BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 2. Hasil Tes Grafis Subjek 1
HASIL TES GRAFIS Subjek 1
A. BAUM
1. Tabel Hasil Tes
ASPEK GAMBAR DESKRIPSI INDIKASI
A. KESAN UMUM 1. Kesan awal 2. Ukuran gambar 3. Lokasi 4. Kualitas garis 5. Penyelesaian
Pohon seperti tidak hidup Sedang Kiri Atas Garis Kontinyu Mahkota - Cenderung kurang responsif terhadap lingkungan
- Cukup percaya diri - Menekankan pada
kehidupan masa lalu - Kepribadian cenderung
tertutup
- Ada keinginan yang tidak diimbangi
kemampuan dan
kemauan
- Pola berpikir kurang dewasa
- Ada keinginan yang tidak tercapai
Vitalitas ada
(bagian yang digambar paling maksimal) 6. Lain–lain • Urutan menggambar • Jumlah hapusan Batang Tidak ada
cita dan fantasi - Menitikberatkan
keinginan
Cenderung memiliki pemikiran yang sistematis - Berhati-hati
- Percaya diri dalam melakukan sesuatu
B. BAGIAN 1. Akar
2. Stembasis
3. Mahkota
Akar yang mati
Melebar ke kanan
Tersebar
Kehilangan perasaan dalam menjangkau realitas - Mudah merasa tidak
percaya
- Hambatan dalam kerja sama
- Ragu-ragu
- Kemungkinan adanya perasaan curiga / rasa tidak percaya pada orang lain
- Takut akan realitas masa yang akan datang
- Kurang prinsip
- Pendirian mudah berubah-ubah
sesuatu
- Kurang dapat bertindak agresif pada saat tertentu
2. Hasil Observasi
Tes dimulai pada pukul 14.40 WIB. Tester meminta subjek untuk menggambar pohon berkayu. Subjek memulai menggambar dengan posisi kertas yang tepat. Namun, sebelum mulai menggambar subjek sempat mengatakan kepada tester bahwa dirinya tidak dapat menggambar. Kemudian tester meminta subjek untuk menggambar semampunya. Subjek mulai menggambar dari bagian batang kemudian menggambar stembasis, lalu subjek menggambar dahan dan mahkota pohon. Selama proses menggambar, subjek tidak menggunakan penghapus. Subjek lancar dalam menggambar dan tampak yakin dengan goresan yang dibuatnya. Pada saat menggambar, subjek beberapa kali terlihat tersenyum dan mengatakan pada tester bahwa gambarnya jelek. Selain itu, subjek beberapa kali cenderung melihat-lihat kearah tester. Ketika menggambar, subjek juga sering kali memiringkan kepalanya. Setelah gambar selesai, tester meminta subjek untuk memberi nama pohon. Subjek menyelesaikan gambar ini selama kurang lebih sekitar 4 menit.
3. Kesimpulan
Subjek punya pola pikir yang belum dewasa namun ada upaya untuk sistematis dalam berpikir. Subjek punya banyak keinginan dan fantasi, punya vitalitas namun kurang diimbangi dengan kemauan untuk bertindak. Sehingga hal ini membuatnya menjadi kurang realistis. Subjek belum percaya diri, hal ini membuat subjek lebih hati-hati dalam bertindak. Subjek tampak kurang konsisten karena belum adanya prinsip yang kuat / jelas yang membuat subjek takut terhadap realitas. Menekankan pada kehidupan masa lalunya dan cenderung tertutup sehingga tampak kurang
responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Ada hambatan di dalam bekerja sama yang disebabkan adanya perasaan curiga / rasa belum percaya pada orang lain.
B. DAP
1. Tabel Hasil Tes
ASPEK GAMBAR DESKRIPSI INDIKASI
A. KESAN UMUM 1. Kesan awal 2. Jenis Kelamin Hasil Gambar 3. Penempatan 4. Kualitas garis 5. Lain–lain - Jumlah hapusan - Usia
Gambar kecil dan kaku Laki-laki Cenderung ke kiri Ada tekanan Tidak ada Dibawah usia subjek Kaku
- Kurang percaya diri - Kurang luwes
- Adanya konflik peran seksual
- Ada kecenderungan sifat dependen terhadap figur otoritas - Dikuasai emosi - Self oriented - Introvert Vitalitas ada Berhati-hati Usia remaja awal
- Sikap gambar - Bersifat menahan sesuatu B. BAGIAN 1. Kepala 2. Mata 3. Telinga 4. Hidung 5. Mulut 6. Rambut 7. Alis 8. Bahu 9. Lengan Kepala yang bentuknya kurang tepat Berbentuk bulatan Besar Digambar Tersenyum Diulang-ulang Teratur Persegi Pendek sekali - Kurang seimbang - Kurang harmonis - Regresi - Egosentris
- Cenderung tidak masak Mudah tersinggung / peka Normal
Ada keinginan untuk bersosialisasi Kecenderungan suka menyerang Sopan - Kaku - Defensif terhadap permusuhan
- Ambisi / kemauan lemah - Banyak mengharapkan
10. Tangan 11. Kaki 12. Lain–lain a. Kancing b. Perhiasan (kalung) Pendek Kecil Digambar Digambar - Kurang ambisi - Ketidakmatangan Cenderung merasa
tergantung terhadap orang lain Kecenderungan sifat dependensi Cenderung mencari perhatian 1. Hasil Observasi
Tes dimulai pada pukul 14.45 WIB. Tester meminta subjek untuk menggambar manusia lengkap. Subjek memulai menggambar dengan posisi kertas yang tepat. Subjek sempat bertanya pada tester berapa banyak yang harus digambarnya. Kemudian tester menjawab bahwa subjek boleh menggambar sesuka hatinya. Subjek mulai menggambar dari bagian badan, kaki, kepala, wajah, kemudian rambut. Selama proses menggambar, subjek terlihat tenang. Namun subjek menggambar seseorang dengan jenis kelamin yang berbeda dengan subjek. kemudian tester meminta subjek untuk menggambar manusia lengkap dengan jenis kelamin yang sama dengan subjek. subjek menggambar dengan urutan gambar yang sama yaitu dimulai dari badan, kaki, kepala, wajah dan menyelesaikan rambut. Pada saat sudah selesai menggambar, subjek bertanya apa yang harus subjek tulis dalam kertas tersebut. Kemudian tester menjelaskan dan subjek menulis yang diperintahkan oleh tester. Subjek menyelesaikan gambar ini selama kurang lebih sekitar 8 menit.
2. Kesimpulan
Subjek tergolong orang yang kurang percaya diri sehingga menjadi tertutup. Ia merasakan adanya tekanan dan keragu-raguan dalam menemukan identitas dirinya. Subjek masih tergantung terhadap figur otoritas. Subjek punya vitalitas namun kurang punya kemauan untuk mencapai sesuatu. Ketidakmatangan dalam diri subjek membuatnya lebih banyak di dominasi oleh perasaan, sehingga membuat dirinya membutuhkan banyak dukungan secara emosi dari orang lain, kurang fleksibel, mudah tersinggung, dan adanya kebutuhan untuk di lindungi dan diperhatikan.
C. HTP
1. Tabel Hasil Tes
ASPEK GAMBAR DESKRIPSI INDIKASI
A. KESAN UMUM 1. Kesan Awal 2. Ukuran Gambar 3. Kualitas Garis 4. Proporsi 5. Komposisi Gambar kurang proporsional Pohon sedang namun seperti tidak hidup
Garis kontinyu Kurang sebanding
Tidak
berkesinambungan
Ratio kurang baik
Figur otoritas dirasa kurang berfungsi
Vitalitas ada
Kurang menggunakan ratio dalam berpikir
Kurang menggunakan ratio di dalam berpikir
6. Lain–lain
• Urutan menggam- bar
Rumah Adanya kecenderungan
sifat dependen terhadap figur afeksi B. BAGIAN 1. Rumah 2. Pohon 3. Manusia Rumah sederhana Tidak terdapat jendela
Pintu sangat kecil dan tertutup Digambar sedang namun terkesan tidak hidup Ukuran kecil Melakukan aktifitas diluar rumah
Persepsi terhadap figur afeksi sederhana
Penerimaan dari figur afeksi dirasa kurang
- Kontak sosial dengan figur afeksi dirasa kurang
- Penerimaan dari figur afeksi dirasa kurang - Figur otoritas kurang
menjalankan fungsinya dengan baik
Merasa kurang berperan di dalam keluarga
Adanya keinginan untuk keluar
2. Hasil Observasi
Tes dimulai pada pukul 14.57 WIB. Tester meminta subjek untuk menggambar pohon, rumah dan manusi dalam satu lembar kertas. Subjek
memulai menggambar dengan posisi kertas yang tepat. Sebelum memulai menggambar, subjek terlihat berpikir dan diam sejenak. Subjek mulai menggambar dengan urutan rumah, kemudian pohon dan manusia. Selama proses menggambar subjek cukup tenang dan serius. Subjek tampak yakin dalam proses menggambar. Subjek menyelesaikan gambar ini selama kurang lebih sekitar 4 menit.
3. Kesimpulan
Kurang adanya penerimaan dari figur afeksi membuat subjek memiliki kebutuhan untuk diterima dari figur tersebut. Figur otoritas di dalam keluarganya kurang berfungsi dengan baik dan subjek memiliki keinginan untuk melakukan aktifitas di luar keluarganya.
D. KESIMPULAN UMUM
Subjek tergolong orang yang kurang percaya diri sehingga menjadi tertutup. Ia memiliki pola pikir yang belum dewasa, namun ada upaya untuk sistematis dalam berpikir. Subjek memiliki keinginan dan fantasi, akan tetapi hal ini kurang diimbangi oleh kemauan dan kemampuan untuk merealisasikannya. Menekankan pada kehidupan masa lalunya dan tergolong pribadi yang cenderung tertutup sehingga tampak kurang responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Subjek tampak sebagai pribadi yang tidak matang sehingga membuatnya lebih banyak didominasi oleh perasaan dan membuat dirinya membutuhkan banyak dukungan secara emosi dari orang lain, kurang fleksibel, dan mudah tersinggung. Dalam keluarganya, subjek merasa kurang diterima oleh figur afeksi. Hal ini membuatnya memiliki kebutuhan untuk diterima , dilindungi dan diperhatikan oleh figur tersebut. Figur otoritas di dalam keluarganya kurang berfungsi dengan baik dan subjek memiliki keinginan untuk melakukan aktifitas di luar keluarganya.
E. DINAMIKA PSIKOLOGIS
Subjek tergolong orang yang tertutup. Ia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki banyak teman dan kurang menyukai untuk bergaul dengan teman-temannya. Dalam hidupnya, subjek memiliki keinginan untuk menjadi seorang guru. Akan tetapi keinginan dan cita-citanya ini kurang diimbangi oleh kemauan untuk meraih cita-citanya dan kemampuan diri. Usahanya untuk meraih apa yang diimpikan tergolong kurang. Subjek merasa kurang percaya diri dengan kemampuan dirinya, sehingga ia lebih memilih untuk menerima kondisinya saat ini dan tidak berusaha untuk meraih apa yang benar-benar diinginkannya di dalam hidup.
Subjek masih menekankan pada kehidupan masa lalunya, hal ini yang membuatnya terkadang cenderung tertutup. Permasalahan yang pernah ia alami dengan beberapa sahabatnya membuatnya malas untuk bergaul. Hal ini yang membuat subjek tampak sebagai pribadi yang tertutup sehingga tampak kurang responsif terhadap lingkungan sekitarnya.
Subjek di dalam keluarganya merasa kurang diterima oleh figur afeksi (ibu). Hal ini dikarenakan ibu kandung subjek telah meninggal dunia sejak subjek masih kecil dan saat ini ia tinggal dengan ibu tirinya. Tidak adanya peran ibu dirumah dan hubungan yang kurang baik dengan ibu tirinya membuat adanya kebutuhan untuk diterima, dilindungi dan diperhatikan oleh figur tersebut. Sementara itu figur otoritas (ayah) di dalam keluarganya kurang berfungsi dengan baik. Sejak kecil, subjek tidak mendapat bimbingan dan pengarahan dari ayahnya. Keadaan ini yang membuat subjek memiliki keinginan untuk melakukan aktifitas di luar keluarganya.