KAJIAN PUSTAKA
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Hasil Siklus II
a. Perencanaan Siklus II
Berdasarkan hasil observasi, evaluasi, dan refleksi pelaksanaan tindakan siklus I belum mencapai target Indikator Keberhasilan. Kelemahan dan kekurangan yang ada pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II, begitupun keberhasilan-keberhasilan pada siklus I akan dipertahankan dan ditingkatkan di siklus II.
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka memperbaiki kelemahan dan kekurangan dalam siklus I yaitu :
a) Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan, sehingga Siswa dapat terarah dalam belajar.
b) Memberikan motivasi kepada seluruh Siswa agar mereka lebih aktif dan semangat dalam belajar.
c) Melaksanakan kegiatan pembelajaran pada jam pertama agar konsentrasi Siswa terhadap pembelajaran tetap terjaga.
d) Menghindari gangguan dari luar dan hal-hal lainnya yang dapat menggangu jalannya pembelajaran.
e) Menguasai kelas dan mampu mengendalikan situasi kelas apabila terjadi gangguan baik dari dalam maupun dari luar.
f) Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua Siswa untuk mengemukakan pendapatnya, dan menanyakan semua hal-hal yang belum dipahami selama pembelajaran berlangsung.
g) Lebih tanggap dan merespon Siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
h) Peneliti harus tegas menegur Siswa yang kurang memperhatikan pelajaran agar diakhir pembelajaran Siswa dapat mengerjakan tes dan menjawab soal dengan baik.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran membaca pemahaman Siswa dengan penerapan metode SQ3R yaitu sebagai berikut:
a) Tahap persiapan pembelajaran membaca pemahaman Siswa dengan penerapan metode SQ3R yaitu: : memberi salam, melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar, melakukan pengelolaan kelas, berdoa bersama, mendata kehadiran Siswa serta melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi Siswa agar semangat dan serius dalam belajar, dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran serta membagi Siswa ke 4-5 kelompok.
b) Tahap pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan penerapan metode SQ3R yaitu sebagai berikut:
1. Tahap Survey (Membaca Sekilas).
Pada tahap ini Siswa diarahkan untuk memperhatikan judul bacaan yang telah ditulis guru di papan tulis. Setelah itu Siswa diarahkan untuk membaca teks bacaan secara sekilas tujuannya adalah untuk mengenal detil-detil informasi penting dan garis besar isi teks sebelum membaca secara lengkap, waktu yang diberikan untuk kegiatan ini adalah 5 Menit. Setelah itu guru memberikan aba-aba agar menutup teks bacaan sementara. Setelah itu, guru melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu
2. Tahap Question (Menyusun Pertanyaan).
Pada tahap ini guru mengarahkan Siswa untuk menyusun pertanyaan sesuai apa yang Siswa peroleh dalam membaca sekilas. Pertanyaan dari Siswa tersebut ditulis oleh guru di papan tulis. Setelah itu guru melanjutkan ke tahap yang berikutnya yaitu
Pada tahap ini guru meminta Siswa untuk membaca kembali teks bacaan secara seksama sambil memperhatikan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, waktu yang diberikan relatif lebih lama dari tahap survey yaitu 20 Menit setelah itu Siswa diimbau untuk menutup kembali teks bacaan. Kemudian guru melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu
4. Tahap Recite (Menjawab Pertanyaan).
Pada tahap ini guru meminta Siswa untuk menjawab pertanyaan yang telah ditulis di papan tulis, pertanyaan yang jawabannya belum sempurna tidak langsung dibahas oleh guru tetapi diberikan kesempatan kepada Siswa untuk menyempurnakan ke tahap selanjutnya melalui bimbingan guru. Dan tahap yang terakhir adalah
5. Tahap Review (Meninjau Kembali).
Pada tahap ini Siswa diarahkan kembali untuk membaca kembali teks bacaan untuk meninjau kembali atau menyempurnakan seluruh jawaban, jawaban yang belum tuntas dibahas kembali melalui bimbingan guru.
Setelah semua tahap selesai maka dilakukan evaluasi proses pembelajaran. Serta mengamati keantusiasan Siswa selama proses pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan Metode SQ3R melalui pemberian tes formatif dalam bentuk essey tes.
c. Observasi
Pada tahap ini ada dua kegiatan yang dilakukan yaitu observasi dan evaluasi. Hasil observasi aktivitas Siswa melalui penerapan Metode SQ3R selama proses pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.5 Hasil observasi sikap siswa selama mengikuti pembelajaran siklus II
No Komponen yang diamati ( S I K L U S II ) Pertemuan Ke- Rata – Rata Persentase (%) V VI VII VIII T E S S I K L U S I 1. Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran 21 22 23 23 22,25 96,74 2. Siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran 19 19 20 21 19,75 85,87 3 Siswa yang mengetahui panjangnya teks, judul, istilah, dan kunci jawaban 17 18 20 21 19 82,61 4 4 Siswa yang menyusun pertanyaan yang jelas, singkat dan relevan dengan bagian teks yang di tandai 18 18 19 20 18,75 81,52 5 Siswa yang membaca secara aktif 20 21 22 22 21,5 92,40 6
Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal. 6 5 4 3 4,5 19,56 7 Siswa yang menyebutkan 18 18 19 20 18,75 81,52
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa, Siswa yang hadir sebanyak 96,74%, siswa yang memperhatikan penjelasan guru sekitar 85,87%, Siswa yang mampu mengetahui panjangnya teks, judul, istilah, dan kunci jawaban sekitar 82,61%, Siswa yang menyusun pertanyaan yang jelas, singkat dan releven dengan bagian teks yang ditandai sekitar 81,52%, Siswa yang membaca secara aktif sekitar 92,40%, Siswa menyebutkan kembali jawabanya.sekitar 81,52% , dan Siswa yang mengerjakan pekerjaan lain sekitar 14,13% atau berada dalam kategori sangat rendah.
Pada siklus ini dilaksanakan tes hasil belajar yang berbentuk ulangan harian setelah selesai penyajian materi untuk siklus II. Adapun hasil analisis deskriptif skor peroleh Siswa setelah penerapan Metode SQ3R dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.6 Statistik Skor Hasil Belajar Siswa pada Siklus II kembali jawabannya 8 Siswa yang melakukan aktifitas negatif pada saat pemberian tugas (sering bermain-main kelas, mengganggu, ribut, dll) 4 4 3 2 3,25 14,13
Statistik Nilai Statistik
Taberl 4.6 di atas menunjukkan bahwa hasil belajar setelah diberikan tindakan adalah 83,20 dari skor ideal 100, skor tertinggi adalah 100, skor terendah adalah 65. Apabila skor hasil belajar Siswa pada siklus II dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi skor yang ditunjukkan pada tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar pada Siklus II
No Skor Kategori Frekuensi Persentase %
1 0 – 34 Sangat rendah - - 2 45 – 54 Rendah - - 3 55 – 64 Sedang 4 17,39 % 4 65 - 84 Tinggi 11 47,83 % 5 85 – 100 Sangat tinggi 8 34,78 % Jumlah 23 100
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 23 Siswa kelas IV SD Inpres Bollangi 1 Teko Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa, tak seorang pun yang mendapat nilai sangat rendah dan rendah, 4 orang atau 17,39 % pada kategori sedang 11 orang atau 47,83% pada kategori tinggi dan 8 atau 34,788 % pada kategori sangat tinggi.
Skor nilai 100
Nilai minimum 65
Nilai maksimun 100
Untuk melihat persentase ketuntasan belajar Siswa kelas IV SD Inpres Bollangi 1 setelah diterapkan Model SQ3R pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II Presentasi
Skor
Kategori Frekuensi Presentasi (%)
0% - 64 % Tidak tuntas 4 17,39%
65% - 100% Tuntas 19 82,61%
Jumlah 23 100%
Berdasarkan tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa banyaknya Siswa yang ketuntasan belajarnya berada pada kategori tidak tuntas sekitar 17,39% dan Murid yang hasil belajarnya berada pada kategori tuntas 82,61%.
Adapun grafik ketuntasan belajar Bahasa Indonesia melalui metode SQ3R pada siklus II dapat dilihat berikut.
a. Refleksi Siklus II
Pada siklus II perhatian dan keaktifan Siswa semakin memperlihatkan kemajuan. Rasa percaya diri Siswa menunjukkan adanya peningkatan terlihat pada setiap pertemuan dengan semakin banyak Siswa yang memperhatikan penjelasan guru, Siswa yang menyususn pertanyaan dengan jelas, singkat dan releven dengan bagian teks yang ditandai, kemampuan Siswa juga lebih terasa sehingga pemahaman Murid terhadap materi yang diajarkan sedikit demi sedikit mengalami peningkatan.
Secara umum hasil yang telah dicapai pada siklus II setelah pelaksanaan tindakan dengan penerapan metode SQ3R mengalami peningkatan. ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh Siswa pada
siklus I yaitu 60 mengalami peningkatan menjadi 83,30 pada siklus II, maupun dari segi perubahan sikap Siswa, keaktifan dan perhatian Siswa serta dari segi kemampuan menyelesaikan soal secara individu. Sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar
A. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dapat diliha bahwa hasil tes Siswa setelah pemberian soal pada siklus I dan siklus II dengan menggunakan Metode SQ3R mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata siswa selama penelitian ini dilakukan yaitu
Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Belajar Siswa kelas IV SD Inpres Bollangi I Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa pada Setiap Siklus I dan II
Siklus
Nilai Perolehan dari 23 Siswa Ketuntasan
Maks Min Mean Median Tuntas Tidak tuntas I II 90 100 33 65 60 83,20 66 83 13 19 10 4
Tabel 4.10 Perbedaan Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Bollangi I Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa pada Setiap Siklus I Dan II
SIKLUS
HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DARI 23 SISWA