Kec.Trangkil Kab.Pati
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
1
DAFTAR ISI
Daftar Isi ...1
Bab I Penjelesan Umum ...2
Bab II Transparansi Penerapan Tata Kelola ...5
a. Pengungkapan Penerapan Tata Kelola ... 5
b. Kepemilikan Saham Direksi ... 8
c. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi
Dengan Anggota Direksi Lain, Anggota Dewan Komisaris dan/atau
Pemegang Saham BPR ... 9
d. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris ... 9
e. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan
Komisaris Dengan Anggota Dewan Komisaris Lain, Anggota Dewan
Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR ... 10
f. Paket/ Kebijakan Remunerasi dan fasilitas Lain Bagi Direksi dan
Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS... 11
g. Rasio Gaji Tertinggi dan Gaji Terendah ... 12
h. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris ... 12
i. Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud) ... 13
j. Permasalahan Hukum yang Dihadapi ... 13
k. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan ... 13
l. Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Publik ... 13
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
2
BAB I
PENJELASAN UMUM
1. Latar Belakang
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan lembaga intermediasi keuangan
yang berfungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk
lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari definisi
Bank tersebut diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Bank dalam
menjalankan kegiatan usahanya bergantung pada tingkat kepercayaan
masyarakat untuk bersedia menyimpan dana pada Bank tersebut.
Pada dewasa ini kompleksitas kegiatan usaha Bank semakin meningkat
seiring perkembangan teknologi informasi dan perkembangan jenis produk dan
jasa. Peningkatan kompleksitas kegiatan usaha Bank memberikan dampak yang
sangat besar terhadap eksposur risiko yang akan dihadapi oleh Bank, sehingga
untuk itu diperlukan kompetensi semua organ organisasi yang ada pada Bank
dalam melakukan upaya untuk memitigasi risiko kegiatan usaha Bank.
Dalam rangka meningkatkan kinerja Bank, melindungi kepentingan
stakeholder, dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada
perbankan, Bank wajib melaksanakan kegiatan usahanya dengan berpedoman
pada prinsip-prinsip dasar (Good Corporate Governance) antara lain, yaitu :
a. Keterbukaan (transparency)
Keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan
serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Akuntabilitas (accountability)
Kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ BPR sehingga
pengelolaannya berjalan secara efektif.
c. Pertanggungjawaban (responsibility)
Kesesuaian pengelolaan BPR dengan peraturan perundang-undangan dan
prinsip-prinsip pengelolaan BPR yang sehat.
d. Independensi (independency)
Pengelolaan BPR secara profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak
manapun.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
3
e. Kewajaran (fairness)
Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan
(stakeholder) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan
perundang-undangan.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK
No.04/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan
Rakyat dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 05/SEOJK.03/2016
tentang Penerapan Tata Kelola Bank Perkreditan Rakyat.
2. Ruang Lingkup
Hal yang perlu diungkapkan dalam laporan penerapan tata kelola meliputi :
a. Pengungkapan penerapan Tata Kelola
b. Kepemilikan saham Direksi
c. Hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan
anggota Direksi lain, anggota Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham
BPR
d. Kepemilikan saham Dewan Komisaris
e. Hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Dewan
Komisaris dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Dewan Komisaris
dan/atau Pemegang Saham BPR
f. Paket/ kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan
Komisaris yang ditetapkan berdasarkan RUPS
g. Rasio gaji tertinggi dan gaji terendah
h. Frekuensi rapat Dewan Komisaris
i. Jumlah penyimpangan internal (internal fraud)
j. Permasalahan hukum yang dihadapi baik hukum pidana maupun hukum
perdata selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses
hukum serta upaya penyelesaiannya.
k. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan
l. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik selama periode
pelaporan
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
4
Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) ini dibuat untuk
memenuhi kewajiban Bank dalam hal melaksanakan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan POJK Nomor 04/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi
Bank Perkreditan Rakyat dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
05/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Perkreditan Rakyat.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
5
BAB II
TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA
A. PENGUNGKAPAN PENERAPAN TATA KELOLA
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi
No Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi
1 Nama
: Moh. Mahfud, SE
NIK
: 3318121006730001
Jabatan
: Direktur Utama Sekaligus Yang
Membawahkan Fungsi Kepatuhan
Tugas dan Tanggung Jawab
:
a. Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan BPR.
b. Mengelola BPR sesuai dengan kewenangan dan tangung jawab
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan peraturan
perundang-undangan.
c. Menerapkan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR
diseluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
d. Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satua kerja
atau pejabat eksekutif yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan audit intern BPR, audit ekstern, hasil pemeriksaan
dewan Komisaris, Otoritas Jasa Keuangan dan/atau otoritas
lainnya.
e. Memastikan terpenuhinya jumlah sumber daya manusia yang
memadai, antara lain dengan adanya :
Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara satuan atau unit
kerja yang menangani pembukuan, operasional dan kegiatan
penunjang operasional.
Penunjukan pejabat yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan audit intern dan independen terhadap unit kerja
lain.
f. Mengungkapkan kebijakan BPR yang bersifat strategis dibidang
kepegawaian kepada pegawai.
g. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat
waktu kepada Dewan Komisaris.
h. Mendorong pelaksanaan budaya kepatuhan serta penerapan
pedoman perilaku dan kode etik kepada segenap jajaran
organisasi.
i. Menunjuk pegawai yang bertanggung jawab terhadap program
APU dan PPT.
j. Membentuk paling kurang : Satuan Pengawas Intern (SPI),
Fungsi Manajemen Risiko (FMR) dan Fungsi Kepatuhan yang
independen terhadap operasional KBPR.
k. Membawahi langsung Fungsi Kepatuhan.
l. Penyusunan rencana anggaran kerja KBPR.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
6
m. Menyusun proyeksi biaya-biaya dan pendapatan untuk tahun
yang akan datang berdasarkan evaluasi realisasi tahun
sebelumnya, analisis pasar dan rencana pengembangan usaha
maupun SDM.
n. Pencapaian tingkat kesehatan BPR yang sehat secara wajar.
o. Upaya mengoptimalkan laba BPR.
p. Pelaksanaan, administrasi dan pengawasan operasional BPR
2 Nama
: Zaidun Niam, SE
NIK
: 3318211509780003
Jabatan
: Direktur Bisnis
Tugas dan Tanggung Jawab
:
1. Membuat, mengawasi dan mengkoordinir tugas-tugas bagian
kredit, dan keuangan.
2. Menghapusbuku piutang macet dengan persetujuan Direktur
Utama yang selanjutnya dilaporkan kepada Komisaris.
3. Bersama staf bagian perkreditan mengadakan koordinasi
terhadap pekerjaan kredit setiap harinya.
4. Menindaklanjuti temuan-temuan mengenai perkreditan, agar bisa
diselesaikan.
5. Menerima konsultasi bagi petugas yang mengalami kesulitan
mengenai perkreditan nasabah, misalkan mengenai penagihan
nasabah, kemacetan, perkembangan kredit,dll.
6. Menerima tugas Direktur I jika diperlukan.
7. Evaluasi kredit dan perkembangannya :
a. Mengevaluasi dan memberi persetujuan pangajuan kredit
sesuai ketentuan.
b. Mengevaluasi perkembangan kredit yang telah diberikan.
c. Mengevaluasi perkembangan kredit bermasalah dan
langkah-langkah penyelesaian.
8. Membuat prosedur dan kebijakan untuk kemajuan KBPR sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Tindak lanjut rekomendasi Dewan Komisaris :
a.
Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja
atau pejabat eksekutif yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan audit intern BPR, audit ekstern, hasil pemeriksaan
dewan Komisaris, Otoritas Jasa Keuangan dan/atau otoritas lainnya.
b. Memastikan terpenuhinya jumlah sumber daya manusia yang
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
7
jawab pada masing-masing jenjang organisasi.
c.
Menindaklanjuti kebijakan-kebijakan yang berubah agar dikinikan,
sesuai dengan kondisi pandemi covid-19. Agar kebijakan tersebut
seuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
d. Memantau Rencana Bisnis Bank agar tetap berjalan sesuai dengan
yang direncanakan oleh bank dimasa pandemi covid-19.
e.
Menambah SDM jika diperlukan untuk mendukung aktivitas bank
agar berjalan lancar.
f.
Memantau pemberian kredit dimasa pandemi covid-19 dengan
memberikan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terdampak
covid-19.
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
No Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi
1 Nama
: Sri Widodo
NIK
:
3318163112660010
Jabatan
: Komisaris I
2 Nama
: Muhammadun
NIK
:
3318103112730021
Jabatan
: Komisaris II
3 Nama
: Muhammadun
NIK
:
3318210404740001
Jabatan
: Komisaris III
Tugas dan Tanggung Jawab
:
1. Bekerja sama dengan Direktur Utama dalam menyusun rencana
bisnis bank dan strategi untuk mencapai target yang
direncanakan.
2. Menyusun laporan pendanaan dan laporan terkait lainnya untuk
disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Dewan Komisaris,
Direktur Utama serta pihak terkait lainnya.
3. Memastikan
bahwa
sistem
dan
prosedur
operasional
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Memastikan
keseimbangan
likuiditas,
permodalan
dan
perkreditan secara optimal untuk mencapai tingkat kesehatan
yang baik.
5. Menguji dan mengontrol pembuatan desain produk pendanaan
berdasarkan sistem strategi pemasaran dan memberikan
rekomendasi tentang produk tersebut.
6. Mengadakan pertemuan rutin dengan sesama Dewan Komisaris
untuk berdiskusi tentang penyelesaian dan peninjauan program
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
8
kerja pendanaan.
Rekomendasi kepada Direksi :
1. Menyetujui dan merekomendasikan Rencana Kerja dan Anggaran
Tahun 2020 untuk dilaksanakan.
2. Mengetahui penghapusan kredit macet Tahun 2020.
3. Menyetujui dan merekomendasikan Rencana Bisnis BPR Tahun 2021
untuk dilaksanakan.
4. Merekomendasikan pengangkatan seorang Pejabat Eksekutif.
5. Merekomendasikan penggunaan Kantor Akuntan Publik untuk
melaksanakan audit terhadap pengelolaan BPR untuk tahun anggaran
2019 dan 2020.
B. KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI
1. Kepemilikan Saham Anggota Direksi pada BPR
No Nama Anggota
Direksi
NIK
Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
Persentase
1. Moh. Mahfud
3318211509780003 32.500.000,00
1,68%
2. Zaidun Niam
3318211509780003 32.500.000,00
1,68%
2. Kepemilikan Saham Anggota Direksi Pada Perusahaan Lain
No
Nama Anggota
Direksi
NIK
Sandi
Bank
Lain
Nama
Perusahaan
Lain
Persentase
Kepemilikan
(%)
1. Moh. Mahfud
3318211509780003 -
-
-
2. Zaidun Niam
3318211509780003 -
-
-
Anggota Direksi tidak ada yang mempunyai kepemilikan saham pada
perusahaan lain.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
9
C. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA
DIREKSI DENGAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS, ANGGOTA DIREKSI LAIN
DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
1. Hubungan Keuangan Anggota Direksi pada BPR
No
Nama Anggota
Direksi
NIK
Hubungan Keuangan
Anggota
Direksi
Lain
Anggota
Dewan
Komisaris
Pemegang
Saham
1. Moh. Mahfud
3318211509780003 -
-
-
2. Zaidun Niam
3318211509780003 -
-
-
Anggota Direksi tidak memiliki hubungan keuangan dengan anggota Dewan
Komisaris, Anggota Direksi lain dan/atau Pemegang Saham BPR.
2. Hubungan Keluarga Anggota Direksi pada BPR
No Nama Anggota
Direksi
NIK
Hubungan Keluarga
Anggota
Direksi
Lain
Anggota
Dewan
Komisaris
Pemegang
Saham
1. Moh. Mahfud
3318211509780003 -
-
-
2. Zaidun Niam
3318211509780003 -
-
-
Anggota Direksi berasal dari kalangan profesional, tidak memiliki hubungan
keluarga sampai dejarat kedua berupa hubungan baik vertikal maupun
horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota Dewan
Komisaris, Anggota Direksi lain dan/atau Pemegang Saham BPR.
D. KEPEMILIKAN SAHAM ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
1. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada BPR
No
Dewan Komisaris
Nama Anggota
NIK
Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
Persentase
1. Sri Widodo
3318163112660010 33.500.000,-
1,73%
2. Muhammadun
3318103112730021 487.500.000,-
25,19%
3. Zaenuri
3318210404740001 32.500.000,-
1,68%
2. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada Perusahaan Lain
No
Nama Anggota
Dewan
Komisaris
NIK
Sandi
Bank
Lain
Nama
Perusahaan
Lain
Persentase
Kepemilikan
(%)
1. Sri Widodo
3318163112660010 -
-
-
2. Muhammadun
3318103112730021 -
-
-
3. Zaenuri
3318210404740001 -
-
-
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
10
Anggota Dewan Komisaris tidak ada yang mempunyai kepemilikan saham
pada perusahaan lain.
E. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA
DEWAN KOMISARIS DENGAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS LAIN,
ANGGOTA DIREKSI DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
1. Hubungan Keuangan Anggota Dewan Komisaris pada BPR
No
Nama Anggota
Dewan
Komisaris
NIK
Hubungan Keuangan
Anggota
Dewan
Komisaris
Lain
Anggota
Direksi
Pemegang
Saham
1. Sri Widodo
3318163112660010 -
-
-
2. Muhammadun 3318103112730021 -
-
-
3. Zaenuri
3318210404740001 -
-
-
Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keuangan dengan
anggota Dewan Komisaris lain, Anggota Direksi dan/atau Pemegang Saham
BPR.
2. Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris pada BPR
No
Nama Anggota
Dewan
Komisaris
NIK
Hubungan Keluarga
Anggota
Direksi
Lain
Anggota
Dewan
Komisaris
Pemegang
Saham
1. Sri Widodo
3318163112660010 -
-
-
2. Muhammadun 3318103112730021 -
-
-
Zaenuri
3318210404740001 -
-
-
Anggota Dewan Komisaris berasal dari kalangan profesional, tidak memiliki
hubungan keluarga sampai dejarat kedua berupa hubungan baik vertikal
maupun horizontal, termasuk mertua, menantu dan ipar dengan anggota
Dewan Komisaris, Anggota Direksi lain dan/atau Pemegang Saham BPR.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
11
F. PAKET/ KEBIJAKAN REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN BAGI DIREKSI
DAN DEWAN KOMISARIS YANG DITETAPKAN BERDASARKAN RUPS
1. Paket/ kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan dewan Komisaris yang
ditetapkan berdasarkan RUPS
N
o
Jenis
Remunerasi
(dalam 1 tahun)
Direksi
Komisaris
Jumlah
Orang
Jumlah
Keseluruhan
(Rp)
Jumlah
Orang
Jumlah
Keseluruhan
(Rp)
1. Gaji *)
2 (dua) orang 63.600.000,-
3 (tiga) orang 111.000.000,-
2. Tunjangan
2 (dua) orang 332.126.000,- 3 (tiga) orang 18.500.000,-
3. Tantiem (bonus)
2 (dua) orang 29.629.000,-
3 (tiga) orang 18.500.000,-
4. Kompensasi
berbasis saham
2 (dua) orang 29.537.894
3 (tiga) orang 251.526.535
5. Remunerasi
lainnya **)
2 (dua) orang 29.600.000,-
3 (tiga) orang -
Total
484.492.894,-
399.526.535,-
*) Gaji merupakan gaji pokok, tidak termasuk tunjangan yang diterima Direksi dan Dewan
Komisaris serta keluarga
**) Remunerasi lainnya bagi pengurus BPR dan ditetapkan berdasarkan RUPS dengan
memperhatikan tugas, wewenang, tanggung jawab dan risiko dan masing-masing anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris.
2. Uraian Fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan
Berdasarkan RUPS
No
Jenis Fasilitas Lain
(dalam 1 tahun)
Uraian Fasilitas Disertai dengan
Jumlah Fasilitas (Unit)
Direksi
Dewan
Komisaris
1.
Perumahan
-
-
2.
Transportasi
Direktur Utama mendapat
kendaraan operasional
berupa 1 (satu) unit Toyota
Sienta.
Direktur Bisnis mendapat
kendaraan operasional
berupa 1 (satu) unit Toyota
Rush
3.
Asuransi Kesehatan
Anggota
Direksi
diikutkan
program BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan sebesar Rp
7.016.813 per tahun 2020.
-
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
12
G. RASIO GAJI TERTINGGI DAN GAJI TERENDAH
Rasio gaji tertinggi dan gaji terendah dalam perbandingan
Keterangan
Perbandingan
a/b
:
1
Rasio gaji pegawai yang tertinggi (a) dan gaji
pegawai yang terendah (b)
143.712.000/
54.436.000
:
2,64
Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan
gaji anggota Direksi yang terendah (b)
205.538.000/
159.746.000
:
1,29
Rasio gaji anggota Dewan Komisaris yang
tertinggi (a) dan gaji anggota Dewan Komisaris
yang terendah (b)
39.000.000/
36.000.000
:
1,08
Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan
gaji anggota Dewan Komisaris yang tertinggi (b)
205.538.000/
39.000.000
:
5,27
Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan
gaji pegawai yang tertinggi (b)
205.538.000/
143.712.000
:
1,43
H. FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS
1. Pelaksanaan Rapat dalam 1 (satu) tahun
No Tanggal Rapat
Jumlah Peserta
Topik/ Materi Pembahasan
1. 06 Maret 2020
2 orang
Membahas hasil audit KAP
2. 12/07/2020
2 orang
Evaluasi perkembangan usaha BPR
pada semester 1 Tahun 2020.
3. 19/10/2020
3 orang
Membahas hasil pemeriksaan OJK
4. 22/12/2020
3 orang
Pembahasan
pelaksanaan
RAT
Tahun Tutup Buku 2020 dimasa
pandemi covid-19.
2. Kehadiran Anggota Dewan Komisaris
No
Dewan Komisaris
Nama Anggota
NIK
Frekuensi Kehadiran
Tingkat
Kehadiran
(dalam %)
Fisik
konferensi
Tele
1. Sri Widodo
3318163112660010
4
0
100%
2. Muhammadun
3318103112730021
4
0
100%
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
13
I. JUMLAH PENYIMPANGAN INTERNAL (INTERNAL FRAUD)
Jumlah Penyimpangan
Internal (dalam 1 tahun)
Direksi
Komisaris
Dewan
Pegawai
Tetap
Tidak tetap
Pegawai
2019 2020 2019 2020 2019 2020 2019 2020
Total Fraud
Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil
Telah diselesaikan
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
Dalam
proses
penyelesaian
Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil
Belum
diupayakan
penyelesaiannya
Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil Nihil
Nihil
Telah
ditindaklanjuti
melalui proses hukum
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
J. JUMLAH PERMASALAHAN HUKUM YANG DIHADAPI
Permasalahan Hukum
Jumlah (Satuan)
Perdata
Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap)
Nihil
Nihil
Dalam proses penyelesaian
Nihil
Nihil
Total
Nihil
Nihil
K. TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN
No Nama dan Jabatan
Pihak yang
Memiliki Benturan
Kepentingan
Nama dan
Jabatan
pengambil
Keputusan
Jenis
Transaksi
Nilai Transaksi
(Juta Rupiah)
Ket
-
-
-
-
-
-
L. PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK
No
Tanggal
Jenis
Kegiatan
(Sosial/
Politik)
Penjelasan Kegiatan
Penerima
Dana
Jumlah
Dana
1. 22/01/2020 Sosial
Bersholawat
dan
berdzikir
dalam rangka haul mbah
Musthofa Ds. Sambilawang
Trangkil Pati
Panitia
500.000,-
2. 02/04/2020 Sosial
Sumbangan
operasional
yayasan
islam
“Almihrob”
(Bina Yatama Wa Dhuafa) Ds.
Bulumanis Kidul Pati
Panitia
250.000,-
3. 10/07/2020 Sosial
Pembangunan
mushola
Mahallul Huda Ds. Blingoh
Donorojo Jepara
Panitia
500.000,-
4. 24/07/2020 Sosial
Olahraga
Badminton
Championship
se-Desa
Guyangan Trangkil Pati
Panitia
500.000,-
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
14
kanopi PAUD Bustanul Falah
Ds. Guyangan Trangkil Pati
6. 18/11/2020 Sosial
Sumbangan rehabilitasi dan
pembangunan ruang kelas RA
Minhajul
Ulum
Rejoagung
Trangkil Pati
Panitia
500.000,-
7. 29/12/2020 Sosial
Sumbangan pembangunan Ds.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
15
BAB III
HASIL PENILAIAN (SELF ASSESSMENT)
DAN KESIMPULAN
A. Hasil Penilaian (Self Assessment)
Memenuhi ketentuan pasal 77 POJK nomor 4/POJK.03/2015 tentang
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat, Kop. BPR Wedarijaksa
Pati melakukan self assessment untuk periode yang berakhir pada 31 Desember
2020 Kertas kerja dan kesimpulan self assessment dilampirkan dalam laporan
ini.
Berikut adalah ringkasan hasil perhitungan nilai komposit self assessment
untuk periode 2020:
No
Faktor yang dinilai
Bobot (B)
Peringkat
Nilai
1
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Direksi
20%
1,38
0,28
2
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Dewan Komisaris
15%
1.82
0,27
3
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas
atau Fungsi Komite (bagi BPR yang
memiliki modal inti paling sedikit
Rp80.000.000,00 (delapan puluh
milyar rupiah)
0%
0.00
0,00
4
Penanganan Benturan Kepentingan
10%
2,00
0,20
5
Penerapan Fungsi Kepatuhan
10%
2,17
0,22
6
Penerapan Fungsi Audit Intern
10%
2,28
0,23
7
Penerapan Fungsi Audit Ekstern (bagi
BPR dengan total aset paling sedikit
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar
rupiah)
2,5%
1.60
0,04
8
Penerapan Manajemen Risiko,
Termasuk Sistem Pengendalian Intern
*)10%
2,24
0,22
9
Batas Maksimum Pemberian Kredit
7,5%
2,15
0,16
10 Rencana Bisnis BPR
7,5%
1.93
0,15
11 Transparansi Kondisi Keuangan dan
Non Keuangan
7,5%
2,00
0,15
Nilai Komposit
1,91
Peringkat Komposit
Baik
1. Penerapan struktur dan infrastuktur tata kelola yang berkaitan dengan
Direksi sesuai dengan ketentuan OJK diantaranya kecukupan anggota
Direksi termasuk persyaratan yang harus dipenuhi. Pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab Direksi secara umum telah dilaksanakan sesuai ketentuan
OJK maupun ketentuan perundang-undangan yang lain. Dalam
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
16
melaksanakan tugas dan wewenangnya Direksi bersikap independen,
mengambil keputusan berdasarkan musyawarah, tidak menggunakan BPR
untuk kepentingan pribadi, cukup kompeten untuk menerapkan peraturan
OJK maupun peraturan perundang-undangan yang lain dan selalu
mengembangkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, workshop
disemua bidang dan jenjang organisasi. Proses penerapan tata kelola telah
dilaksankan dengan baik berupa tindak lanjut temuan OJK dan pemberian
informasi yang lengkap, akurat terkini dan tepat waktu kepada dewan
Pengawas.
2. Penerapan struktur dan infrastruktur tata kelola Dewan Pengawas telah
memenuhi ketentuan OJK termasuk persyaratan yang harus dipenuhi.
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas secara umum
telah memenuhi ketentuan OJK diantaranya melaksanakan fungsi
pengawasan baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari
pemantauan terhadap pemenuhan hasil temuan OJK maupun hasil audit
intern dan ekstern, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan operasional
bank sesuai dengan ketentuan maupun kebijakan yang telah diambil oleh
Direksi, serta selalu bersikap independen dan tidak terlibat dalam
pengambilan keputusan operasional. Sedangkan hasil penerapan tata kelola
berupa rapat rutin Dewan Pengawas dan Direksi dituangkan dalam notulen
rapat yang diadministrasikan dengan baik.
3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas dan fungsi komite belum diberlakukan
karena modal inti masih dibawah Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar
rupiah).
4. BPR telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur untuk menyelesaikan
benturan kepentingan sesuai dengan ketentuan OJK. Namun sejauh ini
tidak pernah terjadi benturan kepentingan diantara Dewan Pengawas,
Direksi maupun Pejabat Eksekutif yang dapat merugikan bank.
5. Struktur dan infrastruktur dalam menerapkan fungsi kepatuhan telah
terpenuhi sesuai dengan ketentuan. Dalam melaksanakan fungsi
kepatuhan, Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan melalui pejabat
eksekutifnya selalu melakukan pengkinian kebijakan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku serta secara bertahap melakukan sosialisasi kepada
seluruh jenjang organisasi yang terkait dengan kebijakan yang dikinikan.
Sedangkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya, fungsi
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
17
kepatuhan
melaporkan
kepada
Direktur
Utama
sekaligus
yang
membawahkan fungsi kepatuhan.
6. Penetapan fungsi audit intern bank telah berjalan sesuai ketentuan OJK.
Struktur organisasi telah terbentuk serta telah memiliki pedoman kerja serta
sistem dan prosedur untuk melaksanakan tugas sebagai auditor intern.
Pelaksanaan audit intern telah melalui tahap-tahap yang mencakup
persiapan audit, penyusunan program audit, pelaporan hasil audit. Namun
tindak lanjut pasca audit masih perlu pemantauan/ monitoring lebih
intensive. Peningkatan kualitas SDM senantiasa dilakukan secara berkala
untuk pejabat eksekutif fungsi audit intern. Laporan hasil audit juga telah
memenuhi ketentuan OJK yaitu disampaikan kepada Direktur Utama dan
tembusan kepada Dewan Pengawas.
7. Penerapan fungsi audit ekstern telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
OJK. KAP yang ditunjuk terdaftar di OJK dengan ketentuan ruang lingkup
audit sesuai ketentuan OJK. Hasil audit dilaporkan langsung ke OJK dan
KAP yang ditunjuk. Sedangkan laporan hasil audit untuk BPR telah
dilengkapi dengan management letter yang menggambarkan permasalahan
bank dan disampaikan tepat waktu.
8. Struktur dan infrastruktur untuk penerapan manajemen risiko telah
terbentuk sesuai dengan ketentuan OJK. Penerapan tata kelola untuk
manajemen risiko baru sebagaian dapat dilaksanakan dimana kebijakan,
sistem dan prosedur penerapan manajemen risiko telah dibuat, yang
didukung dengan sistem informasi manajemen yang cukup memadai dan
mampu menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, kini dan
utuh. Namun untuk pemantauan dan pengendalian risiko yang
dilaksanakan oleh Direksi dan Dewan Pengawas belum sepenuhnya berjalan
dengan baik terutama untuk pengendalian risiko kredit yang tercermin dari
NPL masih diatas 5%. Laporan profil risiko telah dilaksanakan sesuai
dengan pentahapannya.
9. Kebijakan yang mengatur Batas Maksimum Pemberian Kredit telah dimiliki
sesuai ketentuan dan diupdate setiap ada perubahan. Demikian pula
kebijakan yang mengatur proses pemberian kredit telah mengacu pada
ketentuan yang mengatur BMPK KBPR Wedarijaksa tidak pernah melanggar
ketentuan BMPK, sedangkan laporan dikirimkan sesuai ketentuan yang
berlaku.
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
18
10. Rencana bisnis KBPR Wedarijaksa telah melalui pembahasan dalam rapat
Direksi dan dewan Pengawas yang telah mendapatkan persetujuan dari
dewan Pengawas dan dikirimkan ke OJK tepat waktu. Secara garis besar
rencana bisnis tahunan disusun berdasarkan tahun-tahun yang lalu. Dewan
Pengawas ikut mengawasi pelaksanaan RBB.
11. Transparasi kondisi keuangan bank telah didukung sistem teknologi
informasi yang memadai, namun untuk informasi non keuangan belum
sepenuhnya biasa diakses melalui sistem teknologi informasi. Laporan
keuangan publikasi telah disampaikan sesuai ketentuan, demikian pula
laporan tahunan dan laporan pengaduan nasabah. Transparasi informasi
produk, layanan dan penggunaan data nasabah telah sesuai dengan
ketentuan OJK.
B. Kesimpulan
Hasil Penilaian Sendiri (self Assessment) Penerapan Tata Kelola
Nilai Komposit
Peringkat Komposit
1, 91
Baik
Analisis
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan dewan Pengawas telah
dilaksanakan dengan cukup baik. Pemenuhan struktur dan infrastruktur
Direksi dan Dewan Pengawas sesuai dengan ketentuan OJK. Direksi dan
Dewan Pengawas memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, independen dan tidak memanfaatkan bank untuk
kepentingan pribadi. Dalam hal penerapan fungsi kepatuhan sudah berjalan
baik untuk tahun 2020. Penunjukan anggota Direksi yang membawahkan
fungsi kepatuhan telah melalui penilaian kemampuan dan kepatutan yang
dilakukan oleh OJK. Sedangkan pengangkatan pejabat eksekutif yang
menangani fungsi kepatuhan telah ditunjuk. Penerapan fungsi audit dan audit
ektern telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Kelemahan yang diungkap
dalam hasil audit telah ditindaklanjuti dan dilakukan monitoring
pelaksanaanya oleh Direksi dan dewan Pengawas sehingga kelemahan yang
sama tidak akan terulang lagi ditahun-tahun yang akan datang. Hasil
penerapan fungsi manajemen risiko telah berjalan meskipun belum secara
keseluruhan dapat dilaksanakan. Terdapat kelemahan dalam pengendalian
risiko, namun akan dilakukan upaya perbaikan dari tahun ke tahun melalui
Laporan Tata Kelola BPR Tahun 2020
19
monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Direksi dan dewan Pengawas
secara berkesinambungan. Rencana bisnis disusun berdasarkan realisasi
tahun-tahun sebelumnya dengan memproyeksikan pertumbuhan kinerja
untuk jangka menengah dan jangka panjang. RBB yang disusun telah melalui
pembahasan dengan Dewan Pengawas. Transparansi kondisi keuangan telah
disusun dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tepat
waktu yang meliputi laporan tahunan, laporan publikasi, laporan pengaduan
nasabah serta informasi layanan produk kepada nasabah.
Profil BPR Nama BPR Alamat BPR Posisi Laporan Modal Inti BPR Total Aset BPR Bobot BPR
Kop. BPR Wedarijaksa Pati
Jl. Raya Juwana - Tayu Km.08 Kec. Trangkil Kab. Pati Desember, 2020
Rp9.430.889.260 Rp51.658.339.636 B
1
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
v
KBPR Wedarijaksa per 31 Desember 2020
memiliki 2 (dua) orang Direksi. - 1 orang sebagai Direktur Utama sekaligus
yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan
- 1 orang sebagai Direktur Kredit. Dan telah disahkan berdasarkan Rapat
Anggota Tahunan pada tanggal 03/04/2020. Dan telah dinotariskan dengan notaris Dra. Selawati, S.H dengan nomor akta notaris 01 serta telah mendapat persetujuan dari OJK pada tanggal 05/08/2020. Nomor surat S-240/KR.0313/2020.
2) Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama, atau kota/kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama, atau kota/kabupaten di provinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada provinsi lokasi Kantor Pusat BPR. v
Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di Kabupaten Pati. 1. Moh. Mahfud sebagai Direktur Utama yang sekaligus Membawahkan Fungsi Kepatuhan,
tinggal di Kec. Margorejo Kab. Pati 2. Zaidun Niam sebagai Direktur Kredit yang
bertempat tinggal di Ds. Asempapan Kec. Trangkil Kab. Pati
3) Anggota Direksi tidak merangkap jabatan pada Bank, Perusahaan Non Bank dan/atau lembaga lain (partai politik atau organisasi kemasyarakatan).
v
Semua anggota Direksi tidak ada yang merangkap jabatan pada bank, lembaga jasa keuangan lain, dan/atau lembaga lain kecuali sebagai pengurus asosiasi industri BPR dan/atau lembaga pendidikan yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia BPR sepanjang tidak mengganggu pelaksanaan tugas sebagai Direksi BPR.
4) Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris. v
Semua anggota Direksi tidak ada yang memiliki hubungan keluarga atau semenda
sampai dengan derajat kedua dengan :
a. Sesama anggota Direksi dan/atau b. Anggota Dewan Komisaris
5) Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan kecuali memenuhi persyaratan yaitu untuk proyek yang bersifat khusus yang dari sisi karakteristik proyeknya membutuhkan adanya konsultan; telah didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan, dan jangka waktu pekerjaan, serta biaya; dan perorangan dan/atau penyedia jasa profesional adalah pihak independen yang memiliki kualifikasi untuk proyek yang bersifat khusus dimaksud.
v
Direksi tidak menggunakan penasehat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
RUPS sebelum berakhir masa jabatannya.
v
perpanjangan masa jabatan Direksi telah ditetapkan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT)
sebelum berakhir masa jabatannya. Anggota Direksi, yaitu : 1. Moh. Mahfud, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2023. 2. Zaidun Niam, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2021. berakhir masa jabatannya pada tanggal
30/04/2020. Kemudian anggota Direksi tersebut diangkat kembali melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 03/04/2020 dan dinotariskan dengan Notaris Dra. Selawati, S.H. Kepengurusan anggota Direksi mulai tanggal 01/05/2020 sampai dengan 30/04/2025. Dan mendapat persetujuan dari OJK dengan nomor surat S-240/KR.0313/2020.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 6 0 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 6
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
6 1,00 0,50
1
7) Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas. v
Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas. Tidak ada satupun surat kuasa umum yang diterbitkan.
8) Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas
Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. v
Semua temuan audit dari OJK, Audit Intern dan Audit Ekstern telah ditindaklanjuti.
9) Direksi menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
v
Direksi selalu menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat terkini dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
10) Pengambilan keputusan rapat Direksi yang bersifat strategis dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Setiap pengambilan keputusan atau kebijakan yang bersifat strategis selalu melalui musyawarah dan mufakat.
11) Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang
ditetapkan RUPS. v
Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan Rapat Anggota Tahunan.
12) Anggota Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan keikutsertaan pegawai BPR dalam pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.
v
Direksi secara rutin mengirimkan karyawan untuk mengikuti pelatihan baik yang diselenggarakan oleh OJK, Perbarindo maupun lembaga lain yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkat jenjang organisasi serta penyelenggaraan pendidikan sosialisasi yang diselenggarakan secara mandiri yang berkaitan dengan operasional bank. Semua kegiatan tersebut diadministrasikan dengan baik.
13) Anggota Direksi mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian.
v
Direksi cukup kompoten dalam memahami dan mengimplementasikan semua ketentuan yang berlaku, termasuk dalam penerapan prinsip kehati-hatian. Namun demikian dalam pelaksanaannya masih terdapat kelemahan diantaranya perlunya
peningkatan pengawasan dan pengendalian risiko kredit.
14) Direksi memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan
rapat. v
Direksi sudah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja, etika kerja dan peraturan rapat. Pedoman tersebut tertuang dalam SOP tentang Pedoman dan Tata Tertib Dewan Direksi.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 2 12 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
14 1,75 0,70
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
1
15) Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS.
v
Setiap Triwulan Direksi
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada anggota melalui Rapat Anggota Tahunan. Pertanggungjawaban Direksi tersebut antara lain berupa bidang organisasi/ kelembagaan, bidang usaha dan permodalan dan bidang lainnya yang terkait kemajuan bank. Kemudian dilaporkan juga Rencana Bisnis Bank untuk tahun yang akan datang.
16) Direksi mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai mengenai kebijakan strategis BPR di bidang kepegawaian.
v
Setiap kebijakan strategis di bidang
kepegawaian selalu dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, semua kewajiban dan hak karyawan dituangkan dalam SOP SDM dan disosialisasikan kepada semua karyawan.
17) Hasil rapat Direksi dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik, termasuk pengungkapan secara jelas dissenting opinions yang terjadi dalam rapat
Direksi, serta dibagikan kepada seluruh Direksi. v
Hasil rapat Direksi didokumentasikan dalam bentuk notulen. Dissenting Opinions sejauh ini belum ada, kalau ada perbedaan pendapat dalam rapat, selalu dimusyawarahkan untuk mencari titik temu.
18) Terdapat peningkatan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh pegawai dalam pengelolaan BPR yang ditunjukkan antara lain dengan peningkatan kinerja BPR, penyelesaian permasalahan yang dihadapi BPR, dan pencapaian hasil sesuai ekspektasi stakeholders.
v
Peningkatan pengetahuan, keahlian dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh
karyawan belum optimah tercermin dari : 1. Target Kredit, NPL < 5 % belum tercapai.
2. Kemampuan analisis kredit belum optimal. Namun demikian terdapat kenaikan kredit
yang diberikan sebesar 0,40% dari tahun 2019 meskipun pada tahun 2020 terjadi pandemi covid-19.
19) Direksi menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia, dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan. v
Direksi menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
2 4 3 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 1 Dikalikan dengan bobot Faktor 1
1,38 0,28
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
9 1,8 0,18
2
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50 M: Jumlah
anggota Dewan Komisaris paling sedikit 3 (tiga) orang.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Dewan Komisaris paling sedikit 2 (dua)
orang. v
Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember 2020 adalah 3 (tiga) orang.
2) Jumlah anggota Dewan Komisaris tidak melampaui jumlah anggota Direksi sesuai ketentuan.
v
Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember 2020 berjumlah 3 (tiga) orang namun jumlah Direksi berjumlah 2 (dua) orang, hal ini belum sesuai ketentuan. Karena calon Direksi yang diajukan bersama dengan pengajuan Komisaris dinyatakan tidak lulus dari uji kelayakan & kepatuhan OJK, sehingga diajukan calon yang baru.
3) Seluruh anggota Dewan Komisaris telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS. Dalam hal BPR memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris, RUPS yang menetapkan perpanjangan masa jabatan anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum berakhirnya masa jabatan. v
Semua anggota Dewan Komisaris telah lulus Fit and Proper Test dan diangkat melalui Rapat Anggota Tahunan. 1. Sri Widodo, jatuh tempo serifikasi
kompetensi pada tahun 2025 2. Muhammadun, jatuh tempo sertifikasi
kompetensi pada tahun 2023 3. Zaenuri, jatuh tempo sertifikasi kompetensi
pada tahun 2021 4) Paling sedikit 1 (satu) anggota Dewan Komisaris
bertempat tinggal di provinsi yang sama atau di kota/kabupaten pada provinsi lain yang berbatasan langsung dengan provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.
v
Bahwa semua anggota Dewan Komisaris berdomisili kota/ kabupaten dan di provinsi
yang sama. 1. Sri Widodo, bertempat tinggal di Ds.
Bulumanis, Kec. Margoyoso, Kab. Pati 2. Muhammadun, bertempat tinggal di Ds.
Jambean Kec. Pati Kab. Pati 3. Zaenuri, bertempat tinggal di Ds.
Guyangan, Kec. Trangkil, Kab. Pati berakhir masa jabatannya pada tanggal
30/04/2020. Kemudian anggota Dewan Komisaris tersebut diangkat kembali melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 03/04/2020 dan dinotariskan dengan Notaris Dra. Selawati, S.H. Kepengurusan anggota Dewan Komisaris mulai tanggal 01/05/2020 sampai dengan 30/04/2025. Dan mendapat persetujuan dari OJK dengan nomor surat S-240/KR.0313/2020.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. b. Untuk BPR dengan modal inti paling sedikit
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) dan kurang dari Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah), paling sedikit satu anggota Dewan
Komisaris merupakan Komisaris Independen.
v
memiliki Komisaris Independen.
6) Dewan Komisaris memiliki pedoman dan tata tertib kerja
termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja, dan rapat. v
Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang tertuang dalam bentuk SOP
7) Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih dari 2 (dua) BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau pejabat eksekutif pada BPR, BPRS dan/atau Bank Umum. v
Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau Pejabat Eksekutif pada BPR, BPRS dan Bank Umum.
8) Mayoritas anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau
Direksi. v
Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau Direksi
9) Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
v
Belum memiliki Komisaris Independen karena modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliyar rupiah)
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
7 2 0 4 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 9
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
13 1,44 0,72
2
10) Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait dengan pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
v
Dalam pelaksanaan tugasnya Dewan
Komisaris selalu memberikan nasehat kepada Direksi yang tertuang dalam notulen rapat.
11) Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR.
v
Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis yang disampaikan secara lisan maupun tulisan.
12) Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BPR, kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.
v
Dewan Komisaris tidak pernah terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BPR. Hanya dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait Dewan Komisaris terlibat dalam persetujuannya sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit BPR.
13) Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit intern, audit ekstern, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya antara lain dengan meminta Direksi untuk menyampaikan dokumen hasil tindak lanjut temuan.
v
Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan Audit Intern, Audit Ekstern, hasil pemeriksaan OJK. Dewan Komisaris ikut dalam pembahasan permasalahan yang ditemukan pemeriksa dan meminta laporan tindak lanjut.
14) Dewan Komisaris menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dan menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 bulan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris.
v
Dewan Komisaris melaksanakan rapat rutin dengan Direksi hampir setiap 1 (satu) bulan sekali dalam upaya pemantauan kinerja Direksi.
15) Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris yang bersifat strategis telah dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris yang bersifat strategis telah dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Selama ini belum pernah terjadi dissenting opinion selama ini. Apabila terjadi perbedaan pendapat diselesaikan dengan musyawarah.
16) Anggota Dewan Komisaris tidak memanfaatkan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
v
Anggota Dewan Komisaris tidak memanfaatkan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR
17) Anggota Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan
yang memerlukan tindak lanjut Direksi. v
Belum ada dokumentasi khusus hasil pemantauan Dewan Komisaris terhadap tugas dan tanggung jawab Direksi Yang membawahkan Fungsi Kepatuhan. Namun secara keseluruhan pemantauan dilakukan terhadap kinerja semua anggota Direksi.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 1 10 3 4 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
18 2,25 0,90
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
termasuk dissenting opinions yang terjadi jika terdapat perbedaan pendapat, serta dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris.
v Pengurus, yang ditanda tangani oleh semua anggota Dewan Komisaris dan Direksi, arsip notulen rapat tersimpan di kantor KBPR Wedarijaksa.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 0 2 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 2 Dikalikan dengan bobot Faktor 2
2 2,00 0,20 1,82 0,27
3
1) BPR telah memiliki Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko dengan anggota Komite sesuai ketentuan.
-Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
2) Komite Audit melakukan evaluasi terhadap penerapan fungsi audit intern.
-3) Komite Pemantau Risiko melakukan evaluasi terhadap
penerapan fungsi manajemen risiko.
-4) Dewan Komisaris memastikan bahwa Komite yang
dibentuk menjalankan tugasnya secara efektif antara lain telah sesuai dengan pedoman dan tata tertib kerja.
-Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
5) Komite memberikan rekomendasi terkait penerapan audit intern dan fungsi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris untuk tindak lanjut kepada Direksi BPR.
-Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 3 Dikalikan dengan bobot Faktor 3
0 0,00 0,00 0,00 0,00 0 0,00 0,00
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi Komite bagi BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp80.000.000.000 A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
0 0,00 0,00
4
1) BPR memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat setiap pengurus dan pegawai BPR termasuk administrasi, dokumentasi dan pengungkapan benturan kepentingan dimaksud dalam Risalah Rapat.
v
BPR telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat setiap pengurus dan pegawai BPR yang diatur dalam SOP tentang penanganan benturan kepentingan.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
0 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
2) Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan Pejabat Eksekutif tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, atau tidak mengeksekusi
transaksi yang memiliki benturan kepentingan tersebut. v
Belum pernah terjadi benturan kepentingan dalam operasional BPR. Namun dalam hal terjadi benturan kepentingan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi dan Pejabat Eksekutif tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan 0 2 0 0 0 Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
3) Benturan kepentingan yang dapat merugikan BPR atau mengurangi keuntungan BPR diungkapkan dalam setiap
keputusan dan telah terdokumentasi dengan baik. v
Pada tahun 2020, KBPR Wedarijaksa tidak ada benturan kepentingan yang dapat merugikan kepentingan BPR.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
0 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 4 Dikalikan dengan bobot Faktor 4
2 0,20 2,00 2,00 0,20 2 2,00 0,80
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H) Penanganan Benturan Kepentingan
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
2 2,00 1,00
5
1) BPR dengan modal inti paling sedikit
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan memenuhi persyaratan paling sedikit untuk:
a. tidak merangkap sebagai Direktur Utama;
b. tidak membawahkan bidang operasional penghimpunan dan penyaluran dana; dan
c. mampu bekerja secara independen.
BPR dengan modal inti kurang dari
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan tidak menangani penyaluran dana.
v
BPR dengan modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliyar rupiah) Anggota Direksi yang Membawah Fungsi Kepatuhan dirangkap sekaligus oleh Direktur Utama. Anggota Direksi yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan tidak menangani penyaluran dana dan mampu bekerja secara independen.
2) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan memahami peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan
dengan perbankan. v
Anggota Direksi yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan memahami peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perbankan.
3) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan membentuk satuan kerja kepatuhan yang independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
4) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan menyusun dan/atau mengkinikan pedoman kerja, sistem, dan prosedur
kepatuhan. v
Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan telah menyusun pedoman kerja, sistem dan prosedur kepatuhan berupa SOP tentang Pedoman Penerapan Fungsi Kepatuhan.
5) BPR memiliki ketentuan intern mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab bagi satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi
kepatuhan. v
Ketentuan intern mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab bagi satuan kerja kepatuhan atau pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan tertuang dalam Job Discription.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
1 8 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan independen terhadap satuan kerja atau fungsi kepatuhan. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Direksi
nomor:001/KBPR/KEP.DIR/IV/2017 pada tanggal 01/04/2017 dan mendapat
persetujuan dari OJK dengan nomor surat S-445/KR.0311/2017 pada tanggal
21/08/2017.
Penerapan Fungsi Kepatuhan
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
9 1,80 0,90 v