HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Analisis Data
5.2.2 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 22 sebagai berikut :
Tabel 5. 9
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.127 1.653 1.892 .063 KUALITAS .519 .064 .612 8.152 .000 HARGA .236 .056 .315 4.204 .000 FASILITAS .131 .052 .151 2.495 .015
Berdasarkan output diatas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Y = b0+b1X1 + b2X2 + b3X3
Y = 3,127 + 0,519 X1 + 0,236 X2 + 0,131 X3
Model tersebut menunjukkan arti bahwa : 1. Konstanta = 3,127
Jika variabel Kualitas Pelayanan, Harga dan Fasilitas 0,000 maka Kepuasan Pasien nilainya sebesar 3,127
2. Kualitas Pelayanan (X1) = 0,519
Artinya jika jumlah Kualitas Pelayanan ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka Kepuasan Pasien akan meningkat sebesar 0,519
3. Harga = 0,236
Artinya jika jumlah Harga ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka akan Kepuasan Pasien meningkat sebesar 0,236
4. Fasilitas = 0,131
Artinya jika jumlah Fasilitas ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka Kepuasan Pasien akan meningkat sebesar 0,131
Hasil Pengujian Hipotesis
Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Analisis atau koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar presentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dari output tabel Model Summary dapat diketahui nilai R2 (R Square).
Tabel 5. 10
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .863a .745 .734 1.168 1.451
a. Predictors: (Constant), FASILITAS, HARGA, KUALITAS
b. Dependent Variable: KEPUASAN
Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R Square adalah sebesar 0,745. Jadi dengan hasil nilai 0,745 × 100% = 74,5 % dapat diartikan bahwa variabel independen (Kualitas pelayanan, Harga dan Fasilitas) terhadap variabel dependen (Kepuasan Pelanggan) sebesar 74,5%, sedangkan sisanya 25,5% dipengaruhi oleh faktor lain.
Uji F (Simultan)
Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak/ bersama-sama. Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap varibel terikat. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 22,maka dapat dilihat pada table berikut ini.
Tabel 5. 11
Hasil Uji Hipotesis dengan Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 278.698 3 92.899 68.080 .000b
Residual
95.519 70 1.365
Total
374.216 73 a. Dependent Variable: KEPUASAN
b. Predictors: (Constant), FASILITAS, HARGA, KUALITAS
Berdasarkan hasil uji simultan dari table diatas ditunjukkan bahwa Fhitung sebesar 68,080, sedangkan hasil Ftabel pada table distribusi dengan tingkat kesalahan 5% (0,05) adalah sebesar 2,74. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel (68,080 > 2,74). Pada table di atas kita juga dapat melihat bahwa nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Kepuasan Pasien atau dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan harga dan fasilitas produk atau jasa bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Kepuasan Pasien pada klinik Gigi Senyum Ceria.
Uji T (Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari setiap variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5. 12
Hasil Uji Hipotesis dengan Uji Parsial (Uji t)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.127 1.653 1.892 .063 KUALITAS .519 .064 .612 8.152 .000 HARGA .236 .056 .315 4.204 .000 FASILITAS .131 .052 .151 2.495 .015
Berdasarkan tabel di atas, berikut ini dijelaskan pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial:
1. Variabel Kualitas Pelayanan (X1)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel kualitas pelayanan (X1) terhadap Kepuasan Pasien (Y) diperoleh nilai thitung = 8,152 dengan tingkat signifikansi 0,000 . Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) > tingkat signifikansi 0,000, maka hipotesis dapat diterima. Hal ini berarti kualitas pelayanan (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pasien (Y).
2. Variabel Harga (X2)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel harga (X2) terhadap Kepuasan Pasien (Y) diperoleh nilai thitung = 4,204 dengan tingkat
signifikansi 0,000. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) > tingkat signifikansi 0,000 maka hipotesis diterima. Hal ini berarti variabel kulitas produk (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pasien (Y).
3. Variabel Fasilitas (X3)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel fasilitas (X3) terhadap Kepuasan Pasien (Y) diperoleh nilai thitung = 2,495 dengan tingkat signifikansi 0,015. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) > tingkat signifikansi 0,015. Maka hipotesis dapat diterima. Hal ini berarti variabel harga (X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pasien (Y).
Pembahasan
Secara umum hasil pengujian variabel kualitas pelayanan,harga dan fasilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pasien pada Klinik Gigi Senyum Ceria Lippo Cikarang. Hal ini berarti hipotesis dapat diterima, karena karena ketiga variabel dependen tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel independen.
Untuk lebih mengembangkan perusahaanya Klinik Gigi Senyum Ceria Lippo Cikarang harus mempertahankan kualitas pelayanan yang telah dimilikinya. Karena manfaat yang didapatkan apabila kualitas pelayanan yang baik dapat dipertahankan, pasien akan loyal terhadap pelayanan yang dimiliki. Perusahaan dapat mengembangkan lini pelayanan dengan memanfaatkan image positif yang telah terbentuk terhadap kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan juga harus dijaga
dan dikembangkan agar pasien dapat merasa puas setelah berkunjung ke klinik, karena kualitas adalah keseluruhan sifat yang memuaskan kebutuhan konsumen. Begitupun harga merupakan salah satu indikator penting bagi konsumen jika ingin memakaii jasa klinik gigi senyum ceria, harga selayaknya berbanding lurus dengan kualitas yang dimiliki suatu perusahaan jasa.
Secara stimultan, hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1),harga (X2) dan fasilitas (X3) dengan Fhitung sebesar 68,080, sedangkan Ftabel dengan tingkat kesalahan 5% (0,05) adalah sebesar 2,74. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel (68,080 > 2,74) yang berarti seluruh variabel bebas secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Kepuasan Pasien (Y).
Secara parsial, hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan (X1) memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Pasien pada. Hal ini membuktikan bahwa klinik Gigi Senyum ceria mendapatkan pandangan yang baik dan positif di mata pasien. Melalui nama besar perusahan, layanan dan jaringan penjualan, Klinik Gigi Senyum Ceria telah berhasil mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap perusahaan jasa lainya.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan variabel harga (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel ini menjelaskan bahwa kualitas produk memberi peran penting dalam memberikan pengaruh bagi pasien dalam melakukan perawatan di klinik. Aspek fungsional, keistimewaan, kehandalan, daya tahan, kemampuan pelayanan, dan kesesuaian dengan jasa yang diinginkan adalah keseluruhan aspek dalam kualitas pelayanan jasa klinik gigi yang berhasil menarik konsumen dalam memakai jasanya.
Pengaruh variabel harga (X3) terhadap fasilitas. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, variabel fasilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien klinik. Dikarenakan fasilitas di Klinik Gigi Senyum Ceria Lippo Cikarang tergolong modern.